Pesan Buku/Kitab?
SMS & WhatsApp : 0812 8625 1777
Pin BB : 73E49DB5
e-mail: r.rusmanto@gmail.com ___________________________

Buku Risalah Ramadhan


Risalah Ramadhan

Oleh: KH. Ali Maksum

Penerbit: Pustaka Pesantren, Yogyakarta

Harga: Rp. 20.000,-


Tidak ada bulan yang lebih mulia dibanding Ramadhan. Di dalamnya, kata Nabi, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, para setan dibelenggu erat, sedang rahmat dan anugerah Allah ditebar untuk makhluk-Nya.

Buku yang ditulis KH. Ali Maksum dengan gaya ringan, padat, dan penuh dalil ini bisa anda jadikan pedoman meraih sebanyak-banyaknya rahmat dan anugerah yang dijanjikan Allah itu.
Baca Selengkapnya...

Buku Karomah Para Kiai


Karomah Para Kiai

Oleh : Samsul Munir Amin

Penerbit: Pustaka Pesantren, Yogyakarta

Tebal: 368 halaman

Harga: Rp. 65.000,-


Buku ini berisi 77 kisah karomah para kiai asli Indonesia. Yakni, kisah-kisah yang tidak banyak terkuak oleh masyarakat di luar pesantren; kisah-kisah yang belum banyak dituliskan dalam lembaran-lembaran buku; kisah-kisah yang lebih sering beredar dari mulut ke mulut, dilingkungan santri dan para penderek kiai. Hal itu barangkali letak pentingnya buku ini dihadirkan ke tengah publik.

Dalam hal ini, penulis menggunakan pendekatan kearifan lokal dalam mengkisahkan daripada nuansa mistis para kiai dalam menerapkan nilai-nilai ajaran Islam kepada masyarakat serta juga memberikan informasi tentang pesan moral para kiai supaya dapat ditiru dalam rangka taqarrab ilallah.

Menurut Imam Al-Qusairi dalam ar-Risalah, seorang wali tidak akan nyaman dan peduli terhadap karomah yang dianugrahkannya. Meski demikian, terkadang dengan adanya karomah, keyakinan mereka semakin bertambah sebab mereka meyakini semua berasal dari Allah. Mereka (wali) kemudian sangat paham betul bahwa kejadian aneh pada dirinya merupakan pemberian Allah kepada mereka yang dia kehendaki. Dan, Allah menganugerahkan karomah pada para wali agar keyakinan mereka semakin mantap di satu sisi dan “menabiri” mereka dari ancaman dan prakarsa kejahatan lingkungannya.

Baca Selengkapnya...

Buku Sastra Hizib


Sastra Hizib

Oleh: Murtadho Hadi

Penerbit: Pustaka Pesantren, Yogyakarta

Tebal: 121 halaman

Harga: Rp. 19.000,-


Hujani aku dengan butiran permata
sebesar gunung Sarondib.
dan banjiri aku dengan butiran emas
Selama napas masih melekat,
rezeki tak pernah beranjak dariku.
Kelak kalau aku mati,
kuburan siap menerimaku


Puisi Imam Syafi'i ini meluncur deras saat ia dihina seorang tukang cukur karena jubahnya yang lusuh berdebu dan surbannya yang acak-acakan usai mengadakan perjalanan jauh. Dan lantaran tampangnya yang tampak miskin itu, sang Imam tak boleh masuk "salon" milik si tukang cukur tadi.

Itulah gambaran Sastra Hizib yang meluncur "apa adanya" seolah sudah terpatri dilubuk hati dan tinggal menunggu waktu untuk diluncurkan. Ia bukan "rekayasa" kata dan bahasa seperti dilakukan oleh banyak penyair kita. Tak pelak lagi, sastra hizib ini bisa melengkapi genre sastra yang sudah ada di masyarakat kita.
Baca Selengkapnya...

Buku Tradisi Orang-Orang NU


Tradisi Orang-Orang NU

Oleh: H. Munawir Abdul Fatah

Penerbit: Pustaka Pesantren, Yogyakarta

Harga: Rp. 45.000,-


Nahdlatul Ulama’ sebagai ikon kaum muslim tradisional selalu menjadi sorotan banyak pihak. Pasalnya, organisasi yang berdiri pada tahun 1926 ini banyak menelorkan konsepsi yang dianggap out of date dan kolot. Anggapan semacam itu bisa dinilai sah bila mengingat referensi utama yang dirujuk oleh NU dalam pengambilan keputusan adalah kitab-kitab tradisional karya ulama muslim abad pertengahan.

Di samping itu, tradisi klasik yang terus dipertahankan itu telah banyak mengalami pergesekan dengan budaya-budaya lokal Indonesia yang sebelumnya telah menganut ajaran Hinduisme-Budhisme. Dengan itu, nuansa mistik di dalamnya sangat kental. Di sinilah sebuah Islam Tradisi muncul, yang sebelumnya pernah terjadi di India, China dan Turki.

Bagi kaum modernis, penganut aliran Wahabi khususnya, tradisi-tradisi keagamaan yang berjalan di tanah air adalah tindakan yang mengada-ada. Mereka menilai itu semua termasuk pada Tahayyul, Bid’ah dan Churafat (TBC) yang jelas-jelas menyimpang dari ajaran Islam murni. Tradisi-tradisi semacam ini, bagi kaum Wahabi, haruslah diperangi dan diberantas.

Klaim-klaim kebenaran (Truth Claim) yang dilancarkan kaum Wahabi mengetuk para tokoh tradisionalis.untuk mendirikan sebuah organisasi yang akan mengimbangi kekuatan arus kanan ini. Maka berdirilah NU sebagai reaksi terhadap kondisi itu. Bagi kalangan Nahdliyyin, sebutan bagi pengikut Nahdlatul Ulama’, praktek-praktek ritual yang telah dijalankan selama ini bukanlah sebuah aktivitas tanpa dasar. Semuanya bersandarkan pada al-Qur’an, as-Sunnah dan beberapa karya ulama’ klasik tentang penafsiran al-Qur’an dan as-sunnah itu.

Klaim kebenaran yang dilancarkan kepada kaum sarungan (santri) ini terjadi karena adanya pemahaman yang tidak utuh terhadap NU dan tradisi yang dilestarikannya secara turun temurun itu. Oleh sebab itu, demi tujuan tabayun (klarifikasi) agar tidak terjadi lagi miss understanding dalam memahami NU, H. Munawir Abdul Fattah menghimpun beberapa tradisi dan amalan-amalan harian (al-A’mal al-Yaumiyyat) orang-orang NU beserta dalil dan argumentasi penguat keabsahannya dalam buku Tradisi Orang-Orang NU (LKiS 2006).
Nahdlatul Ulama’ (NU) adalah sebuah organisasi kemasyarakatan yang intens dalam bidang keagamaan (Islam) yang menjadikan tradisi-tradisi Ahl as-Sunnah wa al-Jama’ah (aswaja) sebagai pegangan. Bagi NU, aswaja adalah sebuah tradisi keagaman yang merupakan materialisasi dari sisi kandungan al-Qur’an dan as-Sunnah serta praktek-praktek keagamaan para Sahabat Rasul serta generasi awal Islam yang dijaga secara turun temurun.

Dengan memaparkan satu persatu tradisi kehidupan warga NU, penulis mencoba memberikan penjelasan dan argumentasi dengan harapan akan menampilkan rasionalitas pemikiran NU yang selama ini dinilai kolot dan tradisional. Dia bermaksud untuk membalikkan anggapan miring yang telah lama dialamatkan pada tubuh NU
Di samping itu penulis berharap agar anak-anak muda NU, yang telah terpengaruh oleh ide pencerahan serta memusuhi tradisi klasik, agar dengan bangga kembali menggunakan tradisi lama dalam menyikapi kenyataan. Karena secara substansial tradisi-tradisi klasik itu masih layak untuk diterapkan. Hanya saja wajah permukaannya saja yang tampak berkerut dan berkarat.

Sedikit berbeda dengan dengan penulis, Ahmad Baso menyatakan bahwa modernisasi pemikiran keagamaan perlu dilakukan, namun bukan lantas meninggalkan tradisi lama. Yang semestinya dilakukan adalah integrasi keduanya, tradisi lama dan wacana kontemporer, demi mencapai pengetahuan yang komprehensif. Tradisi bukanlah suatu hal yang layak dibuang, bukan pula berhala yang berhak disembah, melainkan sebuah senjata yang akan bermanfaat bila digunakan dengan tepat.

Kasus terbaru yang digarap oleh NU adalah hukum infotaintment yang sama sekali tidak mendidik anak bangsa. Bagi NU, unsur Ghibah (membicarakan dan membuka aib dan privasi orang lain) telah mendominasi isi (contant) acara-acara yang disiarkan oleh media elektronik swasta. Dan ironisnya, kondisi ini secara tidak langsung membentuk watak orang Indonesia untuk menjadi bangsa pencaci. Bila tidak ada perubahan dalam muatan siaran, maka siaran-siaran infotaintment ini layak untuk dihentikan

Salah satu keunikan dan kekuatan karakter buku ini adalah bahwa bahan rujukan yang dipakai oleh penulis 100% dari kitab kuning yang memang menggambarkan luasnya tradisi keilmuan muslim pada era awal yang menjunjung tinggi prinsip yang moderat dan toleran. Dalam tradisi Bahtsul Masaa’il yang diselenggarakan NU, pasti terdapat jawaban-jawaban alternatif bagi setiap permasalahan yang sedang dibahas.

sumber: http://www.nu.or.id/page.php?lang=id&menu=news_view&news_id=8299
Baca Selengkapnya...

Buku Tahlil dan Kenduri


Tahlil dan Kenduri; Tradisi Santri dan Kiai

Oleh : H.M. Madchan Anies

Penerbit : Pustaka Pesantren, Yogyakarta

Tebal: 192 halaman

Harga: Rp. 29.000,-


Tanpa menyudutkan pihak lain, buku ini berusaha mengupas tradisi Tahlil dan beberapa hal yang terkait dengannya, seperti: kenduri, yasinan, fidyah, dan ataqah, disertai dalil-dalil dari al-Qur'an, hadits, dan kitab-kitab yang mu'tabar.

"Semua jenis kebaikan, pahalanya bisa sampai kepada mayit, berdasarkan nash-nash al-Qur'an dan hadits yang menuturkan hal itu. Dan sesungguhnya, kaum muslimin dimana-mana, di kota-kota besar pusat keislaman, mereka suka berkumpul membaca al-Qur'an dan menghadiahkan pahalanya kepada orang-orang Islam yang telah meninggal. Tak ada seorang pun yang menyangkal perbuatan itu. Berarti, telah terjadi ijma' tentang hal tersebut" (Imam Ahmad ibn Hanbal).

"Sesungguhnya orang yang mati mendapat ujian yang berat di dalam kuburnya selama tujuh hari (sejak dimakamkan). Oleh karena itu, mereka (para sahabat) suka mengeluarkan sedekah makanan atas nama orang yang wafat itu pada hari-hari tersebut" (kitab al-Hawi li al-Fatawi, II/178).

Baca Selengkapnya...

Kitab Kopi dan Rokok


Kitab Kopi dan Rokok

Oleh: Syaikh Ihsan Jampes

Penerbit: Pustaka Pesantren, Yogyakarta

Tebal: 135 halaman

Harga: Rp. 21.000,-



Salah satu hasil konsensus Komisi Fatwa Majlis Ulama Indonesia (KF-MUI) di Padang Panjang, Sumatera Barat, akhir Januari 2009 lalu adalah fatwa tentang hukum haramnya merokok bagi anak-anak, wanita hamil, dan pengurus MUI sendiri. Pro-kontra menyelimuti fatwa kontriversial tersebut, terlebih daerah yang menjadi tempat tembakau berkembang biak dan tempat di mana perusahan rokok berdiri.

Di balik pro-kontra tersebut, ada fakta yang unik, ternyata sebagian ulama/kiai dalam MUI sendiri, dulunya adalah para pecandu berat rokok. Bahkan, kopi dan rokok masih menjadi ”menu utama” di berbagai pesantren di Jawa. Setiap sowan di rumah kiai, pastilah kopi dan rokok menjadi ”menu utama” sang kiai. Tanpa kopi dan rokok, mengaji dan belajar terasa hambar dan kurang sreg, serta inspirasi berkarya terasa tumpul. Inilah realitas di balik bilik pesantren di Jawa. Walaupun tidak semua, tetapi mayoritas mengakui demikian adanya.

Terlepas dari status fatwa yang masih kontroversi sekarang, menarik kita menengok karya klasik Syaikh Ihsan Jampes yang berjudul Kitab Kopi dan Rokok. Buku ini berjudul asli Irsyadu al-Ikhwan fi Bayani al-Hukm al-Qohwah wa al-Dhukhon. Sepertinya hingga kini, karya Syeikh Ikhsan ini menjadi satu-satunya buku yang memuat seluk-beluk kopi dan rokok, mulai dari sejarahnya hingga polemik tentang hukum mengonsumsinya.

Syeikh Ihsan sendiri adalah kiai asal Jampes, Kediri, Jawa Timur, yang reputasi keilmuannya diakui secara internasional. Karya-karya tersebar luas, bahkan karyanya berjudul Siraj al-Thalibin yang menjelaskan kitabnya al-Ghazali mendapatkan pujian luas dari ulama Timur Tengah. Bahkan, menjadi referensi utama para mahasiswa di Mesir. Kiai yang wafat tahun 1952 di usia 51 tahun itu dikenal sebagai petualang yang haus ilmu.

Belajar dari pesantren menuju pesantren lainnya. Tak pelak, kiai di jamannya kemudian memanggilnya dengan sebutan ”syeikh”. Sebutan bagi kiai yang mencapai derajat keilmuan yang tinggi dan integritas personal yang disegani.

Karya ini memang dipersembahkan penulis untuk menjawab beragam persoalan yang melilit kaum pesantren ihwal rokok dan kopi. Karya yang disusun dengan gaya nadham (syair/puisi) dan syarah (tafsir) tergolong unik bagi kalangan pesantren. Unik karena Syeikh Ikhsan tidak hanya menjelaskan status hukum kopi dan rokok yang memang kontroversial. Tetapi juga sejarah asal-musalnya serta perkembangannya di Timur Tengah, Eropa, Amerika, bahkan sampai di Indonesia. Ini tidak biasa bagi kalangan kiai. Karena biasanya kitab-kitab kiai pesantren lebih menekankan pembahasan ihwal status hukum fikihnya. Kemampuan Syeikh Ikhsan ini memang diakui, karena selain membaca kitab kuning, ia juga dikenal membaca berbagai majalah dan koran ketika masih muda.

Dengan bahasa yang renyah, Syeikh Ikhsan menjelaskan bahwa masyarakat Arab mengenal rokok dengan istilah al-Dhukhon, al-Tabgh, al-Tuun, dan Al-Tinbak. Nama itu sudah umum, sedangkan dalam istilah kedokteran, dikenal dengan istilah banbujjir. Secara historis, penulis menjelaskan bahwa tembakau (al-Tabghu) adalah tanaman lokal pada suatau daerah bernama Tobago–suatu negeri di wilayah Meksiko, Amerika Utara. Karena tertarik, datanglah orang Eropa di Tobago, dan orang Eropa meniru kebiasan merokok orang Tobago.

Karena merasa asyik dan nikmat dengan merokok, pada 1560 M (977 H), Yohana Pailot dari Vunisia mengunjungi Raja Alburqonal dari Panama, Amerika. Dia tidak sekedar berkunjung, tetapi juga memboyong bibit tembakau ke negerinya dan kemudian disebarluaskan ke Eropa secara massif. Dan orang Eropa menyebarkannya kepada seluruh dunia lewat proyek kolonialisasinya. Sementara, kopi dikenal dan dikonsumsi masyarakat Arab setelah dua generasi hijrah kenabian. Pada 1600 M (1017 H), kopi dibawa ke negeri-negeri Eropa dan kemudian disebarluaskan orang Eropa kepada seluruh penjuru dunia. (halaman 14-16)

Syeikh Ikhsan juga menjelaskan status hukumnya. Mengonsumsi kopi dan rokoh, sudah menjadi kontroversi ulama sejak abad ke-10 H. Dalam soal kopi, ulama yang mengharamkan kopi melihat bahwa di dalam kopi terdapat madhorot (kerusakan) kalau kita mengonsumsinya. Pendapat ini didukung Syeikh Abtawi dari Syria, Syeikh Ibnu Sulton, dan Syeikh al-Syanbathi dari Mesir. Sementara, yang memperbolehkan kopi berpendapat bahwa kopi bisa menyegarkan, meringankan pikiran, dan membangkitkan semangat tetap terjaga sampai waktu yang lama untuk beribadah. Pendapat ini didukung Imam al-Ramli, Najm al-Ghazi, dan Ibn Hajar al-Haitami. (halaman 22-24)

Demikian juga tentang rokok. Ulama yang mengharamkan rokok berpendapat bahwa rokok merusak kesehatan, menyebabkan orang mabuk, tidak berkesadaran, baunya tidak disenangi orang lain, dan dipandang sebagai pemborosan (isyrof). Intinya, rokok membawa madhorot yang bisa menghalangi ibadah. Pendapat ini dipegang oleh al-Qolyubi, al-Laqqani, al-Bujairomi, dan al-Syaranbila. (halaman 48-49)

Sedangkan yang memperbolehkan mengatakan bahwa rokok tidak najis, atau menghilangkan kesadaran. Bahkan, rokok memberikan semangat baru dalam menjalani kehidupan. Bagi kelompok ini, sangat omong kosong mereka mengatakan rokok haram, baik zatnya, atau dengan mengkonsumsinya. Merokok adalah mubah (boleh). Pendapat ini disokong al-Ghani al-Nabilisi, al-Syabromalis, al-Sulthan, dan al-Barmawi (halaman. 54). Pendapat masyhur mengatakan bahwa merokok adalah makruh. Pendapat masyhur ini didukung al-Bajuri dan al-Syarqowi (halaman 80). Ada juga yang mengatakan merokok boleh saja tetapi hukum makruh tetap menyertainya. Ini pendapat al-Said Babasil dan Ibn Musa al-Nasawi (halaman 83)

Sedangkan di bab terakhir dijelaskan bahwa air yang terkena asap rokok tetaplah masih suci. Selain itu, merokok juga tidak membatalkan puasa seseorang, asalkan asapnya tidak ditelan melewati tenggorokan. Juga diperbolehkan merokok di masjid, walaupun juga ada ulama yang menetapkan status makruh hukumnya, juga ada yang mengharamkan, tetapi dianggap lemah (dho’if).

Semua status hukum yang dijelaskan dalam buku ini tergantung atas illatu al-ahkam (alasan penjatuhan status hukum) dari berbagai kasus yang ada. Baik yang mengharamkan dan mengharamkan selalu menyertai illat (alasan) hukumnya. Berarti, kalau illat itu tidak ada, sangat mungkin hukumnya akan relatif semua. Walaupun ulama yang mengharamkan tetap berkelit dengan berbagai argumentasi rasionalnya.

Terlepas dari itu semua, Syeikh Ikhsan menyajikan buku ini dengan proporsional. Memberikan pilihan bebas kepada pembaca untuk menjatuhkan pilihannya. Penulis, walaupun seorang kiai besar, tidak terkesan menggurui. Justru memberikan celah perdebatan lanjut untuk pengamat berikutnya. Inilah sikap demokratik seorang kiai yang memberikan kebebasan berpendapat kepada santrinya. Dan, buku ini mencerminkan itu semua.

Dalam konteks ini, buku Syeikh Ikhsan ini hadir tepat waktunya. Ketika masyarakat masih bingung menentukan status hukum dari fatwa MUI. Penjelasan panjang lebar yang dikemukakan menjadi catatan penting bagi pengkaji hukum Islam, khususnya para ”pejabat resmi” lembaga fatwa agar fatwa-fatwa yang lahir nanti membawa dampak produktif bagi masyarakat. Bukannya menimbulkan gejolak, kontroversi, dan bahkan sikap apatis terhadap lembaga fatwa dan para ulamanya.

Fatwa Syeikh Ikhsan Jampes dalam buku ini menjadi alarm dalam ”fatwa resmi” yang terkesan ”otoriter” atas kuasa makna. Fatwa seharusnya otoritatif dan memberi implikasi kemaslahatan bagi semua.

sumber: http://www.nu.or.id/page.php?lang=id&menu=news_view&news_id=16300
Baca Selengkapnya...

Buku "Tanya Jawab Sufistik"


Tanya Jawab Sufistik

(Terjemah dari: "Nafaisul 'Uluwiyyah fi Masailis Shufiyyah" dan "Ithafus Sail Bijawabil Masail")

Karya: Habib Abdullah bin Alwi al-Haddad

Penerbit: Pustaka Zawiyah

Harga: Rp. 35.000,-


Tanya Jawab Sufistik

Ketahuilah wahai murid, bahwa awal perjalanan menuju Allah adalah sabar dan akhirnya adalah syukur, awalnya adalah sengsara dan akhirnya adalah bahagia, awalnya susah dan sukar dan akhirnya adalah fath dan kasyf serta sampai ke puncak tujuan, yaitu ma'rifatullah, sampai ke hadapan-Nya, intim (uns) dengan-Nya, berhenti di hadirat kemurahan-Nya.

Kucoba menyusun buku ini dengan ungkapan yang mudah, supaya dekat dengan pemahaman masyarakat, kugunakan kata-kata yang ringan, supaya segera dapat dipahami dan mudah dimengerti, baik oleh kaum khusus maupun awam.

Baca Selengkapnya...

Buku "Membela SUNNI"


Membela SUNNI

Oleh: Muhammad Asnawi Ridwan

Penerbit: Pustaka Amanah, Kendal

Harga: Rp. 24.000,-


Perjalanan ajaran Islam dari masa Rasulullah saw sampai ke era kekinian telah mengalami banyak sempalan dan penyelewengan dengan begitu menjamurnya aliran-aliran yang mengatasnamakan "untuk" Islam telah menjadikan hakikat dan pondasi dasar Islam menjadi rancau dan melenceng dari dasar awalnya.

Buku yang berjudul "membela Sunni" ini untuk meluruskan pemahaman-pemahaman yang keliru dalam tataran aqidah, syari'ah, dan amaliyah.

Dengan kreatif, buku ini menghadirkan pelurusan akan pemahaman Islam, Iman, dan Ihsan yang merupakan sebuah kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Totalitas makna Laa ilaha ilallah, konsep ikhlas, tawassul, tabarruk, istighosah, ziarah kubur hingga syafa'at.
Baca Selengkapnya...

Buku "Kesahihan Dalil Shalat Tarawih 20 Rakaat"


Kesahihan Dalil Shalat Tarawih 20 Rakaat

Oleh: KH. M. Hanif Muslih, Lc.

Penerbit: Ar-Ridha, Semarang

Harga: Rp. 15.000,-


Pada masa Khulafa' Al-Rasyidin, tabi'in, tabi'ut-tabi'in dan ulama salaf tidak ada gejolak sedikitpun yang mempermasalahkan berapa rakaat mereka melakukan dan melaksanakan shalat tarawih, dengan penuh ketumakninahan dan kekhusyukan mereka mengerjakan shalat dengan dasar berapa mereka mampu untuk mengerjakan.

Akan tetapi kalau kita membaca komentar, baik yang ditulis Asy-Syaikh Muhammad Ali Al-Shabuny dalam kitabnya Al-Hadyu Al-Naby Al-Shahih fi Shalah Al-Tarawih dan juga Syaikh Athiyah Muhammad Saleem dalam kitabnya Al-Tarawih Aktsar min Alf Aam fi MAsjid Al-Naby saw atau mungkin dari ulama muta'akhirin menunjukkan adanya kecenderungan gejala atau fenomena yang mengkhawatirkan karena disini muncul saling menyalahkan, membid'ahkan antara yang mengerjakan 11 rakaat dengan yang 23 rakaat.

Pada Tahun 1993, pernah ada yang bertanya kepada penulis, "utama/afdhal manakah dalam mengerjakan shalat tarawih antara mengerjakan sunnah Rasulullah saw dan hasil ijtihad Umar ibn Khattab ra.?"

bertolak dari pertanyaan sederhana itulah penulis menulis buku ini. karena penulis khawatir, dengan jawaban yang sederhana akan menimbulkan jawaban yang menjerumuskan.
Baca Selengkapnya...

Majalah "Cahaya Nabawy"


Majalah "Cahaya Nabawy"

Menuju Ridho Ilahi

Majalah Dakwah Islam

Harga: Rp. 12.000,-



Baca Selengkapnya...

Buku Terjemah "Qotrul Ghoist"


Terjemah "Qotrul Ghoist"

(Komentar Masalah-masalah Imam Abu Laits)

karya: Syaikh Muhammad Nawawi bin Umar Al-Jawi

Penerbit: PT Karya Toha Putra, Semarang

Harga: Rp. 5.000,-


Buku ini sebagai hasil terjemahan dari kitab "Qotrul Ghoits" Syarah Masa'il Imam Abu Laits, salah satu kitab syarah syaikh Nawawi atas masalah-masalah Imam Abu Laits tentang akidah dan keimanan, bidang tauhid. Maka didalamnya berisi komentar-komentar tentang masalah rukun iman, dan berbagai macam permasalahan yang berkembang dari padanya, yang berorientasi pada akidah ahlus SUnnah wal Jama'ah.
Baca Selengkapnya...

Buku Terjemah "Daqoiqul Akbar"


Terjemah "Daqoiqul Akbar"

(Detik-detik berita dari surga dan neraka)

Karya: Syekh Imam Abdurrahman bin Ahmad Al-Qodli

Penerbit: PT Karya Toha Putra, Semarang

Harga: Rp. 20.000,-


Buku ini mengingatkan kita akan kehebatan dan kedasyatan hari kiamat.
Buku ini juga mengingatkan bahwa kematian adalah suatu ketentuan, yang pasti akan dirasakan oleh setiap makhluk yang pernah mencicipi kenikmatan hidup.
Baca Selengkapnya...

Buku "Terjemah DIBA'"


Terjemah Diba'

karya: Al-Imam Al-JAlil Abdurrahman Ad-Diba'iy

Penerbit: PT Karya Toha Putra, Semarang

Harga: Rp. 15.000,-


Buku ini merupakan terjemahan dari Maulid Diba' karya Al-Imam Al-JAlil Abdurrahman Ad-Diba'iy yang dilengkapi dengan teks latin dan terjemahnya.

Buku ini juga dilengkapi dengan kumpulan shalawat Nabi SAW, khitbah, khutbah nikah, shighat aqad, do'a aqad, dan nama-nama anak.
Baca Selengkapnya...

Buku "Terjemah Almaulidun Nabawi BARZANJI"


"Almaulidun Nabawi BARZANJI"

Oleh: Drs. H. Moh. Zuhri

Penerbit: PT Karya Toha Putra, Semarang

Harga: Rp. 20.000,-


Dengan Terjemahan ini diharapkan umat islam yang sering membaca Barzanji dapat mengetahui maksud/arti yang terkandung didalamnya mengenai sejarah hidup junjungan kita Nabi Muhammad SAW sehingga dapat meningkatkan kecintaan kita kepada beliau SAW.
Baca Selengkapnya...

Buku "Mereka Menipu Agamamu!"


Mereka Menipu Agamamu!

(Konsekuensi Mengatakan Bid'ah)

Oleh: Muhammad Awadh Al-Manqush

Hal: 128 Halaman

Penerbit: Khasanah Intelektual

Harga: Rp. 21.500,-


Imam Ahmad bin Hanbal pernah ditanya oleh seseorang, "Kapankah saatnya seseorang itu boleh mengeluarkan fatwa?" Maka Beliau menjawab, "Nanti saat ia telah menguasai lebih dari 50.000 hadits".

Sudahkah kita menghafal dan memahami seluruh kandungan al-Qur'an, minimal ayat-ayat hukumnya?
Sudahkah kita menghafal dan memahami 50.000 hadits?
Sejauh mana kita menguasai bahasa Arab sebagai induk bahasa dalam syariah?
Berapa ribu 'kitab' yang sudah kita baca, sehingga sangup mengatakan 'hal ini tidak ada dalilnya', atau 'hal ini tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah saw'?
Berapa ratus ulama yang telah kita timba ilmunya untuk mendapatkan keterangan 'otentic' tentang perbandingan antara ribuan pendapat?

Sepatutnya disadari bahwa sering kali sikap membid'ahkan ini menjadikan pelaksanaann syariah dan ibadah terhambat. Kesalahpahaman dalam menilai hukum suatu perbuatan dan keterlanjuran dalam mengeluarkan fatwa menjadikan ribuan orang meninggalkan semua amalan yang tadinya sudah berurat berakar dalam kehidupan sehari-hari. Akibatnya ibadah mulia seperti berdzikir, atau bewirid setelah shalat dilaksanakan dengan ragu-ragu. Bahkan syariah bertawasul disalahpahami sebagai 'syirik'.

Buku ini mengetengahkan sebuah pemikiran yang mendalam dan studi kritis terhadap pemahaman 'bid'ah'. Bahkan, buku ini mencetuskan nuansa baru dalam cakrawala pemikiran kita terhadap sekelumit persoalan ibadah yang sering kali menjadi bahan pertentangan dikalangan muslimin.
Lebih dari itu, buku ini menuturkan suatu pengakuan jujur bahwa ilmu agama itu luas. Maka ambillah sumber agama yang benar hanya dari orang-orang terpercaya dan telah terbukti ke-aliman, ke-wara'-an, dan kredibilitasnya sebagai "MUJTAHID".

Baca Selengkapnya...

Kumpulan Kitab Karya Hadlratus Syaikh K.H. M. Hasyim Asy'ari


Kumpulan Kitab Karya Hadlratus Syaikh K.H. M. Hasyim Asy'ari

Kitab Irsyadu Sary (Kumpulan dari 19 Kitab karya beliau).

Penerbit: Pustaka Warisan Islam

Harga: Rp. 185.000,-


Kitab Irsyadu Sary adalah kitab kumpulan karya Hadlratus Syaikh K.H. Muhammad Hasyim Asy'ari, yang didalamnya terdapat 19 kitab yang menerangkan berbagai macam disiplin keilmuan yang sangat mendasar dan lazim diketahui oleh kaum Nahdliyyin, baik struktural maupun kultural, baik kiai, ustad maupun santri.
Berikut nama kitab yang ada dalam kitab Irsyadu sary:
1. Adabul Alim wal Muta'alim
2. Risalah Ahlisunnah wal jamaah.
3. At Tibyan Fi Nahyi an Muqotho'atil arhami wal ihwan.
4. Muqaddimah Qanun Asasi li Nahdlatul Ulama'
5. Risalah fi Ta'akkudil akhdzi bi Madzhahibil Arba'ah
6. Risalah tusamma bil Mawa'idz
7. Arba'ina Haditsan fi Mabadi'l Nadlatul Ulama'
8. Nurul Mubin fi Mahabbati Sayyidil Mursalin
9. Ziayadatu Ta'liqot
10. Tanbihatul Wajibat
11. Dlou'ul Misbah fi Bayani Ahkami Nikah
12. Miftahul Falah fi Ahaditsi Nikah
13. Audhohul Bayan fima yata'alaqu bi wadzo'ifi Romadlon
14. Abyani Nidzom
15. Ahsanil Kalam
16. Irsyadul Mu'minin
17. Manasik Sughro li qosidi Ummi Quro
18. Jami'atul Maqosid fi Bayani Tauhid wal Fiqhi wa tashowwuf
19. Al Jasus fi Bayani ahkami Nakus

Kitab-kitab tersebut diatas dicetak dalam bentuk kosongan (tanpa ma'na) dan pretelan (dipisah perkitab), dimaksudkan agar diajarkan kepada santriwan dan santriwati dengan harga sangat terjangkau.

Baca Selengkapnya...

Buku Dialog Cerdas Bersama Imam Syafi'i


Dialog Cerdas Bersama Imam Syafi'i
(Dialog Imajiner)

Oleh: M. Fatihul Ihsan

Penerbit: PP Takhossus Ilmu Fiqh Mojokerto

Harga: Rp. 15.000,-


Perkembangan ilmu pengetahuan di bidang hukum Islam (baca; fiqh) tidak bisa dipisahkan dari gerakan Imam Syafi'i sebagai seorang Mujaddid.
Moderat itulah label yang pantas disandang oleh Imam Syafi'i, sebagai ulama yang mampu memberi warna dalam perjalanan hukum islam.
Dengan gagasannya yang fleksibel, dinamis, temporalis, elastis dan realistis tidak sulit bagi Imam Syafi'i untuk menyebarkan pemikirannya, bahkan tidak sedikit para ulama yang setia untuk melestarikan pemikirannya.
Ditengah perubahan sosial yang begitu dasyat yang merambah kesemua aspek kehidupan, umat ini merindukan munculnya figur "Imam Syafi'i" baru yang mampu menjawab problematika umat. Semoga....
Baca Selengkapnya...

Buku 200 Soal Jawab FIQH Kemasyarakatan


200 Soal Jawab FIQH Kemasyarakatan

Jawaban Problematika Keummatan

Oleh: LBM/LTN PCNU Mojokerto

Penerbit: LBM/LTN PCNU & PP Takhassus Ilmu Fiqh Mojogeneng Mojokerto

Harga: Rp. 30.000,-


"Pekih iku nek rupek yo diokeh okeh". Begitulah komentar mBah Wahab Hasbulloh ketika bermunadlarah dengan Kyai Bisyri Syamsuri, yang keduanya merupakan pakar fiqh NU.
Bahasa guyonan mBah Wahab memang tampak sederhana, tapi mengandung filosofi yang tinggi dan sangat layak untuk digali.
Maksudnya, fiqh itu produk ijtihadi, karena produk ijtihadi, maka keputusan fiqh bukan barang sakral, (meminjam istilah mBah Sahal Mahfudz). Pemahaman yang men-sakralkan fiqh jelas keliru yang tidak boleh ditiru. Dimana-mana yang namanya fiqh adalah "'al-ilmu bi al ahkam al syar'iyyah al'amaliyah al muktasabu min adillatiha al tafsiliyah".
Definisi Fiqh sebagai al-ilmu al muktasabu (ilmu yang digali oleh akal) menunjukkan pada sebuah pemahaman bahwa fiqh lahir melalui serangkaian proses penalaran dan kerja intelektual yang panjang, sebelum pada akhirnya dinyatakan sebagai hukum praktis.
Sebagai produk ijtihadi, sudah sewajarnya fiqh terus berkembang lantaran pertimbangan sosio politik dan budaya lokal.
Isi Buku ini diantaranya adalah mengenai
- Kitab Thaharah
- Kitab Shalat
- Kitab Zakat
- Kitab Puasa
- Kitab Haji dan Umrah
- Kitab Jana'iz
- Kitab Mu'amalah
- Kitab Perkawinan
- Kitab Makanan dan Pakaian
- Kitab Masalah Umum

Baca Selengkapnya...

Buku Membongkar Akar Sekularisme


Membongkar Akar Sekularisme

Oleh: DR. HM. Afif Hasan, M.Pd.

Penerbit: Pustaka Bayan

Harga: Rp. 45.000,-


Buku ini berisi refleksi seputar "perubahan" yang menjadi "pembusukan" akibat fenomena sekularisme yang dirasakan juga menyentuh dinding-dinding pesantren - yang selama ini dikenal puritan. Juga menyorot berbagai aliran pemikiran destruktif, yang menggelisahkan penulis.
Ia menyajikan potret pergeseran pemikiran kaum santri dan gambar masa yang paling cemerlang dan asli pada periode Rasul SAW sampai Khalifah Umar Ibn Khattab RA yang terus mengalami peragian (fermentasi) atau bahkan pembusukan seperti yang dilakukan oleh "santri baru" akhir-akhir ini. Di antara naskah adalah hasil catatan harian yang di'sunat' dari pengalaman mata, telinga dan hati.
Baca Selengkapnya...

Buku Burdah Imam Al-Bushiri


Burdah Imam Al-Bushiri

Khasidah Cinta dari Tepi Nil untuk Sang Nabi

Oleh: Masykuri Abdurrahman

Penerbit: Pustaka Sidogiri

Harga: Rp. 23.000,-


Seperti sebuah magnet, bila Burdah yang menggunakan akhiran "mimiyat" ini dilantunkan ditengah perhelatan, baik dibaca sendiri secara solo maupun koor, segera akan menyihir suasana bertambah khidmat, dan jamaah yang sami'in pun ikut larut dengan puisi-puisi indah al-Bushiri ini. Semangat pendengar kian terpompa, harapan seakan sudah berada didepan, dan spirit kecintaan terhadap kekasih Allah, Muhammad SAW terasa kian bertambah-tambah. Kata pepatah, "cinta bukanlah cinta jika orang itu tidak terlibat langsung dalam merasakannya". Maka, pembacaan Burdah ini seperti menghadirkan insan yang tersanjung itu, dan kita yang larut dengan madah al-Bushiri ini menyambut kehadiran kekasih yang ditunggu-tunggu.
DR. Zaki Mubarak, kritikus sastra arab yang semula memandang remeh Burdah, ternyata akhirnya berbalik mengakui nilai-nilai estetika yang amat tinggi pada karya Imam al-Bushiri ini.
De Sacy, seorang pengamat sastra arab dari universitas Sorbonne Prancis, mengakui kelebihan-kelebihan karya sastra Imam al-Bushiri. Menurutnya, sampai saat ini belum ada penyair kontemporer arab yang dapat menirukan Burdah.
Baca Selengkapnya...

Buku Kiai Politik, Politik Kiai


Kiai Politik, Politik Kiai

Membedah Wacana Politik Kaum Tradisionalis
"Sebuah Kajian Tentang Relasi Islam, Kiai dan Kekuasaan Melalui Kitab Kuning dari Lingkungan Pesantren"

Penerbit: Pustaka Bayan

Oleh: DR. H. Abd. Latif Bustami, M.Si.

Harga: Rp. 55.000,-


Ahlusunnah wal Jamaah (ASWAJA) tak syak lagi merupakan paradigma untuk menguatkan akar dan peran tradisional kiai sebagai pusat otoritas yang mempunyai kewenangan mengendalikan masyarakat. Keyakinan keagamaan itu diaktifkan oleh para pendukungnya dalam suatu rivalitas, konflik, dan kerjasama. Hal itu tampak misalnya dalam kasus penetapan Pasuruan sebagai "Kabupaten Santri" - dalam sebuah peraturan daerah, lafdul jalalah 'Dengan Rahmat Allah Yang Maha Esa' dalam produk hukum, berdirinya pesantren Sidogiri sebagai hari jadi kabupaten, dan pilihan dalam pilkada, pilihan dalam pemilu, serta aktivitas ekonomi syariah merupakan bukti efektifnya ASWAJA.
Kiai berusaha melembagakan perannya dengan menerapkan perkawinan endogami, mempertahankan kesahihan genealogi intelektual (sanad) dan silsilah serta pemimpin tarekat (ijazah irsyad). Keabsahan itu menentukan mu'tabaroh dan ghoiru mu'tabaroh tarekat. Kekuasaan itu semakin mantab disebabkan keberadaannya ditengah masyarakat menjadikan interaksi timbal-balik antara kiai dan masyarakat semakin intensif dan dipertahankan sepanjang hayat, sehingga interaksi tersebut bukan hanya menunjukkan relasi patron-klien melainkan multipleks. Penggunaan keyakinan keagamaan sebagai ekspresi budaya politik kiai berbasis ASWAJA, politik sebagai sarana dan ASWAJA sebagai tujuan berpolitik bagi kiai merupakan pemenuhan kewajiban sebagai warga negara, orang yang menerima amanah Allah SWT mengembang ajaran profetik - sehingga mempunyai kewajiban untuk mengendalikan tindakan politik umat dan melakukan purifikasi keyakinan keagamaan.
Setiap kiai mempunyai medan kharisma sendiri yang ditentukan oleh kemampuannya dalam penguasaan keislaman, memenuhi kebutuhan masyarakat, kemampuan supranatural, dan kemampuan mendistribusikan kekuatan supranatural kepada umat. Medan kharisma itu bisa melampaui batas administratif, sehingga setiap perluasan dakwah identik dengan perluasan kharisma ulama.
Masyarakat Tengger yang berinteraksi dengan ajaran Islam dengan atribut ASWAJA misalnya, lebih mudah menerima ajaran Islam ASWAJA karena mengedepankan strategi berdakwah: mempertahankan yang lama yang baik dan mengambil yang baru yang lebih baik, dan menunjukkan sikap akomodatif terhadap keyakinan masyarakat, sehingga lebih mudah diterima dimayarakat. Buku ini membedah "jantung" kehidupan sosial-keagamaan kiai yang diungkapkan melalui prosedur penelitian yang terbuka.
Baca Selengkapnya...

Buku Membangun Manusia Seutuhnya


Membangun Manusia Seutuhnya

Bimbingan Moral dengan Doktrin Akhlaq-Tasawwuf

Oleh: Al-Habib Idrus Al-Hamid

Penerbit: Khalista

Harga: Rp. 33.000,-


Krisis yang tak kunjung selesai yang melanda bangsa Indonesia, baik yang berkaitan dengan masalah politik, ekonomi, pendidikan maupun sosial, sebenarnya kalau ditilik lebih dalam mengarah kepada persoalan yang paling mendasar, yaitu moral. Inti persoalan inilah dibutuhkan penyelesaian.
Buku ini merupakan rangkaian tulisan yang disusun dari pemikiran tentang akhlak, pengobatan jiwa, bimbingan moral, dan pengajaran doktrin-doktrin tasawuf.
Membimbing moral tidak mungkin berhasil dan pemahaman jiwa manusia juga tidak akan terjangkau jika upaya-upayanya tidak disertai dengan pemahaman sufistik yang dibalut dengan praktek ritus dan mujahadah. Karena itu, tasawwuf dalam buku ini dijadikan kunci penyelesaian dan pembahasannya diletakkan diakhir bab. Sementara di bab-bab awal, pembahasan banyak ditekankan ke masalah moral, jiwa, kehendak, perbuatan, adat-istiadat, hak dan kewajiban, serta bangunan ideal tentang suatu cita-cita atau pemikiran. Doktrin Tasawuf yang dipakai dalam buku ini diambil dari ajaran-ajaran tasawuf yang dikembangkan oleh Imam al-Ghazali, yang dalam perkembangannya juga banyak diserap oleh doktrin berbagai aliran tarekat, seperti Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah.
Baca Selengkapnya...

Majalah AULA


Majalah AULA
Majalah Nahdlatul Ulama

Harga:
P. Jawa : Rp. 8.000,-
L P. Jawa: Rp. 10.000,-



Baca Selengkapnya...

Buku Baity Jannaty


Baity Jannaty

Membangun Keluarga Sakinah

Oleh: Gus Yusuf Chudlori

Penerbit: Khalista

Harga: Rp. 32.000,-


Keluarga adalah komunitas terkecil di masyarakat namun sangat menentukan nasib bangsa ini ke depan, mahligai yang sakinah, mawaddah wa rahmah menjadi idaman setiap keluarga, namun jalan menuju kesana tentu tidak mudah dan berliku.
Penulis bersama keluarga Fast FM di acara Baity Jannaty telah berbagi pengalaman, sharing tentang berbagai hal seputar keluarga dari mulai mencari jodoh, merawat anak sampai soal ekonomi dan permasalahan sosial kemasyarakatan.
Buku ini merupakan dokumentasi dari diskusi di atas yang mengupas dari sisi agama dan budaya. Terdapat pernik kisah, ilmu, dan do'a sebagai wasilah dan rujukan tambahan untuk menata keluarga, menggapai "rumahku surgaku".
Baca Selengkapnya...