Pesan Buku/Kitab?
SMS & WhatsApp : 0812 8625 1777
Pin BB : 73E49DB5
e-mail: r.rusmanto@gmail.com ___________________________

Meluruskan Kesalahan Buku Putih Kyai NU

Meluruskan Kesalahan Buku Putih Kyai NU

Oleh: Tim FBMPP Kediri

Penerbit: Bina ASWAJA

Harga: Rp. 43.000,-


 Mengingat telah beredarnya "Buku Putih Kyai NU" karya Bapak Kyai Afrokhi Abdul Ghoni yang telah meresahkan warga Nahdliyin khususnya wilayah Pare dan sekitarnya yang isinya mengarah pada tuduhan syirik, kufur dan bid'ah terhadap amaliah warga NU, maka kami atas nama FBMPP (Forum Bahtsil Masa-il Pondok Pesantren) Se-Eks Kawedanan Pare selaku organisasi yang bergerak di bidang kajian Islam dan masa'il dinijyah wa waqi'iyah mempunyai tanggung jawab untuk menulis sebuah risalah yang memberikan jawaban atas pernyataan-pernyataan yang penuh dengan tuduhan-tuduhan dusta tersebut.

Setelah kami kaji bersama kehadiran Buku Putih Kyai NU ini merupakan babak lanjutan dari buku Mantan Kyai NU Menggugat Sholawat Dan Dyikir Syirik karya H. Mahrus Ali dan lainnya. Yang kesemuanya masih merujuk pada empat poin pembahasan yaitu: a) Tauhid, b) Ibadah dan Bid'ah, c) Tawasul, d) Tabaruk.

Adapun hal-hal yang menjadi alasan kami membuat buku jawaban ini antara lain:
1. Secara keseluruhan isi Buku Pittih Kyai NU terdapat banyak penyimpangan- penyimpangan dan tuduhan-tuduhan dusta terhadap amaliyah warga NU yang perlu kami luruskan dan Insya’Allah kami jelaskan dalam buku ini.

2. Kecerobohan Afrokhi dengan beraninya membawa-bawa nama Jam'iyah Nahdlatul Ulama' dan mengaku sebagai Kyai NU secara dusta untuk mensukseskan misinya menyebarkan
doktrin Wah-habi. Setelah kami kaji dan teliti bersama, Afrokhi jelas penganut paham
Wahhabi dan bukan warga NU apalagi Kyai NU. (Surat keterangan terlampir).

3. Semoga kehadiran buku ini memberikan kemantapan dan memperkuat keyakinan umat Islam semuanya terlebih warga NU atas kebenaran aqidah Ahlussunnah Wal Jama'ah
dan amaliah-amaliahnya sehari-hari.

4. Kehadiran buku ini juga diharapkan dapat memberikan masukan kepada kaum muslimin
akan kebenaran aqidah dan amaliah Ahlussunnah Wal Jama'ah, karena memiliki dasar dan argumentasi yang kuat.

Harapan kami kepada beliau bapak Afrokhi Abdul Ghoni sebagai penulis Buku Putih Kyai NU dan H. Abdul Aziz (Romo Suminggih) (penulis Pengantar buku tersebut) bersedia berdialog dengan kami secara terbuka, terhormat dan bermartabat dengan tujuan untuk mencari kebenaran dan klarifikasi atas pernyataan-pernyataan yang telah disampaikan.

Berikut Daftar Isi buku ini:

Kata Pengantar— 1
Sambutan —2
Pendahuluan — 3
Ucapan Terimakasih — 6
Daftar Isi — 8

Bagian I —11
Tauhid —11
Pendahuluan —11
Penjelasan Tauhid —15
Definisi Tauhid —16
Tauhid versi Ahlussunnah — 19
Tauhid versi Afrokhi — 24
Kesalahan Afrokhi Seputar Tauhid. — 34
Kesimpulan — 42
Syirik— 44
Definisi Syirik — 44
Pembagian Syirik — 47
Al-Majaz al-'Aqliy — 50
Bahaya Menisbatkan Syirik. — 55
Kesimpulan — 59

Bagian II — 60
Ibadah & Bidah —60
Pengantar — 60
Definisi Ibadah — 61
Penjeiasan Arti Ibadah — 63
Kesalahan Mengartikan Ibadah — 64
Bidah —71
Definisi — 71
Penjelasan Ulama — 74
Menelaah Hadits Bidah — 77
Kesalahan Mengartikan Bidah — 80
Amalan Bidah — 80
Banyak Rakaatnya Hilang Tumaninahnya — 82
Tahlil dan Dzikir Berjamaah. — 83

Bagian III—90
Tawassul & Tabarruk — 90
Tawassul — 90
Definisi Tawassul — 91
Penjelasan Tawassul — 94
Komentar Ulama — 114
Macam-Macam Tawassul —118
Kesimpulan —124
Tabarruk —125
Definisi Tabarruk—125
Macam-Macam al-Tabarruk. —131
Penjelasan Ulama —135
Kesalahan Afrokhi Masalah Tabarruk —154
Kesimpulan —156
Keistimewaan Rasulullah SAW — 156

Bagian IV—168
Ziarah Kubur—168
Pengantar—168
Ziarah kubur —168
Ziarah kubur bagi perempuan — 171
Tujuan Ziarah Kubur — 175
Etika Ziarah —181
Membangun kubah makam Wali —185
Macam-macam Bangunan — 185
Penjelasan Ulama —186
Memasang Lampu —190
Memasang Selambu dan Kain — 192
Distorsi Makna Hadits —198
Peringatan Haul — 203
Transfer Pahala —208
Komentar Ulama' — 215
Ulama Mazhab Syafi'i — 215
Ulama Mazhab Hanafi — 219
Ulama Mazhab Hanbali — 220
Ulama Mazhab Maliki — 223
Al- Shon'ani — 224
Al-Syaukani — 226
Ibn Taimiyah — 227
Muhammad bin Abdul Wahab — 228
Kesalahan Afrokhi Seputar Transfer Pahala — 230
Hari H Kematian — 235
Merawat Mayit (Tajhizul Mayit) — 235
Penyajian Makanan Oleh Keluarga Mayit — 243
Setelah Hari H Kematian — 253
Peringatan — 257
Kesalahan Afrokhi — 259
Kesimpulan — 262

Bagian V —264
Mujtahid dan Muqallid — 264
Tingkatan dalam Masalah Taqlid — 264
Tingkatan Mujtahid Mutlak — 265
Tingkatan Mujtahid Muntasib — 265
Tingkatan Mujtahid Mazhab — 265
Tingkatan Mujtahid Fatwa/Ashab al-Tahrij — 266
Tingkatan Pengikut (Muqallid) — 266
Maksud Pesan Mujtahid — 267
Penjelasan al-Nawawi — 274
Kesimpulan.—277
Afrokhi dan Wahhabiyah — 278

Lampiran — 280
Daftar Pustaka — 281

Artikel Terkait:

38 comments:

  1. Teruslah memberi pencerahan Pak Kyai Afrokhi, agar amalan kami tergolong amalan yang shalih, ya Allah bukalah hati-hati kami, limpahkanlah kepada kami ilmu yang bermanfaat, amiin yaa rabbal 'alamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. aneh,ente kepengen dicerahkan ma org yang sesat

      Delete
    2. Kyai Afrakhi Abdul Ghani sangat tidak pantas meladeni penulis buku tersebut, baik dalam tulisan ilmiah maupun dialog—karena hal itu tidak dibangun di atas dalil sedikitpun yang shohih dan juga melakukan kebohongan public secara langsung maupun tidak langsung mengingkari status Kyai Afrakhi Abdul Ghani yg pernah ditunjuk oleh MWCNU kecamatan Kandangan. padahal surat2nya resmi & ditanda tangani oleh Rois, Imam Baihaqi Thoha, Katib,HM. Dahlan Shodiq, Ketua, Imam Bukhari & seketaris, Syaifudin Arif untuk bersedia duduk dalam pengurusan MWC NU (A'wan) masa khidmat 2003-2008. jadi jelas sekali bahwa buku, "MELURUSKAN KESALAHAN BUKU PUTIH KYAI NU", TERNYATA BANYAK BERDUSSTAAA.. PADA BUPLIC.

      Delete
  2. ......اهدنا الصراط المستقــيم.....آمـين

    ReplyDelete
  3. Bahaya menyebarkan buku yang bisa menyesatkan umat Islam.

    ReplyDelete
  4. Hawa nafsu doank untuk mmpertahankan kyakinan golongan bukan mmpertahankan agama Alloh yg murni mnurut Alquran & Sunnah,, truslah mrasa paling benar dgn cra mnyesatkan umat,.. Krn balasan'y hnya Alloh yg akn mmberi.

    ReplyDelete
  5. Trima Kasih Kyai Afrokhi atas pencerahanmu .... semoga ALLAH SWT menerima taubatmu yg terdahulu selama melakukan ke syirikan .... Mari kita kembali kepada AL QUR'AN dan Ass Sunnah

    ReplyDelete
    Replies
    1. rupanya ada yg seneng dicerahkan oleh org yg sesat...ckckckc

      Delete
  6. Teruslah berjuang Ustadz, klo ingin bertemu beliau , skg ada di yogya, untuk pencerahan umat muslim di jogja yg masih "melaksanakan ke bid'ahan",semoga Allah melindungi perjuangan ustadz Affrokhi, amin

    ReplyDelete
  7. aku dah baca bukunya mahrus dan bantahan dari jember dan buku bantahan untuk jember sesat tanpa sadar saya rasa buku – buku jadi sama – sama punya ilmu kita hanya melihat dan membaca
    tanya aja ke orangnya..

    kalo lebih pantas nieh bukan wahabi vs nu tapi lebih tepatnya mantan nu vs nu di blog mahrus ali mantankyainu.blogspot.com saja kadang kurang sependapat dengan kyai saudi jadi mahrus ali dituduh wahabi oleh nahdliyin karena nggak mau tahlilan itu aja padahal dia nggak pernah menyebut dirinya wahabi.

    pembaca dan pengamat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Informasi Buku Baru dari Laa Tasyuk! press
      Perseteruan antara yang Benar dan yang Sesat, belumlah berakhir! Setelah Tim LBM NU Cabang Jember, menanggapi buku “MANTAN KIAI NU MENGGUGAT SHOLAWAT & DZIKIR SYIRIK” ( H. Mahrus Ali)”, dengan menghadirkan hadits-hadits shohih. Karena ditulis begitu. Apalagi ketua penulisnya seorang Kiai, punya gelar lagi – ahli hadits – KH. Abdullah Syamsul Arifin, MHI. Siapapun orangnya yang membaca buku bantahan itu, saya yakin banyak orang percaya kebenaran hadits-haditsnya.

      Begitu hadir buku, “BONGKAR KESESATAN DEBAT TERBUKA KYAI NU DI IAIN SUNAN AMPEL SURABAYA’, 'SESAT TANPA SADAR’ & ’MEMBONGKAR KESESATAN KYAI-KYAI PEMBELA BID’AH HASANAH”, KH. Mahrus Ali membongkar kebohongan demi kebohongan serta kesesatan Kyai LBM NU Cabang Jember tersebut !! Kini muncul buku kedua yang beredar belakangan ini, dan kalau kita perhatikan di bagian atas sampul depannya maka akan terpampang dua nama orang besar, yaitu bapak Prof. Dr. KH. Malik Madani (Katib Aam Pengurus Besar NU) dan Habib Zain Bin Hasan Baharun (Pengasuh PP Darullughah Wadda’wah Raci Bangil Pasuruan Jatim). MasyaAllah, dua nama tokoh yang cukup terkenal dan berkedudukan pula.

      Namun apakah sudah menjamin bahwa buku,”Kiai NU atau Wahabi YANG SESAT TANPA SADAR?” Jawaban Terhadap buku-buku Mantan Kiai NU, yang diberi pengantar oleh tokoh-tokoh besar ini isinya bagus, benar dan bermutu?! Mohon para pembaca sabar sebentar, insyaAllah akan kita buktikan bersama. Dan sebentar lagi kita akan mengetahui jawabannya ! Siapakah Yang Benar-benar SESAT TANPA SADAR ?!

      pembaca dan pengamat buku2 Laa Tasyuk! Press






      Delete
  8. agama islam sudah sempurna, tidak perlu ditambah. lihat sejarah rasulullah, apakah amalan2 yang beredar di masyarakat dicontohkan rasulullah? kembalilah ke ajaran alqur'an dan sunnah rasul, jika ada perbedaan pendapat, bukan ke adat kebiasaan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kembali kepada Alquran dan sunnah dengan mengkafirkan

      Delete
  9. babat bid'ah sampai ke akarnya! Alloh bersamamu ustz. Afrokhi

    ReplyDelete
  10. jika mengaji harus sampai selesai ya,,,,,

    ReplyDelete
  11. terima kasih ust afrokhi...
    islam sudah dicontohkan semua oleh nabi muhammad, jadi tolong bagi yg mersa menganut agama islam. lakukanlah amalan - amalan yg sudah dicontohkan oleh nami muhammad sesuai dengan Al - Qur'an dan hadist. bukan mencontoh amalan - amalan yg dibuat - buat oleh kyai yg membuat amalan sendiri. mksih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lalu mengkafirkan sesama muslim apakah sesuai dengan tunutunan Rasulullah....

      Delete
  12. wahabi, baru berumur 200 tahun. membabi buta dalam memaknai kitab2 salafusholih dan yang coment apalagi pada kagak bisa ilmu nahwu dan sorof terlebih bahasa arabnyapun tak bisa. Trus bukunya saja belum pernah baca. hadeuuuuh comentnya gimana.... di ajak debat terbuka saja takut.

    ReplyDelete
    Replies
    1. artikel ini saya kutip dari Buku Mantan Kiai NU,' MJawan Untuk Idrus Ramli & Tokoh-toko NU' Penerbit Laa Tasyuk! Pres. 'Sering kali saya dianggap oleh sebagian orang sebagai penakut karena tidak bersedia menghadiri undangan debat dengan tokoh-tokoh ahli bid'ah, tidak seperti halnya kyai ahlussunnah yang lain! Dinamakan demikian karena Ahlussunnah adalah lawan dari bid’ah dan ahlinya. Kalau ada golongan atau kelompok yang berkubang dalam kebid’ahan namun mereka mengklaim diri mereka sebagai Ahlussunnah, maka klaim itu hanya sebatas klaim dusta—Jika kyai ahlussunnah diajak debat pasti menyambutnya. Beda dengan saya, sehingga muncul protes dari berbagai pihak ketika saya mengambil sikap demikian, hal tersebut saya nilai wajar jika mereka kecewa, bagi saya berkatalah sekehendakmu untuk menghina kehormatanku, toh diamku dari orang hina adalah suatu jawaban. Bukanlah artinya aku tidak mempunyai jawaban, tetapi tidak pantas bagi "sang singa" meladeni 'srigalah. Jadi bukannya takut, hanya saja saya merasakan ada gelagat yang tidak baik yang akan membahayakan diri saya secara pribadi dan karya-karya saya pada umumnya, karena informasi yang saya terima dan yang dapat dipertanggung jawabkan, jika saya datang pada acara debat tersebut, maka situasi akan dibuat cause atau kegaduhan dan keributan, sehingga saya akan diamakan oleh kepolisian dan buku-buku saya juga akan di larang terbit lagi! ......lanjut

      Delete
    2. lanjutan artikel..Ada beberapa hal yang perlu disampaikan di sini terkait perilaku seorang tokoh ahli bid'ah yang membuat opini seakan-akan dia baru memenangkan debat pada hari sabtu tanggal 28 desember 2013 di Kantor kemenag Batam, antara :
      ▬ Ustadz Firanda,
      ▬ Ustadz Zainal Abidin Lc

      VS
      ▬ Kyai M. Idrus Ramli
      ▬ dan Kyai Thobari Syadzili.
      Padahal dia dusta! Inilah salah satu Kutipan kedustaannya,:
      Untuk lebih jelasnya dengarkan debat terbuka antara Ust Idrus Ramli dan Ust Firanda di Batam. Ternyata Ust Idrus Ramli banyak melakukan permainan retorika, memaksakan dalil, dan banyak dalil yang dikatakan sahih ternyata lemah dan harus di buang bukan harus di pegangi.
      Kebohongan itu bangkai dan bau busuknya pasti tercium. Lihat penyesatan dia dalam mp3 sbb:

      140. Debat Ust Idrus Ramli dan Ust Firanda di Batam ke 1. Klik disini : http://www.4shared.com/mp3/TxLrUJk7ba/140Debat_Idrus_Ramli_dan_Firan.html

      141.
      Debat Ust Idrus Ramli dan Ust Firanda di Batam ke 2. Klik disini http://www.4shared.com/mp3/GTAe2ohTce/141Debat_Idrus_Ramli_dan_Firan.html

      142.
      Debat Ust Idrus Ramli dan Ust Firanda di Batam ke 3. Klik disini. http://www.4shared.com/mp3/7f9Z-8cpce/142Debat_Idrus_Ramli_dan_Firan.html

      143.
      Debat Ust Idrus Ramli dan Ust Firanda di Batam ke 4. Klik disini.http://www.4shared.com/mp3/BrAI3sETce/143_Debat_Idrus_Ramli_dan_Fira.html

      144. Debat Ust Idrus Ramli dan Ust Firanda di Batam ke 5. Klik disini http://www.4shared.com/mp3/i12qu3P0ba/144_Debat_Idrus_Ramli_dan_Fira.html

      145. Debat Ust Idrus Ramli dan Ust Firanda di Batam ke 6. Klik disini. http://www.4shared.com/mp3/pRle2ngDba/145_Debat_Idrus_Ramli_dan_Fira.html

      Lalu bagaimana dengan penuturan Ustadz M. Idrus Ramli di Web Resminya: http://www.idrusramli.com/2013/catatan-dialog-ust-idrus-ramli-dengan-wahabi-di-batam-28-desember-2013/ bahwa, Al-Ustadz Zainal Abidin dan Al-Ustadz Firanda hafizhahumallaahu ta'ala kabur dari dialog? Apa buktinya bahwa dia telah berdusta? Meskipun menjijikan, saya terpaksa mengajak pembaca untuk mencium bau kedustaan Orang Jahil Ini! Padahal kalau kita melihat kejadian yang sebenarnya baik dari sarana video maupun audio Mp3 maka akan disaksikan kedustaan Al-Ustadz Idrus Ramli tersebut, sebab bagaimana dikatakan kabur atau lari tidak ingin berdialog sementara acara selesai sesuai dengan yang di jadwalkan hingga moderatornya sendiri yang menutup kemudian asatidz Salafiy berdiri, mendatangi dan menyalami Al-Ustadz Idrus Ramli dan Al-Ustadz Thabari, lalu dimana, pada menit dan detik keberapa asatidz Salafiy kabur ?
      Dari pemaparan tersebut bertambahlah keyakinan kita, bahwa KH. Idrus Ramli pembohong. Oleh karena itu, sekali lagi, sangat tidak pantas meladeni Idrus Ramli, dan tokoh-tokoh ahli bid'ah lainnya, baik dalam tulisan ilmiah maupun dialog. Inilah sebagian trik yang dilakukan ahli bid'ah. Namun seandainya mereka tidak dapat mengajak ustdz yang bersangkutan untuk berdebat, karena kepadatan agenda acaranya maka yang mereka lakukan adalah mengunakan kekuatan massa dengan mendatangkan massa atau ummat, untuk memaksakan kehendaknya. Agar ustadz tersebut menandatangani perjanjian yang mereka buat. Dan hal inilah yang menimpa salah satu ustadz ahlussunnah yaitu kyai Afrakhi Abdul Gani. Akibat kedengkian lawan-lawannya yang terkalahkan dalam dakwah ilmiah baik melalui buku penulis,’ BUKU PUTIH KYAI NU’ & ’KYAI NU MENGGUGAT SHOLAT PARA KIAI’, maupun ceramah-ceramahnya. Hal tersebut mendorong sebagian ahli bid’ah untuk memfitnah beliau, merusak nama baiknya. Akibat makar tersebut banyak kaum muslimin, terutama dari kalangan orang-orang jahil dan pelaku bid’ah serta kaum awam yang terprovokasi oleh fitnah-fitnah itu!

      Delete
    3. lanjutan...Berikut ini kami nukilkan kronolagi penghakiman yang di lakukan oleh orang-orang jahil terhadap Dakwah Ahlussunnah wal Jama’ah dari http://www.muslimedianews.com/2014/04/kronologi-taubatnya-ustadz-wahhabi.html

      Muslimedianews.com ~
      Pada hari Kamis malam Jum’at, 24 April 2014 adalah hari bersejerah kisah tobatnya ustadz Wahabi. Saat itu, sekitar 500-an umat Islam dari berbagai elemen ormas Nahdlatul Ulama (NU) bersatu mendatangi pengajian yang diisi ustadz Wahabi di Masjid dekat Lapangan Sidomulyo Bambanglipuro Bantul. Ormas NU seperti PCNU, Gerakan Muda NU (GMNU), Pagar NUsa, GP Anshor dan Banser NU sengaja datang mengikuti pengajian dengan penceramah Ustadz Wahabi yang bernama Afrokhi Abdul Ghani.

      Ormas NU itu hadir untuk melakukan tabayun/ klarifikasi karena disinyalir isi ceramah Ustadz Afrokhi yang telah meresahkan umat Islam sehingga bisa menimbulkan perpecahan umat. Dalam ceramahnya, Ustadz Afrokhi yang asal Kediri itu yang kerap mengisi pengajian di Bantul dinilai menyinggung perasaan umat Islam karena suka menuduh sesat dan bid’ah amaliah ahlussunnah wal jama’ah NU.

      Ketua MWC NU Bambanglipuro yang ikut memantau bersama jama’ah lain pun mengikuti pengajian hingga selesai. Materi pengajian Ustadz Afrokhi saat itu dinilai standar.


      Delete
    4. lanjutan ...Setelah pengajian usai, salah satu rombongan Banser dari Bantul mendatangi Ustadz Afrokhi dan minta dialog perihal pengajian sebelumnya yang diadakan di Gulon Pundong yang mana isi ceramahnya menjelek-jelekan dan menuduh bid’ah sesat amaliah ahlussunnah NU seperti Ziarah Kubur, Maulid Nabi, Dzikir, dan Mujahadah. Pada kajian sebelumnya di Pudong pun, ceramah Ustadz Afrokhi telah membuat resah dan sudah terlalu melenceng jauh dari nilai-nilai agama Islam sampai-sampai pihak panitia sendiri menghentikan acara tersebut.

      Komandan Banser Bantul Khozen menyatakan sahabat Banser punya bukti-bukti rekaman kajian Ustadz Afrokhi waktu itu sehingga dirinya minta adanya dialog agar tidak sampai memecah belah umat Islam.

      “Kebetulan kami memiliki rekaman semua pernyataan itu sewaktu memimpin pengajian sebelumnya. Kami ingin ada dialog agar materi ceramah tidak sampai memecah belah umat Islam,” kata Komandan Banser Bantul, Jumat (25/4/2014).

      Karena suasana dinilai tidak dikondusif dengan semakin banyaknya massa Banser NU yang terus berdatangan, akhirnya diputuskan Ustadz Afrokhi dibawa ke Mapolsek Bambanglipuro untuk melakukan mediasi. Dalam proses mediasi yang difasilitasi oleh Polres dan MUI Kabupaten Bantul itu dihadiri Komandan Banser Bantul, Ketua GP Ansor Bantul, Habib Sayidi, Drs. Damanhuri dari PCNU Bantul, dan lain-lain.

      Mediasi pun berjalan damai hingga selesai jam 00:30 WIB dini hari dengan menghasilkan keputusan terbaik pernyataan tertulis dari Ustadz Afrokhi Abdul Ghani yang dituangkan dalam surat bermaterai. Surat itu kemudian ia bacakan sendiri di depan para alim ulama dan kiai yang intinya ia mengakui kajiannya selama ini adalah salah, dan meminta maaf, serta berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya yang tidak benar itu. Ia pun siap menerima sanksi dalam bentuk apapun bila terbukti melanggar pernyataan yang ia tulis sendiri.

      Ustadz Afrokhi Abdul Ghani juga mengakui bahwa dirinya adalah anggota Majelis Tafsir Alqur’an (MTA) tetapi dalam surat pernyataan yang ia tulis itu diakui ia tidak mewakili ormas apapun. Surat pernyataan itu disimpan di Polsek Bambanglipuro dan copy tembusan dibagikan pada anggota Banser. Para Banser dan crew media kemudian membubarkan diri pukul 01.20 WIB.


      Pernyataan Lengkap Tobatnya Ustadz MTA Afrokhi Abdul Ghani:
      Dengan ini menyatakan bahwa apa yang saya sampaikan di Bantul dalam forum-forum pengajian yang isinya membid’ahkan, mengkafirkan, mensyirikan amaliah NU adalah salah. Maka dengan ini, saya mohon maaf kepada bapak, ibu, para ulama, dan seluruh warga NU, dan saya berjanji tidak akan mengulangi lagi. Dan apabila di kemudian hari saya melanggar pernyataan ini, saya siap menerima sanksi dalam bentuk apapun dan sanksi hukum. Apa yang saya sampaikan dalam ceramah tidak mewakili ormas apapun. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sesungguh-sungguhnya.

      Bantul, 25 April 2014

      Saya yang menyatakan,

      Afrokhi Abdul Ghoni

      Delete
    5. lanjutan...Komentarku ( Mahrus ali ):

      Kalau kajian KH Afrokhi atau guru salafy lainnya yang mengkritisi kebid`ahan dan kesyirikan pihak ahli syirik wad dholal di anggap pemicu perpecahan atau meresahkan, maka sebetulnya ini penilaian yang sangat keliru, tidak benar sama sekali.

      Aneh sekali, ceramah ahli bid`ah yang jelas menyesatkan, oleh salafy tidak di anggap memecahkan, bahkan di anggap mempersatukan. Dan ia tidak di anggap meresahkan kepada pihak salafy , Muhammadiyah dan ahlus sunnah yang lain. Ini penilaian sepihak –yaitu penilaian dari penegak kebid`ahan dan pemadam sunnah bukan dari penilaian penegak sunah dan pembasmi kebid`ahan.

      Ahli bid`ah menganggap ceramah KH Afrokhi dan lainnya memecahkan karena dia tidak ingin kembali kepada sunnah yang asli, tapi kembali kepada bid`ah yang asli. Sampai kapanpun dan dimanapun sunnah yang asli dan bid`ah yang asli tidak akan berkumpul. Tapi harus berpisah. Dari situ terjadi katagore ahli bid`ah dan ahlis sunnah.

      Kalau ceramah KH Afrokhi di anggap meresahkan maka ceramah ahli bid`ah yang mewahabikan ahlis sunnah itu pun meresahkan. Lihat saja ayatnya:

      إِن يَمْسَسْكُمْ قَرْحٌ فَقَدْ مَسَّ الْقَوْمَ قَرْحٌ مِّثْلُهُ ۚ وَتِلْكَ الْأَيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَيَتَّخِذَ مِنكُمْ شُهَدَاءَ ۗ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ

      Jika kamu mendapat luka, maka sesungguhnya kaum yang lain itupun mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah mengetahui orang-orang yang beriman supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada'. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim, 140 Ali imran

      Tindakan ahli bid`ah dengan mendatangkan banser yang berjubal inipun tidak etis. Ada indikator pemaksaan, bukan atas rela dan kepuasan, seolah mengharuskan kiyai Afrokhi untuk membikin pernyataan yang mereka kehendaki, bukan yang diingin kan oleh KH Afrokhi. Sekalipun didalam surat pernyataan itu ditulis tiada paksaan adalah sekedar keterpaksaan KH Afrohi di hadapan banyak Banser. Realitas inilah yang memperlengkap keterpurukan dakwah di negeri ini. Padahal hakekatnya dakwah memberikan kebebasan seluas-luasnya pada umat untuk menerima atau menolak. Kita ini hanyalah seorang penyampai Dan hidayah adalah sepenuhnya prerogatif Allah! Bagaimana seandainya KH Afrohi menempuh jalur hukum?? Bukankah kebebasan melaksanakan agama di Indonesia di jamin oleh UU. UUD 1945? Sehingga Agama dapat hidup dan berkembang dengan jaminan dan perlindungan negara, sedangkan para pemeluk agama berhak melaksanakan dan mengembangkan agama sesuai dengan kepercayaannya! Jangankan dakwah KH Afrohi yang rujukannya al-qur’an dan hadits shohih bukhari, Muslim, Nasai, Abu Dawud dan lain-lain, yang dijamin kebebasannya untuk menyebarkan kepada umat oleh UU Negara Republik Indonesia. Aliran yang dianggap sesat! Kita tidak bisa seenaknya menghakiminya!

      Delete
    6. lanjutan...Sungguh kasihan mereka, mereka tergiur oleh kesesatan mereka. Orang bijak akan menilai pemikiran-pemikiran mereka yang dikemas dalam bahasa yang dikesan ilmiyahnya atas membeberan majalah Aula tentang peristiwa darama pertobatan kyai Afrokhi Abdul Gani bagi mereka yang awam dan jahil, namun hakekatnya berita pengekposan mereka adalah kejahilan yang nyata, hawa nafsu dan propaganda kemunafikan dan kekufuran. Tindakan semacam ini tidak gentlaman apalagi ilmiyah! Dan semua itu disebabkan karena kejahilan mereka akan sosok kepribadian, perjuangan dan pembelaan kyai Afrakhi ini, terhadap aqidah Nabi Muhammad saw dan para sahabat beliau serta kegigiannya dalam memelihara kemurian agama Islam ini dari berbagai bid’ah baik dalam aqidah, ibadah, mu’amalah, akhlak, pemikiran dan lainnya. Jika mereka tidak mengetahui apa yang mereka perbuat, maka itu merupakan musibah, namun jika mengetahui maka musibah itu lebih besar dan lebih dahsyat dan kelak cepat atau lambat, rela atau tidak rela mereka akan mengetahui akibat perbuatan mereka jika mereka tidak segera bertaubat kepada Allah swt, sebagai Dzat Yang Maha Penerima taubat.
            

      … dan orang-orang yang zalim itu kelak akan mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali.(asy-Syu’araa:227)
      Seandainya mereka mau menyimak buku dan mendengarkan dengan ikhlas ceramah-ceramah kyai Afrakhi, niscaya mereka akan menemukan realita yang terbalik 190 derajat dari yang mereka ketahui tentang dakwah beliau selama ini. Kemudian akan timbul rasa cinta kepada beliau dan semangat untuk membela kehormatannya, menepis berbagai fitnah yang diarahkan kepadanya dan melanjutkan perjuangan beliau yang mulia ini. Rupanya ahli bid’ah menduga bahwa umat akan menyetujui dan sepaham dalam kebatilan dan kesesatan mereka, lalu membiarkan mereka leluasa menyebarkan kesyirikan dan kesesatannya.
      Permasalahan bid`ah dan syirik tidak bisa di selesaikan dalam beberapa jam itu. Tapi butuh pembahasan yang berhari – hari dan berminggu karena banyaknya masalah agama yang harus di bahas.
      Kita harus kembali pada ayat:

      وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلاَتَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ

      Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalanKu yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalanNya. [Al An’am:153].

      Dan jangan fanatisme golongan yang membikin diri sesat dan takkan mengarahkan kepada kebenaran sejati. Ingatlah firmanNya:

      وَلاَتَكُونُوا مِنَ الْمُشْرِكِينَ . مِنَ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعًا كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ

      Dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah, yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka, dan mereka menjadi beberapa golongan.Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka. [Ar Rum:31-32].

      Bagaimana mungkin Allah mengakui dan melegitimasi perpecahan ummat, setelah Dia memelihara mereka dengan tali (agama)Nya? Lagi pula, Allah telah melepaskan tanggung jawab NabiNya -Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam – atas umatnya, manakala mereka berpecah-belah, dan (dia) mengancam mereka atas perpecahan tersebut. Allah berfirman.

      إِنَّ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعًا لَسْتَ مِنْهُمْ فِي شَىْءٍ إِنَّمَآأَمْرُهُمْ إِلَى اللهِ ثُمَّ يُنَبِئُهُم بِمَا كَانُوا يَفْعَلُونَ

      Sesungguhnya orang-orang yang memecah-belah agamanya dan mereka (terpecah) menjadi beberapa golongan, tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu terhadap mereka. Sesungguhnya urusan mereka hanyalah (terserah) kepada Allah, kemudian Allah akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat. [Al An’am:159].

      Delete
  13. Yang baca "buku putih kyai NU" tanpa membaca "meluruskan Kesalahan Buku Putih Kyai NU"
    berarti anda taqlid buta
    Bukan kyai koq ngaku kyai
    Mahrus ali juga sama
    Siasat yang busuk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah Buku-buku Laa Tasyuk! Press, telah mendapat respon dari tokoh-tokoh NU! Walaupun belum ada satupun yang bisa mematahkan dalil-dalilnya, mengapa demikian !? Karena kami senantiasa menyertakan sanad dalam pendalilan, hal ini menunjukkan dengan jelas ketelitian dan sikap berhati-hati dalam menyampaikan hadits. Dengan begitu, klaim orang-orang yang sesat dan senang membuat keraguan umat dapat ditolak, dan syubhat-syubhat yang mereka lon¬tarkan seputar keshahihan hadits dapat dipatahkan ! Dengan demikian maka semua buku Laa Tasyuk! Press, bisa memukul balik apa yang dituduhkan para pengusung kesesatan. Namun, bisa memukul balik Para Penyesat bukanlah tujuan. Yang lebih penting adalah menjelaskan bahwa Saya mengajak dengan maksud dakwah pada kebaikan bukan dakwah kepada kesesatan !!

      Delete
    2. anonymous anda tidak mengerti realita yang ada di sekitar kyai afrakhi, yakni para tetangga. Apabila beliau ini mengaku-aku saja menjadi kiai NU, sudah tentu beliau akan merasa malu kepada dirinya sendiri, kepada keluarga di kediri - Jawa Timur, tempat tinggal saya. Penduduk NU Kediri pasti akan menuntut, begitu pula BPNU. Apabila tidak ada tuntutan dari mereka, maka sudah tentu pengakuan beliau ini dibenarkan, dan keliru orang-orang yang masih mempersoalkan tentang status beliau sebagai kiai NU tersebut.

      Delete
  14. Perseteruan antara yang Benar dan yang Sesat, belumlah berakhir! Setelah Tim LBM NU Cabang Jember, menanggapi buku “MANTAN KIAI NU MENGGUGAT SHOLAWAT & DZIKIR SYIRIK” ( H. Mahrus Ali)”, dengan menghadirkan hadits-hadits shohih. Karena ditulis begitu. Apalagi ketua penulisnya seorang Kiai, punya gelar lagi – ahli hadits – KH. Abdullah Syamsul Arifin, MHI. Siapapun orangnya yang membaca buku bantahan itu, saya yakin banyak orang percaya kebenaran hadits-haditsnya.

    Begitu hadir buku, “BONGKAR KESESATAN DEBAT TERBUKA KYAI NU DI IAIN SUNAN AMPEL SURABAYA’, 'SESAT TANPA SADAR’ & ’MEMBONGKAR KESESATAN KYAI-KYAI PEMBELA BID’AH HASANAH”, KH. Mahrus Ali membongkar kebohongan demi kebohongan serta kesesatan Kyai LBM NU Cabang Jember tersebut !! Kini muncul buku kedua yang beredar belakangan ini, dan kalau kita perhatikan di bagian atas sampul depannya maka akan terpampang dua nama orang besar, yaitu bapak Prof. Dr. KH. Malik Madani (Katib Aam Pengurus Besar NU) dan Habib Zain Bin Hasan Baharun (Pengasuh PP Darullughah Wadda’wah Raci Bangil Pasuruan Jatim). MasyaAllah, dua nama tokoh yang cukup terkenal dan berkedudukan pula.

    Namun apakah sudah menjamin bahwa buku,”Kiai NU atau Wahabi YANG SESAT TANPA SADAR?” Jawaban Terhadap buku-buku Mantan Kiai NU, yang diberi pengantar oleh tokoh-tokoh besar ini isinya bagus, benar dan bermutu?! Mohon para pembaca sabar sebentar, insyaAllah akan kita buktikan bersama. Dan sebentar lagi kita akan mengetahui jawabannya ! Siapakah Yang Benar-benar SESAT TANPA SADAR ?!

    Selamat Membaca.


    ReplyDelete
  15. Kyai Haji Mahrus Ali Hafizhahullah adalah salah seorang Ulama nusantara, beliau adalah Ulama Ahlus Sunnah yang dulu sempat menganut ajaran Asy'ariyah dan penggemar amalan bid'ah. Namun Allah Ta'ala memberinya hidayah dan petunjuk kepada 'Aqidah Shahihah dan Manhaj Saliimah sehingga beliau kembali kepada ajaran Ahlus Sunnah Wal Jama'ah yang hakiki dan berupaya teguh berdakwah diatas Manhaj Salaful-Ummah.
    Beliau di kenal sebagai mantan Kyai NU, beliau banyak menulis kitab-kitab fenomenal membantah dan membongkar kesesatan ajaran bid'ah yang banyak di praktekkan oleh saudara kita dari kalangan kaum Nahdhiyyin di anutnya. Yang dulunya beberapa ajaran yang selama ini dianggap dari ajaran Islam oleh para kyai dan habib, sehingga diajrankan ke pondok-pondok pesantren khususnya dan umat Islam pada umumnya, ternyata hampir seluruh ajarannya bukan bersumber dari ajaran Islam yang murni!
    Sebagai konsekuensi dari perjuangan seorang kiai dalam amar makruf nahi mungkar, maka Maka muncul berbagai macam protes caci maki dan tuduhan dusta baik langsung maupun tidak langsung.
    عَنْ الزُّبَيْرِ بْنِ عَدِيٍّ قَالَ: دَخَلْنَا عَلَى أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ فَشَكَوْنَا إِلَيْهِ مَا نَلْقَى مِنَ الْحَجَّاجِ فَقَالَ مَا مِنْ عَامٍ إِلَّا الَّذِي بَعْدَهُ شَرٌّ مِنْهُ حَتَّى تَلْقَوْا رَبَّكُمْ سَمِعْتُ هَذَا مِنْ نَبِيِّكُمْ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
    Dari Az-Zubair bin ‘Adi berkata: Kami berkunjung ke Anas bin Malik, kami mengeluhkan kepadanya perlakuan yang kami terima dari Al-Hajjaj, lalu ia berkata: Setiap tahun terjadi perubahan, dimana tahun sesudahnya lebih buruk daripada tahun sebelumnya, sampai kalian menemui hari kiamat. Aku mendengar ucapan ini dari nabi kalian. (HR. Tirmidzi)
    Hadits ini memberikan gambaran yang jelas bahwa secara berangsur-angsur kaum muslimin akan mengalami keadaan semakin buruk sampai hari kiamat. Bahkan Rasulullah saw. juga mengingatkan terjadinya kelangkaan ulama penegak ajaran Nabi saw. secara murni dan muncul ulama-ulama gadungan yang menyebarkan kesesatan di tengah umat Islam. Ini merupakan Tantangan Para juru dakwa apakah ia merasa aman dari kecaman, pengucilan, pencemoohan, tudingan sesat, bahkan pengerahan massa atas dirinya. Sehingga ia tak bernyali dan berubah 180 derajat, yang dulunya bertauhid menjadi pelaku kesyirikkan, yang dulunya diatas sunnah menjadi pelaku bid’ah, yang dulunya tegas dengan orang-orang ahli bid'ah, sekarang malah menjadi ulama-ulama Ahlus Sunnah gadungan yang bermuamalah dan membelanya, bahkan ikut andil dalam menyebarkan kesesatan di tengah umat Islam. Padahal yang demikian adalah sikap yang menunjukkan kurang rasa cemburu, kerendahan, dan keimanan yang lemah. Bukankah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam pun juga begitu perjuangannya, malah lebih hebat lagi tantangannya, diusir keluar dari Mekkah bahkan sampai mau dibunuh oleh kafir Quraisy. Mudah-mudahan ini akan semakin membuka cakrawala para kyai yang kini tengah berkubang dalam kesesatan, sehingga mereka bisa meninggalkan kebid’ahan agar mereka tidak menjadi sebagai seorang panutan yang menyesatkan dari jalan Allah Ta’ala. Sehingga mereka betul-betul menjadi sosok alim yang faqih yang bisa dijadikan umat sebagai rujukan ilmu dan bisa mewujudkan ulama pewaris para nabi (Al-‘Ulamaa` waratsatul Anbiyaa`) Aamiin. Selamat membaca!

    ReplyDelete
  16. Di antara karakteristik ahli bid’ah dari jaman ke jaman, bahwasanya mereka selalu mencela dan menelanjangi serta mencoreng citra para kyai Ahli Sunnah wal Jama’ah untuk menjauhkan umat dari kebenaran atau al-haq. Sehingga tidaklah mengherankan jika para pelaku dakwah Tauhuid banyak yang difitnah! Oleh karena itu dalam membongkar kedok para penyesat umat ini, maka berdakwah terhadap mereka harus dengan sikap keras, tegas, dan lugas! Namun sikap yang keras, tegas, dan lugas ini sering dianggap sebagai sikap yang salah dan tidak mengandung hikmah. Bahkan terkadang dianggap dapat menimbulkan akibat yang fatal bagi dakwah itu sendiri. Sehingga muncul protes dari berbagai pihak ketika salah seorang kiai bersikap keras, tegas dan lugas dalam dakwahnya. Fenomena ini tampak ketika salah seorang mantan kiai NU berdakwah kepada Sunnah dan membela Ahlus Sunnah sekaligus membantah bid’ah dan ahlul bid’ah dengan tegas. Maka muncul berbagai macam protes dari berbagai kelompok dakwah yang ada. Mereka menganggap bahwa sikap keras, tegas, dan lugas dalam dakwah tidak mencerminkan akhlak mulia karena mengandung kezhaliman terhadap pihak lain dan menyebabkan umat lari dari seruan dakwah. Anggapan mereka ini timbul dari prinsip dakwah mereka yang bathil.
    Itulah orang sesat dan orang yang tenggelam dalam bid’ah dan hawa nafsu, ketika engkau nasehati agar dia kembali kepada kebenaran, serta engkau bawakan ayat-ayat, hadits-hadits shohih serta perkataan ulama dan penilaian mereka yang ditopang dengan dalil dan hujjah, mereka pun mencela para ulama dan menjatuhkan kedudukan mereka, menjatuhkan kebenaran dan orang-orang yang mengikutinya serta menjatuhkan dalil-dalil yang ada dan lebih cenderung mengikuti kebathilannya.
    Dan di antara deretan permasalahan, yang selalu menjadi hakim bagi pendakwah Tauhid adalah lawan-lawannya dari golongan syi’ah, ahli bid’ah, ahli tasawuf, kuburiyyun dan ahli kalam yang menganggap besar penyelisihan para dakwah tauhid berhadap berbagai amaliyah dan tradisi mereka. Oleh karena itu, tidaklah mengherankan jika para pelaku dakwah Tauhuid banyak yang difitnah! Sehingga mereka menghalalkan berbagai cara untuk menghakimi para pelaku dakwah tauhid. Dengan demikian seorang juru dakwa dilarang merasa sedih atau berduka atau merasa sempit yang di sebabkan oleh makar atau tipu daya mereka. Sesungguhnya janji Allah itu hak dan hendaknya dia mohon ampun atas dosa-dosanya serta bertasbih (mensucikan) Tuhannya dengan memuji-Nya di pagi dan sore hari. Ingat keburukan yang menimpa para juru dakwah pembela terhadap aqidah Nabi Muhammad saw dan para sahabat beliau serta kegigiannya dalam memelihara kemurian agama Islam ini dari berbagai bid’ah baik dalam aqidah, ibadah, mu’amalah, akhlak, pemikiran sesatnya, terobati dan terganti oleh manis iman dan kelezatannya yang mereka rasakan dalam hati mereka serta sebagi penghapus dosa-dosa mereka. Orang yang teguh memegang Sunnah Rasulullah saw di saat keterasinganya adalah orang yang bahagia bahkan termasuk golongan “Assaabiquunal Awwalun” yang mengikuti Islam di saat keterasingannya dan akan memperoleh keridhaan Allah swt di dunia dan akrat. Dan Allah swt adalah pelindung bagi orang-orang yang mengikuti Rasulullah saw kapan dan dimanapun mereka berada.
     •     •         •           
    Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.(at-Taubah:100) demikianlah kronologi keterpaksaan kyai Afrakhi Abdul Gani tobat dihadapan ribuan ahli bid'ah dan banser.

    ReplyDelete
  17. lanjutan... Negara harus menindak tegas terhadap tindakan kekerasan atas nama agama yang dilakukan oleh kelompok-kelompok tertentu terterhadap juru dakwah.
    Oleh karena itu pada saat diadakan Debat Terbuka Di IAIN Sunan Ampel Surabaya, saya putuskan untuk tidak datang di debat yang diselengarakan oleh ahli bid’ah tersebut, saya pandang tidak gentlaman apalagi ilmiyah. Hidup di era penuh fitnah yang kita jalani dewasa ini menuntut kewaspadaan dan antisipasi menghadapinya. Jika mereka mengajak berdebat lebih baik dipikir seribu kali, menurut hemat saya sebaiknya jangan Buang Waktu Meladeni Debat dengan Orang Jahil. Cukup katakan padanya! Buku dibalas dengan buku─ Ceramah dibalas dengan ceramah, cara cerdas seperti inilah yang terpuji. Jadi jika dikatakan bahwa buku Kesesatan Debat Terbuka Kiai NU

    ReplyDelete
  18. perdebatan yang dilandasi emosi dan kemarahan adalah warna umat diakhir zaman dan mungkinkah menjadi salah satu ciri akhir zaman?. pada asalnya islam itu satu tapi kok kenapa hari ini menjadi 1001? Mengapa NU selalu menuduh Wahabi pada pihak yang menyelisi fahamnya. pernah berdosakah Wahabi
    pada NU? padahal Wahabi begitu dihargai ALLAH SWT dengan dipercayakannya Mekkah dan Madinah pada mereka. Mungkin akan berbeda kondisi Mekkah dan Madinah apabila dipercayakan pada NU.

    ReplyDelete
    Replies
    1. mungkin kalau sebagian pengikut wahabi tidak mudah memvonis: syirik, bid'ah, sesat akan lain ceritanya akhi. Toh NU dengan Muhammadiyah fine2 aja tuh meski sebagian pemahamannya beda :)

      oiya akhi, mungkin Anda perlu baca2 sejarah juga. Bukankah yg Anda bilang 'dipercayakan' itu adalah buah dari pemberontakan yg memakan bnyak korban dari kaum muslimin sendiri?

      yah kalo ngomong soal kekuasaan memang rumit

      Delete
  19. Klo Wahabi tidak lahir di Arab Saudi dimana ada Mekkah dan Madinah niscaya paham ini gak bakalan laku. Apalagi support yang luar biasa dari Lawrence of Arabia. Buka mata, "Berapa ribu jiwa kaum muslim yang telah dibantai pengikut Wahabi

    ReplyDelete
  20. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
    Replies
    1. This comment has been removed by the author.

      Delete
  21. Kalian orang NU tidak kafir, tetapi Bid'ah!

    Ngakunya sih ajaran NU sesuai pemahaman ahlussunnah. Tapi kegiatan sehari harinya tawasul sama ngalap berkah kuburan, dimana 'ahlussunnah'nya?????

    Ini bukan mengkafirkan, tapi ini bukti nyata. Nabi dan para sahabat tidak bertawasul dan ngalap berkah dari kuburan. Coba bawakan hadits Nabi yang menyuruh umat islam melakukan hal itu.

    ReplyDelete
  22. Kalian orang NU tidak kafir, tetapi Bid'ah!

    Ngakunya sih ajaran NU sesuai pemahaman ahlussunnah. Tapi kegiatan sehari harinya tawasul sama ngalap berkah kuburan, dimana 'ahlussunnah'nya?????

    Ini bukan mengkafirkan, tapi ini bukti nyata. Nabi dan para sahabat tidak bertawasul dan ngalap berkah dari kuburan. Coba bawakan hadits Nabi yang menyuruh umat islam melakukan hal itu.

    ReplyDelete

silakan isi komen atau pesan saran di bawah ini...