Pesan Buku/Kitab?
SMS & WhatsApp : 0812 8625 1777
Showing posts with label Katalog Pustaka Pesantren. Show all posts
Showing posts with label Katalog Pustaka Pesantren. Show all posts
Dzikir Agung Para Wali Allah
Dzikir Agung Para Wali Allah
Sejarah DZIKRUL GHAFILIN & Fadhilah Bacaan-Bacaannya
Oleh: M.N. Ibad
Penerbit: Pustaka Pesantren
Harga: Rp. 46.000,-
Setelah ritual Tahlil, mungkin tidak berlebihan jika dikatakan bahwa Dzikrul Ghafilin merupakan wirid paling populer yang diamalkan oleh ratusan ribu umat muslim di Tanah Jawa. Bahkan, di beberapa daerah, Dzikrul Ghafilin menjadi dzikir bersama yang diselenggarakan secara kolosal dan akbar, serta diamalkan dengan rutin -baik yang digelar dalam rangkaian sima'an Al-Qur'an maupun dilaksanakan sebagai ritual yang mandiri.
Buku ini berusaha mengupas dua sisi Dzikrul Ghafilin yang selama ini alpha dari perhatian umat. Bagian pertama berisi sejarah pembentukan Dzikrul Ghafilin yang pernah menjadikontroversi ditengah umat: apakah Gus Mik sendiri, KH. Ahmad Shiddiq, ataukah tiga kiai khos yang kerap disebut sebagai "Tritunggal"? Siapa sebenarnya yang mencipta-kumpulkan wirid agung ini?
Adapun bagian kedua, berisi uraian fadhilah wirid-wirid dalam Dzikrul Ghafilin, mulai dari Shalawat, Istighfar, Asmaul Husna, hingga biografi ringkas (manaqib) para wali pilihan yang menjadi wasilah dan dikirim fatihah. Semua diuraikan dengan ringkas dan jelas, membuat siapa saja yang mengamalkan dzikir agung ini manjadi semakin mantap dan yakin.
Baca Selengkapnya...
Ulama Sejagad Menggugat Salafi Wahabi
Ulama Sejagad Menggugat Salafi Wahabi
Oleh: Syaikh Idahram
Penerbit: Pustaka Pesantren
Harga: Rp. 75.000,-
Tebal: 340 Hal.
"Buku ini merupakan sumbangsih tak terhingga dalam memperkaya peta dialektika pemikiran bagi umat Islam Indonesia". (KH. Munzir Tamam, M.A., Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Prov. DKI Jakarta)
"Saya rasa, rumah-rumah setiap muslim perlu dihiasi dengan buku penting seperti ini, agar anak-anak mereka juga turut membacanya, untuk membentengi mereka dengan pemahaman yang lurus." (Ust. H. Muhammad Arifin llham, Pimpinan Majelis Zikir az-Zikra)
"Mereka mengubah nama Wahabi menjadi Salafi untuk mengelabui umat Islam... juga, agar mereka merasa aman dan nyaman dari sorotan masyarakat dalam menyebarkan dakwahnya..."(Prof. Dr. Ali Gomaa, ulama besar Al-Azhar sekaligus mufti Mesir)
"Al-Albani tidak dapat dipertanggungjawabkan dalam menetapkan nilai suatu hadis, baik shahih ataupun dhaif. la telah mengubah hadis-hadis dengan sesuatu yang tidak boleh menurut ulama hadis..." (Al-Muhaddits Prof. Dr. Abdullah al-Ghimari, Guru Besar llmu Hadis di universitas-univesitas Maroko)
"Maaf, mereka hanya menjadi bencana bagi sunnah dan fitnah bagi Islam secara keseluruhan. Pada kenyataannya, sesungguhnya penyakit-penyakit jiwa ada pada mereka yang sangat fanatik itu..." (Prof. Dr. Muhammad al-Ghazali, dai internasional terkemuka di Timur Tengah asal Mesir)
Di antara ciri sekte Salafi Wahabi yang paling menonjol adalah klaim kebenaran yang mereka sematkan kepada Salafi Wahabi golongan mereka sendiri. Demi menjaga klaim tersebut, apa pun mereka lakukan, termasuk menyerang segala
pemahaman yang tidak sejalan. Tak aneh jika kemudian dakwah Salafi Wahabi
ditentang di mana-mana, digugat oleh para ulama di setiap masa.
Buku ini memaparkan, secara ringkas dan cerdas berbagai ketancuan dan penyimpangan tokoh-tokoh utama sekte Salafi Wahabi, berikut gugatan para ulama terkemuka Ahlussunnah wal Jama'ah dari berbagai mazhab, dari berbagai generasi, berbagai belahan dunia, dan berbagai bidang keilmuan yang berbeda.
Biodata Penulis
Syaikh Idahram adalah pemerhati gerakan-gerakan Islam, lahir di Tanah Jawa, pada tahun I970an. Ketertarikannya terhadap fenomena Salafi Wahabi terpupuk sejak ia melanglang buana dan belajar ke Timur Tengah, bertalaqqi kepada para masyayikh di sana dan berdiskusi dengan para ustadz.
Dalam upaya pencariannya itu, penulis pernah menjadi anggota organisasi Muhammadiyah beberapa tahun, aktif dalam liqa' PKS (Partai Keadilan Sejahtera) selama 4 tahun, pengurus kajian Hizbut Tahrir selama 2 tahun, pejabat teras ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia), hingga akhirnya berlabuh dan basah kuyup dalam tasawuf dengan berbai'at kepada seorang syaikh.
Maraknya gerakan Islam garis keras di Indonesia, serta dorongan dari berbagai pihak, membuat dirinya memutuskan untuk menuliskan apa yang diamatinya selama ini tentang Salafi Wahabi. Ia sempat ragu ketika beberapa kawan mengingatkannya tentang teror yang kerap kali terjadi terhadap para pengkritik faham ini. Akan tetapi, atas rekomendasi dari para masyayikh, penulis akhirnya memutuskan untuk tetap menuliskan penelitiannya dengan menyiasati penggunaan nama pena, yaitu Syaikh Idahram.
Buku Trilogi Data dan Fakta Penyimpangan sekte Salafl Wahabi ini hadir sebagai titik kulminasi dari rasa prihatin penulis terhadap persatuan dan ukhuwah umat Islam yang saat ini sangat meradang dan hanya tinggal wacana. Dia mencoba berpikir keras, dari mana persatuan umat ini harus dimulai. Hingga akhirnya, pencarian dan penelitian yang dilakukannya selama 9 tahun, mulai 2001 s.d. 2010, membuahkan buku sederhana di tangan pembaca ini.
Untuk sementara waktu, penulis hanya membuka ruang dialog melalui media email. Terimakasih banyak.
Baca Selengkapnya...
Mereka Memalsukan Kitab-Kitab Karya Ulama Klasik
Mereka Memalsukan Kitab-Kitab Karya Ulama Klasik
Episode Kebohongan Publik Sekte Salafi Wahabi
Oleh: Syaikh Idahram
Penerbit: Pustaka Pesantren
Tebal: 308 Hal.
Harga: Rp. 65.000,-
Buku ini adalah buku ke-2 terkait trilogi data dan fakta penyimpangan salafi wahabi. Sebelumnya adalah "Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi" dan Buku ke-3 rencananya akan terbit dengan judul "Ulama Sejagad Menggugat Salafi Wahabi".
Adagium yang mengatakan bahwa, buku adalah pengikat ilmu, tidak ada yang mengingkarinya. Lebih dari itu, buku merupakan salah satu media utama dalam mencari kebenaran. Tclah berabad-abad lamanya, para ulama terdahulu mewarisi ilmu mereka kepada generasi setelahnya melalui buku yang mereka tulis. Buku menjadi sangat berharga dan penting. la menjadi sandaran utama umat dalam mencari kebenaran dan petunjukTuhan. Lalu,apajadinyajikabuku-buku para ulama yang mewarisi ilmu dan petunjukitu dikotori, diselewengkan, bahkan dipalsukan? Ke mana lagi umat ini hendak mencari kebenaran?
Barangkali Anda terperanjat, kasus-kasus penyelewengan Salafi Wahabi dalam hal amanah ilmiah ini sangat banyak dan beragam, sebagaimana yang-insya'Allah-akan dikupas dalam buku ini, seperti: pemusnahan dan pembakaran buku; sengaja meringkas, mentahkik, dan mentakhrij kitab-kitab hadis yang jumlah halamannya besar untuk menyembunyi-kan hadis-hadis yang tidak mereka sukai; menghilangkan hadis-hadis tertentu yang tidak sesuai dengan faham mereka; memotong-motong dan mencuplik pendapat ulama untuk kemudian diselewengkan maksud dan tujuannya; mengarang-ngarang hadis dan pendapat ulama; memerintahkan ulama mereka untuk menulis suatu buku, lalu mengatasnamakan buku itu dengan nama orang lain; tindakan intimidasi dan provokasi; membeli manuskrip; menyogok penerbit; sampai kepada pencurian buku-buku induk dan manuskrip untuk dihilangkan sebagian isinya, atau dimusnahkan semuanya.
Sering terjadinya kasus-kasus penyelewengan seperti ini dibenarkan oleh ulama-ulama kawakan di Timur Tengah, semisal: Mufti Mesir, Syaikh Prof. Dr. Ali Jum'ah; tokoh ulama Syria, al-Muhaddits asy-Syaikh Abdullah al-Harari al-Habasyi; tokoh ulama Maroko, al-Muhaddits as-Sayyid Ahmad al-Ghimari; tokoh ulama Syria, Prof. Dr. Muhammad Sa'id Ramadhan al-Buthi; tokoh ulama tasawuf di Makah, al-Muhaddits asy-Syaikh Muhammad ibnu Alawi al-Maliki, dan ulama-ulama lainnya.
Sekte Salafi Wahabi sangat menyadari bahwa buku merupakan salah satu media paling efektif untuk 'mengarah-kan' umat kepada faham yang mereka inginkan. Karenanya, tidak aneh jika mereka sangat concern dalam ranah per-bukuan, penerbitan, dan penerjemahan. Beragam jenis buku -baik buku kertas maupun e-book/digital- mereka cetak untuk dibagikan secara gratis maupun dengan harga murah.
Barangkali juga terlintas dalam benak Pembaca suatu pertanyaan, mengapa Salafi Wahabi melakukan tindakan-tindakan tidak terpuji itu? Di antara jawabannya adalah, karena faham penyelewengan, pemalsuan, perusakan, dan pe-lenyapan buku adalah doktrin ulama mereka, sebagai bagian dari upaya memperjuangkan akidah Salafi Wahabi yang mereka yakini paling benar. Anda mungkin tidak percaya, tapi inilah di antara bukti yang menunjukan bahwa, sekte Salafi Wahabi mendoktrinkan para pengikutnya untuk membakar dan melenyapkan buku-buku karya ulama Islam.
Salah seorang tokoh ulama Salafi Wahabi Saudi, Abu Ubaidah Masyhur ibnu Hasan Alu Salman menyatakan dalam salah satu bukunya, "Buku-buku semacam ini banyak dimiliki orang dan mengandung akidah-akidah sesat, seperti kitab: al-Fushush dan al-Futuhat karya Ibnu Arabi, al-Budd karya Ibnu Sab'in, Khal'u an-Na'lain karya Ibnu Qusai, 'Ala al-Yaqin karya Ibnu Bukhan, buku-buku sastra karya Ibnu Faridh, buku-buku karya al-Afif at-Tilmisani, dan buku-buku sejenisnya. Begitu juga kitab Syarh Ibnu Farghani terhadap kasidah dan syair Ibnu Faridh. Hukum semua buku yang semacam ini adalah, dilenyapkan keberadaannya (idzhab a'yaniha) kapan saja buku itu ditemukan, dengan cara dibakar, dicuci dengan air..." (lihat buku Salafi Wahabi: Kutub Hadzdzara minha al-Ulama, karangan Abu Ubaidah Masyhur ibnu Hasan Alu Salman, penerbit Dar ash-Shami'i, Riyadh, Saudi Arabia, h. 9)
Murid setia Ibnu Taimiyah sekaligus guru Salafi Wahabi, Ibnu Qayyim al-Jauziyah juga pernah menyatakan, "...Begitu juga, tidak perlu untuk mengganti rugi dalam membakar kitab-kitab sesat dan melenyapkannya (itlafuha)." (Lihat kitab: Zad al-Ma'ad karangan Ibnu Qayyim al-Jauziyah, penerbit Muassasah ar-Risalah, vol. 3, Beirut, Lebanon, h. 581).
Dalam bukunya yang lain, Ibnu Qayyim juga berwasiat untuk menghancurkan dan melenyapkan buku-buku bid'ah, "Maksudnya adalah, bahwa kitab-kitab yang mengandung kebohongan dan bid'ah ini wajib untuk dihilangkan dan dilenyapkan. Perbuatan (melenyapkan) ini lebih utama daripada melenyapkan alat-alat hiburan, musik, dan melenyapkan perabot minuman keras. Sungguh bahaya kitab-kitab itu jauh lebih besar dari bahaya-bahaya lain, dan tidak ada ganti-rugi dalam menghancurkan dan melenyapkannya." (Ibnu Qayyim a-Jauziyah: ath-Thuruq al-Hukmiyah fi as-Siyasah asy-Syar'iyah, penerbit Majma al-Fiqh al-Islami, Jeddah, Saudi Arabia 1428 H., h. 325).
Begitu juga dengan Ibnu Taimiyah, soko guru Salafi Wahabi. Ia telah mengeluarkan fatwa untuk membakar buku-buku yang dianggap bertentangan dengan fahamnya. (Lihat akhir nomor 59 dari kitab al-Akhbar dan kitab al-Jami' yang digabung dengan kitab Mushannaf Abd ar-Razaq 11/424, dan kitab Mushannaf Ibnu Abu Syaibah 6/211-212, penerbit Dar al-Fikr, bab Tahriq al-Kutub).
Jika kita berbaik sangka, barangkali wasiat dan fatwa Ibnu Taimiyah serta muridnya tentang pembakaran dan pelenyapan buku itu dimaksudkan untuk sesuatu yang baik. Yang menjadi rancu adalah, bid'ah dan sesat yang mereka berdua maksud, tidak sama dengan bid'ah dan sesat yang dimaksudkan oleh sekte Salafi Wahabi, wa bil khusus bid'ah dan sesat versi pendiri Salafi Wahabi, Muhammad Ibnu Abdul Wahab. Scbagaimana telah dikupas pada buku penulis yang ke-1, "Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi; Mereka Membunuh Nemuanya Termasuk Para Ulama", Muhammad Ibnu Abdul Wahab -begitu juga para pengikutnya- memang terkenal bengis dan kejam terhadap umat Islam yang tidak sepaham dengannya.
Baca Selengkapnya...
Episode Kebohongan Publik Sekte Salafi Wahabi
Oleh: Syaikh Idahram
Penerbit: Pustaka Pesantren
Tebal: 308 Hal.
Harga: Rp. 65.000,-
Buku ini adalah buku ke-2 terkait trilogi data dan fakta penyimpangan salafi wahabi. Sebelumnya adalah "Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi" dan Buku ke-3 rencananya akan terbit dengan judul "Ulama Sejagad Menggugat Salafi Wahabi".
Adagium yang mengatakan bahwa, buku adalah pengikat ilmu, tidak ada yang mengingkarinya. Lebih dari itu, buku merupakan salah satu media utama dalam mencari kebenaran. Tclah berabad-abad lamanya, para ulama terdahulu mewarisi ilmu mereka kepada generasi setelahnya melalui buku yang mereka tulis. Buku menjadi sangat berharga dan penting. la menjadi sandaran utama umat dalam mencari kebenaran dan petunjukTuhan. Lalu,apajadinyajikabuku-buku para ulama yang mewarisi ilmu dan petunjukitu dikotori, diselewengkan, bahkan dipalsukan? Ke mana lagi umat ini hendak mencari kebenaran?
Barangkali Anda terperanjat, kasus-kasus penyelewengan Salafi Wahabi dalam hal amanah ilmiah ini sangat banyak dan beragam, sebagaimana yang-insya'Allah-akan dikupas dalam buku ini, seperti: pemusnahan dan pembakaran buku; sengaja meringkas, mentahkik, dan mentakhrij kitab-kitab hadis yang jumlah halamannya besar untuk menyembunyi-kan hadis-hadis yang tidak mereka sukai; menghilangkan hadis-hadis tertentu yang tidak sesuai dengan faham mereka; memotong-motong dan mencuplik pendapat ulama untuk kemudian diselewengkan maksud dan tujuannya; mengarang-ngarang hadis dan pendapat ulama; memerintahkan ulama mereka untuk menulis suatu buku, lalu mengatasnamakan buku itu dengan nama orang lain; tindakan intimidasi dan provokasi; membeli manuskrip; menyogok penerbit; sampai kepada pencurian buku-buku induk dan manuskrip untuk dihilangkan sebagian isinya, atau dimusnahkan semuanya.
Sering terjadinya kasus-kasus penyelewengan seperti ini dibenarkan oleh ulama-ulama kawakan di Timur Tengah, semisal: Mufti Mesir, Syaikh Prof. Dr. Ali Jum'ah; tokoh ulama Syria, al-Muhaddits asy-Syaikh Abdullah al-Harari al-Habasyi; tokoh ulama Maroko, al-Muhaddits as-Sayyid Ahmad al-Ghimari; tokoh ulama Syria, Prof. Dr. Muhammad Sa'id Ramadhan al-Buthi; tokoh ulama tasawuf di Makah, al-Muhaddits asy-Syaikh Muhammad ibnu Alawi al-Maliki, dan ulama-ulama lainnya.
Sekte Salafi Wahabi sangat menyadari bahwa buku merupakan salah satu media paling efektif untuk 'mengarah-kan' umat kepada faham yang mereka inginkan. Karenanya, tidak aneh jika mereka sangat concern dalam ranah per-bukuan, penerbitan, dan penerjemahan. Beragam jenis buku -baik buku kertas maupun e-book/digital- mereka cetak untuk dibagikan secara gratis maupun dengan harga murah.
Barangkali juga terlintas dalam benak Pembaca suatu pertanyaan, mengapa Salafi Wahabi melakukan tindakan-tindakan tidak terpuji itu? Di antara jawabannya adalah, karena faham penyelewengan, pemalsuan, perusakan, dan pe-lenyapan buku adalah doktrin ulama mereka, sebagai bagian dari upaya memperjuangkan akidah Salafi Wahabi yang mereka yakini paling benar. Anda mungkin tidak percaya, tapi inilah di antara bukti yang menunjukan bahwa, sekte Salafi Wahabi mendoktrinkan para pengikutnya untuk membakar dan melenyapkan buku-buku karya ulama Islam.
Salah seorang tokoh ulama Salafi Wahabi Saudi, Abu Ubaidah Masyhur ibnu Hasan Alu Salman menyatakan dalam salah satu bukunya, "Buku-buku semacam ini banyak dimiliki orang dan mengandung akidah-akidah sesat, seperti kitab: al-Fushush dan al-Futuhat karya Ibnu Arabi, al-Budd karya Ibnu Sab'in, Khal'u an-Na'lain karya Ibnu Qusai, 'Ala al-Yaqin karya Ibnu Bukhan, buku-buku sastra karya Ibnu Faridh, buku-buku karya al-Afif at-Tilmisani, dan buku-buku sejenisnya. Begitu juga kitab Syarh Ibnu Farghani terhadap kasidah dan syair Ibnu Faridh. Hukum semua buku yang semacam ini adalah, dilenyapkan keberadaannya (idzhab a'yaniha) kapan saja buku itu ditemukan, dengan cara dibakar, dicuci dengan air..." (lihat buku Salafi Wahabi: Kutub Hadzdzara minha al-Ulama, karangan Abu Ubaidah Masyhur ibnu Hasan Alu Salman, penerbit Dar ash-Shami'i, Riyadh, Saudi Arabia, h. 9)
Murid setia Ibnu Taimiyah sekaligus guru Salafi Wahabi, Ibnu Qayyim al-Jauziyah juga pernah menyatakan, "...Begitu juga, tidak perlu untuk mengganti rugi dalam membakar kitab-kitab sesat dan melenyapkannya (itlafuha)." (Lihat kitab: Zad al-Ma'ad karangan Ibnu Qayyim al-Jauziyah, penerbit Muassasah ar-Risalah, vol. 3, Beirut, Lebanon, h. 581).
Dalam bukunya yang lain, Ibnu Qayyim juga berwasiat untuk menghancurkan dan melenyapkan buku-buku bid'ah, "Maksudnya adalah, bahwa kitab-kitab yang mengandung kebohongan dan bid'ah ini wajib untuk dihilangkan dan dilenyapkan. Perbuatan (melenyapkan) ini lebih utama daripada melenyapkan alat-alat hiburan, musik, dan melenyapkan perabot minuman keras. Sungguh bahaya kitab-kitab itu jauh lebih besar dari bahaya-bahaya lain, dan tidak ada ganti-rugi dalam menghancurkan dan melenyapkannya." (Ibnu Qayyim a-Jauziyah: ath-Thuruq al-Hukmiyah fi as-Siyasah asy-Syar'iyah, penerbit Majma al-Fiqh al-Islami, Jeddah, Saudi Arabia 1428 H., h. 325).
Begitu juga dengan Ibnu Taimiyah, soko guru Salafi Wahabi. Ia telah mengeluarkan fatwa untuk membakar buku-buku yang dianggap bertentangan dengan fahamnya. (Lihat akhir nomor 59 dari kitab al-Akhbar dan kitab al-Jami' yang digabung dengan kitab Mushannaf Abd ar-Razaq 11/424, dan kitab Mushannaf Ibnu Abu Syaibah 6/211-212, penerbit Dar al-Fikr, bab Tahriq al-Kutub).
Jika kita berbaik sangka, barangkali wasiat dan fatwa Ibnu Taimiyah serta muridnya tentang pembakaran dan pelenyapan buku itu dimaksudkan untuk sesuatu yang baik. Yang menjadi rancu adalah, bid'ah dan sesat yang mereka berdua maksud, tidak sama dengan bid'ah dan sesat yang dimaksudkan oleh sekte Salafi Wahabi, wa bil khusus bid'ah dan sesat versi pendiri Salafi Wahabi, Muhammad Ibnu Abdul Wahab. Scbagaimana telah dikupas pada buku penulis yang ke-1, "Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi; Mereka Membunuh Nemuanya Termasuk Para Ulama", Muhammad Ibnu Abdul Wahab -begitu juga para pengikutnya- memang terkenal bengis dan kejam terhadap umat Islam yang tidak sepaham dengannya.
Baca Selengkapnya...
Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi
Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi
Mereka Membunuh Semuanya, Termasuk Para Ulama
Oleh: Syaikh Idahram
Penerbit: Pustaka Pesantren
Harga: Rp. 65.000,-
Buku ini menyingkap hal-hal penting dibalik wabah takfir (pengkafiran), tasyrik (pemusyrikan), tabdi' (pembid'ahan) dan Tasykik (upaya menanamkan keraguan) terhadap para ulama Ahlussunnah wal Jama'ah yang marak menjamur akhir-akhir ini. Semuanya disuguhkan secara sistematis namun ringan bagi Anda, diantaranya:
- kebenaran 17 (tujuh belas) ramalan Nabi Muhammad SAW akan kehadiran sekte Salafi Wahabi berikut ciri-ciri meraka yang terangkum dalam sabda-sabda Beliau.
- Sejarah berdirinya sekte Salafi Wahabi dan kepentingan-kepentingan tersembunyi di balik pendiriannya.
- Fakta-fakta pembunuhan sepanjang sejarah pendirian sekte Salafi Wahabi
- Tinjauan kritis terhadap kerancuan konsep dan manhaj Salafi Wahabi berikut propaganda "kembali kepada al-Qur'an dan Sunnah" yang mereka usung.
Baca Selengkapnya...
Mereka Membunuh Semuanya, Termasuk Para Ulama
Oleh: Syaikh Idahram
Penerbit: Pustaka Pesantren
Harga: Rp. 65.000,-
Buku ini menyingkap hal-hal penting dibalik wabah takfir (pengkafiran), tasyrik (pemusyrikan), tabdi' (pembid'ahan) dan Tasykik (upaya menanamkan keraguan) terhadap para ulama Ahlussunnah wal Jama'ah yang marak menjamur akhir-akhir ini. Semuanya disuguhkan secara sistematis namun ringan bagi Anda, diantaranya:
- kebenaran 17 (tujuh belas) ramalan Nabi Muhammad SAW akan kehadiran sekte Salafi Wahabi berikut ciri-ciri meraka yang terangkum dalam sabda-sabda Beliau.
- Sejarah berdirinya sekte Salafi Wahabi dan kepentingan-kepentingan tersembunyi di balik pendiriannya.
- Fakta-fakta pembunuhan sepanjang sejarah pendirian sekte Salafi Wahabi
- Tinjauan kritis terhadap kerancuan konsep dan manhaj Salafi Wahabi berikut propaganda "kembali kepada al-Qur'an dan Sunnah" yang mereka usung.
Baca Selengkapnya...
Maulid Nabi Menggapai Keteladanan Rasulullah SAW
Maulid Nabi Menggapai Keteladanan Rasulullah SAW
Oleh: Ahmad Muthohar
Penerbit: Pustaka Pesantren
Harga: Rp. 33.000,-
Meskipun tidak memiliki landasan syar'i yang qath'i, perayaan maulid Nabi dianggap sangat penting oleh umat Islam. Sebab, selain untuk mengenang jasa-jasa Nabi Muhammad SAW dalam menyebarkan ajaran agama, Maulid Nabi juga bertujuan untuk menanamkan bibit kecintaan kapada Sang Khatamun Nabiyyin itu, sehingga di kemudian hari muncul buah-buah untuk menjadikannya suri teladan (uswah hasanah).
Buku ini mengupas tradisi perayaan Maulid Nabi di dunia Islam umumnya dan di Indonesia khususnya. Didukung dengan penelitian yang cukup mendalam, buku ini mengkaji asal-mula perayaan maulid, kapan mulai dicetuskan, dan bagaimana corak peringatan maulid dalam masing-masing tradisi.
Baca Selengkapnya...
Oleh: Ahmad Muthohar
Penerbit: Pustaka Pesantren
Harga: Rp. 33.000,-
Meskipun tidak memiliki landasan syar'i yang qath'i, perayaan maulid Nabi dianggap sangat penting oleh umat Islam. Sebab, selain untuk mengenang jasa-jasa Nabi Muhammad SAW dalam menyebarkan ajaran agama, Maulid Nabi juga bertujuan untuk menanamkan bibit kecintaan kapada Sang Khatamun Nabiyyin itu, sehingga di kemudian hari muncul buah-buah untuk menjadikannya suri teladan (uswah hasanah).
Buku ini mengupas tradisi perayaan Maulid Nabi di dunia Islam umumnya dan di Indonesia khususnya. Didukung dengan penelitian yang cukup mendalam, buku ini mengkaji asal-mula perayaan maulid, kapan mulai dicetuskan, dan bagaimana corak peringatan maulid dalam masing-masing tradisi.
Baca Selengkapnya...
Rahasia Kesaktian Para Jawara
Rahasia Kesaktian Para Jawara
Membedah Rahasia-rahasia penting dibalik ayat-ayat al-Qur'an
Oleh: M. Athoullah Ahmad
Penerbit: Pustaka Pesantren
Harga: Rp. 59.000,-
Kata-kata "memiliki" kekuatan tersendiri bagi kehidupan manusia. Karena kata-kata, seseorang bisa menangis, bisa tertawa, bisa melakukan hal-hal yang tidak mungkin dikerjakan pada saat wajar, dan bisa pula menjadi sangat garang dan merusak. Dengan satu patah kata, "Copet!", misalnya, maka orang satu komplek pertokoan akan tumpah ruah karena amarah.
bagaimana jika kata-kata yang diucapkan adalah "kata-kata suci" yang bersumber dari Ilahi dan sudah diujicoba pula kehebatannya oleh para ulama? Bagaimana pula cara membuka "kunci keajaiban" dari kata-kata suci itu sehingga bisa bermanfaat bagi kehidupan? Buku ini mengajak kita menyusuri lekuk-lekuk yang paling tersembunyi dari penggunaan ilmu hikmat, ilmu yang mempelajari kekuatan kata-kata suci.
Selain itu, buku ini dilengkapi pula dengan pembahasan tentang:
- kegunaan dan khasiat basmalah
- rahasia surat AL-Fatihah
- kemanjuran lima ayat yang mengandung sepuluh huruf Qaf
- Memanfaatkan khadam kaf-ha-ya-'ain-shad
- kedahsyatan ayat al-Kursi
- kegunaan tersembunyi dari Hasbunallah wa ni'mal wakil
- keampuhan Asmaul Husna
- manfaat Salamun Qaulan min Rabbir Rahim
- dan lain-lain.
Baca Selengkapnya...
Membedah Rahasia-rahasia penting dibalik ayat-ayat al-Qur'an
Oleh: M. Athoullah Ahmad
Penerbit: Pustaka Pesantren
Harga: Rp. 59.000,-
Kata-kata "memiliki" kekuatan tersendiri bagi kehidupan manusia. Karena kata-kata, seseorang bisa menangis, bisa tertawa, bisa melakukan hal-hal yang tidak mungkin dikerjakan pada saat wajar, dan bisa pula menjadi sangat garang dan merusak. Dengan satu patah kata, "Copet!", misalnya, maka orang satu komplek pertokoan akan tumpah ruah karena amarah.
bagaimana jika kata-kata yang diucapkan adalah "kata-kata suci" yang bersumber dari Ilahi dan sudah diujicoba pula kehebatannya oleh para ulama? Bagaimana pula cara membuka "kunci keajaiban" dari kata-kata suci itu sehingga bisa bermanfaat bagi kehidupan? Buku ini mengajak kita menyusuri lekuk-lekuk yang paling tersembunyi dari penggunaan ilmu hikmat, ilmu yang mempelajari kekuatan kata-kata suci.
Selain itu, buku ini dilengkapi pula dengan pembahasan tentang:
- kegunaan dan khasiat basmalah
- rahasia surat AL-Fatihah
- kemanjuran lima ayat yang mengandung sepuluh huruf Qaf
- Memanfaatkan khadam kaf-ha-ya-'ain-shad
- kedahsyatan ayat al-Kursi
- kegunaan tersembunyi dari Hasbunallah wa ni'mal wakil
- keampuhan Asmaul Husna
- manfaat Salamun Qaulan min Rabbir Rahim
- dan lain-lain.
Baca Selengkapnya...
Resolusi Jihad Paling Syar'i
Resolusi Jihad Paling Syar'i
Oleh: Gugun El-Guyanie
Penerbit: Pustaka Pesantren
Harga: Rp. 35.000,-
Pada 21 Oktober, berkumpullah para kiai se-jawa dan Madura di kantor ANO, Jl. Bubutan VI/2. Setelah rapat darurat sehari semalam, maka pada tanggal 22 Oktober, dideklarasikan sebuah seruan jihad fi sabilillah yang belakangan dikenal dengan istilah "Resolusi Jihad".
Umat menyambut seruan tersebut dengan gegap gempita. Di mana-mana, peperangan berkobar. Puncaknya, pada suatu pagi, dari berbagai penjuru dan dari ujung-ujung terjauh pulau Jawa, para Mujahid berdatangan memenuhi kota Surabaya. Pekik takbir pun membahana, menggoncangkan jiwa-jiwa musuh yang durjana.
Resolusi Jihad telah menggerakan perang paling kolosal yang pernah ada dalam sejarah nusantara, yang kemudian terkenal dengan peristiwa 10 November '45. Namun mengapa resolusi Jihad ini tidak pernah terekam dalam lembaran sejarah? buku ini berusaha menyajikanfakta-fakta yang selama ini terkesan dibiaskan dan ditutup-tutupi.
Baca Selengkapnya...
Oleh: Gugun El-Guyanie
Penerbit: Pustaka Pesantren
Harga: Rp. 35.000,-
Pada 21 Oktober, berkumpullah para kiai se-jawa dan Madura di kantor ANO, Jl. Bubutan VI/2. Setelah rapat darurat sehari semalam, maka pada tanggal 22 Oktober, dideklarasikan sebuah seruan jihad fi sabilillah yang belakangan dikenal dengan istilah "Resolusi Jihad".
Umat menyambut seruan tersebut dengan gegap gempita. Di mana-mana, peperangan berkobar. Puncaknya, pada suatu pagi, dari berbagai penjuru dan dari ujung-ujung terjauh pulau Jawa, para Mujahid berdatangan memenuhi kota Surabaya. Pekik takbir pun membahana, menggoncangkan jiwa-jiwa musuh yang durjana.
Resolusi Jihad telah menggerakan perang paling kolosal yang pernah ada dalam sejarah nusantara, yang kemudian terkenal dengan peristiwa 10 November '45. Namun mengapa resolusi Jihad ini tidak pernah terekam dalam lembaran sejarah? buku ini berusaha menyajikanfakta-fakta yang selama ini terkesan dibiaskan dan ditutup-tutupi.
Baca Selengkapnya...
25 Rahasia Terdahsyat Haji Hingga Mabrur
25 Rahasia Terdahsyat Haji Hingga Mabrur
Oleh: KH. A. Aziz Masyhuri
Penerbit: Pustaka Pesantren
Harga: Rp. 33.000,-
Ibadah Haji dipenuhi dengan ritual-ritual yang tidak masuk akal, dan karenanya bukan tidak mungkin menggoda munculnya pikiran-pikiran nakal:
- Buat apa kita susah-susah "berkemah" di Padang Arafah yang berdebu dan panasnya minta ampun?
- APa gunanya berlari-lari antara shafa dan marwah? Bukankah lebih baik asyik jogging minggu pagi di taman kota?
- Mengapa kita harus berputar-putar mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh kali? bikin pusing kepala saja.
- Dan apa pula tujuan mencukur rambut, menyembelih ternak, melempari tugu batu, ataupun ritual ahaji yang lain.
Buku ini menghadirkan rahasia-rahasia terdahsyat dari berbagai ritual dalam ibadah haji yang hanya diketahui oleh orang-orang yang dalam ilmunya (al-Ulama' Ar-Rasikhun). Dengan mengetahui rahasia tersebut, diharapkan kita akan mengerjakan ritual-ritual haji tanpa keraguan, tiada tercemari syawasangka, dan terhindar dari segala perasaan negatif, sehingga dapat mengantarkan kita memperoleh gelar haji mabrur.
Baca Selengkapnya...
Oleh: KH. A. Aziz Masyhuri
Penerbit: Pustaka Pesantren
Harga: Rp. 33.000,-
Ibadah Haji dipenuhi dengan ritual-ritual yang tidak masuk akal, dan karenanya bukan tidak mungkin menggoda munculnya pikiran-pikiran nakal:
- Buat apa kita susah-susah "berkemah" di Padang Arafah yang berdebu dan panasnya minta ampun?
- APa gunanya berlari-lari antara shafa dan marwah? Bukankah lebih baik asyik jogging minggu pagi di taman kota?
- Mengapa kita harus berputar-putar mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh kali? bikin pusing kepala saja.
- Dan apa pula tujuan mencukur rambut, menyembelih ternak, melempari tugu batu, ataupun ritual ahaji yang lain.
Buku ini menghadirkan rahasia-rahasia terdahsyat dari berbagai ritual dalam ibadah haji yang hanya diketahui oleh orang-orang yang dalam ilmunya (al-Ulama' Ar-Rasikhun). Dengan mengetahui rahasia tersebut, diharapkan kita akan mengerjakan ritual-ritual haji tanpa keraguan, tiada tercemari syawasangka, dan terhindar dari segala perasaan negatif, sehingga dapat mengantarkan kita memperoleh gelar haji mabrur.
Baca Selengkapnya...
Sehat Adalah Ibadah; Sakit Adalah berkah
Sehat Adalah Ibadah; Sakit Adalah berkah
40 Hadits Shahih
Oleh: Didik L. Hariri
Penerbit: Pustaka Pesantren
Harga: Rp. 35.000,-
Sakit dans ehat adalah dua kondisi yang tak pernah lekang dari seorang manusia. Jika yang satu datang, yang lain akan pergi, dan sebaliknya. Namun sayang, mausia sering keliru menyikapi kehadiran keduanya. Kerapkali, manusia lupa apa yang harus ia lakukan saat ia sehat. Manusia seringkali alpa bagaimana harus bersikap disaat ia sakit.
Empat puluh Hadits dalam buku ini setidaknya menjadi semacam alarm yang akan selalu mengingatkan kita bagaimana memanfaatkan sehat atau sakit. Dengan memaparkan teori maupun praktik kesehatan yang pernah dilakukan Nabi dan para Sahabat (kesehatan nabawi), buku ini akan mengubah sakit ataupun sehat menjadi sebuah energi dahsyat yang berpotensi mengangkat derajat kita disisi-Nya.
Baca Selengkapnya...
40 Hadits Shahih
Oleh: Didik L. Hariri
Penerbit: Pustaka Pesantren
Harga: Rp. 35.000,-
Sakit dans ehat adalah dua kondisi yang tak pernah lekang dari seorang manusia. Jika yang satu datang, yang lain akan pergi, dan sebaliknya. Namun sayang, mausia sering keliru menyikapi kehadiran keduanya. Kerapkali, manusia lupa apa yang harus ia lakukan saat ia sehat. Manusia seringkali alpa bagaimana harus bersikap disaat ia sakit.
Empat puluh Hadits dalam buku ini setidaknya menjadi semacam alarm yang akan selalu mengingatkan kita bagaimana memanfaatkan sehat atau sakit. Dengan memaparkan teori maupun praktik kesehatan yang pernah dilakukan Nabi dan para Sahabat (kesehatan nabawi), buku ini akan mengubah sakit ataupun sehat menjadi sebuah energi dahsyat yang berpotensi mengangkat derajat kita disisi-Nya.
Baca Selengkapnya...
Beda Pendapat di Tengah Umat Sejak Zaman Sahabat Hingga Abad Keempat
Beda Pendapat di Tengah Umat Sejak Zaman Sahabat Hingga Abad Keempat
(Terjemah dari Kitab Al-Inshaf fi Asbab al-Ikhtilaf, karya Syah Waliyullah ad-Dahlawi)
Penterjemah: KH. A. Aziz Masyhuri
Penerbit: Pustaka Pesantren
Harga: Rp. 43.000,-
Nabi Muhammad pernah bersabda: "Ikhtilafu mmati Rahmatun: Perbedaan pendapat dikalangan umatku adalah rahmat".
Namun, sungguh disayangkan ketika rahmat yang dimaksud oleh Nabi tersebut kadang-kadang terbalik menjadi laknat dan menimbulkan permusuhan diantara umat. Masing-masing pihak berusaha memuji pendapat ulama panutannya, dan menghujat ulama yang ebrseberangan. Padahal, dalam memutuskan hukum dan berfatwa, masing-masing ulama memiliki sumber yang sama, yaitu al-Qur'an dan al-Hadits.
Buku ini mengupas hingga tuntas mengapa para ulama, sejak zaman dulu hingga sekarang m,engalami perbedaan pendapat; mengapa para sahabat dan tabi'in berselisih paham dalam beberapa masalah; mengapa kemudian muncul berbagai madhzab; mengapa (bahkan) dalam satu madhzab pun masih terdapat perbedaan pendapat.
Selain merangkum sebab-sebab perbedaan pendapat diantara para ulama, buku ini juga disertai contoh-contoh "titik tengkar' dari berbagai pendapat yang berbeda itu. Dengan demikian, buku ini dapat mengantar kita untuk semakin menyadari bahwa beda pendapat adalah sesuatu yang niscaya sehingga harus dimaklumi.
Baca Selengkapnya...
(Terjemah dari Kitab Al-Inshaf fi Asbab al-Ikhtilaf, karya Syah Waliyullah ad-Dahlawi)
Penterjemah: KH. A. Aziz Masyhuri
Penerbit: Pustaka Pesantren
Harga: Rp. 43.000,-
Nabi Muhammad pernah bersabda: "Ikhtilafu mmati Rahmatun: Perbedaan pendapat dikalangan umatku adalah rahmat".
Namun, sungguh disayangkan ketika rahmat yang dimaksud oleh Nabi tersebut kadang-kadang terbalik menjadi laknat dan menimbulkan permusuhan diantara umat. Masing-masing pihak berusaha memuji pendapat ulama panutannya, dan menghujat ulama yang ebrseberangan. Padahal, dalam memutuskan hukum dan berfatwa, masing-masing ulama memiliki sumber yang sama, yaitu al-Qur'an dan al-Hadits.
Buku ini mengupas hingga tuntas mengapa para ulama, sejak zaman dulu hingga sekarang m,engalami perbedaan pendapat; mengapa para sahabat dan tabi'in berselisih paham dalam beberapa masalah; mengapa kemudian muncul berbagai madhzab; mengapa (bahkan) dalam satu madhzab pun masih terdapat perbedaan pendapat.
Selain merangkum sebab-sebab perbedaan pendapat diantara para ulama, buku ini juga disertai contoh-contoh "titik tengkar' dari berbagai pendapat yang berbeda itu. Dengan demikian, buku ini dapat mengantar kita untuk semakin menyadari bahwa beda pendapat adalah sesuatu yang niscaya sehingga harus dimaklumi.
Baca Selengkapnya...
mBah Wahab Hasbullah; Kiai Nasionalis Pendiri NU
mBah Wahab Hasbullah; Kiai Nasionalis Pendiri NU
oleh: KH. Saifuddin Zuhri
Penerbit: Pustaka Pesantren
Harga: Rp. 41.000,-
Siapakah Mbah Wahab Hasbullah? Dialah kiai dari sebuah desa kecil yang jauh sebelum Sumpah Pemuda dideklarasikan, ketika organisasi-organisasi kepemudaan masih bercorak kedaerahan, justru memilih mendirikan organisasi yang mencerminkan semangat nasionalisme: Nahdlatul Wathan (Kebangkitan Tanah Air, 1916) dan Syubbanul Wathan (Pemuda Tanah Air, 1924).
Ketika para kiai diberbagai daerah, termasuk Hadratus Syaikh KH. Hasyim Asy'ari, ditangkap dan dipenjarakan oleh tentara Jepang, Mbah Wahab-lah yang maju menentang mempertaruhkan nyawa dan melakukan diplomasi dengan penjajah hingga sebagian besar kiai dibebaskan. Ketika terjadi ketegangan dan pemberontakan PKI, melalui NU dan bersama-sama kiai lain, dengan kecerdasan luar biasa, Mbah Wahab-lah yang mampu mengimbangi propaganda dan siasat licik kaum komunis itu.
Buku kecil ini merangkum sejarah perjuangan seorang besar yang namanya tidak banyak disebut-sebut dalam buku sejarah perjuangan bangsa. Buku ini semakin penting karena ditulis oleh KH. Saifuddin Zuhri, saksi hidup yang pernah menemani perjuagan Mbah Wahab Hasbullah, sehingga mampu merekam detil-detil semangat dan laku lampah "Sang Kiai Nasionalis Pendiri NU" itu.
Baca Selengkapnya...
oleh: KH. Saifuddin Zuhri
Penerbit: Pustaka Pesantren
Harga: Rp. 41.000,-
Siapakah Mbah Wahab Hasbullah? Dialah kiai dari sebuah desa kecil yang jauh sebelum Sumpah Pemuda dideklarasikan, ketika organisasi-organisasi kepemudaan masih bercorak kedaerahan, justru memilih mendirikan organisasi yang mencerminkan semangat nasionalisme: Nahdlatul Wathan (Kebangkitan Tanah Air, 1916) dan Syubbanul Wathan (Pemuda Tanah Air, 1924).
Ketika para kiai diberbagai daerah, termasuk Hadratus Syaikh KH. Hasyim Asy'ari, ditangkap dan dipenjarakan oleh tentara Jepang, Mbah Wahab-lah yang maju menentang mempertaruhkan nyawa dan melakukan diplomasi dengan penjajah hingga sebagian besar kiai dibebaskan. Ketika terjadi ketegangan dan pemberontakan PKI, melalui NU dan bersama-sama kiai lain, dengan kecerdasan luar biasa, Mbah Wahab-lah yang mampu mengimbangi propaganda dan siasat licik kaum komunis itu.
Buku kecil ini merangkum sejarah perjuangan seorang besar yang namanya tidak banyak disebut-sebut dalam buku sejarah perjuangan bangsa. Buku ini semakin penting karena ditulis oleh KH. Saifuddin Zuhri, saksi hidup yang pernah menemani perjuagan Mbah Wahab Hasbullah, sehingga mampu merekam detil-detil semangat dan laku lampah "Sang Kiai Nasionalis Pendiri NU" itu.
Baca Selengkapnya...
Meraih Berkah Ramadhan
Meraih Berkah Ramadhan
Oleh: HM. Madchan Anies
Penerbit: Pustaka Pesantren
Tebal: xviii + 430 hal.
Harga: Rp. 85.000,-
Penulis buku ini memberikan perumpamaan yang sangat indah "Bila di sebuah lapangan luas disebarkan emas dan mutu manikam, kemudian diumumkan kepada masyarakat ramai bahwa lapangan tersebut penuh dengan emas dan mutu manikam, dan semua yang berniat boleh mengambil sepuas-puasnya tetapi dalam tempo lima menit, apa yang akan terjadi? Semua orang yang mengerti nilai emas dan mutu manikam pasti berlomba memungutinya. Dan tentu saja sangat besar pengharapan mereka agar waktunya diperpanjang sampai sore hari. Akan tetapi, orang-orang yang tidak mengerti nilai emas dan mutu manikam tentu hanya akan menonton orang banyak yang berduyun-duyun dan berebut emas tersebut. Begitulah kemuliaan Bulan Ramadhan dan sikap umat Islam menghadapinya."
Buku ini berisi percik-percik ilmu yang dapat menuntun siapa saja menemukan berkah ramadhan. Sebuah hadits akan dihadirkan, kemudian dikupas dengan dalil dan hujjah yang diperlukan, baik dari AL-Qur'an, hadits nabi, atsar sahabat, maupun dari kitab-kitab klasik (kitab kuning). Semula, buku ini memang dirancang menjadi semacam panduan ceramah para da'i ramadhan. Meskipun demikian, seseorang dapat pula menikmatinya sebagai bahan bacaan menjelang berbuka. Toh, buku ini cukup ringan, bahasanya akrab, renungannya empuk, dan disajikan dengan ringkas sehingga tiap tema dapat dibaca dalam sekali duduk.
Baca Selengkapnya...
Oleh: HM. Madchan Anies
Penerbit: Pustaka Pesantren
Tebal: xviii + 430 hal.
Harga: Rp. 85.000,-
Penulis buku ini memberikan perumpamaan yang sangat indah "Bila di sebuah lapangan luas disebarkan emas dan mutu manikam, kemudian diumumkan kepada masyarakat ramai bahwa lapangan tersebut penuh dengan emas dan mutu manikam, dan semua yang berniat boleh mengambil sepuas-puasnya tetapi dalam tempo lima menit, apa yang akan terjadi? Semua orang yang mengerti nilai emas dan mutu manikam pasti berlomba memungutinya. Dan tentu saja sangat besar pengharapan mereka agar waktunya diperpanjang sampai sore hari. Akan tetapi, orang-orang yang tidak mengerti nilai emas dan mutu manikam tentu hanya akan menonton orang banyak yang berduyun-duyun dan berebut emas tersebut. Begitulah kemuliaan Bulan Ramadhan dan sikap umat Islam menghadapinya."
Buku ini berisi percik-percik ilmu yang dapat menuntun siapa saja menemukan berkah ramadhan. Sebuah hadits akan dihadirkan, kemudian dikupas dengan dalil dan hujjah yang diperlukan, baik dari AL-Qur'an, hadits nabi, atsar sahabat, maupun dari kitab-kitab klasik (kitab kuning). Semula, buku ini memang dirancang menjadi semacam panduan ceramah para da'i ramadhan. Meskipun demikian, seseorang dapat pula menikmatinya sebagai bahan bacaan menjelang berbuka. Toh, buku ini cukup ringan, bahasanya akrab, renungannya empuk, dan disajikan dengan ringkas sehingga tiap tema dapat dibaca dalam sekali duduk.
Baca Selengkapnya...
Tiga Guru Sufi Tanah Jawa
Tiga Guru Sufi Tanah Jawa
Wejangan-Wejangan Ruhani
Oleh: H. Murtadho Hadi
Penerbit: Pustaka Pesantren
Harga: Rp. 65.000,-
Mereka adalah para kiai yang menjadi matahari ummat pada masanya masing-masing. Mereka adalah para mahaguru yang benar-benar "guru" (bisa digugu lan ditiru: bisa dipercaya dan diteladani) sebab ilmu mereka yang mumpuni dan laku hidup mereka yang penuh uswah hasanah.
Syaikh Romli Tamim (Rejoso Jombang), Syaikh Muslih (Mranggen Demak), dan Abuya Dimyathi (Cidahu Banten): tiga guru sufi ini mungkin telah menghadap sang kekasih, sang Tuhan Semesta. Namun, teladan mereka tak pernah hilang. Wejangan, "doktrin", dan ajaran mereka akan selalu terngiang. Umat akan selalu mengenang laku dan ilmu yang mereka tebarkan.
Buku ini mencoba mengabadikan buah pikir dan wejangan emas terpenting dari tiga guru sufi tanah jawa itu.
Baca Selengkapnya...
Wejangan-Wejangan Ruhani
Oleh: H. Murtadho Hadi
Penerbit: Pustaka Pesantren
Harga: Rp. 65.000,-
Mereka adalah para kiai yang menjadi matahari ummat pada masanya masing-masing. Mereka adalah para mahaguru yang benar-benar "guru" (bisa digugu lan ditiru: bisa dipercaya dan diteladani) sebab ilmu mereka yang mumpuni dan laku hidup mereka yang penuh uswah hasanah.
Syaikh Romli Tamim (Rejoso Jombang), Syaikh Muslih (Mranggen Demak), dan Abuya Dimyathi (Cidahu Banten): tiga guru sufi ini mungkin telah menghadap sang kekasih, sang Tuhan Semesta. Namun, teladan mereka tak pernah hilang. Wejangan, "doktrin", dan ajaran mereka akan selalu terngiang. Umat akan selalu mengenang laku dan ilmu yang mereka tebarkan.
Buku ini mencoba mengabadikan buah pikir dan wejangan emas terpenting dari tiga guru sufi tanah jawa itu.
Baca Selengkapnya...
Tuntunan Praktis Ziarah Kubur
Tuntunan Praktis Ziarah KuburMakam Walisongo hingga Makam Rasul
Oleh: K.H. Munawir Abdul Fattah
Penerbit: Pustaka Pesantren
Harga: 38.000,-
Panduan tahap demi tahap berziarah, khususnya makam Rasulullah, makam para Sahabat Nabi, dan makam Walisongo, dilengkapi dengan sejarah singkat dan do'a-do'a mustajab.
Banyak Umat Islam yang belum paham tata cara dan adab berziarah, baik berziarah ke makam Rasulullah di Madinah maupun makam-makam yang lain. Khusus untuk ziarah makam Rasulullah, sungguh sangat disayangkan jika ibadah haji yang memakan banyak biaya itu justru akan menyakiti Nabi (yakni bila seseorang tidak berziarah ke makam beliau). Sebab, Nabi pernah bersabda: "Barangsiapa berhaji tetapi tidak menziarahiku maka ia telah sengaja menghindariku." (HR Ibnu Hibban dan Daruquthni)
Buku ini berusaha menemani anda mempraktekkan ibadah ziarah kubur, khususnya ziarah ke makam Nabi Muhammad saw, makam Abu Bakar Ash-Shiddiq, makam Umar bin Khattab, makam Baqi' di Makah, dan makam para Walisongo. Selain pembahasan yang praktis, buku ini juga dilengkapi dengan doa-doa yang biasanya dipanjatkan saat ziarah kubur.
Buku ini sangat cocok bagi anda yang hendak berangkat ke Tanah Suci, bagi anda yang hendak berziarah ke makam Walisongo, juga bagi siapa saja yang hendak menziarahi makam leluhurnya.
Baca Selengkapnya...
Amalan Mustajab Mewujudkan Obsesi, Cita-Cita, & Impian
Amalan Mustajab Mewujudkan Obsesi, Cita-Cita, & Impian
(Doa Ajaran Nabi dan Para Wali untuk Menggapai Hajat Keinginan)
Seri Tradisi Mantra Pesantren Kitab Kedua.
Oleh: M. N. Ibad
Penerbit: Pustaka Pesantren
Harga: Rp. 34.000,-
Apakah anda memiliki hajat dan kebutuhan hidup yang mendesak untuk diwujudkan? Apakah anda memiliki obsesi, cita-cita, dan impian yang ingin segera teraih tangan? Apakah anda merasa hajat dan cita-cita itu belum terwujud juga meski anda sudah berusaha dan berdoa mati-matian?
Jika demikian, jangan salahkan Tuhan dan jangan pernah merasa patah arang. Sebab, mungkin anda “keliru” dalam memilih doa. Sebab, masing-masing redaksi doa memiliki efek dan manfaat yang berbeda pula.
Berbeda dengan “buku doa” lain yang hanya memaparkan lafazh dan redaksi doa, buku ini dilengkapi dengan ritual khusus yang cocok dengan doa tertentu yang dipanjatkan, yakni: ritual dan amalan yang sudah dirumuskan, diuji coba, dipraktekkan, dan dibuktikan kemanjurannya oleh para nabi, para wali, para kiai, dan manusia-manusia suci yang dekat dengan Tuhan.
Baca Selengkapnya...
(Doa Ajaran Nabi dan Para Wali untuk Menggapai Hajat Keinginan)
Seri Tradisi Mantra Pesantren Kitab Kedua.
Oleh: M. N. Ibad
Penerbit: Pustaka Pesantren
Harga: Rp. 34.000,-
Apakah anda memiliki hajat dan kebutuhan hidup yang mendesak untuk diwujudkan? Apakah anda memiliki obsesi, cita-cita, dan impian yang ingin segera teraih tangan? Apakah anda merasa hajat dan cita-cita itu belum terwujud juga meski anda sudah berusaha dan berdoa mati-matian?
Jika demikian, jangan salahkan Tuhan dan jangan pernah merasa patah arang. Sebab, mungkin anda “keliru” dalam memilih doa. Sebab, masing-masing redaksi doa memiliki efek dan manfaat yang berbeda pula.
Berbeda dengan “buku doa” lain yang hanya memaparkan lafazh dan redaksi doa, buku ini dilengkapi dengan ritual khusus yang cocok dengan doa tertentu yang dipanjatkan, yakni: ritual dan amalan yang sudah dirumuskan, diuji coba, dipraktekkan, dan dibuktikan kemanjurannya oleh para nabi, para wali, para kiai, dan manusia-manusia suci yang dekat dengan Tuhan.
Baca Selengkapnya...
The Magnificent Seven
The Magnificent Seven
Ulama-Ulama Inspirator Zaman
Oleh: Dr. KH. A. Malik Madaniy, MA.
Penerbit: Pustaka Pesantren
Harga: Rp. 39.000,-
Mereka adalah ulama-ulama terkemuka dalam khasanah kecendekiaan Islam. Melalui pemikiran mereka yang jauh melampaui masa dimana mereka hidup, mereka berhasil mengubah peradaban menuju ke arah yang lebih baik. Oleh karena itumenjadi layaklah jika gelar “The Magnificent” disematkan bagi mereka.
Buku ini mengulas tujuh diantara the magnificent itu, yaitu: Imam Al-Ghazali, Jalaluddin As-Suyuthi, Syah Waliyullah ad-Dahlawi, Ibnu Katsir, Az-Zarkasyi, Al-Mawardi, dan Muhammad Abduh. Selain membahas riwayat kehidupan mereka, buku ini juga berusaha membedah dan menelaah masterpiece mereka secara kritis.
Baca Selengkapnya...
Ulama-Ulama Inspirator Zaman
Oleh: Dr. KH. A. Malik Madaniy, MA.
Penerbit: Pustaka Pesantren
Harga: Rp. 39.000,-
Mereka adalah ulama-ulama terkemuka dalam khasanah kecendekiaan Islam. Melalui pemikiran mereka yang jauh melampaui masa dimana mereka hidup, mereka berhasil mengubah peradaban menuju ke arah yang lebih baik. Oleh karena itumenjadi layaklah jika gelar “The Magnificent” disematkan bagi mereka.
Buku ini mengulas tujuh diantara the magnificent itu, yaitu: Imam Al-Ghazali, Jalaluddin As-Suyuthi, Syah Waliyullah ad-Dahlawi, Ibnu Katsir, Az-Zarkasyi, Al-Mawardi, dan Muhammad Abduh. Selain membahas riwayat kehidupan mereka, buku ini juga berusaha membedah dan menelaah masterpiece mereka secara kritis.
Baca Selengkapnya...
Politik Berpayung Fiqh
Politik Berpayung Fiqh
Membedah perpolitikan nusantara dengan pisau syariat, melalui penggalian khasanah islam klasik maupun kontemporer
Oleh: Dr. KH. A. Malik Madaniy, MA.
Penerbit: Pustaka Pesantren
Tebal: xiv + 144 hal
Harga: Rp. 38.000,-
Apakah dunia politik identik dengan permainan kotor seperti yang selama ini mengemuka? Jika ya, bagaimanakah Islam menanggapinya? Bagaimana pula pandangan Islam tentang kepemimpinan (politik) yang ideal? Dan, apakah kepemimpinan yang ideal itu berlaku bagi laki-laki maupun perempuan? Bagaimana jika pilkada, demokrasi, korupsi, memberi hadiah kepada pejabat, dan kewajiban membayar pajak ditinjau dari sisi syariat?
Berbagai fenomena perpolitikan yang ditemui umat Islam di atas, khususnya yang terjadi di Indonesia, ditelaah buku ini dengan cerdas. Buku ini menjadi semakin penting karena analisa didalamnya memanfaatkan khasanah pemikiran dari para ulama Islam, baik yang klasik maupun kontemporer, kemudian mencoba membumikannya dalam konteks ke-Indonesia-an.
Baca Selengkapnya...
Membedah perpolitikan nusantara dengan pisau syariat, melalui penggalian khasanah islam klasik maupun kontemporer
Oleh: Dr. KH. A. Malik Madaniy, MA.
Penerbit: Pustaka Pesantren
Tebal: xiv + 144 hal
Harga: Rp. 38.000,-
Apakah dunia politik identik dengan permainan kotor seperti yang selama ini mengemuka? Jika ya, bagaimanakah Islam menanggapinya? Bagaimana pula pandangan Islam tentang kepemimpinan (politik) yang ideal? Dan, apakah kepemimpinan yang ideal itu berlaku bagi laki-laki maupun perempuan? Bagaimana jika pilkada, demokrasi, korupsi, memberi hadiah kepada pejabat, dan kewajiban membayar pajak ditinjau dari sisi syariat?
Berbagai fenomena perpolitikan yang ditemui umat Islam di atas, khususnya yang terjadi di Indonesia, ditelaah buku ini dengan cerdas. Buku ini menjadi semakin penting karena analisa didalamnya memanfaatkan khasanah pemikiran dari para ulama Islam, baik yang klasik maupun kontemporer, kemudian mencoba membumikannya dalam konteks ke-Indonesia-an.
Baca Selengkapnya...
Wirid Penangkal Setan

Wirid Penangkal Setan
Pembangkit Jiwa Warisan Ulama
Oleh: Samsul Munir Amin
Penerbit: Pustaka Pesantren
Tebal: xviii + 214 hal.
Harga: Rp. 43.000,-
"Ketika engkau mengucapkan kalimat itu pertama kali, setan berlari-lari mencari jalan keluar. Tetapi dia tidak mendapatkannya. Pada ucapan yang kedua, turunkah api dari langit mengelilinginya. Dan pada ucapan yang ketiga, api itu membakarnya hingga setan itu hangus menjadi abu.."
Wirid, doa, dan amalan-amalan tertentu -dengan izin Allah- memang memiliki daya kekuatan tersendiri. Ada rahasia -rahasia didalam susunan kalimat suci itu; rahasia yang hanya diketahui oleh para ulama yang dalam ilmunya.
Demikian pula, ada rahasia-rahasia hikmah yang begitu menggetarkan pada kisah-kisah warisan para ulama dalam buku ini; kisah-kisah yang tak pernah lekang sepanjang zaman; kisah -kisah yang selalu menjadi pembangkit jiwa pada setiap masa; kisah-kisah yang memuara pada nilai-nilai Islam yang damai.
Baca Selengkapnya...
Amalan Mustajab Memperkuat Kecerdasan Daya Ingat

Amalan Mustajab Memperkuat Kecerdasan Daya Ingat
Seri Tradisi Mantra Pesantren; Kitab Pertama
Oleh: M.N. Ibad
Penerbit : Pustaka Pesantren
Tebal: xiv + 116 hal.
Harga: Rp. 35.000,-
Tradisi menghafal bukanlah sesuatu yang asing bagi umat Islam. Sepanjang peradaban Islam, bermunculan sedemikian banyak para penghafal. Tak terhitung umat islam yang mampu menghafal al-Qur'an (hamil al-qur'an), baik surat-surat tertentu maupun keseluruhan isi al-Qur'an.
Tradisi menghafal ini bahkan mencapai puncaknya dibidang hadits. Siapa yang tidak mengenal Imam Ahmad ibn Hanbal, seorang ulama yang diberi gelar huffazh ad-dunya karena mampu menghafal sekitar 1.000.000 (satu juta) hadits? Siapa pula yang tidak mengangkat topi kepada Imam al-Bukhari yang mampu menghafal lebih dari 600.000 hadits?
Tradisi hafalan yang demikian ajaib ini tentunya memantik nalar kita untuk bertanya-tanya: bagaimanakah mereka -para penghafal itu- mampu menjaga materi-materi yang telah dihafalnya? Bagaimana pula usaha mereka untuk memperkuat daya ingat sehingga memori di kepala mereka tidak mudah luntur? Buku ini menjadi sebuah buku yang langka karena menyuguhkan rahasia-rahasia dapur para penghafal itu.
Baca Selengkapnya...
Nabi Khidir

Nabi Khidir
Oleh: M. Alwi Fuadi
Penerbit: Pustaka Pesantren
Tebal: xii + 90 hal.
Harga: Rp. 20.000,-
Khidir, nabi paling kontroversial dan "misterius". Ia hadir begitu saja tanpa historisitas layaknya manusia. Tidak seperti utusan lannya yang lengkap dengan data historis, ia sangat minim fakta riil sehingga lebih tampak sebagai legenda.
Keyakinan tentangnya selama ini hanya berdasarkna cerita beberapa orang yang mengaku pernah bertemu dengannya. Bahkan, dalam al-Qur'an sendiri nama Khidir tidak ditemukan. Ia hanya disebut sebagai sosok hamba yang saleh.
Sesungguhnya siapakah Nabi Khidir?
Buku ini memuat dua topik yaitu Riwayat hidup Nabi Khidir dan Do'a-do'a Nabi Khidir.
Baca Selengkapnya...
Subscribe to:
Posts (Atom)


















