Yuk, berbisnis dg 0 Rupiah!
silakan klik link berikut:


Pesan Buku/Kitab?
SMS & WhatsApp : 0812 8625 1777
Pin BB : 73E49DB5
e-mail: r.rusmanto@gmail.com https://www.tokopedia.com/tb-albarokah ___________________________

Meluruskan Doktrin MTA

Meluruskan Doktrin MTA

Kritik Atas Dakwah Majelis Tafsir Al-Qur'an di Solo

Oleh: Nur Hidayat Muhammad

Penerbit: Muara Progresif

Harga: Rp. 35.000,-

Majelis Tafsir Al-Qur'an (MTA) yang berpusat di Solo, Jawa Tengah, dan sudah berkembang di kota-kota lain, dengan slogannya "Ngaji Al-Qur'an Sak Maknane", dalam perjalanan dakwahnya sudah dianggap keluar dari batas kewajaran atau keterlaluan. Dakwah mereka kerap diiringi dengan tuduhan-tuduhan bahwa amaliah warga Nahdliyyin, seperti tahlilan, yasinan, adzan dan iqomah di telinga bayi yang baru lahir dan lain-lain adalah perbuatan bid'ah, syirik dan menyesatkan.

Dengan tuduhan dan vonis ekstrim yang khusus ditujukan kepada warga Nahdliyyin tersebut, baik via radio atau televisi sangat berpotensi memicu gesekan dan gerakan anarkisme antar sesama yang dapat merongrong persatuan umat Islam di Indonesia.

Buku Meluruskan Doktrin MTA yang ditulis oleh Nur Hidayat Muhammad ini, berisi jawaban ilmiah untuk meluruskan doktrin dan fatwa-fatwa MTA yang dianggap keluar dari faham yang diusung dan disepakati oleh ulama Ahlussunnah Wal-Jama'ah. Penulis buku ini, mencoba memberikan jawaban berdasarkan al-Qur'an, al-Sunnah, dan Ijtihad para ulama dengan pendekatan yang lebih halus sebagai titah menjalankan kewajiban amar ma'ruf nahi munkar dan nasehat kepada sesama muslim.

DAFTAR ISI

Mukadimah iii
Daftar Isi xi

Bagian Satu
Seputar MTA (Majlis Tafsir Al-Qur'an) 1
1. Sekilas Profil MTA 1
2. Ketua MUI: "MTA khairu ummah?" 5
3. Kesaksian Mantan MTA 10
4. MTA Tidak Konsisten 14
5. MTA Tidak Berhak Merumuskan Hukum 17

Bagian Dua
Pemikiran 23
6. Islam Harus Murni al-Qur'an dan as-Sunnah? 23
7. Menafsirkan Ayat dan Merumuskan Hukum 28
8. Bahaya Takfir dan Larangan Menyesatkan Madzhab empat 31
9. Ulama adalah Orang Ortodoks? 35
10. Propaganda "Ngaji kok kitab kuning" 38
11. Hadits Dha'if Tidak Boleh Diamalkan? 42
12. Propaganda "Tidak Sama dengan di ARab Saudi?" 50

Bagian Tiga
Akidah 55
13. Ahlussunnah wal jama'ah 55
14. Tauhid Rububiyah dan Uluhiyah 57
15. NU Sama dengan Ahli Kitab? 61
16. Malaikat dan Setan 69
17. Tidak Percaya Santet 71

Bagian Empat
Fikih 77
18. Anjing Halal dan Sekarang Tidak 77
19. Wanita Haid Boleh Masuk Masjid? 80
20. Pelafalan Niat 81
21. Tidur Tidak Membatalkan Wudhu? 84
22. Membaca Tasbih Setelah Shalat 85
23. Shalat Jenazah Setelah Ashar 86
24. Dilarang Menshalati Orang yang Tidak Shalat 87
25. Melangkahi al-Qur'an 91
26. Tidak Zakat Hukumnya Murtad? 91
27. Apakah Marus (Dideh: Jawa) Halal? 95
28. Bersuami Orang Nakal? 97

Bagian Lima
Tradisi 101
29. Bid'ah Hasanah 101
30. Tidak Dilakukan oleh Rasulullah SAW 106
31. NU Ladang Bid'ah? 108
32. Pujian Setelah Adzan 112
33. Apakah Shalawatan Bid'ah? 116
34. Mengangkat Tangan Saat Berdoa 118
35. Dzikir Keras Haram? 120
36. Adzan dan Iqamah di Telinga Bayi 127
37. Yasinan Haram dan Musyrik? 130
38. Kajian Tentang Selamatan 134
39. Tahlilan 140
40. Sampaikah Doa, Pahala Yasinan dan Tahlil kepada mayit? 141
41. Warga NU Ngefans Wali Songo? 147
42. Jimat dan Wifiq 148

Bagian Enam
Pelurusan Brosur MTA 153
1. Shalat Witir 153
2. Shalat Tarawih 155
3. Shalat Sunah Istisqa' 160
4. Shalat Tahajjud 161
5. Shalat Hajat 162
6. Shalat Sunah Tahiyyatul Masjid 163
7. Shalat Sunah Intizhar 163
8. Shalat Sunah Safar 165
9. Sujud Sahwi,Sujud Syukur dan Sujud Tilawah l67
10. Sujud Syukur dan Tilawah Tanpa Wudhu l70
11. Zakat Diberikan kepada Non Muslim? 170
12. Batas Zakat Fitrah 171
13. Pengertian Sabilillah 172
14. Aqiqah 173
15. Kurban 182
16. Larangan Puasa 188
17. Waktu Wukuf di Arafah 190
Nasehat 193
DaftarPustaka 197
Tentang Penulis 205

Artikel Terkait:

36 comments:

  1. Dari pada kritik bok ya ketemu sama MTA biar jelas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sukino saja diajak debat saja tidak mau

      Delete
    2. yang berhak berfatwa itu hapal al qur'an, hapal ribuan hadits, mengerti ilmu tafsir, memahami nahwu shorof, dst...kira2.... yang menafsirkan al qu'an ..yang kita perdebatkan ini memenuhi syarat ini nggak? nek ora.... coba lihat al an'am ayat 159...

      Delete
  2. Belom pernah ketemu mta kok bisa2nya nulis buku kayak gitu....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lha....MTA khan bisa ditemui lewat radio maupun brosur-brosurnya, khan

      Delete
  3. alhamdulillah, jk ada yg mampu memfasilitasi pertemuan MTA dg penulis buku ini, karena setau kami MTA tdk pernah mau diajak bertemu, berapa kali pun ditawari, hayo! siapa mau memfasilitasi ??
    tp jk toh MTA ttp tdk berani menjelaskan doktrin2nya, ujung2nya berlaku kaidah "likulli saaqithun, laaqithun.
    akan selalu ada pengikutnya. Nah..
    "yg baik utk yg baik, yg keji utk yg keji. Kata Allah.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya dateng aja ke solo temuin Ustad Sukino...trus berdebatlah dengan beliau sekalian diliput sama radio n TV nya, silahkan bawa kitab masing-masing.....diajarin jalan lurus koq pada ngamuk...lucunya negri ini

      Delete
    2. yang berhak berfatwa itu hapal al qur'an, hapal ribuan hadits, mengerti ilmu tafsir, memahami nahwu shorof, dst...kira2.... yang menafsirkan al qur 'an ..yang kita perdebatkan ini memenuhi syarat ini nggak? nek ora.... coba lihat al an'am ayat 159...

      Delete
    3. Silahkan jalan sendiri2, yg maha tahu kebenaran hanya Alloh dan hambanya yg mau mengkaji Alquran dan hadist yg shokeh, bukan yg mencari kebenaran dari katanya katanya

      Delete
  4. Huda says: "yg baik utk yg baik, yg keji utk yg keji".
    MTA: yg baik belum tentu kita yang di blog ini, dan yg keji bukan MTA khan?


    Utk MTA: santai ae cak, sajake buku iki kelakon gak laku nek kalangane awake dhewe... hahaha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. laku ya ra popo lawong niate golek duwit

      Delete
    2. yang berhak berfatwa itu hapal al qur'an, hapal ribuan hadits, mengerti ilmu tafsir, memahami nahwu shorof, dst...kira2.... yang menafsirkan al qur 'an ..yang kita perdebatkan ini memenuhi syarat ini nggak? nek ora.... coba lihat al an'am ayat 159...

      Delete
  5. hemm... kenapa to, mesti seperti ini,
    mas Huda, kalo belum kenal jngan gitu mas,
    hati" setiap perkataan pasti di minta pertanggungjawabannya.
    kalo memang mau ketemu, knapa mesti nunggu ada yg memfasilitasi, langsung sowan aja...

    ReplyDelete
  6. Jujur, pengajian yang di siarkan di radio MTA menurutku kurang nguwongke uwong. dan kurang beretika. Akhlaqnya kurang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Radionya yang mengatasnamakan MTA untuk dakwah banyak yang tidak berijin (gelap), piye jal.

      Delete
  7. kalau mta itu mau diajak bertemu, kenapa saat pengajian majelis al hidayah di solo baru sukino ga datang, padahal diundang

    ReplyDelete
    Replies
    1. OK lah jangan dijadikan polemik ayo kita sama-sama belajar wong podo islami kebenaran kan milik Allah SWT. LAgian kalo masih ngeyel akan kasihan, umat kan makin pintar tentunya kalo udah ngerti sampean akan ditinggalin umatmu.

      Delete
  8. WIS BOLA BALI DIAJAK ADU ARGUMENTASI TAPI GAK WANI TEKO, SUKINO KUWI PENGECUT, WANINE NANG RADIO, PERSIS KOYO KURA-KURA KL G ADA ORANG NONGOL SIRAHE, TP NAK ONO UWONG ANGSLEP, NYATANE DIAJAK DEBAT DI UMS JUGA NDAK DATANG, ALASANE NEKO2, JAGO2 NU AKEH KANG!!!, NGAJI KUR KULIT WIS BANGGA,MULANE SUKINO KON NGAJI MENEH BEN TAMBAH NGERTI , NGERTI SETIAP AYAT AL-QUR'AN ONO RAHASIANE, ORA SYUKUR NGGAMBLEH LAMBENE, MBOK RODO DIBALAGHOHI, NAK ORA NGERTI YO TEKO' KYAI, WONG BODO KOK NGAKU2 PINTER, WIS KEBLINGER TAMBAH MBLINGERKE WONG AKEH,NAUDZU BILLAHI MINDZALIK....

    ReplyDelete
  9. sudah sudah2.. diamlah atau berkata baik. tdk usah sling olok saling cela.. yg haq jelas batil juga jelas. senantiasa mohon petunjuk. yg menuduh datangkan bukti yang dituduh ckup bersumpah. jika tetap keras kepala maka ber mubahalah saja. ok?!
    lanjutkan lomba dalam kebaikan..

    ReplyDelete
  10. Baca aja ini: http://arno.uvt.nl/show.cgi?fid=121531

    Kecuali 4, halal semua termasuk warga NU juga halal. Maka dari itu warga NU siap2 disembelih untuk disantap oleh MTA.
    Jadi yang halal menurutnya antara lain manusia, ulo, ulat, set, kadal, cecak, nyamuk, tengu, wereng, cacing, tumo, semut geni, Dll sampai ga bisa neruskan. Gitu ya kira2 alur pemikirannya. Kan yang Haram hanya 4 dan ga boleh nambah.

    ReplyDelete
  11. Ngapunten sak derenge..... (mohon maaf sebelumnya)...
    saudara ku semua, kita ini berIslam (berkeyakinan/ memeluk agama Islam) bersumber dari "katanya" atau "sejarah" atau semacamnya.... bukan langsung dari Nabi Muhammad, jadi sangat wajar bila ada beda pemahaman.

    dimasa Nabi pun jika kita melihat riwayat riwayat yang ada, Beliau menghendaki adanya kemudahan bagi umatnya bukan sebaliknya....

    oleh karena itulah... MARI kita lebih berTOLERANSI terhadap keyakinan saudara saudara yang mungkin berbeda dengan keyakinan kita dalam berIslam dalam pengertian yang luas.

    anda yang tergabung dalam organisasi NU, ordanisasi MUHAMMADIYAH, organisasi PERSIS, atau yang lain (maaf jika tidak menyebutkan) bahkan anda yang tergabung dalam organisasi MTA..... mari jangan memfonis SALAH terhadap saudara kita yang sedikit berbeda pandangan tetapi AYO bersama menyatukan umat ISLAM..... karena BENAR hanyalah milik ALLAH SUBHANAHU WATA'ALA.

    ReplyDelete
  12. aneh dan bingung...... disaat warga dunia sedang berbondong-bondong memeluk Islam dengan berlandasan Alquran dan Hadist Sahih...koq iya ada ustad NU yg mendoktrin warga nadlyin "untuk tidak mengambil hukum dari alquran dan hadis nabi karena bisa kena racun alquran...dan disuruh pake fiqih" (silahkan tonton di youtube "jawaban ustad Sukino dan habib Yahya")....kitab suci umat Islam itu apa? Alquran atau fiqih????....Bukan MTA saja yang bicara soal Bidah...Muhamadiyah sejak berdirinya sudah mengenalkan hadis Rosullah mengenai Bid'ah itu....orang muhamadiyah kan gak ada tahlilan, gak pake yasinan, dan masih banyak lagi yg berbeda dengan NU...biasa aja tuh...mereka berdampingan smp sekarang....trus apa salahnya MTA yg berpaham spt muhamadiyah...kalo mo protes ya protes juga tuh Muhamadiyah, HTI, PKS dan majelis ilmu lainnya yg berpegang teguh pada Quran dan hadist sahih

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku dah tonton videonya,,,fatwa al-quran ada racunya menjadikan org awam ky aku jd takut tuk belajar al-quran(baca terjemahanya),,,apa emang bener gt,,katanya al-quran itu petunjuk tuk umat manusia masa iya ada racunya sih,,,barangkali ada yg tau letak racunya dimana sih?????????

      Delete
  13. Sebut saja begini...tahlilan, yasinan, istighosah dan lain2xnya itu sebagai tradisinya orang NU...tapi bukan hal yg diajarkan Islam karena memang gak ada di dalam Al Quran dan hadis Sahih, nah MTA, muhamadiyah, HTI dan majelis ilmu lainnya menjalankan cara beribadah dalam Islam sesuai Alquran dan hadis sahih, dan orang MTA dkk itu dakwah menyampaikan hadis Rasulullah mengenai Bid'ah krna memang hadistnya sohih bukan dhoif or palsu...nah kalo gak salah pernah denger n baca kalo NU membagi Bid'ah menjadi bidah hasanah/baik dan dhalalah/jelek...sementara MTA dkk hanya satu pengertian saja yaitu bid'ah sprt yg nabi sampaikan...jadi sebenernya gak perlu ada yg tersinggung....silahkan NU dengan tradisi dan pemahaman tentang bid'ah baiknya dan MTA dkk dengan keyakinannya sendiri... Hanya ALLAH saja yg mampu merubah hati orang manusia hanya menyampaikan, so lanjutkan usaha dakwah masing2x ...n coba tonton ini http://www.youtube.com/watch?v=NLU7KR6YMwM

    ReplyDelete
    Replies
    1. gak faham bahasa inggris gan,,,,,,,

      Delete
  14. yang berhak berfatwa itu hapal al qur'an, hapal ribuan hadits, mengerti ilmu tafsir, memahami nahwu shorof, dst...kira2.... yang menafsirkan al qu'an ..yang kita perdebatkan ini memenuhi syarat ini nggak? nek ora.... coba lihat al an'am ayat 159...

    ReplyDelete
  15. udah dilaporkan belum niii buku.....

    ReplyDelete
  16. aku berharap apa yg di tulis dlm buku meluruskan doktrin mta itu adalah kebenaran,,lo demikian semoga Alloh melimpahkan rahmatnya pada penulis,,tp seandainya itu adalah fitnah semoga ia bisa menyadari bahwa azab Alloh itu sangat pedih baik di dunia maupun di akhirat,,,

    ReplyDelete
  17. yang benar itu hanya dari allah melalui al quran dan hadist rasul

    dari pada debat mari kita perkuat ibadah kita
    dengan tujuan surga ,amin

    jika beda pendapat tidak usah di perdebatkan tinggal pasrah saja bahwa dasar kita untuk ibadah itu jelas ,dan pembuktianya ketika di hadapan allah di akhirat

    allah maha mengetahui dan maha bijaksana

    ReplyDelete
  18. do ngambleh. rung karuan do bener kabeh.

    ReplyDelete
  19. Mengambil lgsng dari alquran san hadist.. trus kalau dialquran tidak ditemukan sholat pakai mikrofon dimasjid.. naik haji pakai pesawat.. pakai sarung buatan cina..pengajian khusus hari minggu..alquran pakai harokat(dulu dijaman nabi blm ada tulisan Alquran yg ada harokatnya) tata cara sholat lengkap dan wudlu juga tak ada dialquran tapi itu semya ada di ijma'dan qias para imam 4 dan ulama turun temurun akhirnya kita bisa sholat dan beribadah sesuai tuntunan rasul dg benar.semua itu dari dalilnya.. apa bid.ah juga?

    ReplyDelete
  20. Jika kita mahu tau indahnya di kedalaman laut, maka kita harus berenang kemudian menyelaminya. Kalau kita mahu tau ISLAM, maka kita harus berpegang kepada Al-quran dan Hadist.“Aku telah tinggalkan pada kalian dua hal. Kalian tidak akan tersesat jika kalian berpegang teguh dengan keduanya. yaitu kitabullah dan sunnah Rasul-Nya.” (HR. Malik dan al-Hakim).
    “Hai orang-orang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, Kami akan memberikan kepadamu Furqaan. Dan kami akan jauhkan dirimu dari kesalahan-kesalahanmu, dan mengampuni (dosa-dosa)mu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.” (QS:Al-Anfaal | Ayat: 29).

    ReplyDelete

silakan isi komen atau pesan saran di bawah ini...