Pesan Buku/Kitab?
SMS & WhatsApp : 0812 8625 1777
Pin BB : 73E49DB5
e-mail: r.rusmanto@gmail.com ___________________________

25 May 2014

Siapakah Pengikut SALAFUS SHALEH?

Siapakah Pengikut SALAFUS SHALEH?

Memahami Pola Keberagaman NU, Salafi Wahabi, HTI, MTA dan LDII

Oleh: Nur Hidayat Muhammad

Penerbit: Muara Progresif

harga: Rp. 32.000,-

Tak dapat dipungkiri, Salafus Shaleh adalah generasi terbaik umat Muhammad SAW. Karena itu, setiap umat Islam patut menjadikan mereka sebagai panutan setelah Rasulullah SAW. Faktanya, beragam kelompok umat Islam di zaman sekarang juga mengaku sebagai pengikut Salafus Shaleh. Tapi masing-masing memiliki manhaj dan pola pemahaman beragama yang berbeda-beda. Lalu, siapakah Salafus Shaleh itu? Bagaimana manhaj mereka? Siapa pula pengikut salafus shaleh yang sesungguhnya?

Buku yang ada di tangan pembaca ini secara umum membahas tentang manhaj dakwah dan pola pemahaman berbagai kelompok umat Islam yang kini marak dijajakan di tengah masyarakat. Ada NU, Salafi Wahabi, MTA, LDII dan lain sebagainya.

DAFTAR ISI
Mukaddimah iiii
Daftarlsi vi
Dalil-dalil Hukum Islam 1
Hadits Shahih, Itulah Madzhabku 9
Mengapa Mengikuti Ulama? 17
Penipuan Ilmiah ala Salafi Wahabi 20
Mengamalkan Hadits Dha'if 25
Kontroversi Bid'ah 29
Adakah Bid'ah Hasanah? 34
Dalam Urusan Duniawi Tidak Bid'ah? 38
Agama Ini Sudah Sempurna? 40
Andai Itu Baik, Tentu Salaf Sudah Melakukan 45
Tadlis dari Hartono Ahmad Jaiz 48
Izzuddin dan As-Syathibi 51
Berhujjah dengan Dalil Tarki 54
Taqlid atau Ittiba' 56
Salah Kaprah terhadap Dalil 67
Kembali kepada Al-Qur'an dan Sunnah 73
Kembali kepada Manhaj Pemahaman Salaf 76
Salaf dan Fatwa 80
Salaf Vs Salafi Wahabi 82
1. Tarawih 82
2. Tabarruk 84
3. Tawasul 87

Baca Selengkapnya...

Ensiklopedi Sekte Hitam Putih Gerakan Islam Kontemporer

Ensiklopedi Sekte Hitam Putih Gerakan Islam Kontemporer

Oleh: Tim Kajian Bindhara

Penerbit: Bina Aswaja

Harga: Rp. 45.000,-

Tebal: xii + 265 Hal.

TAK MUDAH membentuk sebuah komunitas kajian yang kondusif dan dialogis. Beragam latar belakang dan ambisi masing-masing kepala menjadi tantangan tersendiri. Lahirnya buku "Ensiklopedi Sekte: Hitam-Putih Aliran dan Gerakan Islam Kontemporer" ini adalah pengecualian. Para penulisnya, yang notabene kalangan santri tradisional, dituntut bersikap obyektif dan dengan kepala dingin saat harus berinteraksi dengan literatur-literatur sekte yang masih eksis dalam Islam. Bagaimanapun gejolak psikologis kerap menghantam, terlebih saat membaca literatur sekte Syiah Isma'iliyah yang agak ekstrim atau bahkan Druze yang 'gelap-gulita' hingga literatur Sunni yang sudah diacak-acak dan menjadi buram.

Namun, Tim Kajian Bindhara berhasil melalui terjalnya tantangan itu. Buku sederhana ini berangkat dari sebuah kegelisahan penulis-penulisnya tentang polemik sekte dan gerakan Islam yang tak berkesudahan dan awamnya kita terhadap kajian yang sejatinya sangat familiar di masa klasik Islam. Buku ini mencoba membahasakan kembali tradisi sarjana-sarjana perbandingan agama dan sekte di masa klasik Islam—semacam As-Syahrastani, Ibn Hazm dan Al-Bagdadi— sehingga lebih akrab di telinga anak zaman. Buku ini dimaksudkan sebagai pintu masuk untuk memahami sekte dan gerakan keislaman yang masih eksis dan berkembang hingga dewasa ini.

11 sekte dan gerakan Islam yang dimuat dalam buku ini bukan sebuah kesimpulan final dan semena-mena, namun atas pertimbangan eksistensi, prestasi (kualitas-kuantitas), dan kematangan konsep atau pergerakannya. Sebagai pintu terbuka, buku ini tak menutup kemungkinan adanya sekte atau pergerakan yang luput dari amatannya. Sementara corak dan identitas yang menonjol dari masing-masing sekte dan pergerakan menjadi pertimbangan menarik lainnya.

DAFTAR ISI

Kata Pengantar... v
Daftar Isi... viii

AHLUSUNAH WALJAMAAH
Menyegarkan Kembali Paham Ahlusunah Waljamaah... 1
• Identifikasi Metodologis Aswaja ... 4
• Keseimbangan Akal dan Teks ... 5
• Takwil dan Tafwidl sebagai Mazhab Salaf ... 7
• Karakter Umum Aswaja ... 9
• Pengkafiran Atas Nama Aswaja ... 12

JAMAAH TABLIGH
Pro-Kontra Paham Jamaah Tabligh ... 17
• Pendiri dan Latar Belakang Jamaah Tabligh ... 22
• Akidah, Pemikiran dan Doktrin-doktrin Jamaah Tabligh... 28
• Bijak Menyikapi Jamaah Tabligh ... 37

SALAFI-WAHABI
Gerakan Pemurnian Akidah Islam... 41
• Sekilas Tentang Pendiri Wahabisme ... 43
• Latar Belakang Kemunculan Gerakan Wahhabi... 46
• Meluruskan Keterpengaruhan Ibnu Abdul Wahhabi oleh Ibnu Taimiyah dan Ahmad bin Hanbal... 49
• Ideologi Monoteisme Wahabi... 51
• Shalat di Kuburan dalam Kaca Mata Wahabi... 55

HIZBUT TAHRIR
Menilik Secercah Pemahaman Hizbut Tahrir ...59
• Hizbut Tahrir Lahir dan Tersebar ... 63
• Khilafah dalam Kaca Mata Hizbut Tahrir ... 70
• Qadla' dan Qadar dalam Perspektif Hizbut Tahrir... 75
• Hizbut Tahrir: Hukum Melihat Gambar Telanjang "Boleh" ... 81

IKHWANUL MUSLIMIN
Moderatisme dan Pembaharuan Islam ... 89
• Menghindari Fanatisme dalam Ideologi... 94
• Misi Rekonsiliasi Politik dan Agama ... 100
• Tensi Politik Era Sayid Qutub ... 104
• Tasawuf Menurut Hasan al-Bana ... 108

SYIAH IMAMIYAH
Sejarah dan Distorsi Ajaran Syiah Imamiyah ... 114
• Sejarah Lahirnya Syiah Imamiyah ... 116
• Imamologi dan Teori Keghaiban ... 120
• Sifat-Sifat Para Imam ... 126
• Respon Sarjana-sarjana Syiah Mengenai Distorsi Alquran... 130
• Epilog... 135

SYIAH ZAIDIYAH
Menelisik Komposisi Syiah Zaidiyah ... 137
• Akar Kemunculan Syiah Zaidiyah ... 142
• Zaidiyah, Sekte Syiah yang Moderat dan Toleran ...144
• Ideologi Zaidiyah, Copy Paste Ideologi Muktazilah... 148
• Meneropong Praktek Syariah Syiah Zaidiyah ... 153
• Perkembangan Syiah Zaidiyah dari Masa ke Masa... 156

SYIAH ISMAILIYAH
Potret Naluri Politik Ismailiyah dan Kepincangan Akidahnya... 162
• Teori Imamologi, Akar Pergolakan Internal Syiah ... 165
• Sekte-Sekte Pecahan Ismailiyah ... 173
• Ajaran Prematur Ismailiyah ... 178

KHAWARIJ
Sisi Moderatisme Khawarij; Ibadiyah Sebagai Model... 183
• Selisik Histori; Kausa Kelahiran dan Invasi Pemikiran... 185
• Praktik Syariat... 190
• Posisi Ibadiyah dalam Teologi... 191
• Imamah dalam Kacamata Ibadiyah ... 194

AHMADIYAH
Koreksi Paham Keislaman Ahmadiyah ... 198
• Sekilas Tentang Pendiri Ahmadiyah ... 201
• Peran Inggris dalam Kesuksesan Dakwah Ahmadiyah... 209
• Eksistensi Nabi Isa Menurut Perspektif Ahmadiyah... 215
• Koreksi Kebenaran Klaim Mirza Ghulam Ahmad Sebagai Nabi... 222
• Hukum Bermakmum Kepada Selain Ahmadiyah ... 231
• Tirai di Balik Penasakhan Jihad dalam Ajaran Ahmadiyah... 233

DRUZE
Identifikasi Identitas Druze Sebagai Sekte Islam... 238
• Negeri Seribu Menara; Cikal Bakal Druze Muda ... 240
• Konsep Hulul dan Pemahaman Druze Seputar Ketuhanan... 244
• Pemahaman Druze Mengenai Para Utusan dan Kitabullah... 246
• Ritual Sekte Druze ... 249

Bibliografi... 253
Biodata Kontributor... 262
Baca Selengkapnya...

Rekam Jejak Radikalisme Salafi Wahabi

Rekam Jejak Radikalisme Salafi Wahabi

Sejarah, Doktrin, dan Akidah

Oleh: Achmad Imron R

Penerbit: Khalista

Harga: Rp. 55.000,-

Tebal : xxvii+303 Hal.

Wahabi atau wahhabiyah merupakan sebutan bagi pengikut paham Muhammad bin Abdil Wahhab. Sekilas gerakan puritan yang belakangan akrab disebut Salafi Wahabi ini terlihat paling Islam, paling ahli mengafirkan sesama muslim, paling bertauhid dan seterusnya. Namun dibalik itu, doktrin dan ajarannya sangat berbahaya dan harus dijauhi umat Islam. Sejak awal kemunculannya sampai sekarang, sekte Wahabi selalu mengalami pertentangan dengan mayoritas kaum muslimin yang sejak dulu berpaham Ahlussunnah wal Jama'ah.

Dalam konteks ini, buku Rekam Jejak Radikalisme Salafi Wahabi hadir menguak sejarah, doktrin, dan akidah Wahabi yang destruktif, kerap menyulut konflik dan perpecahan. Secara sistematis buku ini membahas Sejarah Radikalisme Wahabi, Wahabi Tanduk Setan dari Timur, Doktrin Wahabi Penyulut Konflik Umat Islam, Tauhid Rububiyah-Uluhiyah Wahabi, Akidah Tajsim Wahabi, dan Kontradiksi Akidah Wahabi. Datanya pun sangat valid dan lengkap disertai scan referensi-referensi utama wahabi, serta diurai secara sistematis dan ilmiah.

Dengan membacanya kaum muslimin dapat lebih memahami dan mewaspadai doktrin-doktrin menyimpang yang disebarluaskan Salafi Wahabi, sehingga tidak terjebak dalam berbagai propagandanya yang selalu mengatasnamakan Islam.

DAFTAR ISI

Sampaikan Keburukan Mereka iii
Pengantar Penulis vii
Daftar Isi xiii

BAB I
Sejarah Kelam Wahabi 1
1. Penentangan Keluarga 2
a. Penentangan Syaikh Abdul Wahhab
b. Penentangan Syaikh Sulaiman bin Abdil Wahhab 6
2. Wahabi Mengingkari Kitab Bantahan Syaikh Sulaiman 6
3. Propaganda Pertobatan Syaikh Sulaiman 10
4. Kualitas Ilmiah Muhammad bin Abdil Wahhab di Mata Syaikh Sulaiman 12
5. Wahabi Vs. Kaum Muslimin
a. Penentangan Muhammad bin Abdil Wahhab Terhadap Akidah Penduduk Najd dan Mayoritas Kaum Muslimin 13
b. Kondisi Umat Islam Sebelum Dakwah Muhammad bin Abdil Wahhab 15
c. Penyesatan Kaum Muslimin di Seluruh Negeri 17
d. Mengafirkan Seluruh Kaum Muslimin Tanpa Terkecuali 23
6. Pembongkaran Kubah Makam Pertama atas Gagasan dan Perintah Muhammad bin Abdil Wahhab 24
7. Isu Pembongkaran Masjid Nabi SAW 25
8. Kecaman Ulama dan Kaum Muslimin atas Kekejian Muhammad bin Abdil Wahhab 27
9. Pertobatan Utsman bin Mu'ammir dari Paham Wahabi 28
10. Pembunuhan Utsman bin Mu'ammir 30
11. Peperangan Syaikh Muhammmad dan Raja Saud Vs. Kaum Muslimin 31
a. Penyerangan Riyadh dan Beberapa Daerah di Jazirah Arab 32
b. Syaikh Sulaiman Memperingatkan Saudaranya 33
c. Membunuh dan Merampas Harta Kaum Muslimin 35
d. Merusak Ladang Perkebunan Kaum Muslimin 36
e. Penyerangan Riyadh kedua 36
f. Merampas Hewan Peliharaan dan Perkakas Rumah 37
g. Wahabi Mencegah Haji 37
h. Kesengsaraan Penduduk Makkah al-Musyarrafah 38
i. Kekejaman Wahabi Terhadap Penduduk Madinah 39
j. Kekejaman Wahabi di Karbala 40
k. Kekejaman Wahabi di Makkah Kesekian Kalinya 42
1. Kekejaman Saud di Ahsa 42
12. Laqab Wahabi-Wahhabiyah 45
a. Testimoni Syaikh Ibn Baz 47
b. Testimoni Syaikh Ahmad bin Hajar Aal Abu Thami 48
13. Bantahan Ahlussunnah wal Jamaah Terhadap Wahabi 49

BAB II
Wahabi Tanduk Setan dari Timur 67
1. Hadits-hadits Shahih tentang Fitnah dan Tanduk Setan 67
2. Najd Menurut Bahasa 70
3. Najd Menurut Istilah 73
4. Letak Najd Menurut Ilmu Geografi 75
5. Letak Najd Menurut Hadits-hadits Nabi SAW 77
Keterangan Tambahan 81
6. Benarkah Najd yang Dimaksud adalah Irak? 88
7. Testimoni Ulama Wahabi: Arah Timur yang Dimaksud Nabi SAW Mencakup Najd Arab Saudi 101
a. Testimoni Anggota Tetap Komisi Fatwa Arab Saudi 101
b. Testimoni Utsman bin Bisyr 102
c. Testimoni Ibn Taimiyah 102
8. Sifat dan Karakteristik Fitnah Tanduk Setan 107
a. Sifat dan Karakter Tanduk Setan 107
b. Fitnah Tanduk Setan 128

BAB III
Doktrin Wahabi; Penyulut Konflik Umat Islam 143
1. Doktrin Kesesatan Tawassul 143
a. Mensyirikkan Orang yang Bertawassul kepada Nabi atau Wali yang Sudah Wafat 143
b. Mewajibkan Memerangi Orang yang Bertawassul kepada Nabi atau Wali yang Sudah Wafat 152
c. Mengafirkan Orang yang Bertawassul dengan Nabi atau Orang Saleh yang Sudah Wafat Serta Menghalalkan Harta dan Darahnya 157
d. Memurtadkan Orang yang Bertawassul dengan Nabi atau Orang Saleh yang Sudah Wafat dan Menganggapnya Masuk Neraka Selama-lamanya 162
e. Menganggap Abu Lahab dan Abu Jahl lebih Bertauhid dan Beriman daripada Orang yang Bertawassul dengan Nabi atau Wali yang Sudah Wafat 165
2. Doktrin Kesesatan Bid'ah 169
a. Dalil at-Tark 169
b. Kerancuan Pemahaman Wahabi tentang Bid'ah 173
c. Doa Khataman Al-Qur'an dalam Shalat 175
3. Memperuncing Masalah Khilafiyah 179
a. Perbedaan Pendapat Ulama Madzhab 186
b. Mengharamkan Shalat di Kuburan atau Masjid yang Ada Kuburannya 189
4. Doktrin Kesesatan Ta'wil 207
5. Doktrin Tajsim; Meyakini Allah Punya Anggota Tubuh 225

BAB IV
Tauhid Uluhiyah-Rububiyah Wahabi 235
1. Bid'ah Tauhid Rububiyah dan Uluhiyah 236
2. Runtuhnya Pembagian Tauhid Rububiyah- Uluhiyah 238
3. Pengakuan Kaum Musyrikin atas Sebagian Rububiyah Allah 240
4. Kesimpulan 242

BABV
Akidah Tajsim Wahabi 243
1. Akidah Tajsim Wahabi 243
2. Istiwa' Allah 255
a. Istiwa' Allah Versi Wahabi 255
b. Istiwa' Allah Menurut Imam Madzhab Empat 257
c. Istiwa' Allah Menurut Ulama Ahlussunnah Lainnya 260

BAB VI
Kontradiksi Akidah Wahabi 265
1. Kontradiksi Memaknai Istiwa' dengan Makna Duduk 268
2. Kontradiksi Memaknai Istiwa' dengan Bersemayam 271
3. Kontradiksi tentang Kursi Tempat Kedua Telapak Kaki Allah 275
4. Kontradiksi tentang Rupa Allah Seperti Rupa Manusia 278
5. Kontradiksi tentang Bayangan Allah 282
6. Kontradiksi tentang Tangan Kiri Allah 284
7. Kontradiksi tentang Batasan bagi Allah 286
8. Kontradiksi tentang Sifat Gerak Allah 287
9. Kontradiksi tentang Jumlah Jari Allah 291
10. Kontradiksi tentang Penisbatan Tempat bagi Allah 293
Daftar Pustaka 297
Biografi Penulis 303

Baca Selengkapnya...

Memperkokoh Aqidah Islamiyah Dalam Perspektif Ahlussunnah Waljamaah

Memperkokoh Aqidah Islamiyah Dalam Perspektif Ahlussunnah Waljamaah

Terjemah dari kitab al-Hushuunul Hamidiyyah Lil Muhaafadhah Alal 'Aqaid Al Islaamiyyah

Penterjemah: KH. Abdullah Zakiy Al Kaaf

Penerbit: Pustaka Setia

Harga: Rp. 20.000,-

Kitab ini memuat ketetapan-ketetapan 'Akidah Islam dengan bukti-bukti yang sesuai dengan akal dan dapat menjamin untuk menolak syubhat yang dicetuskan oleh para filosof baru serta memperbaiki kesalahan-kesalahan yang membahayakan Akidah disertai dengan keterangan yang menarik hati bagi para pemuda Islam untuk mencintai agama yang jelas; dan menjadikan rasa rindu kepada Nabi Muhammad SAW. Baca Selengkapnya...

Permata Ilmu Tauhid

Permata Ilmu Tauhid

Mendalami Iktikad Ahlusunnah Wal-Jamaah

terjemah dari Kitab Jauharut Tauhid karya Syaikh Ibrahim Al Laqqani

penterjemah: Tgh. Mujiburrahman

penerbit: Mutiara Ilmu

Harga: Rp. 50.000,-

Tebal: xxiv + 396 Hal.

Kitab Nadzam atau syair bernama Jauharut tauhid karangan Syaikh Ibrahim al-Laqqani yang membahasa banyak sekali perkara ilmu tauhid ini dapat membuka kesadaran kita bahwa masih terlalu banyak hal-hal yang belum kita ketahui terkait dengan masalah-masalah tauhid, khususnya masalah tauhid yang menjadi iktikad Ahlusunnah wal-jamaah. Baca Selengkapnya...

Dibalik Ketajaman Mata Hati

Dibalik Ketajaman Mata Hati

Terjemah Ringkas Kitab Mukasyafatul Qulub karya Imam Ghazali

Penterjemah: Mahfudli Sahli

Penerbit: Pustaka Amani

Harga: Rp. 50.000,-

Tebal: xii + 534 Hal.

Buku ini adalah terjemahan ringkas dari kitab Mukasyafatul Qulub yang terdiri dari Bagian Pertama yaitu tentang Takut sampai dengan Tercelanya Dunia. Kemudian bagian kedua, Bab Keutamaan sedekah sampai tamat.

Kitab ini terdiri dari 111 bab. Pada buku ini baru Bab 1 sampai Bab 32. untuk Bab selanjutnya akan dimuat dalam buku berikutnya.

Baca Selengkapnya...

Keutamaan Umat Muhammad

Keutamaan Umat Muhammad

Terjemah Kitab Syaraful Ummatil Muhammadiyah

Karya Muhammad bin Alwi Al Maliki Al Hasani

Penterjemah: Ust. Bughawi

Penerbit : Bintang Terang Jakarta

Harga: Rp. 45.000,-

Tebal : xiv + 601 Hal

Sesungguhnya Allah SWT memberi keistimewaan kepada umat Muhammad SAW dengan beberapa ketentuan dan keistimewaan. Antara lain, keistimewaan itu hanya dimiliki oleh mereka saja dan tidak dapat dibandingi oleh siapapun, dan ada pula keistimewaan itu dimiliki umat yang lain, tetapi keistimewaan umat Muhammad SAW lebih cukup dan sempurna.

Kitab ini berisi dua hal tersebut dengan maksud mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mengajak kaum muslimin untuk menambah dan meningkatkan amal saleh.

Baca Selengkapnya...

11 March 2014

Dalil-Dalil Praktis AMALIAH NAHDLIYAH

Dalil-Dalil Praktis AMALIAH NAHDLIYAH

Ayat dan Hadist Pilihan Seputar Amaliah Warga NU

(Terjemah Kitab Al-Moqthatofat Li Ahlil Bidayat Karya KH. Marzuqi Mustamar)

Penterjemah: Muhammad Ma'ruf Khozin

Penerbit: Muara Progresif

Harga: Rp. 50.000,-

Keraguan dalam agama adalah musibah terbesar dalam hidup. Ironisnya musibah ini belakangan kerap melanda umat islam di negeri ini, khususnya warga Nahdlatul Ulama. Salah satu penyebabnya adalah merebaknya beberapa firqah atau kelompok yang terus saja menggugat keabsahan amaliah warga NU.

Akibatnya, umat menjadi bingung. Masyarakat awam yang ilmunya terbatas dan lemah dalam berargumentasi sangat membutuhkan pencerahan. Karena itu, upaya untuk meringankan atau bahkan menghindarkan umat dari musibah besar ini sangat dibutuhkan. Salah satunya dilakukan dengan menghimpun dalil-dalil pilihan ini, yang terdiri beberapa ayat al-Qur'an, Hadist dan pendapat para ulama.

Buku ini merupakan kebutuhan primer sebagai bekal menghadapi "propaganda" yang menggoyahkan keyakinan terhadap amaliah dan akidah Ahlussunnah Waljama'ah an-Nahdliyah. Dilengkapi pula dengan karya Hadratus Syaikh Muhammad Hasyim Asy'ari:
- Muqaddimah Qanun Asasi
- Mukhtashar Risalah Ahlussunnah Waljama'ah

Pengantar Penterjemah:

Terjemahan saya ini berasal dari sebuah kitab berbahasa Arab yang menghimpun banyak hadits secara tematik berkaitan dengan dalil-dalil amaliah, fiqhiah, i'tiqadiah, bahkan beberapa hal yang berkaitan dengan organisasi NU. Kitab ini ditulis oleh KH. Marzuqi Mustamar yang saat ini menjadi salah satu Wakil Rais Syuriah PWNU Jawa Timur dan Ketua PCNU Kota Malang.

Kiprah beliau sebagai Kiai yang ahli dan spesialis "Pembela Aswaja" sudah sangat jelas terlihat dari kitab beliau ini dan dalam banyak ceramah-ceramah beliau. Bahkan jika mengamati lebih jauh, beliau telah menjadi "sosok ideolog" di bidang Aswaja dan ke-NU-an, selevel dengan KH. Muhyiddin Abdushshomad (Jember), dan di bidang ini pula saat ini beliau menjadi Dewan Pakar di Aswaja NU Center Jawa Timur.

Sesuai yang beliau sampaikan dalam mukaddimahnya, bahwa kitab ini merupakan kebutuhan primer sebagai bekal menghadapi "propaganda" yang menggoyahkan keyakinan terhadap amaliah dan akidah Aswaja. Padahal sebenarnya itu sudah berlangsung ribuan tahun dan dilakukan oleh mayoritas umat Islam di dunia. Maka yang banyak beliau cantumkan di kitab ini adalah ratusan hadits yang dilengkapi dengan perawi haditsnya, bahkan kebanyakan telah disertai derajat haditsnya, baik yang shahih, hasan maupun dlaif. Ketika saya mendapat kitab ini, maka saya teringat perkataan imam kita:
As-Syafi'i berkata: "Jika aku melihat seorang yang ahli hadits, maka aku seolah melihat seorang sahabat Rasulullah Saw." [Ibnu Muflih al-Hanbali, al-Adab asy-Syar'iyah, 1/286)

Saya juga teringat dengan perkataan teman karib saya, Mas Teguh Rachmanto [Wakil Sekretaris PCNU Surabaya), yang pernah membacakan sebuah buku laporan dari intelijen Amerika. Di dalamnya dikisahkan bahwa ketika melihat dinamika yang terjadi saat ini, orang Barat berpandangan sedang terjadi "Hadits War" (perang hadits dalam berhujjah) dalam dunia Islam. Maka, agar kita tidak kalah, dalam kitab inilah kita temukan hujjah-hujjahnya. Hujjah-hujjah yang akurat dapat memantabkan para jamaah dan menggoyahkan lawan. (Tafsir Ar-Razi, An-Nahl: 125)

Dalam menerjemahkan buku ini, saya telah berusaha keras memahaminya dan merujuk kepada kitab-kitab Syarah Hadits seperti Fath al-Bari (karya al-Hafidz Ibnu Hajar), Syarah Muslim (karya Imam an-Nawawi), Faidl al-Qadir (karya al-Hafidz al-Munawi), dan sebagainya Pada akhirnya, saya menyadari bahwa saya bukanlah orang yang terbaik untuk menerjemahkan kitab besar ini. Semoga kelemahan saya tidak mengurangi kebesaran kitab al-Muqtathafat ini. Amin

DAFTAR ISI

Mukaddimah iv
Pengantar penerjemah vi
Daftarisi viii

Bab I
Keutamaan Al-Qur'an, Surat-Surat dan Ayat-Ayat Tertentu 1
1. Pentingnya Menghafal Al-Qur'an atau Sebagiannya dan Keutamaannya yang Besar 3
2. Keutamaan Mendengarkan Al-Qur'an dan Mengeraskan Bacaan untuk Diperdengarkan dan Bolehnya Melagukan Al-Qur'an 3
3. Bolehnya Membaca Sebagian Ayat atau Surat Pilihan yang Tertentu dan Faidahnya 4
4. Anjuran Membaca Ayat Kursi dan Surat al-Ikhlas, Surat al-Falaq dan Surat an-Nas Setelah Shalat Fardlu 9
5. Anjuran Membaca Surat al-Ikhlas, Surat al-Falaq dan Surat an-Nas 7 Kali Setelah Shalat Jum'at 10
6. Bolehnya Menghadiahkan Bacaan Al-Qur'an untuk Mayit 11

Bab II
Shalawat 14
1. Keutamaan Bershalawat Kepada Nabi Saw 14
2. Anjuran Memperbanyak Shalawat Kepada Nabi Saw, Khususnya Di Hari Jum'at dan Malamnya 15
3. Anjuran Membaca Hamdalah dan Shalawat Nabi Sebelum Doa 16
4. Keutamaan Majelis Shalawat Nabi Saw 17

Bab III
Macam-macam Dzikir 19

Bab IV
Macam-macam Doa 31
1. Kumpulan Doa yang Bersumber Dari Nabi Saw 31
2. Bolehnya Doa Penyembuhan (Ruqyah) 57
3. Kesunnahan Mengangkat Kedua Tangan Dalam Doa 61

Bab V
Keutamaan Majelis Dzikir, Doa, Membaca Al-Qur'an dan Shalawat Kepada Nabi Saw 64

Bab VI
Tawasul dan Mencari Berkah 76

Bab VII
Amal Ibadah, Dzikir dan Doa untuk Orang Lain Akan Berguna, Baik Hidup atau Mati 86

Bab VIII
Beberapa Hadits yang Diperselisihkan seputar Wudlu, Shalat, Ramadlan dan Amaliah lainnya 99
1. Menyentuh Wanita Bukan Mahram 99
2. Hukum Air Musta'mal dan Air Kurang 2 Qullah 100
3. Kesunnahan Membasuh atau Mengusap Anggota Wudlu 3 Kali-3 Kali dan Mengusap 2 Telinga dengan Air yang Baru 103
4. Batalnya Wudlu Akibat Memegang Dzakar, Kemaluan atau Dubur 104
5. Tidak Boleh Memegang Al-Qur'an Kecuali Suci dan Orang Junub atau Haid Tidak Boleh Membaca Al-Qur'an 106
6. Kesunnahan Doa Setelah Adzan dan Sebelum Iqamat 107
7. Dalil wajibnya al-Fatihah dengan Basmalah dalam Shalat secara keras dan lirih di masing-masing waktunya 108
8. Kesunnahan Qunut Shalat Subuh dan Witir Setelah Bagian Kedua Bulan Ramadhan Ill
9. Dalil Mengangkat Telunjuk Ke Arah Kiblat Saat Tasyahhud dan Tidak Menggerakkannya 114
10. Dalil Bahwa Shalat Wanita Berbeda dengan Laki-Laki 115
11. Dalil Wirid (Dzikir) Setelah Shalat Wajib dengan Suara Keras 116
12. Dalil Wiridan Menggunakan Jari, Kerikil, Batu Kecil atau Tasbih 116
13. Kesunnahan Shalat Sebelum Jum'at dan Sesudahnya, Sebelum Ashar, Maghrib dan Isyak 118
14. Kesunnahan Berjama'ah dalam Tarawih dan Witir di Ramadlan serta Dalil Jumlah Tarawih 20 Rakaat 119
15. Disyariatkannya Mengqadla' Shalat yang Ditinggalkan 123
16. Memulai Ramadlan, Penetapan Awal Syawal dengan Rukyatul Hilal atau Menyempurnakan 30 Hari 126
17. Bolehnya Puasa Sunnah Di Hari dan Bulan Apapun, dan Bukan Bid'ah 127
18. Keutamaan Puasa di Bulan-bulan Mulia (Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab), dan Bukan Bid'ah 128
19. Disyariatkannya Memegang Tongkat Bagi Khotib 128
20. Dalil Keutamaan Peringatan Maulid Nabi Saw 130
21. Hadits-Hadits Tentang Haul 131
22. Disyariatkannya Ziarah Kubur 134
23. Wanita Ziarah Kubur 138
24. Dalil Talqin Mayit Setelah Dimakamkan 140
25. Telonan atau Tradisi Masyarakat dalam Mendoakan Janin Sebelum Ditiupkannya Ruh 141
26. Hadits-hadits dan Kaedah yang Harus Diketahui 142

Bab IX
Mukaddimah Qanun Asasi NU 148
1. 40 Hadits Yang Berkaitan Dengan Permulaan Nahdlatul Ulama (Oleh Hadratus Syaikh Muhammad Hasyim Asy'ari) 169
2. Ringkasan Kitab Risalah Ahlisunnah wal Jama'ah (Karya Hadlratus Syaikh Muhammad Hasyim Asy'ari) 179
3. Kewajiban Taqlid (Bermadzhab) 183
4. Sampainya Pahala untuk Mayit (Berdasarkan Dalil Al-Qur'an, Hadits dan Pendapat Ulama) 184
- Dalil-dalil dari Al-Qur'an 184
- Dalil-dalil Hadits 186
- Pendapat Para Ulama 190
5. Kesimpulan Pembahasan Tradisi Tahlilan 198
6. Kebangsaan 199
7. Pentingnya Memakmurkan Masjid NU 200

Bab X
Ketentuan yang Berkaitan dengan Akidah 215
1. Sifat-Sifat Dan Nama-Nama Allah 215
2. Mudah Menuduh Kafir 215
3. Pelaku Dosa Besar 217
4. Memahami Ayat Muhkamat dan Mutasyabihat 223

Daftar Pustaka 226
Profil Penulis 228

Baca Selengkapnya...

25 February 2014

Kisah - Kisah Teladan Sepanjang Masa

Kisah - Kisah Teladan Sepanjang Masa

(Disarikan dari Kitab MI-ATU QISHATIN WA QISHAH FII ANIISISH SHALIHIINA WA SAMIIRIL MUTTAQIIN)

Pengalih Bahasa: Habib Abdullah Zakiy Al-Kaff

Penerbit: Raudhatul Afhaam

Harga: Rp. 35.000,-

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga tetap tercurah selalu kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW., keluarga dan sahabatnya.

Buku yang berada di hadapan pembaca merupakan saduran dari kitab "MI-ATU QISHATIN WA QISHAH FII ANIISISH SHALIHIINA WA SAMIIRIL MUTTAQIIN" dan buku ini untuk kami serahkan penilaian terhadap pembaca yang budiman.

Perlu kami sampaikan bahwa tujuan penulisan buku ini tak lepas dari firman Allah SWT. yang artinya: "sesungguhnya pada kisah mereka terdapat pengajaran bagi orang yang mempunyai akal." (Q.S.Yusuf [12]: 111)

Mudah-mudahan buku ini bermanfaat bagi kita semua. Wabillahi taufiq wal hidayah.

Baca Selengkapnya...

23 February 2014

Majelisnya Pecinta Ulama & Habaib

Majelisnya Pecinta Ulama & Habaib

Oleh: Muhsin Basyaiban & Sya'roni As-Samfuriy

Penerbit: Layar Publishing

Harga: 45.000,-

Dengan lantaran membaca, meneliti serta mengambil ibrah dari pada kisah-kisah kaum shalihin, hal itu bisa memberikan perubahan yang ada pada diri kita. Inilah yang dimaksud rahmat (baca:adanya perubahan). Seandainya saja, kita tidak duduk {majalis) bersama orang yang beruntung (orang-orang shaleh), tidak pernah pula melihat wajahnya, dan juga tidak pernah membaca kisah-kisah akhlak wal adab orang yang beruntung. Lantas, bagaimana kita akan menjadi orang yang beruntung?
Berkata al-Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf, "Aku teringat pada suatu kalam seorang shaleh yang mengatakan: Tidak ada yang menyebabkan manusia rugi, kecuali keengganan mereka mengkaji buku-buku sejarah kaum shalihin dan berkiblat pada buku-buku modern dengan pola pikir moderat."

Buku ini hadir di tangan pembaca, tiada lain adalah untuk mengenang jasa-jasa mereka, mengambil hikmah dan himmah yang sejatinya bisa kita terapkan dalam kehidupan ini. Dengan jerih payah dakwah mereka; menghidupkan majelis-majelis dzikir, majelis-majelis ilmu dan senantiasa mensyiarkan panji-panji Islam dimanapun keberadaan mereka. Sehingga, kita pun bisa mencicipi manis buahnya dakwah mereka; menghadiri majelis-majelis mereka, bahkan menikmati jamuan hidangan mereka, para auliya' ad da'ie ilallah.

Dengan demikian, hemat kami adalah sesuatu yang mulia bisa menghimpun dan menyusun kisah-kisah mereka, qaulu hikmah, dan juga mengangkat akhlak wal adab mereka. Semoga buku ini memberikan manfaat dan membawa keberkahan bagi penyusun serta para pembaca fid Din wad Dunya wal Akhirah. Amin, ya Rabbal 'Alamin.

DAFTAR ISI

Pengantar Penyusun
Kalam Hikmah Guru Mulia al-Habib Umar bin Hafidz
Teladan Bagi Para Tokoh
Cermin Ketawadhu'an Seorang Kyai
Mbah Hasyim dan Mbah Dahlan
Cara Sesepuh Menghormati dan Menanamkan Nasionalisme
Kyai Sholeh Darat dan RA. Kartini
Beginlah Akhlak Nabi, Didzalimi Membalas Menyayangi
Bau Surga telah Tercium sebelum Kewafatannya
Sekilas tentang Syeikh al-Bouthiy
Golongan Pemerintah atau Oposisi?
Komentar Para Ulama atas Syahidnya Syeikh al-Bouthiy
Kemuliaan Akhlak Syeikh al-Bouthiy
Kenangan Manis Bersama Guru Besar
Mengaji kepada Habib Jindan bin Novel
Mutiara Nasehat Hadbratus Syeikh KH. M. Hasyim Asy'ari
Usawah Hasanah Si Mbah Kyai Hamid Pasuruan
Semulia-mulia Karamah adalah Istiqamah
Ulama Nasionalis yang Sulit Dicari Padanannya Saat Ini
Sekilas tentang al-Habib Luthfi bin Yahya
Memudarnya Nasionalisme
NKRI Harga Mati
Ternyata Santri Pendiri Nahdlatul Watban adalah Para Jin
Allah Bayar Tunai Satu Sarung dengan Satu Truk Sarung
Do'a Mbah Kholil Bangkalan
Guruku adalah Sang Pewaris Tahta Rasulullah
Akhlak Syeikh Ahmad Thayyib, "Grand Syeikh al-Azhar"
Seorang Syeikh yang Zuhud
Sosoknya yang Penyayang
Pemimpin yang Pengertian
Inilah Fakta-fakta Keteladan Syeikh Thayyib
Berbeda Tak Harus Bermusuhan
Abah Sagaf, "Sosok 'Alim dan 'Arif'
Akhlak Gus Najih Maimoen yang Patut Ditiru
Wujud Kecintaan terhadap Ilmu dan Ahli Ilmu
Sosok Teladah Da'i Masa Kini
Mengenal Lebih Dekat al-Habib Ali al-Jufriy
Pendidikan dan Guru-guru Habib Ali al-Jufriy
Dakwah al-Habib Ali al-Jufriy
Tragedi Kartun Nabi
Terjalinnya Silaturahim dan Bersatu dalam Mahabbah
Kisah 3 Preman Bertaubat di Tangan Gus Miek
Kisah Pemabuk yang Bertaubat Berkat "Keramat"
Kisah Penjual Halwa
Mahallul Qiyam
Kelakuan Nyeleneh Seorang Wali Bill
Perbedaan Bukan Sesuatu yang Menakutkan
lieda Dahulu dan Sekarang
Memajang Foto Orang Alim dapat Mengusir Setan
Darakaah Yaa Ahlal Madiinah, Yaa Tariim Wa Ahlahaa
Pesan Seorang Mualaf Amerika untuk Indonesia
Gus Dur, Guruku
Tak Peduli dengan Gengsi
Gus Dur dan Hafalan al-Qur'annya
Kenangan yang tidak akan Terlupa
Jejak Kewalian Gus Dur
Yaa Habibana Mundzir
Karomah al-Habib Mundzir al-Musawa
Sepucuk Surat untuk Habibana
Kutitipkan Dakwah Sang Nabi saw. pada Kalian
Gubahan Syair Guru Mulia untuk Habibana

Daftar Pustaka

Baca Selengkapnya...

Menjawab Problematika Fiqh Keseharian

Menjawab Problematika Fiqh Keseharian

Oleh: Cicit KH. Husnan & Izet

Penerbit: Parasrasa

Harga: Rp.85.000,-

Buku ini membahas banyak hal seputar kehidupan kita sehari-hari. Ditulis dengan singkat, padat dan lugas. Disampaikan dengan cara yang menarik. yaitu dengan metode tanya-jawab sehingga pembaca dapat segera mendapatkan solusi atas persoalan yang ia hadapi. Selain jawaban yang diberikan, penulis juga menawarkan pendapat-pendapat lain dari para ulama sehingga memperkaya khazanah ilmu yang terkandung dalam buku ini. Dan jawaban-jawaban itu semua masih dalam corridor madzhab ahlussunnah wal jama'ah dengan berbagai buku rujukan yang tidak asing bagi kalangan santri di Indonesia.
Habib Husein Anis Habsyi

Selaku ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama' Kabupaten Boyolali, saya menyambut gembira dengan terbitnya buku "Menjawab Problematika Fiqh Keseharian" yang didalamnya penulis menyusun secara rinci tentang "Ubudiyyah yang diawali tentang masalah Thaharah sampai masalah 'Aqiqah dan Qurban.
Penulis merancang dengan sistem Tanya Jawab (Bahtsul Masa'il) sehingga pembaca dengan sangat mudah memahami dan mendapatkan gambaran tentang segala aktivitas kegiatan sehari-hari yang pernah dilakukan atau pernah melihat kejadian yang dialami kebanyakan orang dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua PCNU Boyolali
Drs. H. Muhdi Zamru, MAg.

Buku "Menjawab Problematika Fiqh Keseharian" menjadi penting dalam suasana saat ini. Buku ini menjawab berbagai permasalahan mendasar yang langsung bersentuhan dengan aktivitas sehari-hari masyarakat. Mulai dari permasalahan bersuci, shalat, dll.
Rustam Ibrahim, S.Pd.l. M.Si

DAFTAR ISI

Seputar Masalah Thoharoh (bersuci)

1. Air hasil saringan dari tempat comberan
2. Status kejernian air keruh karena di obati
3. Mencuci gelas & piring direndam dalam air bak
4. Perubahan air akibat alat cosmetic
5. Setatus air qullah yang berubah sebab bangkai ikan
6. Najis yang mengalir di tempat saluran air
7. Batasan Mujawir dan Mukholith
8. Mandi dan mencuci disungai yang ada kotoran manusia
9. Status air kolam yang berubah warnanya
10. Alasan tidak boleh bersuci dengan air musta'mal
11. Syarat-syarat air bisa menjadi musta'mal
12. Status buih atau busa air kencing
13. Percikan air sebab kejatuhan najis
14. Perubahan air sebab tercampuri perkara suci dan najis
15. Air jeding kobok berubah
16. Perubahan yang bisa menghilangkan Merk kesucian air
17. Perubahan air sebab debu musta'mal
18. Perubahan air sumur yang bersebelahan dengan WC
19. Air berubah karena sering digunakan
20. Air musta'mal boleh digunakan bersuci, menurut
21. Status air Aquarium
22. Setatus air bekas cucian gigi berdarah
23. Perubahan air sebab dedaunan dan buah-buahan

Seputar permasalahan Wudlu

1. Pahala kesunahan wudlu harus diniati
2. Niat wudlu disertai dengan niat Tabarrud (menyejukkan diri)
3. Dilema wudlu dipancuran
4. Wudlu karena Ihtiyath & niatnya di Ta'liq
5. Mengembalikan bekas air kumur ke-dalam Qullah
6. Cara tatslits mengusap sebagian kepala yang benar
7. Tatslitsnya orang yang wudlu dengan cara menyelam
8. Menyentuh kulit tembelan dari lawan jenis
9. Keutamaan melaksanakan wudlu
10. Hikmah di balik melaksanakan kesunahan dalam wudlu
11. Mengulang-ulang niat wudlu
12. Niat lain ketika melaksanakan kesunahan dalam wudlu
13. Berd'oa di kamar mandi pada saat wudlu
14. Permasalahan Taj-didul wudlu
15. Keluar kebasah-basahan pada dzakar (kemaluan)
16. Perbedaan Junun, Ighma', Sakrun, dan Tidur
17. Batas waktu disunnahkan sholat sukrul wudlu
18. Celak mata terkait penghalang sampainya air pada kulit
19. Minyak & Tinta yang mengenai kulit
20. Wudlunya Dâimul hadats yang menjadi khotib jum'at
21. Kotoran di bawah kuku
22. Wudlu dengan es batu
23. Standarisasi usia yang membalkan wudlu
24. Persentuhan yang tidak disengaja dan wudlunya orang yang disentuh
25. Wudlunya tukang sablon
26. Darah dalam mata
27. Kotoran belek terkait dengan wudlu
28. Tatslits (meniga kalikan basuhan) tangan dengan cara selang-seling
29. Maksud Mahrom yang tidak membatalkan wudlu
30. Tidurnya orang yang kurus & gemuk dengan cara duduk
31. Tidur tapi ragu menetapkan pantatnya atau tidak
32. Hilang akal sebab pingsan, sebab dibentak, atau kena sihir
33. Batas kelamin laki-laki & wanita yang bisa membatalkan wudlu
34. Menyentuh Al-Qur'an dalam Hp, Computer dll
35. Status wudlunya wanita keputihan
36. Batalnya wudlu karena disentuh
37. Meminta Pertolongan orang lain ketika Wudlu.
38. Orang berhadats menulis Al-Qur'an
39. Menyentuh Al-Qur'an yang ditulis latin bagi orang hadats
40. Menyentuh Al-Qur'an dengan alas tangan
41. Guru ketika mengajar Al-Qur'an tidak bisa melanggengkan wudlu

Seputar permasalahan Bersiwak

1. Lima hukum bersiwakan
2. Letak kesunahan bersiwak dalam wudlu
3. Sikat dan permen karet bisa mengganti siwakan
4. Cairan pembersih mulut
5. Menggosok gigi setelah bangun tidur
6. Menghilangkan bau mulut dengan jari tangan
7. Keharusan berniat ketika bersiwak
8. Keutamaan bersiwakan
9. Bersiwak bisa menjadi tameng segala penyakit, kecuali mati

Seputar permasalahan Tayamum

1. Taraf Udzur atau Masyaqqoh dalam tayamum
2. Tayamum bagi orang yang ragu terhadap sakit yang diderita
3. Tajdid dalam tayamum
4. Mandi wajib & sunah diganti dengan satu kali tayamum
5. Usapan yang sudah di angkat dibuat mengusap kembali
6. Tata cara niat tayamum sebagai pengganti mandi ihrôm
7. Menjama' sholat dengan satu kali tayamum
8. Sholat fardlu & sholat 'Iâdah dengan satu tayamum
9. Pasien dirumah sakit bertayamum ditempat tidurnya
10. Satu tempat dibuat tayamum orang bayak
11. Antrian mengambil air yang memperbolehkan tayamum
12. Waktu tayamum untuk sholat qodlo'
13. Tayamum, tidak wajib ijtihad arah Qiblat
14. Tayamum karena kedinginan
15. Tayamum karena air dibuat persediaan masa depan
16. Meniga kalikan usapan dalam tayamum
17. Tayamum dengan debu yang dibasuh dengan air Musta'mal
18. Tayamum dengan debu yang dibakar
19. Tayamum dengan debu masjid
20. Tayamumnya orang terbakar
21. Tayamumnya orang yang masih terdapat najis di badannya
22. Kewajiban mengusap unjung pelupuk mata
23. Tayamum untuk khutbah dan shalat jum’at
24. Tamumnya orang yang tangannya terdapat luka
25. Kewajiban melepas cincin ketika tayamum
26. Qadlâ’ sholat bagi orang yang diperban
27. Perban secara syar'i

Seputar permasalahan Istinja'

1. Membiarkan anaknya kencing & berak menghadap qiblat
2. Maksud menghadap & membelakangi kiblat yang diharamkan
3. Kebiasaan berak di aliran (selokan) air dengan menghadap kiblat
4. Satir bagi orang yang buang hajat dengan berdiri
5. Membuat satir dengan gunduan tanah (jurang/galengan-jawa)
6. Satir dengan pantat (bokong) sendiri
7. Kencing dan berak di areal pekuburan
8. Istinja' bagi penderita penyakit Wasir (Ambien)
9. Orang tua mengistinja'i anak kecil dengan potongan kain
10. Istinja'nya seseorang yang duburnya ditumbuhi rambut
11. Keluar air kencing setelah usapan dua kali
12. Istinja' bagi orang yang diare (mencret-jawa)
13. Bekas kotoran istinjak menyebar karena air keringat
14. Istinjak dengan kertas Tisu
15. Kreteria barang yang boleh dibuat alat istinja'
16. Hikmah dan rahasia yang harus dihindari di saat berak
17. Istinja' dengan cara mengoleskan penisnya dipagar tembok
18. Buang hajat sambil membaca koran
19. Cincin bertuliskan lafadz jalalah
20. Ber-istinjak mencebur kedalam air
21. Istinja' dengan tangan yang membetuk lafadz jalalah

Seputar (Mandi, haid, nifas & istihadloh)

1. Batasan keharaman muktsu fil Masjid bagi wanita haidl
2. Kewajiban mandi bagi Salisil mani & Niat mandinya
3. Sekali mandi dengan dua niat sekaligus
4. Mandinya orang junub setelah sembuh dari sakit Akut
5. Wanita Keluar sperma setelah mandi besar
6. Lesbian tetap wajib mandi
7. Mandi janabah bagi orang yang rambutnya disemir
8. Mandinya wanita yang melahirkan bayi kembar
9. Siswi sedang haidl, sekolah membawa Mushaf
10. Wanita keputihan dan tata cara sholatnya
11. Wanita haidl mengikuti tahlilan
12. Anggapan wanita haidl tidak boleh memasak hidangan acara manakib dll.
13. Menggauli istri yang sedang haidl dengan memakai kondom
14. Bersenggama memakai kondom wajib mandi besar
15. Wanita haidl berdiam diri di Musholla
16. Wanita haidl mengajar di TPA/TPQ
17. Wanita haidl Ceramah dengan mengambil dalil Al-Qur'an
18. Wanita haidl melalar al-Qur'an
19. Ta'rif qirô'ah
20. Enam syarat keharaman membaca al-qur'an atas Wanita haidl
21. Hikmah tidak diperbolehkannya menggauli istri yang baru putus haidl
22. Mandi besarnya wanita keguguran
23. Darah yang keluar setelah keguguran
24. Minum obat untuk menunda haidl saat bulan romadlon
25. Wanita haid Haram berwudlu dengan niat menghilangkan hadats
26. Sholat dan puasanya perempuan yang mempercepat haidlnya
27. Bercumbu rayu dengan istri yang sedang haidl
28. Batas kewajiban wanita mempelajari ilmu haidl dll
29. Melahirkan dengan Operasi Cessar tetap wajib mandi
30. Hukum memotong rambut atau kuku ketika haidl
31. Wanita haid mengikuti penganjian di serambi Masjid
32. Wanita haidl membuka Al-Qur'an dengan batang kayu
33. Nadzar akan membaca Al-Qur'an tapi malah haidl.
34. Ragu antara keluar sperma atau bukan
35. Tidak wajib membasuh Bol saat mandi besar

Seputar Permasalahan Najis

1. Darah nyamuk pada pakaian mengenai badan yang basah
2. Status asap & uap barang najis
3. Hukum Air liur
4. Menghilangkan najis anjing (mugholladhoh) dengan sabun
5. Uap kotoran Wc mengenai jemuran pakaian yang basah
6. Status darah Jerawat
7. Status pakaian yang sudah di cuci yang masih ada darah nyamuknya
8. Ayam sembelihan dimasukkan ke dalam Bejana yang berisi air panas
9. Klarifikasi darah & nanah yang dima’fu dan yang tidak
10. Hukum dahak dan lendir penderita sakit flu
11. Nyamuk jatuh ke dalam air minum
12. Memakai minyak wangi yang beralkohol
13. Alasan bersuci dari hadats wajib niat & bersuci dari najis tidak wajib
14. Ragu terhadap air kencing anak kecil
15. Membersihkan lantai kremik & kaca yang najis dengan cara diusap
16. Sikap seseorang yang melihat najis pada pakaian orang lain
17. Melihat najis di Masjid
18. Status Tato dan hukumnya
19. Status kotoran bayi mengenai pakaian ibu yang menyusui
20. Hukum Muntahan Bayi
21. Alasan di bedakannya air kecing anak laki & perempuan
22. Kotoran kelelawar mengenai pakaian yang dijemur
23. Kotoran di jalan yang mengenai pakaian
24. Puting ibu terkena muntahan di susu kembali
25. Status kenajisan madzi saat memulai bersenggama
26. Berobat dengan sesuatu Najis agar cepat sembuh
27. Status najis yang terlihat ketika terkena cahaya matahari
28. Mencuci Bak dengan memutar-mutarkan air di dalamnya.
29. Kuah masakan daging berwarna kemerah-merahan
30. Perbedaan dalam bab menghilangkan najis
31. Ngalap barokah ludah dan dahak orang sholih
32. Ikan mati yang ditaburi garam
33. Hukum memakan ikan yang sudah busuk
34. Roti dan jagung yang dibakar dengan arang yang najis
35. Plastik, dan kertas yang berserakan dijalan dibuat bungkus makanan
36. Bercakan air kencing di masjid yang terinjak-injak
37. Cairan penyakit gudik atau luka
38. Debu najis yang berterbangan mengenai pakaian basah
39. Status bulu binatang yang dicabut
40. Tetesan air kencing salisil baul dan darah istihadloh ketika sholat
41. Maksud umumul balwa
42. Menaburi obat-obatan disaat luka masih berdarah
43. Kertas Atau Koran yang ada Asmaul Mu'adhom Sebagai Bungkus Kacang

Seputar Permasalahan Sholat

1. Adzan dan iqomah bagi orang yang berhadats
2. Kesunahan mengeraskan Adzan memakai pengeras suara
3. Pujian setelah adzan
4. Mengulang-ulang takbir ketika shalat
5. Hilangnya faktor pencegah shalat
6. Anak kecil membuka & masuk ke-dalam rukuh ibu
7. Bersedekap tatkala I'tidal
8. Tidur sampai habis waktu shalat karena kecapekan kerja
9. Mengulang-ulang bacaan karena membenarkan makhroj
10. Bergaruk-garuk ria karena gatal
11. Shalatnya orang yang kakinya tertancap duri
12. Shalat wanita yang tumitnya kelihatan
13. Orang tua membiarkan anaknya shalat tanpa wudlu
14. Mengusir sejenis binatang laron ketika shalat
15. Shalat menggunakan mukena transparan
16. Meninggalkan shalat karena menjadi suporter sepak bola
17. Lupa shalat karena sibuk Muthola'ah kitab/belajar
18. Kewajiban berdiri dalam shalat 'iadah
19. Mengeraskan suara ketika meng-qodlo' shalat sirri dimalam hari
20. Mimisan Saat Shalat
21. Sujud syukur & tilawah saat hadats dan batas waktu disunnahkannya
22. Problematika shalat bagi penumpang kendaraan
23. Sujud tidak meletakan hidung
24. Problematika shalat ketika di infuse
25. Megulurkan tangan di depan orang yang sedang shalat
26. Salam pertama terbalik ke-arah kiri
27. Cara memberikan idzin terhadap tamu ketika shalat
28. Problematika shalatnya orang yang di bius
29. Niat akan mengqodlo' setelah sembuh dari sakit
30. Membaca do'a qunut Nazilah pada setiap shalat fardlu
31. Menelan dahak ketika shalat
32. Menjalankan shalat sunnah sebelum qodlo' shalat fardlu
33. Mengqodlo' shalat witir
34. Berhenti sejenak ketika membaca takbirotul ihrom
35. Solusi shalatnya orang yang selalu was-was
36. Shalat di gereja atas dasar rasa toleransi
37. Mengakhirkan shalat karena terdesak
38. Memutus shalat tarawih/witir dengan shalat sunnah lain
39. Problematika shalat orang beser (salisil baul)
40. Mendengar bacaan ayat sajdah dari kaset yang diputar
41. Menelan ludah yang bercampur dengan aroma sisa makanan
42. Wajah yang ditembel dengan kulit aurot
43. Dagu seorang wanita ketika shalat
44. Shalatnya orang yang jidadnya tertutup perban
45. Shalat di rangkul anak kecil
46. Menambah lafadz "Sayyidina" Ketika Tahiyyat
47. Batuknya perokok berat ketika shalat
48. Shalat tarawih setelah Jama Taqdim
49. Shalat dengan baju yang ada darah nyamuknya
50. Membaca takbir ketika berpindah dari membaca surat-surat pendek
51. Membaca doa shalat dengan Bahasa Indonesia
52. Shalat-shalat sunnah yang dilarang

Seputar Permasalahan Jama'ah

1. Melihat imam dengan televisi ditingkat
2. Jama'ah ditingkat sedang tangganya dibelakang
3. Shalat jama'ah dengan sekat kelambu
4. Bermakmum pada orang yang beser
5. Robith seorang wanita
6. Syarat diperbolehkan menarik makmum didepannya
7. Mendirikan shalat hari raya dilapangan
8. Niat menjadi imam sebelum ada makmum
9. Imam masih do'a qunut, makmum terlanjur sujud
10. Sikap makmum yang sudah terlanjur berdiri
11. Tidak tahu imam bisa membaca atau tidak ketika shalat sirri
12. Mendirikan dua jama'ah dalam satu Masjid
13. Makmum berdua dengan imam, dan dampak berdiri disamping kiri imam
14. Problematika penempatan shof wanita disamping shof laki-laki
15. Imam lupa membaca takbir ketika shalat 'Ied
16. Langkah makmum yang berhadats ketika berjama'ah
17. Dalil kesunahan menambah do'a sebelum Amien
18. Melaksanakan shalat rowatib dengan jama'ah
19. Bacaan Fatihahnya makmum Masbuq
20. Ma'amum tertinggal bacaan fatihah imam dalam setiap roka'at
21. Shalat Tarawih kilat
22. Shalat isya' dibelakang shalat tarawih
23. Mengajari shalat Dhuha TPA/TPQ dengan berjama'ah
24. Ke-utama'an wanita berjama'ah dirumah
25. Makmum wanita mengingatkan imam dengan membaca Tashbih
26. Keluar dari Jama’ah (Mufâraqah)
27. Muqoronah yang bisa menghilangkan pahala jama'ah
28. Niat menjadi makmum ketika ditengah-tengan shalat
29. Ikut-ikutan membaca Amin karena Amin makmum lainnya
30. Eksistensi pendapat yang memperbolehkan imam perempuan
31. Menemukan robith masih ruku’ sementara imam sudah I’tidal
32. Bermakmum pada imam yang was-was
33. Berjabat tangan setelah salat
34. Shalat Tarowih 4 roka'at dengan satu kali salaman
35. Tradisi shalat Tasbih dengan berjama'ah
36. Makmum tertingal satu roka'at, atau menemukan tahiyyat al-akhîr
37. Yang perlu diperhatikan untuk makmum masbuq
38. Makmum melihat sarung imam bolong
39. Makmum beda madzhab
40. Mambaca Tarodli setiap selesai dari shalat tarawih

Seputar Permasalahan Sholat Jum'at

1. Keagungan hari jum’at
2. Memutar kaset Qirô'ah menjelang shalat jum'at
3. Mengganti khotib dan syarat- syaratnya
4. Ta'addudul jum'at tanpa sebab
5. Dalil Tentang Murâqi
6. Khotib memegang tongkat disaat khutbah
7. Shalat jum'at bagi orang buta
8. Status Orang Yang Mengontrak Rumah
9. Shalat jum'at di-Kampus dan di sekolahan
10. Mendirikan shalat jum’at kurang dari 40 orang
11. Menta'liq Niat shalat jum’at ketika waktu shalat hampir habis
12. Mendahului Takbirotul ihromnya orang Muqim Mustauthin
13. Keharusan Niat khutbah
14. ber-fatwa boleh meninggalkan jumat
15. Mengedarkan kotak infaq sewaktu khutbah berlangsung
16. Tidak jum'atan karena takut dipecat dari pekerjaannya
17. Tidak duduk diantara dua khutbah & tema khutbah
18. Membaca basmalah sebelum berkhutbah
19. Membaca sholawat kepada nabi dengan kata ganti (dlomir) ketika khutbah
20. Mengetam padi termasuk udzur jum'at
21. Sakit murus termasuk udzur shalat jum'at
22. Setelah shalat jum'at mengulang shalat dhuhur
23. Hukum melaksanakan shalat sunnah ketika khutbah
24. Merawat jenazah termasuk udzur jum'at
25. Jum'atan didirikan oleh dua desa
26. Rukun Khutbah Pakai Bahasa Indodesia
27. Khotib ketika duduk diantara dua khutbah membuka buku
28. Yang dibaca ketika khotib duduk diantara dua khutbah
29. Wanita mengikuti shalat jum'at diMasjid
30. Shalat Jum’at dua gelombang dalam satu Masjid
31. Mendirikan shalat jum'at melebihi yang dibutuhkan
32. Mengikuti shalat jum’at di daerah lain
33. Membaca Sholawat & Tarodhi ketika Khotib menyebut Nabi & Shohabat
34. Orang madzhab Syafi'i berfatwa boleh mendirikan jum'at kurang dari 40 orang
35. Sebagian Jama'ah Tidur Sewaktu Khutbah
36. Khotib jum'at tidak menjadi imam
37. Tidak jum'atan karena orang sakit di rumah sakit
38. Shalat dhuhurnya orang yang ada udzur

Seputar Permasalahan Jama' & Qoshor

1. Perjalanan ditempuh dengan pesawat
2. Menempuh perjalanan masyafatul qoshri dalam waktu sekejap
3. Refresing untuk menghilangkan rasa penat
4. Setelah menjama' sholat tidak jadi pergi
5. Orang yang dipaksa safar maksiat, tetap mendapatkan rukhshoh
6. Menjama' sholat karena macet
7. Mengqodlo' sholat diperjalan dengan cara diqoshor
8. Melaksanakan sholat jama' & qoshor di rumah
9. Bepergian yang digantungkan dengan safar orang lain
10. Jama' & qoshor satu hari penuh di tempat peristirahatan
11. Sholat jama' dipisah dengan wudlu
12. Qashar bagi sepasang sejoli yang berekreasi
13. Qoshor bagi wanita yang pergi tanpa izin suami
14. Memilih jalan yang lebih jauh
15. Qashor-nya pedagang di luar kota
16. Menjama' sholat karena acara resepsi
17. Jika ketemu sia dia, maka tidak jadi pergi
18. Qoshor sholat bagi pak sopir Bus
19. Ta'liq Niat ketika sholat Qoshor
20. Sholat Jama' diselangi dengan sholat qobliyah dan ba'diyyah
21. Dlobith (batasan) sakit yang memperbolehkan jama' sholat
22. TKI Sholat jama' ditempat penampungan
23. Bepergian karena motif positif dan negative
24. Menjama' sholat Qobliyyah & Ba'diyyah dengan satu kali takbiran

Seputar Permasalahan Jenazah

1. Membacakan surat Yasin dan Ar-Ro'du disamping orang sakarotul maut
2. Memberi air minum terhadap orang yang menghadapi sakarotul maut
3. Mempublikasikan Kematian Menggunakan fasilitas masjid
4. Ta'ziah dengan pengiriman kerangka bunga
5. Batas waktu kesunahan berta'ziah
6. Menagisi jenazah & menangais yang diharamkan
7. Hukum Mencium mayit
8. Orang laki-laki memandikan mayit wanita
9. Wanita haidl memandikan jenazah
10. Membuat tiga shof dalam sholat jenazah & Hikmahnya
11. Posisi imam & jenazah yang benar ketika disholati
12. Kebolehan sholat jenazah tanpa bersuci & Exsistensi pendapat tersebut
13. Sholat jenazah pada waktu makruh
14. Mensholati Jenazah orang yang sering meninggalkan sholat
15. Menjahit angota tubuh mayit korban mutilasi
16. Merawat (mentajhiz) potongan tubuh korban mutilasi
17. Memandikan Mayit yang tubuhnya rusak karena mengindap penyakit
18. Merawat jenazah orang yang bunuh diri
19. Merawat jenazah orang yang mati suri
20. Cara merawat jenazah korban kebakaran
21. Cara merawat korban kecelakaan
22. Cara merawat mayit kembar siam
23. Memotong rambut dan kuku mayit
24. Fenomena kain kafan putih pada masa kini
25. Fenomena peletakan kapas pada tubuh mayit
26. Membaca sholawat saat memandikan mayit
27. Keluar kotoran setelah dimandikan
28. Mensholati jenazah yang berada didalam keranda
29. Dasar dalil sholat ghoib untuk seluruh mayit
30. Batas Jarak Shalat Ghaib & Hukumnya
31. Perbedaan Shoby mumayyiz dalam mensholati mayit hadlir dan ghoib
32. Mengqodlo'i sholat mayit
33. Cara mengodlo' sholatnya si mayit yang tidak diketahui hitungannya
34. Tradisi mengantar jenazah dengan bacaan kalimah thoyyibah
35. Memberikan kesaksian terhadap jenazah
36. Etika ketika membawa jenazah kepemakaman
37. Mengantar jenazah bagi wanita
38. Tabur bunga, beras dan uang receh saat pemberangkatan jenazah
39. Tradisi tabur bunga setelah pengubaran
40. Menyiram kuburan dengan air mawar
41. Adzan setelah mayit diletakkan didalam kubur
42. Mengubah lafadz iqomah saat penguburan
43. Penyebutan Al-Marhum & Al-Maghfur lahu untuk orang meninggal
44. Perkumpulan membaca al-qur'an, dzikir tahlil untuk Mayit
45. Berwasiat agar di kubur bersama al-Qur'an
46. Tradisi ziarah kubur menjelang Hari Raya
47. Hukum mengikuti selamatan untuk mayit non muslim
48. Tradisi memasukkan kelapa kedalam kubur sebelum pemakaman
49. Memasang lampu dan lilin di sisi mayat
50. Hukum mentalqin setelah di kubur dan dasar dalilinya
51. Posisi yang benar bagi pentalqin setelah penguburan
52. Hukum & dalil mentalqin mukhtadlor (orang yang sakarotul maut)

Seputar Permasalahan Zakat

1. Zakat tijarah dengan berntuk barang
2. Orang tua mengelurkan zakat anaknya yang ada diperantauan
3. Zakat diberikan pada penuntut ilmu
4. Suami melarat istri kaya, zakatnya
5. Mengeluarkan zakat fitrah setelah sholat 'Iêd
6. Mengakhirkan zakat karena dampak perbedaan hari raya
7. Penggabungan hasil tanaman dari dua daerah plus zakatnya
8. Zakat digunakan melunasi hutang mayit
9. Menunda zakat untuk dibagikan pada musim larang makanan
10. Memindah zakat
11. Tanaman yang wajib dizakati
12. Daerah yang tidak ditemukan ashnaf & alokasi kelebihan harta zakat
13. Yang berhak membentuk badan 'Amil zakat
14. Zakat tanaman jagung dan nishobnya
15. Ta'jil zakat tijaroh tapi orang yang menerima meninggal duluan
16. Zakat diberikan pada pembantu
17. Zakat diberikan anak Yatim Piatu
18. Menjual harta zakat
19. Maksud kaya yang haram menerima zakat
20. Mewakilkan dalam menerima zakat
21. Wanita Muslimat jadi 'Amil
22. 'Amil yang boleh menerima Zakat
23. Zakat ditsyarufkan ke-panti asuhan dan yayasan social
24. Ragu dalam niat Zakat
25. Zakat padi yang dijual dengan sistem tebasan
26. Perbeadaan niat tijaroh dan niat qinyah
27. Zakat profesi
28. Zakat uang kertas, cek dan saham
29. Zakat barang-barang non zakawi
30. Zakat hasil rumah kos kosan
31. Dana kas Masjid
32. Harta yang dicuri diniati sebagai zakat
33. Anak kecil disuruh memberikan zakat
34. Kreteria kerabat yang boleh menerima zakat
35. Menyerahkan gabah ke-petugas irigasi dengan niat sebagai zakat
36. Zakat diberikan pada saudara kandung
37. Keberadaan 'amil zakat di Indonesia menurut pandangan syar'i
38. Zakat satu karung untuk satu keluarga
39. Zakat dengan makanan di bentuk dalam tasyakuran
40. Zakat dari modal hutang
41. Pupuk dalam pengaruh prosentase zakat
42. Zakat sebagai bayaran hutang
43. Ukuran sho' menurut pandangan syar'i
44. Zakat diberika kepada suami
45. Zakat hasil pengelola tanah orang lain
46. Zakat fitrah dengan uang
47. Pembagian Zakat dengan sistem kupon
48. Zakat dengan potong gaji

Seputar Permasalahan Puasa

1. Kabar masuknya bulan romadlon melalui TV, Radio, HP dll
2. Perbedaan hasil ru'yah dengan mata dan teropong
3. Berpuasa & berhari raya berdasarkan ikut-ikutan
4. Niat puasa Romadlon setelah fajar
5. Waktu mulai sahur
6. Standarisasi waktu Imsak
7. Menelan sisa-sisa makanan
8. Menggosok gigi di saat puasa
9. Menggabung puasa sunnah plus qadlo' puasa Romadlon
10. Puasa 6 hari bulan syawal dengan terpisah-pisah
11. Qodlo' puasa pada hari yang di nadzari untuk berpuasa
12. Mengqodlo' puasa karena Ihtiyad
13. Mengqodlo'i puasa orang yang meninggal
14. Makan sahur belum bisa mencukupi sebagai pengganti dari niat puasa
15. Puasa Wanita yang belum mandi besar
16. Mencicipi makanan bagi orang yang berpuasa
17. Menghirup Obat Fix In Helr ketika sakit Flu
18. Bersenggama dengan kondom tetap wajib bayar Kifarat
19. Yang dibebani membayar kafarat jima'
20. Suami mengqodlo' puasa sang istri
21. Merokak dapat membatalkan puasa
22. Puasa bagi pembajak sawah, penuai dan pemetik buah-buahan
23. Pekerja berat membatalkan puasa
24. Sopir Bus meninggalkan puasa
25. Naik kendaraan bagi orang yang biasa muntah
26. Membayar fidiyah sebulum Romadlon
27. Puasa nonton film porno
28. Onani & Masturbasi di saat puasa
29. Keluar sperma sebab mencium atau Merangkul istri
30. Memakai Insto obat mata
31. Meneteskan obat di telinga saat puasa
32. Air masuk ke telinga saat mandi besar
33. Air masuk ke dalam ketika menghirup air atau berkumur
34. Kotoran berak masuk kembali kedalam
35. Suntik ketika berpuasa
36. Menjual makanan di siang hari romadlon
37. Memasukkan obat ke dalam gigi yang sakit
38. Menjabut gigi pada saat puasa
39. Mimisan saat puasa
40. Memasukkan anus bagi penderita Ambien
41. Ukrek-ukrek telinga saat puasa
42. Menelan dahak
43. Menunda haidl karena untuk puasa
44. Puasa agar jaduk
45. Puasa orang yang di infuse

Seputar Permasalahan Haji

1. Memanggil pak haji kepada orang yang belum Haji
2. Tasyakuran haji
3. Modal dagang harus dibuat haji
4. Setelah thowaf wada' masih nyante-nyante/beli oleh-oleh haji
5. Niat haji & 'Umroh untuk orang lain
6. Haji illegal
7. Pelaksanaan sa'i dengan Eskalator
8. Lebih baik dibuat biaya haji dulu, atau nikah dulu
9. Orang ihrom yang rambutnya disemir
10. Hukum mengikuti bimbingan haji
11. Ketika ihrôm memakai jam tangan
12. Hajinya wanita yang belum mempunyai suami
13. Satu orang menunaikan dua ibadah haji sekaligus
14. Ketika ihrom mandi dengan memakai sabun
15. Mandi memakai sampo bagi orang yang ihrom
16. Niat ketika menjalankan setiap rukun-rukun haji
17. Meyempurnakan hajinya orang yang mati ditengah menjalankan haji
18. Ihrom memakai celana dalam
19. Haji sunnah dalam kuota yang terbatas
20. Melepaskan burung bagi orang haji
21. Pembokingan jatah haji oleh sebagian KBIH
22. Wanita haji dalam masa iddah (bergabung)
23. Mengganti (membalik) niat haji
24. Berulang kali mengerjakan umrah sunnah
25. Suami melarang isteri pergi haji
26. Ihrâm bagi wanita yang menstruasi
27. Wanita Ihrâm Memakai Kaca Mata
28. Makai Masker bagi wanita saat ihrom
29. Melempar jumroh dengan batu dari tanah kelahiran
30. Ragu belum bersuci ketika thowaf
31. Peraturan pemerintah terkait dengan pembatasan kuoto haji
32. Minta do'a & Ngalab berokah orang yang baru pulang haji
33. Tidak di izini beribadah haji oleh orang tua

Seputar Permasalahan Aqiqoh & Qurban

1. Wali anak yatim kurban & aqiqoh menggunakan uang anak yatim
2. Orang yang dilarang memakan daging kurban Nadzar
3. Daging kurban dimakan sendiri
4. Menyembelih binatang kurban pada malam hari
5. Penyembelihan yang di ulang-ulang
6. Hewan yang disembelih karena untuk tumbal
7. Niat kurban plus aqiqoh & tata cara pembagiannya
8. Aqiqah Untuk Janin Keguguran
9. Menyembelih hewan kurban sebelum shalat ied
10. Memproses kurban menggunakan fasilitas masjid
11. Menyembelih dengan alat mesin
12. Aqiqoh dengan daging kambing kiloan atau uang
13. Kurban dengan uang
14. Menjual kulit hewan kurban sebagai biaya oprasianal
15. Menyerahkan kurban tanpa ada sighot perwakilan
16. Kurban untuk modal usaha orang faqir
17. Membagi daging kurban setelah hari tasyriq
18. Menjual daging pemberian kurban
19. Daging kurban diberikan ke tetangga desa
20. Kakek meng-Aqiqohi cucunya
21. Kurban untuk orang tua
22. Kurban dengan binatang yang hamil
23. Kurban wajib dan kurban sunah
24. Exsistensi pendapat membolehkan kurban dengan Ayam
25. Tradisi iuran uang untuk kurban

Baca Selengkapnya...