Yuk, berbisnis dg 0 Rupiah!
silakan klik link berikut:


Pesan Buku/Kitab?
SMS & WhatsApp : 0812 8625 1777
Pin BB : 73E49DB5
e-mail: r.rusmanto@gmail.com https://www.tokopedia.com/tb-albarokah ___________________________

Bid'ah Hasanah

Bid'ah Hasanah

Sebuah Pendekatan Baru

Beberapa Sunnah Yang di Bid'ahkan Wahabi

Oleh:Muhammad Idrus Ramli

Penerbit: Al-Hujjah Press

Harga: Rp. 45.000,-

Beberapa waktu terakhir, sejak maraknya gerakan wahabisasi di dunia, termasuk di Indonesia dan sekitarnya, perselisihan antar sesama umat islam luar biasa maraknya dan menimbulkan kegaduhan di beberapa daerah.

diantara persoalan yang menyita banyak umat islam dalam perselisihan tersebut adalah persoalan bid'ah dan sunnah.

Kaum wahabi adalah kelompok yang rajin membid'ahkan kelompok lain, meskipun tidak jarang persoalan yang mereka bid'ahkan sebenarnya termasuk ajaran sunnah.

Baca Selengkapnya...

Akidah Ahlussunnah Wal Jamaah; Penjelasan Sifat 50

Akidah Ahlussunnah Wal Jamaah

Penjelasan Sifat 50

Oleh: Muhammad idrus Ramli

Penerbit: Al-Hujjah Press

Harga: Rp. 45.000,-

Pada masa silam, para ulama kita dalam menulis kitab-kitab akidah Ahlussunnah Wal-Jamaah, terbagi pada tiga kelompok. Pertama, para ulama ahli kalam atau teologi yang menulis kitab-kitab akidah dengan pendekatan 'aqli atau rasional. Demikian ini yang berlaku dalam kitab-kitab yang dltulis oleh Imam al-Haramain al-Juwaini, al-Ghazali, al-Bazi, al-'Adhud', al-Taftazani, al-Sanusi, dan lain-lain.

Kedua, para ulama ahli hadits yang menulis kitab-kitab akidah dengan pendekatan naqli, seperti yang dilakukan oleh al-Bukhari, al-Lalaka'i, al-Baihaqi, Abu Amr al-Dani, dan lain-lain.

Ketiga, para ulama shufi, yang menulis akidah melalui pendekatan tashawuf, seperti yang dilakukan oleh al-Qusyairi, Abu Nu'aim, dan lain-lain.

Sebagaimana dimakiumi, dalam kitab-kitab tauhid yang diajarkan di pesantren, biasanya menggunakan pendekatan dalil 'aqli. Jarang sekali pembahasan di dalamnya yang menyertakan dalil naqli. Oleh karena itu, dalam buku ini kami berusaha menggabungkan dua pendekatan tersebut, yaitu pendekatan dalil 'aqli dan pendekatan dalil naqli.

Penulis berusaha menghadirkan buku ini sebagai buku yang lengkap dalam pembahasan sifat 50, baik pokok-pokok materi pembahasan maupun dalil-dalilnya, dengan menggabungkan dalil 'aqli dan naqli sekaligus, agar buku ini benar-benar sesuai dengan perkembangan dan tuntutan zaman.

Baca Selengkapnya...

Wahabi Gagal Paham; Dari Amaliah hingga Akidah

Wahabi Gagal Paham

Dari Amaliah hingga Akidah

Jilid 1

Oleh: Muhammad Idrus Ramli

Harga: Rp. 115.000,-

Penerbit: Sidogiri

Sekalipun buku ini merupakan kumpulan tulisan atau catatan di facebook, namun yang jelas tidak sama dengan buku-buku lain yang juga berasal dari kumpulan status facebook pada umumnya.

Baca Selengkapnya...

FATAWIE QUR'AN; KUPAS TUNTAS PROBLEMATIKA AL-QUR'AN

FATAWIE QUR'AN

KUPAS TUNTAS PROBLEMATIKA AL-QUR'AN

OLEH: MUHAMMAD MUNAWWIR RIDHWAN

PENERBIT: LIRBOYO PRESS & ZAMZAM

HARGA: Rp. 40.000,-

Buku ini merupakan kumpulan dari referensi referensi ulama fiqh salaf dan khalaf madzhab syafi'iyyah, hanafiyyah, malikiyyah, dan hanabilah, yang berisi khusus tentang permasalahan qur'an.

dengan buku ini diharapkan pada setiap muslim agar dapat menentukan sikap terbaik untuk memuliakan al-Qur'an dan menghindari dari setiap betuk penghinaan padanya.

Baca Selengkapnya...

DALIL & KHASIAT 5 SHALAWAT POPULER

DALIL & KHASIAT 5 SHALAWAT POPULER

(NARIYAH, MUNJIYAT, FATIH, THIB AL-QULUB, DAN ISTIGHATSAH)

OLEH: MUHAMMAD IDRUS RAMLI

PENERBIT: AL-HUJJAH PRESS

HARGA: Rp. 45.000,-

Sejak beberapa waktu terakhir, kaum Wahabi meialui berbagai media, seperti buku, majalah, televisi, radio dan internet menyebarkan isu-isu bahwa Shalawat Nariyah mengandung kesyirikan dan kekufuran. Mereka melarang umat Islam untuk membacanya, dengan alasan syirik dan kufur. Setelah saya perhatikan, ternyata asumsi mereka berangkat dari ketidaktahuan dan pikiran mereka yang sangat sempit dalam memahami ilmu agama.

Ada enam kalimat dalam Shalawat Nariyah, yang dijadikan alasan kesyirikan dan kekufuran. Padahal enam kalimat tersebut sebagai ungkapan dari kebesaran dan keagungan Nabi SAW, yang dapat ditelusuri dengan jelas dalam hadits-hadits shahih dan sirah nabawiyah.

Oleh karena itu, sejak akhir juni 2017, penulis membuat catatan di media sosial facebook dengan judul SYarah Shalawat Nariyah brdasarkan Hadits-Hadits Nabi SAW, sebanyak delapan tulisan. Setelah tulisan tersebut dibaca oleh banyak kalangan, di-like dan di-share oleh ribuan orang, ada diantara pembaca dan sasatidz yang menghubungi penulis dan meminta untuk menerbitkan catatan tersebut dalam bentuk buku.

Akhirnya, penulis melakukan revisi dan penyempurnaan terhadap Catatan tersebut untuk menjadi buku yang ada dihadapan pembaca ini. Selain itu, penulis juga melengkapinya dengan empat shalawat populer lainnya. Semoga buku ini menjadi jawaban yang memuaskan terhadap hal-hal yang menjadi pertanyaan seputar Shalawat Nariyah dan empat shalawat populer lainnya.

Baca Selengkapnya...

Titian Menggapai Surga; Terjemah Minhajul Abidin

Titian Menggapai Surga

TERJEMAH MINHAJUL ABIDIN

HARGA Rp. 40.000,-

PENERBIT: AL-HIDAYAH SURABAYA


Surga adalah tempat yang begitu mengagumkan. Begitu banyak keindahan dan kenyamanan yang tersimpan di dalamnya sehingga banyak orang yang membicarakan mengagumi sekaligus ingin menggapainya. Karena keagungannya pula, titian yang menuju ke arah itu teramat sulit, rumit dan berbahaya.

Untuk bisa mencapainya, disamping dengan ketentuan Allah, seseorang harus melewati "tujuh" tahapan. Mula-mula ia harus menuntut "ilmu" sebagai dasar melakukan ibadah. lalu ia harus ber-"tobat" dari segala dosa agar pantas menghadap kepada Penguasa Alam Semesta. Selanjutnya ia harus mampu menampik segala "godaan" agar bisa sampai ke tujuan. Menyingkirkan "rintangan" yang datang menghadang adalah langkah ke empat.

Kelima, ia harus memiliki "motivasi" yang mampu menggerakkan hati untuk giat beribadah. Langkah keenam adalah menutup segala "kekurangan" dalam menjalaninya dan yang menjadi penutup segalanya adalah selalu "memuji" dan "bersyukur".

Imam Ghazali menuturkan tujuh tahapan itu secara ringkas dalam kitab ini dengan tujuan bisa dimanfaatklan oleh semua lapisan masyarakat, baik yang masih pemula maupun yang sudah mencapai tingkat tinggi.

Baca Selengkapnya...

Ngopi di Pesantren; Renungan dan Kisah Inspiratif Kiai dan Santri

Ngopi di Pesantren

Renungan dan Kisah Inspiratif Kiai dan Santri

Oleh: AGHITSNA

Harga: Rp. 35.000,-

"Sebelum listrik masuk kampung, tepatnya, sebelum digantikan oleh telivisi, masih kita dapati di desa-desa, kalau bulan purnama terbit benderang, anak-anak berkumpul di surau, diserambi masjid, atau menggelar tikar di halaman rumah. Lalu seorang kakek duduk di tengah-tengah mereka. Kakek itu bercerita tentang dongeng-dongeng, riwayat para Nabi, sejarah para pahlawan yang berjasa, atau kisah-kisah fabel dan imajiner yang mengandung ajaran kearifan yang diperkaya dengan peribahasa-peribahasa lokal yang sangat berharga.Dan terselip diantara dongeng itu juga, ajaran etika, kepekaan-kepekaan sosial serta kehalusan perasaan.

Sebagaimana kakek itu, para Walisongo adalah pencerita handal. Melalui pewayangan yang mereka gubah hikayat-hikayat, serat, lontar atau legenda, ajaran Islam diterjemahkan dengan halus. Kejujuran, keberanian, kesatriaan serta ajaran-ajaran kesufian mereka sisipkan melalui karakter tokoh-tokoh protogonis, dan sebaliknya, keserakahan, kemunafikan selalu lekat pada tokoh antagonis. Anak-anak belajar tentang kebaikan melalui keteladanan tokoh-tokoh itu."
KH. Kafabihi Mahrus Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo

Ngopi adalah membaca perjalanan. Mengeja alif ba takehidupan. Dalam lautan Iqro-Nya. Memberi mubtada dan mencari khobar-Nya, memaknai fiil dan mentarkib fail maful-Nya. Sampai ketemu dengan jelas, kalam firman-Nya. Irodah dalam ayat kauniyah-Nya. Seruputan yang dalam, menandai makna itu telah terengguk. Seruputan yang kedua dan seterusnya, sampai makna-makna itu menjadi lukisan, dan di akhir tegukan, lukisan dan di akhir tegukan, lukisan itu telah memiliki warna.

Baca Selengkapnya...

Membuka Pintu Hidayah Menuju Jalan Kebenaran (Akidah, Syariat, Akhlak dan Tasawuf)

Membuka Pintu Hidayah Menuju Jalan Kebenaran (Akidah, Syariat, Akhlak dan Tasawuf)

Terjemah lengkap dari Kitab Al-Ghunyah Li Thalibil Thariqul Haq karya Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani

Penerbit: Pustaka Setia

Harga: Rp. 70.000,-

Tebal: 648 hal.

Kesungguhan dalam mencari pengetahuan tentang etika-etika syariat, termasuk hal-hal yang fardhu, sunat, dan etiket-etiket, serta upayanya didalam mengetahui Sang Pencipta Yang Mahasuci Mahatinggi melalui pertanda lainnya, lalu nasihat-nasihatnya yang diambil dari Al-Quran dan AL-Hadis, termasuk akhlak orang-orang sholeh.

Semuanya akan kita dapati di dalam buku ini untuk menjadi penolong baginya didalam mengarungi jalan Allah SWT. Serta didalam melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Dengan adanya buku ini mudah-mudahan menjadi sumber secercah cahaya yang akan membimbing jalan kita dalam mencapai pintu rahmat dan hidayahnya, sehingga sedikit demi sedikit kita akan mendapatkan hidayah dan akhirnya akan menemukan jalan menuju kebenaran yang hakiki.

Baca Selengkapnya...

Ajaran Ajaran Kegaiban; 80 Wasiat Syekh Abdul Qadir Al-Jailani

Ajaran Ajaran Kegaiban; 80 Wasiat Syekh Abdul Qadir Al-Jailani

Terjemah Kitab Futuh Al-Ghaib

Penerbit: Pustaka Setia

Harga: Rp. 35.000,-

Tebal: 232 Hal.

Buku yang berada di tangan pembaca ini adalah terjemahan dari kitab berbahasa Arab berjudul Futuh Al-Gha’ib karya Syekh Abdul Qadir Al-Jailani. Edisi bahasa Indonesia ini kami beri judul 80 Wasiat Syekh Abdul Qadir Al-Jailani: Ajaran-Ajaran Kegaiban.

Dalam buku ini pembaca akan menjumpai 80 wasiat Syekh Abdul Qadir Al-Jailani tentang pengembaraan rohani, perjumpaan dengan Tuhan, dan makrifatullah yang Insya Allah akan sangat bermanfaat dalam menambah pengetahuan pembaca dan umat islam umumnya, terutama yang berkaitan dengan dunia tasawuf.

Syekh Abdul Qadir Al-Jailani lahir pada tanggal 1 Ramadhan lahun 471 H/1077 M, di sebuah desa bernama Jailan Thabaristan dari ayah dan ibu yang secara silsilah nasab bersambung langsung kepada Junjungan Kita Nabi Muhammad Rasulullah.

Syekh Abdul Qadir Al-Jailani - semoga Allah mensucikan jiwanya - adalah seorang imam, ahli dalam masalah-masalah keagamaan, tauhid dan flqih, dan pemimpin dari madzhab Syafi'i dan Hambali dalam Islam. Beliau adalah seorang yang sangat bijaksana dan berpengetahuan luas. Seluruh umat manusia mendapat manfaat darinya. Doanya segera dikabulkan, baik ketika berdoa untuk kebaikan maupun untuk hukuman. Beliau adalah seorang yang melakukan banyak kegaiban (karamah), manusia sempurna, yang selalu sadar serta ingat kepada Allah Azza wa Jalla, merenung, berfikir, menerima, dan memberi pelajaran.

Syekh Abdul Qadir Al-Jailani r.a. wafat pada hari Sabtu tanggal 8 Rabi'uts Tsani Tahun 561 H/1166 M pada usia 91 tahun. Makamnya yang berada di Madrasah Babud Darajah di Kola Baghdad - Irak telah menjadi tempat penting dari kunjungan para peziarah kaum sufi dan sesame muslim.

Baca Selengkapnya...

Cahaya Penerang Jiwa; Terjemah Risalah ASWAJA Karya KH Hasyim Asy'ari

Cahaya Penerang Jiwa

Terjemah Risalah ASWAJA Karya KH Hasyim Asy'ari

Penerbit: Pustaka Tebuireng

Harga: Rp. 32.000,-

"Pada mulanya umat Islam di tanah Jawa menganut paham dan mazhab yang sama. Mereka memiliki rujukan dan sumber yang sama. Dalam bidang fikih mereka semua mengikuti mazhab yang sangat mulia, yaitu Mazhab Imam Muhammad bin Idris (as Syafi'i). Dalam bidang ushuluddin mereka mengikuti Mazhab Imam Abul Hasan as Asy'ari. Dan dalam bidang tasawuf mereka mengikuti Mazhab Imam al Ghazali dan Imam Abul Hasan as Syadzili. Mudahan-mudahan Allah SWT berkenan meridhoi mereka semua.

Kemudian pada tahun 1330 H muncul beragam kelompok dengan paham yang berlawanan, pendapat yang berseberangan dan orang-orang yang berselisih paham. Ada kelompok salafiyah (pro generasi salaf) yang setia memegang teguh tradisi para pendahulu mereka. Mereka mengikuti mazhab tertentu, memegang teguh kitab-kitab mu'tabaroh yang beredar luas di tengah masyarakat, mencintai ahlul bait, para wali dan orang-orang salih, mengharap berkah melalui mereka, baik semasa hidup maupun setelah mereka meninggal dunia, berziarah kubur, mentalqin mayit, bersedekah untuk orang yang sudah meninggal dunia, meyakini adanya syafaat, mengakui adanya manfaat doa dan towassul, dan lain-lain.

Ada kelompok yang mengikuti pendapat Muhammad Abduh dan Rosyid Ridho yang mengadopsi sebagian bid'ah yang dibuat oleh Muhammad bin Abdul Wahhab an Najdi, Ahmad Ibnu Taimiyah dan kedua muridnya, Ibnul Qoyyim dan Ibnu Abdul Hadi. Mereka mengharamkan apa yang disepakati oleh kaum muslimin sebagai sesuatu yang dianjurkan (mandub), yaitu berziarah ke makam Rasulullah SAW. Kelompok ini berseberangan dengan kaum muslimin lainnya tentang masalah tersebut dan beberapa masalah lainnya."

"Kitab ini adalah hujjah. argumen. penjelasan. dan paparan yang dapat
mendatangkan kemuliaan dan keselamatan bagi kaum muslimin. Sebab.
dalam kitab ini penulisnya telah merumuskan akidah-akidah yang shohih
ala Ahlussunnah Wal Jama'ah."
-KH, M. Ishom Hadzik, cucu Pendiri NU, Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy'ari

Baca Selengkapnya...

PENDIDIKAN AKHLAK UNTUK PELAJAR DAN PENGAJAR

PENDIDIKAN AKHLAK UNTUK PELAJAR DAN PENGAJAR

TERJEMAH KITAB ADABUL ALIM WAL MUTA'ALLIM KARYA KH HASYIM ASY'ARI

PENERBIT: PUSTAKA TEBUIRENG

HARGA: Rp. 35.000,-

Akhlak selain diperlukan oleh murid dalam proses belajar, juga dibutuhkan oleh guru ketika mengajar. Jika akhlak menduduki peringkat yang tinggi seperti itu, maka jalan untuk mengetahuinya secara detail juga cukup sulit. Di samping itu, dalam realitasnya, saya melihat banyak murid yang membutuhkan akhlak sementara mereka sering kesulitan mengkajinya.

Maka saya terdorong untuk menyusun buku kecil ini sebagai alarm pengingat bagi saya pribadi dan bagi mereka yang masih sedikit ilmunya.

Hadratusssyaikh KH. M. Hasyim Asy'ari

Baca Selengkapnya...

CAHAYA PURNAMA KEKASIH TUHAN

CAHAYA PURNAMA KEKASIH TUHAN

TERJEMAH KITAB "NURUL MUBIN FI MAHABBATI SAYIDIL MURSALIN KARYA KH. HASYIM ASY'ARI

Penerbit: Pustaka Tebuireng

Harga : Rp. 50.000,-

Ya Allah, tempatkanlah cahaya dalam hatiku, dan cahaya dalam jiwaku, cahaya di lidahku, cahaya di mataku, dan cahaya di telingaku, tempatkanlah cahaya di sebelah kananku, cahaya di sebelah kiriku, cahaya di belakangku dan cahaya di depanku, cahaya di atasku dan cahaya di bawahku. Tempatkan cahaya di sarat-sarafku, dan cahaya di dalam dagingku, cahaya dalam darahku, cahaya dalam rambutku dan cahaya dalam kulitku! Beri aku cahaya, tambahlah cahayaku, jadikanlah aku cahaya!

Duhai, yang cahayanya adalah basmalah Al Qur'an
nyatanya:
Sekujur tubuhmu adalah cahaya,
dan pipimu adalah surat an Nur.
Di sini engkau pemimpin umatmu,
di sana pemberi syafaat mereka,
Duhai tempat perwujudan nama-nama (llahi):
'Yang Maha Membimbing" dan "Yang Maha pengampun!"
-Na't-

Dia membawa umatnya dari kegelapan menuju cahaya terang benderang, dan menaungi mereka dari teriknya sinar matahari; Muhammad, utusan dan sahabat karib Allah, pilihan utamaNya di antara segenap makhlukNya, makhluk terbaik yang pernah diciptakan Allah dan hujjahNya di muka bumi; dia, yang memandu menuju kebenaranNya dan menyadarkan manusia ihwal hikmahNya dan menyeru pada bimbinganNya; dia, yang kelahirannya diberkahi dan yang kedatangannya membawa keberuntungan; berseri-seri cahaya paginya dan terang-benderang dianya di malam hari; dia, yang selalu menang dalam berbagai perangnya dan yang khotbah-khotbahnya agung.
-at Tsa'labi-
Baca Selengkapnya...

KITAB KEBIJAKSANAAN ORANG ORANG GILA

KITAB KEBIJAKSANAAN ORANG ORANG GILA

TERJEMAH KITAB UQALA' AL-MAJANIN KARYA ABU AL QASIM AN NAISABURI

PENERBIT: WALI PUSTAKA

HARGA: Rp. 116.500,-

Kitab Kebijaksanaan Orang-Orang Gila (Uqala` al-Majanin) ini adalah karya masterpiece tentang sejarah kegilaan dalam Islam. Ditulis lebih dari 1.000 tahun yang lalu, penulisnya adalah Abu al-Qosim an-Naisaburi (w. 1016 M), seorang ahli tafsir dan hadis, sejarawan sekaligus sastrawan terkemuka di zamannya.

Semua tokoh yang diceritakan dalam kitab ini bukanlah tokoh fiktif. Ini kisah nyata tentang orang-orang yang dianggap gila dalam Islam. Sebut saja misalnya, Uwais al-Qarni, Qois si Majnun, Sadun, Buhlul, Salmunah si Wanita Gila, dll. Namun begitu, mereka ini bukanlah orang-orang gila biasa. Mereka sosok-sosok yang cerdas, jenius, memiliki akal yang tajam, penuh dengan kata-kata hikmah, bahkan seringkali dianggap sebagai Wali yang nyeleneh.

Selain menyajikan 500 kisah-kisah kegilaan yang penuh pesan moral, buku yang usianya 400 tahun lebih tua dari Kisah 1001 Malam ini juga ditulis dengan sangat hati-hati berdasarkan metode periwayatan yang ketat layaknya hadis. Tak heran, jika buku ini telah menjadi kitab rujukan kisah-kisah sufi yang selama ini telah beredar.

Dari kitab ini, kita akan mendapatkan pesan-pesan inspiratif yang jenaka sekaligus nasihat-nasihat moral yang bisa meningkatkan kecintaan kepada Allah. Buku ini mengingatkan kita bahwa hikmah itu bisa didapat dari manapun, bahkan dari orang yang (dianggap) gila sekalipun.

Baca Selengkapnya...