Pesan Buku/Kitab?
SMS & WhatsApp : 0812 8625 1777
Pin BB : 73E49DB5
e-mail: r.rusmanto@gmail.com ___________________________

Rahasia Menyingkap Makrifat Allah

Rahasia Menyingkap Makrifat Allah

Terjemah Kitab Asrar Al Insan fi Ma'rifah ar-Ruh wa ar-Rahman

Karya: Syekh Nuruddin ar-Raniri

Penerbit: Diadit Media

Harga: Rp. 29.500,-

Nama lengkapnya adalah Nuruddin Ibn 'Ali Ibn Hasanji Ibn Muhammad Humeyd ar-Raniri. la berasal dari dataran India (Gujarat) dan nenek moyangnya berasal dari daerah Arab, tepatnya Hadramaut. Pada tanggal 6 Muharram 1047 H /11 Mei 1637 M, ia tiba di daerah Aceh dan tinggal di sana sampai tahun 1644 M pada masa kekuasaan Sultan Iskandar Sani.

Syekh Nuruddin ar-Raniri telah banyak mengarang buku yang berisi tentang ajaran Tasawwuf. Menurut Van der Tuuk (via Tudjimah: 1961), karangan Syekh Nuruddin ar-Raniri minimal mencapai 23 buah. Di antaranya adalah Sirat al-Mustaqim, Durrat al-Faraid bi Syarh al-'Aqa'id, Hidayah al-Habib Fi Targib wa Tartib, Bustan as-Salatin Fi Zikr al-Awwalin wa al-Akhirin, Nubda fi ad-Da'wa al-Zitl ma'a Sahibihi, Lata'if al-Asrar, Asrar al-lnsan fi marifah ar-Ruh wa ar-Rahman, Tibyan fi Ma'rifah al-Adyan, dan lain sebagainya.

Dan buku ini adalah salah satu terjemahan dari karya beliau, yaitu Asrar al-lnsan fi Ma'rifah ar-Ruh wa ar-Rahman ke dalam edisi Bahasa Indonesia. Semoga dengan adanya karya ini, khazanah pemikiran tasawwuf di kalangan umat Islam Indonesia akan semakin berkembang dan menambah daya gugah spiritualitas kita semua. Amiin

Baca Selengkapnya...

Meniti Jalan Menuju Surga

Meniti Jalan Menuju Surga

Terjemah Kitab Minhajul Abidin Karya Imam Al Ghazali

Penterjemah: M. Adib Bisri

Penerbit: Pustaka Amani

Harga: Rp. 40.000,-

Untuk menempuh jalan ibadah bagi seorang muslim yang dicita-citakan sesuai dengan ajaran agamanya, ternyata penuh liku-liku, banyak halangan dan rintangan yang harus dilalui. Sedang kenyataan menunjukkan, bahwa manusia adalah makhluk lemah dan cenderung disibukkan oleh urusan dunia yang bersifat sementara, penuh dengan godaan dan rayuan yang menggiurkan, sehingga ia terlena akan tujuan dari ibadah itu.

Meniti jalan menuju surga sebagai tujuan dari ibadah yang sedemikian rupa itu, Al-Ghazaly dengan pemikiran dan perenungannya yang mendalam berhasil merumuskannya berupa tahapan-tahapan dan tanjakan-tanjakan untuk menempuhnya dan sarana-sarana apa yang musti diperlukan. Demikianlah yang ditawarkan oleh Al-Ghazaly dalam kitab "Minhajul 'Abidin" ini.

Tahapanan-tahapan ibadah itu, meluputi: Tahapan ilmu dan ma'rifat, tahapan godaan, tahapan rintangan, tahapan pendorong, tahapan cacat amal dan tahapan puji dan syukur. Ketujuh tahapan ini oleh Al-Ghazaly disajikan secara sistematis dan gamblang dalam buku ini.

Baca Selengkapnya...

Bid'ahkah Tahlilan dan Selamatan Kematian?

Bid'ahkah Tahlilan dan Selamatan Kematian?

Oleh: Drs. KH. M. Sufyan Raji Abdullah, Lc.

Penerbit: Pustaka Al Riyadl

Harga: Rp. 20.000,-

Buku yang berjudul "BID'AHKAH TAHL1LAN DAN SELAMATAN KEMATIAN ?" ini membahas masalah seputar Tahlilan, selamatan kematian dan hadiah pahala kepada orang islam yang telah meninggal. Semua masalah dibahas penulisnya secara aktual, profesional, akurat, obyektif dan tidak tendensial pada sekte, aliran atau golongan tertentu.

Banyak kelebihan yang menonjol dalam buku ini, diantaranya: Pesan-pesan moral, tidak mengekor pada paham aliran dan golongan tertentu. Setiap masalah dibahas secara obyektif dan profesional. Setiap pendapat ulama' disebutkan dalil dan kitab rujukannya, Bersikap netral dan bijak dalam menyikapi masalah. Tidak mudah menghukumi haram dan bid'ah, bila masalahnya tidak bertentagan dengan aqidah dan syari'at. Semua itu tidak terlepas dari keilmuan dan profesionalitas penulisnya sehingga tidak mudah membid'ahkan dan mengharamkan yang seharusnya tidak bid'ah dan haram, hanya karena membela kepentingan organisasi, aliran, sekte atau bahkan partai politik yang mempolitisir agama sebagai kedok.

TAHLILAN, itu lah sebuah nama acara dzikir bersama yang diambil dari hadits Abu Hurairah riwayat Muslim. Nama ini terkenal, karena menjadi rebutan banyak orang. Kalangan yang menyukainya selalu mcngamalkan dan mereka lebih memilih dzikir dan tahlil berjama'ah, dari pada ajaran nonton Film berjama'ah. Bagi yang membencinya, berusaha sekuat dana, tenaga dan propaganda, untuk melenyapkannya, terlebih bila nama itu di sandingkan dengan kematian, tasyakuran, walimahan dan sejenisnya. Namun yang unik adalah pada kondisi tertentu, seperti menjelang perhelatan politik, yang tadinya benci, tiba-tiba sayang. Itulah uniknya Bang TAHLIL, disayang, ditendang, dibenci dan di timang.

Kami lidak mempermasalalikan orang suka tahlilan atau tidak, karena itu budaya, bukan kewajiban agama, namun yang menjadi masalah adalah pemberian hukum khurofat, musyrik, jahiliyah, Nashrani, Yahudi dan bid'ah yang disandangkan oleh sebagian orang pada acara tersebut. Apakah hanya karena mengadakan dzikir atau tahlil yang tujuannya mendo'akan dan hadiah pahala pada orang tua yang wafat masuk neraka?. Masalah inilah yang perlu diluruskan.

Tidaklah benar ajaran yang menilai acara tahlilan haram, bid'ah, khurofat, musyrik dan makanan yang dihidangkan haram. Acara tahlilan kematian tidak sama dengan acara ritual kematian atau Kifarah yang dilakukan orang jahiliyah. Dan menilai mendo'akan dan hadiah pahala pada orang mati tidak ada gunanya, adalah ajaran yang salah, karena menyalahi syari'at islam yang dibawa oleh nabi Muhammad saw. Sebab sesuai al-Qur'an, sunnah dan ijma' ulama'. orang islam yang meninggal masih mendapat manfaat dari yang hidup. baik do'a, hadiah pahala, shadaqah dan lainnya.

Baca Selengkapnya...

Hukum Merawat Jenazah (Dari Memandikan Sampai Memakamkan) Menurut Syariat Islam

Hukum Merawat Jenazah (Dari Memandikan Sampai Memakamkan) Menurut Syariat Islam

Oleh: KH. Muhammad Hanif Muslih, Lc.

Penerbit: Toha Putra Semarang

Harga: Rp. 22.000,-

Mati adalah sebuah keniscayaan, artinya setiap makhluk hidup, termasuk juga manusia pasti akan mengalami mati. Jika ajal menjemputnya, tidak mungkin dapat diundur atau dimajukan. Tidak ada pemberitahuan terlebih dahulu, dan juga tidak bisa menghindar darinya, di manapun ia berada, sekalipun dalam benteng atau bungker sekuat apa pun, ajal pasti datang dan pasti menjemputnya!

Seseorang yang sudah dinyatakan mati oleh ahlinya; dokter, para medis dan lainnya, maka wajib bagi ahli waris-nya atau orang lain untuk memandikan, mengafankan, menyalatkan dan memakamkannya, dengan baik, dengan aturan dan tata krama yang diatur oleh syariat Islam.

Banyak hal yang diperselisihkan oleh banyak orang perihal yang berkaitan dengan mayat atau yang lazim disebut jenazah; baik ketika memandikan, mengafankan, menyalatkan, meletakkan/menidurkan di tempat tidur, mengiring, posisi imam ketika mengimami shalat jenazah, atau menangisi mayat, menabur bunga, mentalqin dan lain sebagainya.

Dengan memohon taufiq, hidayah dan inayah dari Allah Azza wa Jalla yang Agung lagi pemurah, buku ini mencoba untuk mengurai dan menjawab masalah tersebut di atas, mudah-mudahan Allah memberikan kemudahan untuk semua itu, Amin Ya Rabbal 'Alamin.

DAFTARISI

DAFTARISI iii
TAQDIM vi
BAB I MEMASTIKAN KEMATIAN SESEORANG
• Hal-hal yang Dilakukan Saat Seseorang Sakaratul Maut (Menjelang Ajal) 1
• Memastikan Seseorang Benar-benar Telah Meninggal 6
• Hal-hal yang Wajib Apabila Seseorang Telah Dinyatakan Meninggal 8
• Apa yang Diucapkan Ketika Mendengar Seseorang Telah Meninggal 11
• Hukum Ta'ziyah 12
• Kapan Hendaknya Ta'ziyah itu Dilakukan? 13
• Apa yang Dilakukan Ketika Berta'ziyah? 14
• Sunah Berta'ziyah Sampai Mayat Dishalatkan dan Dimakamkan 15
• Tujuan Ta'ziyah dan Batas Waktunya 17
• Ta'ziyah Dengan Pakaian Hitam 19
• Hukum Menangisi Mayat 24
• Hukum Menangisi Mayat Sehingga Air Matanya Menjatuhi Anggota Tubuh Mayat 32

BAB II MEMANDIKAN JENAZAH 37
• Hukum Memandikan Mayat 37
• Dalil Kewajiban Memandikan Jenazah 37
• Mengapa Mayat (Jenazah) Hams Dimandikan? 38
• Cara Memandikan Jenazah 40
• Siapakah yang Harus Memandikan Jenazah 42
• Adakah Orang yang Memandikan Jenazah Wajib Mandi? 45
• Apakah Orang yang Mati Syahid, Wajib Dimandikan Seperti yang Lainnya? Siapa Saja yang Masuk Kategori Syahid? 47
• Syahid Dunia dan Akhirat 47
• Menidurkan Mayat Setelah Dimandikan 62

BAB III MENGAFANI JENAZAH 64
• Kain Kafan Didapatkan dari Mana? 64
• Jenis Kain Kafan yang Digunakan Untuk Mengafani Jenazah 65
• Cara Mengafani Mayat 68
• Hal-hal yang Wajib atau Sunah Dalam Mengafani Jenazah 72
• Mengafani Mayat dengan Kain Bekas 72
• Kain Kafan Ditaburi Bubuk Kayu Gaharu, Kayu Cendana, Kapur Barus atau yang Lainnya 75
• Kain Kafan Dicuci dengan Air Zamzam 75
• Kain Kafan Ditulisi ayat-ayat Al-Qur'an dengan Niat Mengharap Berkahnya 82
• Apakah Orang yang Mati Syahid Wajib Dikafani? 86

BAB IV MESH AL ATKAN JENAZAH 88
• Acara Pelepasan Jenazah 88
• Hukum Menshalati Mayat 97
• Syarat, Rukun dan Sunah Shalat Jenazah 98
• Mayat Dishalati Lebih dari 40 Orang 99
• Tempat yang Utama Dalam Menshalati Jenazah 100
• Siapa yang Lebih Berhak untuk Menjadi Imam Dalam Menshalati Jenazah? 103
• Posisi Imam Ketika Menshalati Mayat 104
• Shalat Jenazah yang Jenazahnya Lebih dari Satu dan Berbeda-beda Jenisnya 106
• Menshalati Mayat Pada Waktu-waktu yang Diharam-kan Shalat 108
• Menshalati Jenazah Setelah Dimakamkan 110
• Shalat Ghaib 118
• Shalat Jenazah dan Bacaannya 120
• Hukum Menshalatkan Jenazah yang Mati Bunuh Diri 130

BAB V MEMAKAMKAN JENAZAH 135
• Masalah-masalah yang Berhubungan Dengan Pemakaman Jenazah 136
• Hukum Mengiring Jenazah Sampai ke Pemakaman 137
• Bacaan yang Dibaca Saat Mengiring Jenazah Menuju Pemakaman 139
• Menabur Bunga Dalam Perjalanan Menuju Pemakaman 144
• Kesunahan Dalam Memikul Jenazah 152
• Hal-hal yang Berhubungan Dengan Mengiring Jenazah 155
• Mengiring Jenazah Dengan Menaiki Kendaraan 159
• Hukum Perempuan Mengiring Jenazah 160
• Pengertian Kubur dan Bagaimana Seharusnya? 161
• Bentuk Kubur 169
• Yang Berhak Memakamkan Jenazah 172
• Bolehkah Seorang Perempuan Memakamkan Jenazah? 173
• Pemakaman Jenazah 176
• Hukum Memasukkan Jenazah Dalam Peri 185
• Hukum Memakamkan Jenazah Pada Malam Hari 187
• Di Mana Sebaiknya Mayat Dimakamkan? 190
• Memberi Nama Pada Batu Nisan 193
• Hukum Azan Atas Mayat 198
• Fungsi Azan Selain Sebagai Panggilan Shalat 204
• Pemakaman Seorang yang Meninggal di Tengah Laut 209
• Seseorang Meninggal dan Jasadnya Bercerai-berai 211
• Memakamkan Jenazah Lebih Dari Satu Dalam Satu Liang Kubur dan Atau Satu Liang Kubur Berbeda Jenis 216
• Mencampurkan Pemakaman Orang-orang Muslim Dengan Orang-orang Non Muslim 224

BAB VI HAL-HAL YANG BERKAITAN DENGAN JENAZAH SETELAH DIMAKAMKAN 229
• Talqin dan Dalilnya 229
• Ulama yang Memperbolehkan Menalqin Mayat 233
• Berapa Kali Sebaiknya Talqin Kepada Mayat Dilakukan? 240
• Amalan Lain Untuk Kemanf aatan Mayat Selain Talqin 245
• Bacaan Ayat-ayat Al-Qur'an dan Doa untuk Mayat 247
• Hukum Menabur Bunga di Atas Makam dan Apa Saja Yang Diperbolehkan 253
• Hukum Menyiram Air di Atas Makam 253
• Hukum Mengijing dan Mendirikan Bangunan di Atas Makam (Kubur Seseorang) 256
• Hukum Makan Minum Saat Berduka 268
• Hukum Makan-Minum Setelah Memakamkan Mayat 270

PENUTUP 272
DAFTAR KEPUSTAKAAN 275

Baca Selengkapnya...

Membela ASWAJA Dengan Logika dan Argumentasi Agama

Membela ASWAJA Dengan Logika dan Argumentasi Agama

Terjemah dari Kitab Hujjah Ahlusunnah Wal Jama'ah Karya KH. Ali Maksum

Penterjemah: Saheeba Admirer's '13 PonPes Langitan

Penerbit: LPQ PP Langitan

Harga: Rp. 20.000,-

Memang sangat memprihatinkan, itulah kenyataan pahit tentang problematika yang berkaitan dengan argumentasi dari amalan-amalan Ahlussunnah Waljama'ah yang banyak diperbincangkan dari diperdebatkan kebenarannya oleh kelompok-kelompok tertentu.

Sebagai umat Islam yang berpaham Ahlussunnah Waljama'ah memiliki tanggung jawab besar untuk bisa menjawab dan meng-counter berbagai macam problematika yang bermunculan serta tanggung jawab di dalam melestarikan tuntunan dan ajaran yang bersumber dari Al-Qur'an dan Al-Hadits.

Untuk itu, buku ini hadir di hadapan Anda sekalian untuk mengungkap kebenaran argumentasi Ahlussunnah Waljama'ah berdasarkan dalil Al-Qur'an, Al-Hadits dan atsar para sahabat.

Baca Selengkapnya...

Hadits Qudsi

Hadits Qudsi

Pola Pembinaan Akhlak Muslim

Oleh: KH.M. Ali Usman, H.A.A. Dahlan dan Prof.Dr.H.M.D. Dahlan

Penerbit: Diponegoro

Harga: Rp. 35.000,-

Kitab "Hadits Qudsi" ini, sebagian besar berkenaan dengan akhlaq budi pekerti dan pensucian bathin. Di saat membacanya, perlu renungan dan pemikiran, sehingga menumbuhkan keyakinan yang benar dan membuahkan amal dan perilaku yang ikhlas. Kitab ini mengajak pembaca untuk mengukur dan bertanya pada pribadi dan kata hati, sebelum diukur dan dihisab oleh Allah swt.

Dalam menganalisa Hadits Qudsi yang tercantum dalam kitab ini, para penulis mencoba menghubungkannya dengan ayat-ayat al-Qur'an dan Hadits-hadits Nabawi. Di sana-sini terdapat pula kata-kata mutiara dari para shahabat, tabi'in dan tabi'ut tabi'in, yang dapat mepggugah dan mengetuk hati para pembaca. Membaca kitab ini berarti menggali segala rahasia amal ibadah kita, kedalaman dan keluasannya, kesuburannya ataupun jauh dekatnya dari tuntunan Ilahi.

Kitab ini didasarkan atas kitab "Adabul Ahaditsil Qudsiyah" yang disusun oleh Dr. Ahmad Asyibashi, dosen Universitas al-Azhar Kairo. Namun ulasan dan analisanya dilengkapi oleh para penulis bersumberkan kitab-kitab standard lainnya.

DAFTAR ISI

Pengantar Penerbit 5
Daftar isi 7
Pendahuluan 11
1. Rahmat Allah 17
2. Berjihad di Jalan Allah 23
3. Kurnia dan Pinjaman 29
4. Antara Aman dan Takut 35
5. Ketentuan-ketentuan Ibadah 41
6. Jalan ke Surga 49
7. Kesenangan dalam Surga 53
8. Pahala Memuji Syukur 59
9. Pengikhlasan Amal Karena Allah 65
10. Kedudukan Amanat 71
11. Yang Baik di Tangan Allah 77
12. Mengingat Allah swt 83
13. Tamu Allah swt 89
14. Mensucikan Allah swt 95
15. Pahala Shabar 101
16. Cinta Allah 109
17. Keagungan dan Kebesaran Allah 119
18. Keesaan Allah 123
19. Memaafkan ketika Mampu Membalas Dendam 127
20. Rumah Allah 135
21. Iman dan Kedermawanan 145
22. Pahala Para Syuhada 151
23. Akibat Kedhaliman 157
24. Syukur dan Shabar 163
25. Taqwa kepada Allah 169
26. Dia Tidak Dapat Dicapai oleh Pandangan 175
27. Nilai Shaum 181
28. Kebaikan dan Kejahatan 191
29. Sifat Juru Da'wah 199
30. Pahala Kebajikan 203
31. Pahala bagi Tuna Netra 207
32. Perumpamaan Dunia 213
33. Kaum Mu'min 221
34. Berpegang pada (Agama) Allah 229
35. Kedudukan Orang yang Melakukan Ibadah Haji 233
36. Berdzikir dalam Masjid 239
37. Pertolongan Anak Terhadap Orang Tua di Akhirat 243
38. Takut kepada Allah 247
39. Ujian Allah 251
40. Mencari Rizki 259
41. Hubungan Kekeluargaan 265
42. Perbuatan Baik dan Jahat 269
43. Beramal dengan Ikhlas karena Allah 275
44. Terlalu Banyak Bertanya 281
45. Zuhud, Wara', dan Khauf 287
46. Dunia 293
47. Berqurban pada Jalan Allah 299
48. Pahala Infaq 303
49. Nadzar 309
50. Pengesaan Allah 313
51. Ahli Wara' 317
52. Zuhud dan Ibadah Fardlu 321
53. Surah al-Fatihah 325
54. Kedudukan Rasulullah saw 331
55. Menyedikitkan Makan 337
56. Haq Allah 341
57. Menyegerakan Ibadah Haji 347
58. Wajib Menolong Orang Teraniaya 351
59. Bermurah Hati dan Berakhlaq Baik 355
60. Menyegerakan Buka Shaum 359
61. Luasnya Ampunan Allah 363
62. Kedudukan Hal-hal yang Sunnat 369
63. Mengajak Berbuat Kebajikan dan Mencegah Perbuatan Mungkar 373
64. Suri Teladan 377
65. Menjauhkan Diri dari Minuman Keras 383
66. Tawadlu' karena Allah 385
67. Dzikrullah ketika Marah 391
68. Tiga Masjid yang Diutamakan 395
69. Pengampunan Dosa 399
70. Kedudukan Du'a 403
71. Kecintaan Allah dalam Keridlaan-Nya 407
72. Ni'mat Ridla 413
73. Kematian Anak-anak 419
74. Ampunan Allah dan Perlindungan-Nya 423
DAFTAR BACAAN 429
Baca Selengkapnya...

Hidayatus Salikin; Mengarungi Samudera Ma'rifat

Hidayatus Salikin; Mengarungi Samudera Ma'rifat

Terjemah kitab Hidayatus Salikin karya Syaikh Abdus Shomad Al-Palembani

Penterjemah: Kms. H. Andi Syarifuddin, S.Ag.

Penerbit: Pustaka Hikmah Perdana

Harga: Rp. 40.000,-

Al-Ghazali, adalah figur yang boleh dikata mayoritas umat Islam mengamini intelektualitasnya. Dalam hal berkarya, bahkan ada yang mensinyalir melebihi angka empat ratus judul buku; baik dalam bentuk karya utuh maupun rasail, dengan sebagian besar menjadi rujukan ummat Islam. Umumnya karya-karya beliau yang monumental adalah yang bercorak sufisme., sebagai potret labuhan pemikirannya setelah mencoba memasuki wilayah kalam, bathiniyah, theologi dan filsafat membentur tembok dan tidak menemukan jalan yang mampu men-cerahkan bathin dan pemikirannya.

Belakangan kita bisa menjumpai banyak karya-karya beliau yang sudah dialih bahasakan kedalam berbagai bahasa. Para pemikir modern pun berlomba -lomba mencoba memberikan anotasi, mensyarahi, meringkasnya, bahkan ada pula yang memetik sarinya saja.

Buku yang ada di tangan pembaca ini, adalah salah satu dari karya sebagian pemikiran Al-Ghazali dalam bentuk yang terakhir diatas. Dengan mengupas total pemikiran sang maestro dari karyanya Bidayatul Hidayah, penulis buku ini banyak mengupas metode dan sistimatika beribadah kepada sang Khaliq maupun cara bermuamalah yang benar di tengah masyarakat. Didalamnya diu-las secara apik mulai dari amaliyah nyata, seperti; adab wudhu, shalat dan puasa, diikuti dengan cara menjauhi maksiat, amaliyah hati, keutamaan dzikir dan bertaqarrub kepada Allah SWT, seperti; adab orang alim, belajar, berte-man, dan lain-lainnya.

Menariknya lagi, ia ditulis oleh pemikir dan intelektual muslim asli Indonesia, As-Syaikh Abdusshomad al-Palembani, sehingga ulasan dan analisisnya sangat pas dan tidak jauh dari kondisi masyarakat kita. Sebuah karya yang membumi untuk muslim Indonesia.

Baca Selengkapnya...

Mustika Pencerah Qalbu

Mustika Pencerah Qalbu

Terjemah Kitab At Tanwir Fii Isqaati at Tadbir Karya Syeikh Ibnu Athaillah as Sukandariy

Penterjemah: Misbah el-Majid,Lc.

Penerbit: Pustaka Hikmah Perdana

Harga: Rp. 59.500,-

Ajaran Islam menganjurkan setiap ummatnya untuk mendidik nafsu, mengatur jiwa dan qalbu melalui jalan olah rohani, yang demikian itu untuk mewujudkan kesucian lahir batin, sebab hanya suci lahir batinlah pengabdian seorang hamba bisa bermakna dihadapan Allah SWT- Ajaran Qur'ani dan Sunnah nabi-Nya telah menyerukan masalah ini. Karenanya, belajar tasawuf adalah sebuah kemestian bagi mereka yang ingin mbersihkan Qalbu dan mensucikan jiwa.

Dengan mendalami ilmu tasawuf kita bisa mempelajari kiat mendidik nafsu, mengelola diri, menjernihkan jiwa dan mendiqdayakan hati guna menuju paripurna ibadah dan ubudiyah kepada Allah SWT. Dan diantara khazanah ilmu tasawuf itu ialah kitab at Tanwir fi Isqaat at Tadbir (Mustika Pencerah Qalbu, meruntuhkan Rancang Bangun Pengaturan Diri) Karya Syeikh Ibnu Athaillah as Sakandari. Inilah karya yang mendapat apresiasi tinggi dari para alim karena berisi mustika pencerah qalbu dan jiwa yang mengurai kiat mensinergikan kerja lahir batin demi menggapai kesempurnaan ibadah dan keutuhan ubudiyah kepada Allah SWT.

Karya at Tanwir fii Isqaati at Tadbir oleh Syeikh Ibnu Athaillah ini adalah mustika pemikiran brilian dari pelaku ilmu ketuhanan agung. Karya ini menjelaskan secara komprehensif perihal esensi kediqdayaan jiwa, substansi ibadah ragawi dan ibadah materi atau amal spiritual dan amal sosial. Ibnu Athaillah lebih lanjut mengatakan bahwasannya ada 2 (dua) macam pengaturan yaitu pengaturan yang terpuji dan pengaturan yang tercela.

Karya ini juga mengajarkan kepada kita dalam menerima ketetapan taqdir Allah sepenuh jiwa, "Demi tuhanmu, mereka tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan dan mereka menerima dengan sepenuhnya." (QS.anNisa', 4:65)

Semoga karya ini memberikan motivasi dan melahirkan dayaguna bagi para pembaca.

Baca Selengkapnya...

HABIB UMAR BIN HAFIZH MENJAWAB

HABIB UMAR BIN HAFIZH MENJAWAB

Tanya Jawab Keseharian Tentang Mendekat Kepada ALLAH SWT

Penterjemah: Husin Nabil

Penerbit: Putera Bumi

Harga: Rp. 25.000,-

Terdapat pertanyaan-pertanyaan tentang perjalanan menuju kepada Allah dan mendekat kepada-Nya. Sebab memang perjalanan menuju Allah sangat rumit dan berbahaya. Sudah tentu setiap pejalannya harus memiliki tempat bertanya. Dan yang ditanya haruslah orang yang menguasai lagi mengetahui jalan itu.

Hadir di hadapan kita buku yangmengutip jawaban-jawaban Habib Umar bin Hafizh yang tak asing lagi di bumi Indonesia, atas pertanyaan-pertanyaan seputar perjalanan menuju Allah dan penyucian jiwa.

Buku tentang jawaban Habib Umar sudah pernah terbit di Indonesia. Namun buku itu berkenaan dengan fatwa-fatwa beliau atas permasalahan fiqih atau tata cara dalam beribadah. Sedangkan buku ini adalah jawaban-jawaban beliau seputar permasalahan batin dan ruhani yang pasti dialami oleh mereka yang menjalankan ibadah dalam mendekatkan diri kepada Allah. Tanya jawab ini dikutip dan dipilih dari beberapa buku karangan dan website beliau.

Buku ini adalah lampu yang menerangi kegelapan hidup, jalan keluar dari masalah, dan benang merah dari kebingungan yang kusut. Buku ini adalah air sejuk bagi mereka yang dahaga dalam perjalanannya menuju Allah.

Baca Selengkapnya...

Tanya Jawab Seputar Aqidah Bersama HABIB ZEIN BIN SMITH

Tanya Jawab Seputar Aqidah Bersama HABIB ZEIN BIN SMITH

Oleh: Tim Majelis Khoir

Penerbit: Majelis Khoir Publishing

Harga: Rp. 33.000,-

Buku ini berisi kumpulan fatwa al-'Allamah al-Faqih al-Habib Zein bin Ibrahim bin Smith mengenai akidah yang dihimpun dari rubrik konsultasi akidah di majalah Alkisah.

Beliau merupakan seorang tokoh ulama Ahlussunnah Wal Jama'ah abad ini, yang ahli dalam bidang fikih dan menjadi rujukan dalam menjawab segala macam problematika ummat. Dalam menjawab setiap pertanyaan para penanya, Habib Zein menjawabnya dengan bahasa yang mudah dicerna dan disertai dalil-dalil yang akurat.

Semoga dengan membacanya, kita semua akan mendapatkan ilmu dan semakin memperluas pengetahuan kita.

Selamat membaca!!!

Baca Selengkapnya...

Potret Ajaran Nabi MUHAMMAD Dalam Sikap Santun Akidah NU

Potret Ajaran Nabi MUHAMMAD Dalam Sikap Santun Akidah NU

Seri Akidah

Oleh: Forum Kajian Ilmiah KAIL MAS 2014

Penerbit: Mumtaz Lirboyo

Harga: Rp. 65.000,-

Karya yang saat ini ada di hadapan pembaca sekalian, merupakan salah satu Ensiklopedia tradisi Nusantara yang tergolong layak untuk dijadikan pegangan amaliyah masyarakat Indonesia, khususnya warga Nahdliyyin, di dalamnya selain berisikan pengenalan tentang amaliyah yang telah mentradisi, namun juga disertai penjelasan argumentasi baik itu Naqli atau 'Aqli yang amat kokoh, dan mampu menjadi dalil akan legalitas setiap amaliyah keagamaan para leluhur yang senariasa kita laksanakan secara turun temurun.
KH. 'Abdullah Kafabihi Mahrus
Rektor Institut Agama Islam Tribakti (IATT)

Buku ini sangat layak disebarluaskan dan dimiliki oleh para santri khususnya, serta umat Islam pada umumnya, dengan isinya tentang "Tradisi & Amaliyah NU" sebagaimana yang telah diajarkan oleh para sesepuh.
KH. Ahmad Idris Marzuqi
Pengasuh PP. Lirboyo

Tersusunya buku "Potret Ajaran Nabi MUHAMMAD Dalam Sikap Santun Akidah NU" semoga menjadi fundamental suatu pencerah, suatu pembuka dari ketidakpahaman dari Ahlussunnah Wal Jama'ah. Dengan itu akan menambah kemantapan serta keyakinan dan kekuatan pribadinya. Dengan Akidah tersebut (Ahlussunnah Wal Jama'ah), semoga buku ini tidak menjadi bacaan belaka atau pengertian dan nilai tambah pengetahuan, Akan tetapi menjadi pegangan untuk memperkuat anugerah yang paling agung dari Allah SWT. Ialah al-Iman Wal Islam serta menjadi umat Sayyidina Muhammad SAW., Amien.
Maulana al-Habib Luthfi Ibn Ali Ibn Yahya
Ro'is 'Am Idarah Ahlith Thariqali ai-Mu'tabarah an-Nahdliyyah.

Dengan membaca buku ini setidaknya kita dapat mengetahui kebenaran sejarah Islam yang telah dibiaskan dan dikaburkan oleh tokoh-tokoh Yahudi yang tanpa kita sadari telah menjadi acuan kurikulum di bangku pendidikan bahkan menjadi pengetahuan yang telah mendarah daging di hati saudara-saudara kita.

Juga kita dapat memperoleh pengetahuan yang berharga mengenai bagaimana Sikap & Akhlak yang dimiliki oleh nabi MUHAMMAD beserta para Sahabat dan Wali-wali Allah, dengan harapan semoga dalam kehidupan bermasyarakat, beragama dan berbangsa kita dapat mengambil suri tauladan dari mereka dengan senantiasa bersikap santun, tegas dan berakhlakul karimah, serta tidak ekstrim dan grusa-grusu dalam menyikapi setiap permasalahan yang ada.

Selamat membaca, semoga dapat bermanfa'at dan berbarokah.


DAFTAR ISI

BAB I FIRQOH NAJIAH
A. GOLONGAN YANG MEMEGANG TEGUH AJARAN NABI SAW DAN PARA SAHABATNYA
=> Hadits Perpecahan Umat Nabi Muhammad Saw 1
=> Siapakah Yang Dimaksud Umat Nabi Muhammad Dalam Redaksi Hadits 3
=> Makna Perpecahan Menjadi 73 Golongan 6
=> Makna Masuk Surga Dan Neraka Dalam Redaksi Hadits 8
=> Golongan Yang Berpegang Teguh Pada Ajaran Nabi Saw. & Sahabatnya 10
=> Kesimpulan 15

B. ASYA'IROH DAN MATURIDIYAH 16
=> Akidah 'Asyairoh Dan Mdturidiyah Adalah Akidah Ahlussunnah 16
I. Imam Abu Hasan al-Asy'ariy
- Dikenal Sebagai Pendiri Madzhab 17
- Asy'ariyah Bukan Madzhab Baru 19
- Pengakuan Para Ulama' 20
- Poin-Poin Manhaj Akidah Imam al-'Asy'ariy 21
II. Imam Abu Manshur al-Maturidiy 23
III. Perbedaan Dan Keselarasan Madzhab al-'Asy'ariy Dan al-Maturidiy
- Kedudukan Akal Dalam Mengenal Allah Swt. dan Menemukan Kewajiban Beribadah Pada-Nya 24
- Peranan Akal Dalam Menyikapi Kebaikan Dan Keburukan Sesuatu Secara Personal 25
- Kaitan Antara Perbuatan Allah Swt. Dengan Hikmah Dan 'Ilat al-Ghayah (maksud dan tujuan) 26
- Iradah dan Ridla Serta Perbedaan Di Antara Keduanya 27
- Ikhtiyar dan Kasb (Pilihan Dan Kemampuan) 28
IV. Akidah Imam 'Asy'ariy 29
=> Kesimpulan 44

C. TA'WIL AYAT DAN MAJAZ (KIASAN) DALAM KITAB AL-QUR'AN 45
=> Ta'wil 45
- Pen-takwilan Yang Dilakukan Oleh Para Ulama' Dari Generasi Ke-generasi 49
- Ayat-Ayat Yang Sekilas Melarang Ta'wil 52
=> MAJAZ 54
=> Kesimpulan 57

D. ALLAH TIDAK BERTEMPAT DAN BERBENTUK (JISIM) 57
=> al-Qur'an Membantah Ber-jisim Dan Bertempatnya Allah Swt 59
=> Bukti Rasional Tidak Butuhnya Allah Atas Makan (ruang) Dan Zaman (waktu) 62
=> Tanggapan Para Ulama' Generasi Sahabat Dan Tabi'in 65
=> Kesimpulan 67

E. MENYIKAPI QADLA' DAN QADAR ALLAH SWT 68
=> Makna Iman Terhadap Qadla' Dan Qadar 69
=> Cakupan Qadla' Allah Swt. Terhadap Hamba-Nya Dan Cara Menyikapinya 70
=> Qodlo' Dan Qodar Tidak menghilangakan Sifat Taklif (pembebanan) 72
=> Antara Perintah Dan Iradah 75
=> Adab Berbicara Perihal Qadla' Dan Qadar 76
=> Menyandarkan Amal Perbuatan Kepada Manusia 80
=> Allah Swt. Berhak Menyiksa 83
=> Allah Swt. Mengetahui Apa Yang Akan Terjadi Jauh Sebelum Menciptakan Makhluknya 86
=> Kesalahpahaman di dalam Menyikapi Pernyataan "Kezhaliman Makhluk Terlepas Dari Kehendak Tuhan Swt." 87
=> Hubungan Antara Do'a Dengan Qadla' & Qadar 88
=> Memahami Hadits-Hadits Yang Disalah Paham Terkait Qadla' Dan Doa 90
=^ Kesimpulan 94

BAB II BENARKAH PARA NABI TERJAGA DARI PERBUATAN DOSA
A. 'ISMAH PARA ANBIYA' 96
=> Definisi 'Ishmah
- 'Ishmah Secara Bahasa (Harfiah) 97
- 'Ishmah Secara Istilah (Terminologi) 99
=> Nabi Terjaga Dari Sisi I'tiqod (Keyakinan)
- 'Ishmah Dari Keyakinan Kufur 100
- 'Ishmah Dari Perbuatan Dosa Besar Maupun Kecil 101
=> Kesimpulan 106

B. MENYIKAPI AYAT-AYAT YANG DISALAH PAHAM TIDAK MAKSUM-NYA RASUL
=> Ayat Tentang Nabi Adam As 107
=> Ayat Tentang Nabi Ibrahim As 110
=> Ayat Tentang Nabi Yusuf As 114
=> Ayat Tentang Nabi Syu'aib As 116
=> Ayat Tentang Nabiyullah Muhammad Saw 117
=> Kesimpulan 119

C. MENYIKAPI CERITA ISRAILIYAT
=> Makna Israiliyat 120
- Macam-Macam Israiliyat Dan Hukum Meriwayatkannya 121
=> Kisah Israiliyat Mengenai Penyakit Nabi Ayyub As 128
=> Kesimpulan 129

BAB III KEMULYAAN NABI MUHAMMAD SAW.
A. NABI MUHAMMAD SAW ADALAH MANUSIA SEMPURNA 131
=> Diberi al-Qur'an 132
=> Diutus untuk seluruh Makhluk 135
=> Syafa'at al-Uzhma 136
=> Ummat Nabi adalah Ummat yang paling Mulia 138
=> Kesimpulan 140

B. KEDUDUKAN KELUARGA NABI
=> Mengenai Ahlu an-Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wasallam 140
=> Kemuliaan Ahlu Bait Nabi Muhammad -Shalallallahu 'Alaihi Wa as-Sallama- 143
=> Kewajiban Mencintai Ahlu Bait Nabi 150
=> larangan menyakiti Ahlu Bait Nabi 154
=> Kesimpulan 158

C. KE-TAUHID-AN ORANG TUA NABI MUHAMMAD SAW 159
=> Ayat al-Qur'an Mengenai Ber-Tauhid-nya Leluhur Nabi Muhammad Saw 161
=> Hadits Mengenai Garis Keturunan Nabi Adalah Nasab Yang Terbaik Dan Suci 165
=> Kedua Orang Tua Nabi Adalah Ahli Fatroh 169
=> Menjawab Kesamaran dan Keragu-raguan Dalil Atas Tidak Selamatnya Orang Tua Nabi Saw 171
=> Secercah Syair Dewi Aminah Ibunda Nabi Muhammad Saw 175
=> Kesimpulan 176

D. KEDALAMAN HATI ABi THALIB, BERTAUHID ATAU KUFUR?
=> Paman-Paman Nabi Muhammad Saw 177
=> Abi Thalib 178
- Sikap Ulama' Yang Membela Keimanan Abi Thalib Mengenai Ayat Dan Hadits Yang Menunjukkan Atas Ketidak-imananya 181
- Abi Thalib Menyembunyikan Keimanannya Seperti Ali (pembantu) Fir'aun dan Asiah (Istri Fir'aun) 186
- Bukti-Bukti Abi Thalib Tidak Mengingkari Nabi Muhammad Saw. 193
=> Kesimpulan 196

BAB IV SAHABAT NABI GENERASI TERBAIK UMAT MUHAMMAD
A. KEUTAMAAN DAN KEMULIAAN SAHABAT NABI SAW
=> Keutamaan & Kemuliaan Sahabat Yang Terkemas Dalam Bingkai Hadits 199
=> Kesimpulan 203
=> Keutamaan Dan Kemuliaan Sahabat Yang Terekam Dalam al-Qur'an 204

B. MEMBELA KEHORMATAN PARA SAHABAT NABI SAW 212
=> Larangan Mencela Para Sahabat 213
=> Pendapat Para Ulama' Terkait Mencela Sahabat Nabi Saw 215
=> Kesimpulan 216
=> Membersihkan Lisan Dari Mencela Para Sahabat Ra. 217
=> Kesimpulan 220

C KEAKRABAN SAHABAT 220
=> Bukti Keakraban Sahabat 222
=> Pertalian Kekeluargaan Antara Sahabat 227
=> Hikmah Dibalik Semua Kisah 235
=> Meluruskan Perselisihan Diantara Sahabat Nabi
1. Perselisihan Sahabat 'Ali Dengan Dewi 'Aisyah Ra. 237
2. Perselisihan Antara 'Ali Dan Mu'awiyah Ra 240
=> Kesimpulan 244

BAB V DIMENSI LAIN KETUHANAN
A. KEBENARAN MIMPI BERTEMU NABI MUHAMMAD SAW 246
=> Sifat dan Karakteristik Nabi Muhammad Saw 249
=> Tiga Macam Mimpi Manusia 250
=> Pendapat Para Ulama' Menyikapi Makna Bertemu Nabi Muhammad Saw 253
=> Kesimpulan 261

B. KERAMAT PARA AULIYA'
=> Definisi Dan Landasan Dasar Keramat 262
=> Dalil al-Qur'an tentang keramat Auliya' 264
=> Dalil Sunnah 265
=> Kisah-kisah Keramat 270
=> Penyebab Karamah Setelah Zaman Sahabat Lebih Banyak 273
=> Ayat - Ayat Yang Berpotensi Menolak Keberadaan Karamah 274
=> Hikmah Keramat 277
=> Kesimpulan 278

C. ILHAM & MUKASYAFAH 278
=> Definisi ilham dan kejelasannya 279
=> Perbedaan sudut pandang tentang ilham dapat dijadikan hujjah 282
=> Kesmpulan 284

D. HIDUPNYA NABI KHIDLIR AS. DAN ILYAS As 285
=> Komentar Ulama' Hidupnya Nabi Khidlir & Ilyas 285

BAB VI SULUK
A. ANTARA SYARI'AT DAN HAQIQAT
=> Definisi Dan Korelasi Syari'at Dan Haqiqat 292
=> Titik Temu Antara Syari'at Dan Haqiqat 295
=> Kesimpulan 301

B. TASAWWUF BUKAN MODIFIKASI (BID'AH) 302
=> Definisi dan Sejarah Kata Tasawwuf 302
=> Pokok-pokok Ajaran Tashawwuf 304
=> Kesimpulan 308

C. THARIQAH 309
=> Pengertian Thariqah 309
=> Thariqah Mu'tabarah 314
=> Nama-Nama Thariqah Mu'tabarah Di Indonesia 317
=> Kesimpulan 318

D. MANUNGGALING KAWULO GUSTI 318
=> Antara Tuhan Dan Makhluk-Nya 319
=> Wahdatul Wujud 320
=> Fana' 322
=> Hulul 323
=> Ta'wil-an Kata-Kata Sufiyyin 325
=> Kesimpulan 327

BAB VII SYARI'AT DALAM KEBERAGAMAN PENDAPAT
A. IJTIHAD, TAQLID, DAN TALFIQ 328
=> IJTIHAD
- Definisi Dan Dasar ljtihad 328
- Siapakah Mujtahid? 330
=> TAQLID
- Definisi Taqlid 334
- Kejelasan Taqlid 334
=> TALFIQ 337
=> Kesimpulan 339

B. PERBEDAAN ANTARA ULAMA' ADALAH RAHMAT BAGI UMAT 340
=> Kesimpulan 343

C. KETAATAN PADA PEMIMPIN 344
=> Siapakah Pemimpin Negara Menurut Kaca Mata Islam? 344
=> Hukum Taat Kepada Pemimpin 345
=> Batas Ketaatan Kepada Pemimpin 346
=> Memulyakan Pemimpin 352
=> Bukti Lain Bahwa Rakyat Harus Tetap Mengikut Pemimpin 353
=> Kesimpulan 355

D. KONSEP AMAR MA'RUF NAHY MUNGKAR 355
=> Hukum Amar Ma'ruf 356
=> Rukun Amar Ma'ruf Serta Syarat-Syaratnya 360
=> Landasan dan tata cara Amar ma'ruf nahy munkar 362
=> Proses Pelaksanaan Amar Ma'ruf Nahy Munkar Dalam Islam 363
=> Kesimpulan 367

DAFTAR PUSTAKA

Baca Selengkapnya...