Pesan Buku/Kitab?
SMS & WhatsApp : 0812 8625 1777
Pin BB : 73E49DB5
e-mail: r.rusmanto@gmail.com ___________________________

Menyingkap Tabir Kegalauan Dalam Perspektif Hadits

Menyingkap Tabir Kegalauan Dalam Perspektif Hadits

Terjemah Kitab Kasyf al Ghummah Fi Isthina' Al Ma'ruf Wa Rahmah Lil Ummah

Karya: Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki Al-Hasani

Penerbit: Hai'ah Ash-Shofwah

Harga: Rp. 25.000,-

Buku ini berisikan 160 buah Hadits Nabawi, yang insya Allah bakal memberi warna spiritual tersendiri yang cukup menyejukkan hati serta diyakini dapat menambah wawasan baru tentang berbagai hal yang selama ini banyak diabaikan oleh sebagian masyarakat.
Keutuhan hubungan antar sesama ummat manusia yang dibangun di atas landasan kasih sayang empati, saling tolong menolong, serta membantu hajat kebutuhan orang lain kini mulai banyak dirindukan kehadirannya kembali di tengah-tengah masyarakat muslim yang majemuk ini.

Berbuat kebajikan memang tidak hanya mendatangkan pahala yang berkesinambungan, namun juga melahirkan kesembuhan jasmani, kegembiraan serta kepuasan batin yang tiada tara. Seperti itulah kebaikan yang telah diajarkan Baginda Nabi kepada segenap ummat Beliau.

Setinggi apapun tingkat ketaqwaan seseorang namun jika tidak diiringi dengan tindakan yang baik terhadap sesama hamba Allah tentu yang demikian itu tidak dapat dikatakan sempurna nilainya disisi Allah.

Islam saat ini sedang merindukan tampilnya sosok-sosok yang tidak hanya berperilaku baik dari segi amaliyah ibadah mahdhoh semata, namun juga yang mampu menebar kasih sayang dan peduli terhadap semua kalangan. Sebab melalui kebaikan yang mereka lakukan itulah akan tercapai cita-cita luhur Baginda Nabi Muhammad Shalallahu'alaihi wasallam.

Dengan tumbuh kembangnya kesejahteraan dan kedamaian secara universal dan menyeluruh diseantero dunia ini. Lantas langkah apa yang perlu kita lakukan demi mewujudkan cita-cita mulia tersebut? Seperti apa ragam kebaikan yang perlu kita persiapkan sebagai bekal menyempumakan kualitas iman kita di sisi Allah? Temukan jawabannya melalui buku yang ada dihadapan Anda saat ini.

Baca Selengkapnya...

Teladan Terbaik Dalam Berdakwah

Teladan Terbaik Dalam Berdakwah

Terjemah Kitab Al-Qudwah al-Hasanah fi Manhaj al-Da'wah ila Allah

Karya: Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki Al-Hasani

Penerbit: Hai'ah Ash-Shofwah

Harga: Rp. 15.000,-

Sirah Nabawiyyah dan sejarah kehidupan para shahabat ridhwanullahi 'alaihim adalah teladan terbaik dalam berbagai metode para da'i dalam berdakwah, serta sumber terbesar bagi kekuatan iman dan kepekaan rasa keagamaan mereka. Dari teladan itu mereka mengambil cahaya keimanan, dan dengan teladan itu mereka menyalakan bara keimanan dan semangat keagamaan dalam hati umat.

Dalam karyanya ini, Abuya Prof. DR. as-Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki al-Hasani rahmatullahi 'alaih mengemukakan tiga prinsip dasar dakwah yang bersumber dari sirah nabawiyyah dan sirah para shahabat, yaitu:
Pertama : Muqaddimah, yang merupakan permulaan yang baik untuk mempersiapkan berbagai perangkat dakwah dan membangun kokoh pondasinya.
Kedua : Bab (pintu masuk), yaitu keikhlasan dalam berdakwah.
Ketiga : Amal Jad (kerja keras), yaitu usaha dan kerja keras yang sempurna dan total untuk mendidik jiwa.

Baca Selengkapnya...

Kitab Manhajus Salaf Fi Fahmi Nushush Bainan Nadzrriyah Wat Tathbiq

Kitab Manhajus Salaf Fi Fahmi Nushush Bainan Nadzrriyah Wat Tathbiq

Karya: Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki Al-Hasani

Penerbit: Hai'ah Ash-Shofwah

Harga: Rp. 70.000,-

Cara ulama’ salaf memahami nash al-qur’an dan hadits antara teori dan praktik. Baca Selengkapnya...

Kitab Madza fi Sya’ban

Kitab Madza fi Sya’ban

Karya: Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki Al-Hasani

Penerbit: Hai'ah Ash-Shofwah

Harga: Rp. 20.000,-

Baca Selengkapnya...

Kitab Al-Ghuluw Wa Atsaruhu Fil Irhab Wa Ifsadil Mujtama'

Kitab Al-Ghuluw Wa Atsaruhu Fil Irhab Wa Ifsadil Mujtama'

Karya: Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki Al-Hasani

Penerbit: Hai'ah Ash-Shofwah

Harga: Rp. 15.000,-

Baca Selengkapnya...

SEJARAH MAULID NABI

SEJARAH MAULID NABI

Meneguhkan Semangat Keislaman dan Kebangsaan

Sejak Khaizuran (173 H) Hingga Habib Luthfi Bin Yahya (1947 - Sekarang)

Oleh: Ahmad Tsauri

Penerbit: Menara Publisher

Harga: Rp. 60.000,-

Peringatan dan perayaan terkadang menjadi dua hal tak terpisahkan.
Setiap perayaan adalah upaya untuk mengingat masa lalu yang berharga. Masa lalu diperlukan untuk merumuskan jati diri. Menyatukan unsur-unsur diri yang tercecer. Menyusun bagian-bagian yang berserakan dan terpisah-pisah. Upaya menembus masa lalu menjadi upaya rekonstruktif atas citra diri kita secara utuh.
Dalam bahasa Arab, Maulid berarti kelahiran. Terkadang Maulid berarti waktu kelahiran atau tempat lahir. Sama seperti kata masjid yang bisa berarti perbuatan bersujud, tempat sujud atau waktu sujud. Namun dalam konteks Maulid Nabi, Maulid berarti kelahiran itu sendiri. Perayaan Maulid Nabi, dengan demikian berarti, perayaan atas kelahiran Nabi.
Mengapa kelahiran Nabi perlu dirayakan? Apakah penting merayakan kelahiran beliau? Bolehkan Muslim merayakan kelahiran Nabinya?

Untuk pertanyaan terakhir, sepertinya akan ada perdebatan di lingkungan umat Islam. Namun faktanya, perayaan Maulid Nabi memiliki sejarah panjang. Perayaan Maulid Nabi adalah salah satu perayaan kuno dalam tradisi Islam. Maulid Nabi sudah dilakukan pada abad pertama hijriah. Oleh siapa? Oleh orang yang dilahirkan saat itu yang kelahirannya diperingatinya sendiri. Dan kemudian secara tersirat, beliau saw telah menganjurkan agar dilakukan pula oleh pengikutnya.

Nabi Muhammad saw. pada abad awal pertama hijriah memiliki kebiasaan unik. Beliau menahan diri mengonsumsi makanan selama sehari penuh. Beliau saw melakukannya setiap hari Senin. Ketika ditanya, mengapa melakukan hal itu, Beliau menjawab, "Pada hari itulah aku dilahirkan..." (HR. Muslim, Ahmad, Nasa'i dan Hakim). Rupanya, beliau saw melakukannya untuk mengenang hari kelahirannya. Hari itu menjadi hari yang istimewa baginya. Saya tidak tahu, apakah pembaca berfikir seperti saya dalam memahami kisah ini.

Perayaan kelahiran Nabi semakin lama mengalami evolusi bentuk. Terdapat berbagai macam model perayaan. Evolusi itu mulai membesar pada abad kedua hijriah pada era pemerintahan Daulah Abbasiyah. Perayaan ini menjadi tradisi tahunan dan menyebar ke seluruh penjuru dunia Muslim saat itu. Kini, Maulid Nabi menjadi fenomena global. Dirayakan oleh umat Islam di seluruh dunia. Baik dalam skala kecil maupun besar yang melibatkan negara.

Guna memberikan perspektif yang luas tentang Maulid Nabi, sungguh menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kami dapat berbagi dengan pembaca sekalian. Jika biasanya Maulid Nabi dibincang dalam aspek teologisnya, halal-haram atau sunnah-bid'ah, maka melalui buku Sejarah Maulid Nabi: Meneguhkan SemangatKeisIaman dan Kebangsaan Sejak Khaizuran (173 H.) Hingga Habib Luthfi bin Yahya (1947 M.- Sekarang), Maulid Nabi dibincang dari aspek kesejarahannya yang panjang. Maulid Nabi bukan fenomena kemarin sore. Tapi sudah lebih dari seribu tahun yang lalu. Perdebatannya bukan dimulai sejak tiga ratus tahun yang lalu ketika kaum Wahabi tampil ke panggung dunia dengan pedang bid'ahnya. Para sarjana Muslim klasik sudah mendiskusikannya dan umumnya mendukung praktik serta perayaan Maulid Nabi.

Untuk menjelajahi sejarah panjang perayaan Maulid Nabi, kami sajikan buku ini kepada pembaca. Selamat membaca.

KOMENTAR

"Buku ini memperkaya khazanah literatur tentang praktik perayaan maulid Nabi. Sang penulis menyuguhkan telaah historis tentang ritual fundamental yang telah menyertai perjalanan sejarah kaum Muslimin. Buku ini sangat penting untuk dibaca karena sang penulis telah berhasil memaparkan fungsi ritual sosial dan kultural perayaan maulid Nabi. Buku ini mengajak kita untuk mempelajari posisi maulid dalam sejarah dakwah Islam serta fungsinya dalam mengukuhkan identitas sosial dan relijius. Perayaan maulid mempersatukan ummat Islam tanpa menyeragamkan perbedaan.
Inilah mengapa buku ini sangat penting untuk dibaca dengan seksama. Selamat kepada Ahmad Tsauri yang telah membuka mata kita terhadap sentralitas maulid Nabi dalam sejarah sosial dan kebudayaan Islam."
Ismail Fajrie Alatas
(University Of Michigan AS, Intelektual Muda, dan Pembicara di berbagai Forum Internasional)

"Selain nilai-nilai spiritual religius, perayaan maulid juga memiliki makna historis dan sosiologis yang sarat dengan nilai patriotik dan edukatif. Melalui buku ini penulis berhasil menyingkap akar-akar historis-sosiologis yang selama ini tersembunyi. Buku ini berhasil memperluas cakrawala pikiran dan mendudukkan ritual maulid pada spektrum yang lebih luas dan komprehensif sehingga pembaca bisa keluar dari perdebatan klasik yang tak pernah selesai karena hanya melihat ritual maulid dari sisi ritual formal."
Dr. Al-Zastrouw
(Budayawan, Dosen Pasca Sarjana STAINU Jakarta dan Kebumen. Ketua LESBUMI PBNU)

"Buku ini penting dibaca publik. la bicara tentang sejarah "kulturisasi kolosal" atas pesan-pesan kemanusiaan profetik par excellent yang dibawakan sang Nabi yang mulia itu. Keteladanan memiliki pengaruh lebih kuat bagi manusia untuk mengarungi proses menjadi. Meski lebih pada bicara soal sejarah tradisi Maulid, tapi buku ini sarat dengan nuansa keindahan."
KH. Husein Muhammad
(Penulis, penerima Award dari Pemerintah USA untuk "Heroes To End Modern-Day Slavery" tahun 2006)

DAFTAR ISI

BAB I Perayaan : Sebuah Gejala Universial -1
BAB II Maulid Nabi, Lokalitas, dan Semangat Kebangsaan -11
BAB III Perayaan Maulid Nabi di Era Klasik - 35
BAB IV Perayaan Maulid di Berbagai Negara - 95
BAB V Sejarah Maulid Nabi di Indonesia -133
BAB VI Maulid Akbar Kanzus Shalawat -175
BAB VII Spiritualitas dan Nasionaiisme dalam Perayaan Maulid Kanzus Shalawat - 213

Baca Selengkapnya...

Rahasia Menyingkap Makrifat Allah

Rahasia Menyingkap Makrifat Allah

Terjemah Kitab Asrar Al Insan fi Ma'rifah ar-Ruh wa ar-Rahman

Karya: Syekh Nuruddin ar-Raniri

Penerbit: Diadit Media

Harga: Rp. 29.500,-

Nama lengkapnya adalah Nuruddin Ibn 'Ali Ibn Hasanji Ibn Muhammad Humeyd ar-Raniri. la berasal dari dataran India (Gujarat) dan nenek moyangnya berasal dari daerah Arab, tepatnya Hadramaut. Pada tanggal 6 Muharram 1047 H /11 Mei 1637 M, ia tiba di daerah Aceh dan tinggal di sana sampai tahun 1644 M pada masa kekuasaan Sultan Iskandar Sani.

Syekh Nuruddin ar-Raniri telah banyak mengarang buku yang berisi tentang ajaran Tasawwuf. Menurut Van der Tuuk (via Tudjimah: 1961), karangan Syekh Nuruddin ar-Raniri minimal mencapai 23 buah. Di antaranya adalah Sirat al-Mustaqim, Durrat al-Faraid bi Syarh al-'Aqa'id, Hidayah al-Habib Fi Targib wa Tartib, Bustan as-Salatin Fi Zikr al-Awwalin wa al-Akhirin, Nubda fi ad-Da'wa al-Zitl ma'a Sahibihi, Lata'if al-Asrar, Asrar al-lnsan fi marifah ar-Ruh wa ar-Rahman, Tibyan fi Ma'rifah al-Adyan, dan lain sebagainya.

Dan buku ini adalah salah satu terjemahan dari karya beliau, yaitu Asrar al-lnsan fi Ma'rifah ar-Ruh wa ar-Rahman ke dalam edisi Bahasa Indonesia. Semoga dengan adanya karya ini, khazanah pemikiran tasawwuf di kalangan umat Islam Indonesia akan semakin berkembang dan menambah daya gugah spiritualitas kita semua. Amiin

Baca Selengkapnya...

Meniti Jalan Menuju Surga

Meniti Jalan Menuju Surga

Terjemah Kitab Minhajul Abidin Karya Imam Al Ghazali

Penterjemah: M. Adib Bisri

Penerbit: Pustaka Amani

Harga: Rp. 40.000,-

Untuk menempuh jalan ibadah bagi seorang muslim yang dicita-citakan sesuai dengan ajaran agamanya, ternyata penuh liku-liku, banyak halangan dan rintangan yang harus dilalui. Sedang kenyataan menunjukkan, bahwa manusia adalah makhluk lemah dan cenderung disibukkan oleh urusan dunia yang bersifat sementara, penuh dengan godaan dan rayuan yang menggiurkan, sehingga ia terlena akan tujuan dari ibadah itu.

Meniti jalan menuju surga sebagai tujuan dari ibadah yang sedemikian rupa itu, Al-Ghazaly dengan pemikiran dan perenungannya yang mendalam berhasil merumuskannya berupa tahapan-tahapan dan tanjakan-tanjakan untuk menempuhnya dan sarana-sarana apa yang musti diperlukan. Demikianlah yang ditawarkan oleh Al-Ghazaly dalam kitab "Minhajul 'Abidin" ini.

Tahapanan-tahapan ibadah itu, meluputi: Tahapan ilmu dan ma'rifat, tahapan godaan, tahapan rintangan, tahapan pendorong, tahapan cacat amal dan tahapan puji dan syukur. Ketujuh tahapan ini oleh Al-Ghazaly disajikan secara sistematis dan gamblang dalam buku ini.

Baca Selengkapnya...

Bid'ahkah Tahlilan dan Selamatan Kematian?

Bid'ahkah Tahlilan dan Selamatan Kematian?

Oleh: Drs. KH. M. Sufyan Raji Abdullah, Lc.

Penerbit: Pustaka Al Riyadl

Harga: Rp. 20.000,-

Buku yang berjudul "BID'AHKAH TAHL1LAN DAN SELAMATAN KEMATIAN ?" ini membahas masalah seputar Tahlilan, selamatan kematian dan hadiah pahala kepada orang islam yang telah meninggal. Semua masalah dibahas penulisnya secara aktual, profesional, akurat, obyektif dan tidak tendensial pada sekte, aliran atau golongan tertentu.

Banyak kelebihan yang menonjol dalam buku ini, diantaranya: Pesan-pesan moral, tidak mengekor pada paham aliran dan golongan tertentu. Setiap masalah dibahas secara obyektif dan profesional. Setiap pendapat ulama' disebutkan dalil dan kitab rujukannya, Bersikap netral dan bijak dalam menyikapi masalah. Tidak mudah menghukumi haram dan bid'ah, bila masalahnya tidak bertentagan dengan aqidah dan syari'at. Semua itu tidak terlepas dari keilmuan dan profesionalitas penulisnya sehingga tidak mudah membid'ahkan dan mengharamkan yang seharusnya tidak bid'ah dan haram, hanya karena membela kepentingan organisasi, aliran, sekte atau bahkan partai politik yang mempolitisir agama sebagai kedok.

TAHLILAN, itu lah sebuah nama acara dzikir bersama yang diambil dari hadits Abu Hurairah riwayat Muslim. Nama ini terkenal, karena menjadi rebutan banyak orang. Kalangan yang menyukainya selalu mcngamalkan dan mereka lebih memilih dzikir dan tahlil berjama'ah, dari pada ajaran nonton Film berjama'ah. Bagi yang membencinya, berusaha sekuat dana, tenaga dan propaganda, untuk melenyapkannya, terlebih bila nama itu di sandingkan dengan kematian, tasyakuran, walimahan dan sejenisnya. Namun yang unik adalah pada kondisi tertentu, seperti menjelang perhelatan politik, yang tadinya benci, tiba-tiba sayang. Itulah uniknya Bang TAHLIL, disayang, ditendang, dibenci dan di timang.

Kami lidak mempermasalalikan orang suka tahlilan atau tidak, karena itu budaya, bukan kewajiban agama, namun yang menjadi masalah adalah pemberian hukum khurofat, musyrik, jahiliyah, Nashrani, Yahudi dan bid'ah yang disandangkan oleh sebagian orang pada acara tersebut. Apakah hanya karena mengadakan dzikir atau tahlil yang tujuannya mendo'akan dan hadiah pahala pada orang tua yang wafat masuk neraka?. Masalah inilah yang perlu diluruskan.

Tidaklah benar ajaran yang menilai acara tahlilan haram, bid'ah, khurofat, musyrik dan makanan yang dihidangkan haram. Acara tahlilan kematian tidak sama dengan acara ritual kematian atau Kifarah yang dilakukan orang jahiliyah. Dan menilai mendo'akan dan hadiah pahala pada orang mati tidak ada gunanya, adalah ajaran yang salah, karena menyalahi syari'at islam yang dibawa oleh nabi Muhammad saw. Sebab sesuai al-Qur'an, sunnah dan ijma' ulama'. orang islam yang meninggal masih mendapat manfaat dari yang hidup. baik do'a, hadiah pahala, shadaqah dan lainnya.

Baca Selengkapnya...

Hukum Merawat Jenazah (Dari Memandikan Sampai Memakamkan) Menurut Syariat Islam

Hukum Merawat Jenazah (Dari Memandikan Sampai Memakamkan) Menurut Syariat Islam

Oleh: KH. Muhammad Hanif Muslih, Lc.

Penerbit: Toha Putra Semarang

Harga: Rp. 22.000,-

Mati adalah sebuah keniscayaan, artinya setiap makhluk hidup, termasuk juga manusia pasti akan mengalami mati. Jika ajal menjemputnya, tidak mungkin dapat diundur atau dimajukan. Tidak ada pemberitahuan terlebih dahulu, dan juga tidak bisa menghindar darinya, di manapun ia berada, sekalipun dalam benteng atau bungker sekuat apa pun, ajal pasti datang dan pasti menjemputnya!

Seseorang yang sudah dinyatakan mati oleh ahlinya; dokter, para medis dan lainnya, maka wajib bagi ahli waris-nya atau orang lain untuk memandikan, mengafankan, menyalatkan dan memakamkannya, dengan baik, dengan aturan dan tata krama yang diatur oleh syariat Islam.

Banyak hal yang diperselisihkan oleh banyak orang perihal yang berkaitan dengan mayat atau yang lazim disebut jenazah; baik ketika memandikan, mengafankan, menyalatkan, meletakkan/menidurkan di tempat tidur, mengiring, posisi imam ketika mengimami shalat jenazah, atau menangisi mayat, menabur bunga, mentalqin dan lain sebagainya.

Dengan memohon taufiq, hidayah dan inayah dari Allah Azza wa Jalla yang Agung lagi pemurah, buku ini mencoba untuk mengurai dan menjawab masalah tersebut di atas, mudah-mudahan Allah memberikan kemudahan untuk semua itu, Amin Ya Rabbal 'Alamin.

DAFTARISI

DAFTARISI iii
TAQDIM vi
BAB I MEMASTIKAN KEMATIAN SESEORANG
• Hal-hal yang Dilakukan Saat Seseorang Sakaratul Maut (Menjelang Ajal) 1
• Memastikan Seseorang Benar-benar Telah Meninggal 6
• Hal-hal yang Wajib Apabila Seseorang Telah Dinyatakan Meninggal 8
• Apa yang Diucapkan Ketika Mendengar Seseorang Telah Meninggal 11
• Hukum Ta'ziyah 12
• Kapan Hendaknya Ta'ziyah itu Dilakukan? 13
• Apa yang Dilakukan Ketika Berta'ziyah? 14
• Sunah Berta'ziyah Sampai Mayat Dishalatkan dan Dimakamkan 15
• Tujuan Ta'ziyah dan Batas Waktunya 17
• Ta'ziyah Dengan Pakaian Hitam 19
• Hukum Menangisi Mayat 24
• Hukum Menangisi Mayat Sehingga Air Matanya Menjatuhi Anggota Tubuh Mayat 32

BAB II MEMANDIKAN JENAZAH 37
• Hukum Memandikan Mayat 37
• Dalil Kewajiban Memandikan Jenazah 37
• Mengapa Mayat (Jenazah) Hams Dimandikan? 38
• Cara Memandikan Jenazah 40
• Siapakah yang Harus Memandikan Jenazah 42
• Adakah Orang yang Memandikan Jenazah Wajib Mandi? 45
• Apakah Orang yang Mati Syahid, Wajib Dimandikan Seperti yang Lainnya? Siapa Saja yang Masuk Kategori Syahid? 47
• Syahid Dunia dan Akhirat 47
• Menidurkan Mayat Setelah Dimandikan 62

BAB III MENGAFANI JENAZAH 64
• Kain Kafan Didapatkan dari Mana? 64
• Jenis Kain Kafan yang Digunakan Untuk Mengafani Jenazah 65
• Cara Mengafani Mayat 68
• Hal-hal yang Wajib atau Sunah Dalam Mengafani Jenazah 72
• Mengafani Mayat dengan Kain Bekas 72
• Kain Kafan Ditaburi Bubuk Kayu Gaharu, Kayu Cendana, Kapur Barus atau yang Lainnya 75
• Kain Kafan Dicuci dengan Air Zamzam 75
• Kain Kafan Ditulisi ayat-ayat Al-Qur'an dengan Niat Mengharap Berkahnya 82
• Apakah Orang yang Mati Syahid Wajib Dikafani? 86

BAB IV MESH AL ATKAN JENAZAH 88
• Acara Pelepasan Jenazah 88
• Hukum Menshalati Mayat 97
• Syarat, Rukun dan Sunah Shalat Jenazah 98
• Mayat Dishalati Lebih dari 40 Orang 99
• Tempat yang Utama Dalam Menshalati Jenazah 100
• Siapa yang Lebih Berhak untuk Menjadi Imam Dalam Menshalati Jenazah? 103
• Posisi Imam Ketika Menshalati Mayat 104
• Shalat Jenazah yang Jenazahnya Lebih dari Satu dan Berbeda-beda Jenisnya 106
• Menshalati Mayat Pada Waktu-waktu yang Diharam-kan Shalat 108
• Menshalati Jenazah Setelah Dimakamkan 110
• Shalat Ghaib 118
• Shalat Jenazah dan Bacaannya 120
• Hukum Menshalatkan Jenazah yang Mati Bunuh Diri 130

BAB V MEMAKAMKAN JENAZAH 135
• Masalah-masalah yang Berhubungan Dengan Pemakaman Jenazah 136
• Hukum Mengiring Jenazah Sampai ke Pemakaman 137
• Bacaan yang Dibaca Saat Mengiring Jenazah Menuju Pemakaman 139
• Menabur Bunga Dalam Perjalanan Menuju Pemakaman 144
• Kesunahan Dalam Memikul Jenazah 152
• Hal-hal yang Berhubungan Dengan Mengiring Jenazah 155
• Mengiring Jenazah Dengan Menaiki Kendaraan 159
• Hukum Perempuan Mengiring Jenazah 160
• Pengertian Kubur dan Bagaimana Seharusnya? 161
• Bentuk Kubur 169
• Yang Berhak Memakamkan Jenazah 172
• Bolehkah Seorang Perempuan Memakamkan Jenazah? 173
• Pemakaman Jenazah 176
• Hukum Memasukkan Jenazah Dalam Peri 185
• Hukum Memakamkan Jenazah Pada Malam Hari 187
• Di Mana Sebaiknya Mayat Dimakamkan? 190
• Memberi Nama Pada Batu Nisan 193
• Hukum Azan Atas Mayat 198
• Fungsi Azan Selain Sebagai Panggilan Shalat 204
• Pemakaman Seorang yang Meninggal di Tengah Laut 209
• Seseorang Meninggal dan Jasadnya Bercerai-berai 211
• Memakamkan Jenazah Lebih Dari Satu Dalam Satu Liang Kubur dan Atau Satu Liang Kubur Berbeda Jenis 216
• Mencampurkan Pemakaman Orang-orang Muslim Dengan Orang-orang Non Muslim 224

BAB VI HAL-HAL YANG BERKAITAN DENGAN JENAZAH SETELAH DIMAKAMKAN 229
• Talqin dan Dalilnya 229
• Ulama yang Memperbolehkan Menalqin Mayat 233
• Berapa Kali Sebaiknya Talqin Kepada Mayat Dilakukan? 240
• Amalan Lain Untuk Kemanf aatan Mayat Selain Talqin 245
• Bacaan Ayat-ayat Al-Qur'an dan Doa untuk Mayat 247
• Hukum Menabur Bunga di Atas Makam dan Apa Saja Yang Diperbolehkan 253
• Hukum Menyiram Air di Atas Makam 253
• Hukum Mengijing dan Mendirikan Bangunan di Atas Makam (Kubur Seseorang) 256
• Hukum Makan Minum Saat Berduka 268
• Hukum Makan-Minum Setelah Memakamkan Mayat 270

PENUTUP 272
DAFTAR KEPUSTAKAAN 275

Baca Selengkapnya...

Membela ASWAJA Dengan Logika dan Argumentasi Agama

Membela ASWAJA Dengan Logika dan Argumentasi Agama

Terjemah dari Kitab Hujjah Ahlusunnah Wal Jama'ah Karya KH. Ali Maksum

Penterjemah: Saheeba Admirer's '13 PonPes Langitan

Penerbit: LPQ PP Langitan

Harga: Rp. 20.000,-

Memang sangat memprihatinkan, itulah kenyataan pahit tentang problematika yang berkaitan dengan argumentasi dari amalan-amalan Ahlussunnah Waljama'ah yang banyak diperbincangkan dari diperdebatkan kebenarannya oleh kelompok-kelompok tertentu.

Sebagai umat Islam yang berpaham Ahlussunnah Waljama'ah memiliki tanggung jawab besar untuk bisa menjawab dan meng-counter berbagai macam problematika yang bermunculan serta tanggung jawab di dalam melestarikan tuntunan dan ajaran yang bersumber dari Al-Qur'an dan Al-Hadits.

Untuk itu, buku ini hadir di hadapan Anda sekalian untuk mengungkap kebenaran argumentasi Ahlussunnah Waljama'ah berdasarkan dalil Al-Qur'an, Al-Hadits dan atsar para sahabat.

Baca Selengkapnya...

Hadits Qudsi

Hadits Qudsi

Pola Pembinaan Akhlak Muslim

Oleh: KH.M. Ali Usman, H.A.A. Dahlan dan Prof.Dr.H.M.D. Dahlan

Penerbit: Diponegoro

Harga: Rp. 35.000,-

Kitab "Hadits Qudsi" ini, sebagian besar berkenaan dengan akhlaq budi pekerti dan pensucian bathin. Di saat membacanya, perlu renungan dan pemikiran, sehingga menumbuhkan keyakinan yang benar dan membuahkan amal dan perilaku yang ikhlas. Kitab ini mengajak pembaca untuk mengukur dan bertanya pada pribadi dan kata hati, sebelum diukur dan dihisab oleh Allah swt.

Dalam menganalisa Hadits Qudsi yang tercantum dalam kitab ini, para penulis mencoba menghubungkannya dengan ayat-ayat al-Qur'an dan Hadits-hadits Nabawi. Di sana-sini terdapat pula kata-kata mutiara dari para shahabat, tabi'in dan tabi'ut tabi'in, yang dapat mepggugah dan mengetuk hati para pembaca. Membaca kitab ini berarti menggali segala rahasia amal ibadah kita, kedalaman dan keluasannya, kesuburannya ataupun jauh dekatnya dari tuntunan Ilahi.

Kitab ini didasarkan atas kitab "Adabul Ahaditsil Qudsiyah" yang disusun oleh Dr. Ahmad Asyibashi, dosen Universitas al-Azhar Kairo. Namun ulasan dan analisanya dilengkapi oleh para penulis bersumberkan kitab-kitab standard lainnya.

DAFTAR ISI

Pengantar Penerbit 5
Daftar isi 7
Pendahuluan 11
1. Rahmat Allah 17
2. Berjihad di Jalan Allah 23
3. Kurnia dan Pinjaman 29
4. Antara Aman dan Takut 35
5. Ketentuan-ketentuan Ibadah 41
6. Jalan ke Surga 49
7. Kesenangan dalam Surga 53
8. Pahala Memuji Syukur 59
9. Pengikhlasan Amal Karena Allah 65
10. Kedudukan Amanat 71
11. Yang Baik di Tangan Allah 77
12. Mengingat Allah swt 83
13. Tamu Allah swt 89
14. Mensucikan Allah swt 95
15. Pahala Shabar 101
16. Cinta Allah 109
17. Keagungan dan Kebesaran Allah 119
18. Keesaan Allah 123
19. Memaafkan ketika Mampu Membalas Dendam 127
20. Rumah Allah 135
21. Iman dan Kedermawanan 145
22. Pahala Para Syuhada 151
23. Akibat Kedhaliman 157
24. Syukur dan Shabar 163
25. Taqwa kepada Allah 169
26. Dia Tidak Dapat Dicapai oleh Pandangan 175
27. Nilai Shaum 181
28. Kebaikan dan Kejahatan 191
29. Sifat Juru Da'wah 199
30. Pahala Kebajikan 203
31. Pahala bagi Tuna Netra 207
32. Perumpamaan Dunia 213
33. Kaum Mu'min 221
34. Berpegang pada (Agama) Allah 229
35. Kedudukan Orang yang Melakukan Ibadah Haji 233
36. Berdzikir dalam Masjid 239
37. Pertolongan Anak Terhadap Orang Tua di Akhirat 243
38. Takut kepada Allah 247
39. Ujian Allah 251
40. Mencari Rizki 259
41. Hubungan Kekeluargaan 265
42. Perbuatan Baik dan Jahat 269
43. Beramal dengan Ikhlas karena Allah 275
44. Terlalu Banyak Bertanya 281
45. Zuhud, Wara', dan Khauf 287
46. Dunia 293
47. Berqurban pada Jalan Allah 299
48. Pahala Infaq 303
49. Nadzar 309
50. Pengesaan Allah 313
51. Ahli Wara' 317
52. Zuhud dan Ibadah Fardlu 321
53. Surah al-Fatihah 325
54. Kedudukan Rasulullah saw 331
55. Menyedikitkan Makan 337
56. Haq Allah 341
57. Menyegerakan Ibadah Haji 347
58. Wajib Menolong Orang Teraniaya 351
59. Bermurah Hati dan Berakhlaq Baik 355
60. Menyegerakan Buka Shaum 359
61. Luasnya Ampunan Allah 363
62. Kedudukan Hal-hal yang Sunnat 369
63. Mengajak Berbuat Kebajikan dan Mencegah Perbuatan Mungkar 373
64. Suri Teladan 377
65. Menjauhkan Diri dari Minuman Keras 383
66. Tawadlu' karena Allah 385
67. Dzikrullah ketika Marah 391
68. Tiga Masjid yang Diutamakan 395
69. Pengampunan Dosa 399
70. Kedudukan Du'a 403
71. Kecintaan Allah dalam Keridlaan-Nya 407
72. Ni'mat Ridla 413
73. Kematian Anak-anak 419
74. Ampunan Allah dan Perlindungan-Nya 423
DAFTAR BACAAN 429
Baca Selengkapnya...

Hidayatus Salikin; Mengarungi Samudera Ma'rifat

Hidayatus Salikin; Mengarungi Samudera Ma'rifat

Terjemah kitab Hidayatus Salikin karya Syaikh Abdus Shomad Al-Palembani

Penterjemah: Kms. H. Andi Syarifuddin, S.Ag.

Penerbit: Pustaka Hikmah Perdana

Harga: Rp. 40.000,-

Al-Ghazali, adalah figur yang boleh dikata mayoritas umat Islam mengamini intelektualitasnya. Dalam hal berkarya, bahkan ada yang mensinyalir melebihi angka empat ratus judul buku; baik dalam bentuk karya utuh maupun rasail, dengan sebagian besar menjadi rujukan ummat Islam. Umumnya karya-karya beliau yang monumental adalah yang bercorak sufisme., sebagai potret labuhan pemikirannya setelah mencoba memasuki wilayah kalam, bathiniyah, theologi dan filsafat membentur tembok dan tidak menemukan jalan yang mampu men-cerahkan bathin dan pemikirannya.

Belakangan kita bisa menjumpai banyak karya-karya beliau yang sudah dialih bahasakan kedalam berbagai bahasa. Para pemikir modern pun berlomba -lomba mencoba memberikan anotasi, mensyarahi, meringkasnya, bahkan ada pula yang memetik sarinya saja.

Buku yang ada di tangan pembaca ini, adalah salah satu dari karya sebagian pemikiran Al-Ghazali dalam bentuk yang terakhir diatas. Dengan mengupas total pemikiran sang maestro dari karyanya Bidayatul Hidayah, penulis buku ini banyak mengupas metode dan sistimatika beribadah kepada sang Khaliq maupun cara bermuamalah yang benar di tengah masyarakat. Didalamnya diu-las secara apik mulai dari amaliyah nyata, seperti; adab wudhu, shalat dan puasa, diikuti dengan cara menjauhi maksiat, amaliyah hati, keutamaan dzikir dan bertaqarrub kepada Allah SWT, seperti; adab orang alim, belajar, berte-man, dan lain-lainnya.

Menariknya lagi, ia ditulis oleh pemikir dan intelektual muslim asli Indonesia, As-Syaikh Abdusshomad al-Palembani, sehingga ulasan dan analisisnya sangat pas dan tidak jauh dari kondisi masyarakat kita. Sebuah karya yang membumi untuk muslim Indonesia.

Baca Selengkapnya...