10 May 2013
Kisah 33 Sahabat Nabi Teladan Anak
Kisah 33 Sahabat Nabi Teladan Anak
Islamic Character Building Series
Membangun Karakter Anak Saleh Yang Cerdas
Oleh: Alifa Pictures
Penerbit: OASE ANAK
Harga: Rp. 26.000,-
Seorang Ulama menyebutkan, "Kisah-kisah merupakan salah satu tentara Allah yang diturunkan ke bumi." Karena lebih dari 50% isi AL-Qur'an berbentuk kisah demi kisah.
Buku ini adalah kumpulan kisah penuh hikmah tentang sahabat-sahabat Nabi SAW. Kisah-kisah ini sarat nilai-nilai edukasi, budi pekerti, dan keteladanan moral bagi anak Anda.
Untuk membuat anak tertarik membaca, buku ini dikemas dengan ilustrasi penuh warna yang atraktif. Mari membangun karakter anak yang Islami sejak usia dini.
DAFTAR ISI
1. ABDULLAH BIN SALAM: Calon Penduduk Surga
2. ABDURRAHMAN BIN AUF: Sahabat Bertangan Emas
3. UMMU AIMAN: Sisa Anggota Keluarga Rasulullah
4. UTSMAN BIN AFFAN: Sahabat yang Disegani Malaikat
5. ABU BAKAR AS-SHIDDIQ: Penghulu Para Sahabat
6. ALI BIN ABI THALIB: Menantu Rasulullah yang Gagah Berani
7. THALHAH BIN UBAIDILLAH: Syahid yang Masih Hidup
8. UMAR BIN KHATTHAB: Syetan pun Segan Kepadanya
9. ZUBAIR BIN AWWAM: Sahabat Bernilai Seribu Orang
10. ABDULLAH BIN MAKTUM: Pemah Dibantu Syetan ke Masjid
11. ABU SUFYAN BIN HARITS: Ketua Pemuda di Surga
12 ABU UBAIDAH BIN JARRAH: Kepercayaan Umat Muslim
13. SA'AD BIN ABI WAQQASH: Pemuda Berhati Lembut
14. SA'ID BIN ZAID: Berkah Sebuah Doa
15. ABU THALHAH AL-ANSHARI: Berjihad dan Berpuasa Selalu
16. AMR BIN JAMUH: Berjihad dengan Kaki Pincang
17. ASHIM BIN TSABIT: Mayatnya Dijaga Allah
18. ASMA' BINTI ABU BAKAR: Pemilik Dua Ikat Pinggang
19. BILAL BIN RABBAH: Suara Emas dari Ethiopia
20. HAKIM BIN HAZAM: Lahir di Dalam Kabah
21. ABDULLAH BIN HUDZAFAH: Penebus Tawanan Muslim
22. ABDULLAH BIN MAS'UD: Pemegang Rahasia Rasulullah
23. ABBAD BIN BISYR: Ahli Ibadah yang Gagah Berani
24. ABBAS BIN ABDUL MUTHALIB: Penasehat Kaum Muslimin
25. SALMAN AL-FARISI: Pencari Kebenaran
26. ABU HURAIRAH AD-DAUSI: Penghapal dan Perawi Hadits
27. ABDULLAH BIN ABBAS: Pemuda Tua dan Ulama Umat
28. AISYAH BINTI ABU BAKAR: Wanita Paling Alim dan Cerdas
29. UMMU SULAIM BINTI MILHAN: Namanya ada Dalam Hadits
30. ZAINAB BINTI JAHSY: Dinikahkan oleh Allah
31. KHADIJAH BINTI KHUWAILID: Diberi Salam oleh Allah SWT
32. ABDULLAH BIN UMAR: Selalu Meniru Perbuatan Rasul
33. ABU DARDA': Budiman yang Ahli Hikmah
Baca Selengkapnya...
Islamic Character Building Series
Membangun Karakter Anak Saleh Yang Cerdas
Oleh: Alifa Pictures
Penerbit: OASE ANAK
Harga: Rp. 26.000,-
Seorang Ulama menyebutkan, "Kisah-kisah merupakan salah satu tentara Allah yang diturunkan ke bumi." Karena lebih dari 50% isi AL-Qur'an berbentuk kisah demi kisah.
Buku ini adalah kumpulan kisah penuh hikmah tentang sahabat-sahabat Nabi SAW. Kisah-kisah ini sarat nilai-nilai edukasi, budi pekerti, dan keteladanan moral bagi anak Anda.
Untuk membuat anak tertarik membaca, buku ini dikemas dengan ilustrasi penuh warna yang atraktif. Mari membangun karakter anak yang Islami sejak usia dini.
DAFTAR ISI
1. ABDULLAH BIN SALAM: Calon Penduduk Surga
2. ABDURRAHMAN BIN AUF: Sahabat Bertangan Emas
3. UMMU AIMAN: Sisa Anggota Keluarga Rasulullah
4. UTSMAN BIN AFFAN: Sahabat yang Disegani Malaikat
5. ABU BAKAR AS-SHIDDIQ: Penghulu Para Sahabat
6. ALI BIN ABI THALIB: Menantu Rasulullah yang Gagah Berani
7. THALHAH BIN UBAIDILLAH: Syahid yang Masih Hidup
8. UMAR BIN KHATTHAB: Syetan pun Segan Kepadanya
9. ZUBAIR BIN AWWAM: Sahabat Bernilai Seribu Orang
10. ABDULLAH BIN MAKTUM: Pemah Dibantu Syetan ke Masjid
11. ABU SUFYAN BIN HARITS: Ketua Pemuda di Surga
12 ABU UBAIDAH BIN JARRAH: Kepercayaan Umat Muslim
13. SA'AD BIN ABI WAQQASH: Pemuda Berhati Lembut
14. SA'ID BIN ZAID: Berkah Sebuah Doa
15. ABU THALHAH AL-ANSHARI: Berjihad dan Berpuasa Selalu
16. AMR BIN JAMUH: Berjihad dengan Kaki Pincang
17. ASHIM BIN TSABIT: Mayatnya Dijaga Allah
18. ASMA' BINTI ABU BAKAR: Pemilik Dua Ikat Pinggang
19. BILAL BIN RABBAH: Suara Emas dari Ethiopia
20. HAKIM BIN HAZAM: Lahir di Dalam Kabah
21. ABDULLAH BIN HUDZAFAH: Penebus Tawanan Muslim
22. ABDULLAH BIN MAS'UD: Pemegang Rahasia Rasulullah
23. ABBAD BIN BISYR: Ahli Ibadah yang Gagah Berani
24. ABBAS BIN ABDUL MUTHALIB: Penasehat Kaum Muslimin
25. SALMAN AL-FARISI: Pencari Kebenaran
26. ABU HURAIRAH AD-DAUSI: Penghapal dan Perawi Hadits
27. ABDULLAH BIN ABBAS: Pemuda Tua dan Ulama Umat
28. AISYAH BINTI ABU BAKAR: Wanita Paling Alim dan Cerdas
29. UMMU SULAIM BINTI MILHAN: Namanya ada Dalam Hadits
30. ZAINAB BINTI JAHSY: Dinikahkan oleh Allah
31. KHADIJAH BINTI KHUWAILID: Diberi Salam oleh Allah SWT
32. ABDULLAH BIN UMAR: Selalu Meniru Perbuatan Rasul
33. ABU DARDA': Budiman yang Ahli Hikmah
Baca Selengkapnya...
Hukum Hormat Bendera Menurut Islam
Hukum Hormat Bendera Menurut Islam
Oleh: Muhammad Hanif Muslih, Lc.
Penerbit: Al-Ridha Semarang (Toha Putra Group)
Harga: Rp. 10.000,-
Di tengah-tengah menulis tulisan ini, para pemuda Nahdhatul Ulama sedang dengan semangatnya mengusung Bendera Negara Indonesia Sang Merah Putih secara estafet, diarak bersama Panji-panji Nahdhatul Ulama dan Jam'iyyah Thoriqoh Al-Mu'tabaroh An-Nahdhiyyah dari Surabaya menuju ibu kota Jakarta, dimaksudkan pengarakan bendera tersebut adalah dalam rangka memperingati Resolusi Jihad (perang suci) yang diprakarsai dan dimotori oleh para ulama di bawah komando khususnya Fadhilatus Syaikh KH. Hasyim Asy'ari.
Dalam Resolusi Jihad (perang suci) ada yang penting kita perhatikan sebagian isinya, di antaranya adalah:
a. Kemerdekaan Indonesia yang telah diproklamirkan pada 17 Agustus 1945 wajib dipertahankan.
b. Republik Indonesia sebagai satu-satunya pemerintahan yang sah, wajib dibela dan diselamatkan, meskipun meminta pengorbanan harta dan jiwa.
Resolusi Jihad (perang suci) ini mengingatkan kita betapa ulama kita dulu amat sangat gigih dan gagah berani dalam menegakkan kemerdekaan Republik Indonesia tercinta ini, sampai mereka juga mendirikan tentara khusus yang diberi nama "Tentara Allah" (Hizbullah) dan tentara "Jalan Allah" (Sabilillah)'.
Kita yang sekarang tinggal menjaga dan menikmati kemerdekaan ini tentunya harus berusaha merawat dan mempertahankan keutuhannya sampai dunia ini runtuh alias kiamat, lihatlah bagaimana para pejuang kita merebut kemerdekaan ini? Lebih dari 360 tahun kita dijajah oleh Belanda, mereka semua tidak pandang bulu, agama apa pun, aliran apa pun jika merasa dirinya mempunyai jiwa ke-Indonesia-an pasti ikut berjuang dengan cara mereka masing-masing.
Kita mestinya harus malu kepada mereka, kita yang belum pemah merasakan pahit getimya berjuang melawan penjajah, kita yang seharusnya menjaga keutuhan negara dan bangsa Indonesia tercinta ini, telah berani menodai kemerdekaan dengan perbuatan yang tak terpuji; bom bunuh diri misalnya sampai yang terakhir tidak mau menghormat bendera Sang Merah Putih, yang diakui sebagai lambang Negara Kesatuan tercinta kita; Republik Indonesia.
Sepertinya hal yang sepele, kecil tetapi tidak boleh dibiarkan, sebab kalau dibiarkan akan semakin tumbuh subur, dan pada gilirannya akan merembet ke yang lain. Hal itu harus diberantas sampai ke akar-akarnya, karena ini merupakan penodaan arti kemerdekaan yang telah direbut dengan tetesan darah terakhir para pejuang-pejuang kita, para syuhada' kita.
Penulis sebagai warga Indonesia yang baik insya'Allah, merasa perlu memberikan sumbangan pemikiran perihal Hukum Hormat Bendera menurut Islam, adakah dilarang oleh agama? Atau mungkin bisa menyebabkan syirik bagi pelakunya? Atau bahkan menjadi wajib menghormat kepada Bendera?!
Baca Selengkapnya...
Oleh: Muhammad Hanif Muslih, Lc.
Penerbit: Al-Ridha Semarang (Toha Putra Group)
Harga: Rp. 10.000,-
Di tengah-tengah menulis tulisan ini, para pemuda Nahdhatul Ulama sedang dengan semangatnya mengusung Bendera Negara Indonesia Sang Merah Putih secara estafet, diarak bersama Panji-panji Nahdhatul Ulama dan Jam'iyyah Thoriqoh Al-Mu'tabaroh An-Nahdhiyyah dari Surabaya menuju ibu kota Jakarta, dimaksudkan pengarakan bendera tersebut adalah dalam rangka memperingati Resolusi Jihad (perang suci) yang diprakarsai dan dimotori oleh para ulama di bawah komando khususnya Fadhilatus Syaikh KH. Hasyim Asy'ari.
Dalam Resolusi Jihad (perang suci) ada yang penting kita perhatikan sebagian isinya, di antaranya adalah:
a. Kemerdekaan Indonesia yang telah diproklamirkan pada 17 Agustus 1945 wajib dipertahankan.
b. Republik Indonesia sebagai satu-satunya pemerintahan yang sah, wajib dibela dan diselamatkan, meskipun meminta pengorbanan harta dan jiwa.
Resolusi Jihad (perang suci) ini mengingatkan kita betapa ulama kita dulu amat sangat gigih dan gagah berani dalam menegakkan kemerdekaan Republik Indonesia tercinta ini, sampai mereka juga mendirikan tentara khusus yang diberi nama "Tentara Allah" (Hizbullah) dan tentara "Jalan Allah" (Sabilillah)'.
Kita yang sekarang tinggal menjaga dan menikmati kemerdekaan ini tentunya harus berusaha merawat dan mempertahankan keutuhannya sampai dunia ini runtuh alias kiamat, lihatlah bagaimana para pejuang kita merebut kemerdekaan ini? Lebih dari 360 tahun kita dijajah oleh Belanda, mereka semua tidak pandang bulu, agama apa pun, aliran apa pun jika merasa dirinya mempunyai jiwa ke-Indonesia-an pasti ikut berjuang dengan cara mereka masing-masing.
Kita mestinya harus malu kepada mereka, kita yang belum pemah merasakan pahit getimya berjuang melawan penjajah, kita yang seharusnya menjaga keutuhan negara dan bangsa Indonesia tercinta ini, telah berani menodai kemerdekaan dengan perbuatan yang tak terpuji; bom bunuh diri misalnya sampai yang terakhir tidak mau menghormat bendera Sang Merah Putih, yang diakui sebagai lambang Negara Kesatuan tercinta kita; Republik Indonesia.
Sepertinya hal yang sepele, kecil tetapi tidak boleh dibiarkan, sebab kalau dibiarkan akan semakin tumbuh subur, dan pada gilirannya akan merembet ke yang lain. Hal itu harus diberantas sampai ke akar-akarnya, karena ini merupakan penodaan arti kemerdekaan yang telah direbut dengan tetesan darah terakhir para pejuang-pejuang kita, para syuhada' kita.
Penulis sebagai warga Indonesia yang baik insya'Allah, merasa perlu memberikan sumbangan pemikiran perihal Hukum Hormat Bendera menurut Islam, adakah dilarang oleh agama? Atau mungkin bisa menyebabkan syirik bagi pelakunya? Atau bahkan menjadi wajib menghormat kepada Bendera?!
Baca Selengkapnya...
Labels:
Harga 20 rb ke bawah,
Katalog Toha Putera
Bekal Juru Dakwah
Bekal Juru Dakwah
(Terjemah Kitab Lubabul Hadits karya Al-lmam Jalaluddin bin Kamaluddin As-Suyuthi)
Penterjemah: Achmad Sunarto
Penerbit: Al-Hidayah Surabaya
Harga: Rp. 12.000,-
Alhamdulillah, dengan memanjatkan rasa syukur ke hadirat Allah swt., yang dengan rahmat dan inayah-Nya, kami telah dapat menyelesaikan terjemah kitab Lubabul Hadis, karya Al-lmam Jalaluddin bin Kamaluddin As-Suyuthi. Tiada harapan sedikit pun dari kami, kecuali buku ini dapat bermanfaat, memberi sumbangan positif kepada segenap pembaca, khususnya sebagai bekal pelengkap yang utama bagi para muballig di masyarakat kita, dan umumnya untuk menambah khazanah perbendaharaan hadis bagi kaum muslimin, untuk pegangan di dalam kehidupan.
Sejalan dengan itu semua, maka dengan segala kemampuan yang ada, kami usahakan berbagai cara di dalam menerjemahkan kitab ini, agar mudah dipahami dan diterima oleh seluruh lapisan masyarakat. Dengan demikian, para pembaca mungkin menjumpai terjemahan secara harfiah, dalam arti terjemah yang kata per katanya sangat terikat oleh kosa kata dalam bahasa Arabnya; atau terjemahan secara tafsiriah, dalam arti tidak terikat oleh kosa kata dalam bahasa Arabnya; dan bahkan menjumpai hal-hal yang tidak berkenan di dalam hati, misalnya bahasa yang mungkin cara menerjemahkannya kurang tepat. Dalam hal ini, kami menyadarinya. Tidak ada gading yang tak retak, sehingga jika para pembaca menjumpai kesalahan-kesalahan dalam buku ini, sudilah memberikan teguran positif. Insya Allah dengan teguran dan pembetulan dari para pembaca yang arif lagi bijaksana, buku ini akan lebih sempurna.
Baca Selengkapnya...
(Terjemah Kitab Lubabul Hadits karya Al-lmam Jalaluddin bin Kamaluddin As-Suyuthi)
Penterjemah: Achmad Sunarto
Penerbit: Al-Hidayah Surabaya
Harga: Rp. 12.000,-
Alhamdulillah, dengan memanjatkan rasa syukur ke hadirat Allah swt., yang dengan rahmat dan inayah-Nya, kami telah dapat menyelesaikan terjemah kitab Lubabul Hadis, karya Al-lmam Jalaluddin bin Kamaluddin As-Suyuthi. Tiada harapan sedikit pun dari kami, kecuali buku ini dapat bermanfaat, memberi sumbangan positif kepada segenap pembaca, khususnya sebagai bekal pelengkap yang utama bagi para muballig di masyarakat kita, dan umumnya untuk menambah khazanah perbendaharaan hadis bagi kaum muslimin, untuk pegangan di dalam kehidupan.
Sejalan dengan itu semua, maka dengan segala kemampuan yang ada, kami usahakan berbagai cara di dalam menerjemahkan kitab ini, agar mudah dipahami dan diterima oleh seluruh lapisan masyarakat. Dengan demikian, para pembaca mungkin menjumpai terjemahan secara harfiah, dalam arti terjemah yang kata per katanya sangat terikat oleh kosa kata dalam bahasa Arabnya; atau terjemahan secara tafsiriah, dalam arti tidak terikat oleh kosa kata dalam bahasa Arabnya; dan bahkan menjumpai hal-hal yang tidak berkenan di dalam hati, misalnya bahasa yang mungkin cara menerjemahkannya kurang tepat. Dalam hal ini, kami menyadarinya. Tidak ada gading yang tak retak, sehingga jika para pembaca menjumpai kesalahan-kesalahan dalam buku ini, sudilah memberikan teguran positif. Insya Allah dengan teguran dan pembetulan dari para pembaca yang arif lagi bijaksana, buku ini akan lebih sempurna.
Baca Selengkapnya...
Labels:
Al-Hidayah Surabaya,
Harga 20 rb ke bawah
Terjemah Idhotun Nasyi'in
Terjemah Idhotun Nasyi'in
karya Asy-Syekh Musthafa Al-Ghalayain
Penterjemah: H.M. Fadlil Said An-Nadwi
Penerbit: Al-Hidayah Surabaya
Harga: Rp. 17.000,-
Buku ini merupakan terjemahan dari karya Asy-Syekh Musthafa Al-Ghalayain yang berjudul Izhatun Nasyi'in, yaitu buku yang membahas tentang akhlak, etika dan kemasyarakatan.
Buku yang ditulis oleh seorang pemikir dan reformasi ini sesuai dengan judulnya, berisi bimbingan untuk generasi muda muslim, agar menjadi individu-individu yang bersih dari sifat-sifat yang tidak terpuji, berakhlak mulia dan mengerti, bagaimana seharusnya dia bersikap menghadapi segala peristiwa yang dialami bangsanya.
Dari individu-individu seperti itulah akan terbentuk masyarakat dan bangsa (umat) yang beradab dan bermoral serta menjunjung tinggi kebenaran yang sejati, sehingga mereka menjadi bangsa yang tetap eksis. Sesungguhnya suatu bangsa itu akan hidup dan tetap hidup, selama mereka bermoral dan beradab, jika moral bangsa itu bejat, maka hancur dan binasalah mereka.
Umat Islam yang dulu pernah menjadi bangsa atau umat yang kuat dan berwibawa, kini justru menjadi- bulan-bulanan kepentingan dan keserakahan bangsa (umat) lain. Bangsa lain itu telah berjuang keras untuk melumpuhkan bangsa dan umat yang beragama Islam dengan segala cara dari zaman ke zaman di antara cara itu adalah menciptakan kondisi umat Islam yang bebas tidak terikat dengan norma-norma agama dan akhlak sebagai pegangan hidup. Dengan cara ini, mereka mengharapkan akan muncul generasi Islam yang dapat menuruti kemauan-kemauan imperalis, generasi yang pemalas, senang hidup mewah dan berfoya-foya, tidak peduli dengan persoalan-persoalan penting, selalu berusaha mencari kesenangan, selalu mementingkan kepentingan pribadi dengan segala cara mengesampingkan urusan bangsa. Generasi yang apabila belajar, maka semata-mata untuk kepentingan pribadi dan kesenangannya. Apabila bekerja, maka untuk kesenangan pribadi. Apabila menjadi pejabat, juga berusaha untuk kesenangan dan kepentingan sendiri. Apabila kondisi umat Islam seperti ini, maka tamatlah riwayat mereka.
Di tengah-tengah umat Islam dalam keadaan yang memprihatinkan tersebut, buku ini diluncurkan oleh seorang ulama besar Mesir, yaitu Syekh Musthafa AI-Ghalayain untuk menyelamatkan mereka dari jurang kebinasaan. Isinya bukan saja menawarkan sederetan teori ilmiah, melainkan juga arahan operasional yang lebih praktis.
Karena demikian pentingnya buku ini, para ulama Indonesia sejak satu abad lebih yang lalu mengajarkan kitab ini kepada para santrinya, sehingga pemerintah kolonial merasa gusar, merasa terganggu kepentingannya dan akhirnya mereka melarang pembacaan kitab ini di seluruh pesantren di Indonesia, tidak hanya instruksi pelarangan saja mereka keluarkan, tetapi mereka melakukan operasional langsung penangkapan para kiai yang mengajarkan kitab tersebut.
Mengingat kondisi bangsa kita pada akhir-akhir ini menampakkan gejala-gejala yang mengarah pada kehancuran, maka kami merasa berkewajiban turut berusaha membentenginya dengan cara menerjemahkan kitab Izhatun Nasyi'in ke bahasa Indonesia dengan menyertakan teks aslinya yang berbahasa Arab, tanpa menambah dan mengurangi isi aslinya, dengan maksud agar pembaca mengetahui isi pokok pikiran pengarang yang asli dan dapat mengembangkan sendiri, sesuai dengan keperluan situasi dan kondisi yang ada.
Semoga usaha ini ada guna dan manfaatnya, khususnya bagi generasi muda muslim Indonesia yang memiliki wawasan keagamaan dan kebangsaan.
Baca Selengkapnya...
karya Asy-Syekh Musthafa Al-Ghalayain
Penterjemah: H.M. Fadlil Said An-Nadwi
Penerbit: Al-Hidayah Surabaya
Harga: Rp. 17.000,-
Buku ini merupakan terjemahan dari karya Asy-Syekh Musthafa Al-Ghalayain yang berjudul Izhatun Nasyi'in, yaitu buku yang membahas tentang akhlak, etika dan kemasyarakatan.
Buku yang ditulis oleh seorang pemikir dan reformasi ini sesuai dengan judulnya, berisi bimbingan untuk generasi muda muslim, agar menjadi individu-individu yang bersih dari sifat-sifat yang tidak terpuji, berakhlak mulia dan mengerti, bagaimana seharusnya dia bersikap menghadapi segala peristiwa yang dialami bangsanya.
Dari individu-individu seperti itulah akan terbentuk masyarakat dan bangsa (umat) yang beradab dan bermoral serta menjunjung tinggi kebenaran yang sejati, sehingga mereka menjadi bangsa yang tetap eksis. Sesungguhnya suatu bangsa itu akan hidup dan tetap hidup, selama mereka bermoral dan beradab, jika moral bangsa itu bejat, maka hancur dan binasalah mereka.
Umat Islam yang dulu pernah menjadi bangsa atau umat yang kuat dan berwibawa, kini justru menjadi- bulan-bulanan kepentingan dan keserakahan bangsa (umat) lain. Bangsa lain itu telah berjuang keras untuk melumpuhkan bangsa dan umat yang beragama Islam dengan segala cara dari zaman ke zaman di antara cara itu adalah menciptakan kondisi umat Islam yang bebas tidak terikat dengan norma-norma agama dan akhlak sebagai pegangan hidup. Dengan cara ini, mereka mengharapkan akan muncul generasi Islam yang dapat menuruti kemauan-kemauan imperalis, generasi yang pemalas, senang hidup mewah dan berfoya-foya, tidak peduli dengan persoalan-persoalan penting, selalu berusaha mencari kesenangan, selalu mementingkan kepentingan pribadi dengan segala cara mengesampingkan urusan bangsa. Generasi yang apabila belajar, maka semata-mata untuk kepentingan pribadi dan kesenangannya. Apabila bekerja, maka untuk kesenangan pribadi. Apabila menjadi pejabat, juga berusaha untuk kesenangan dan kepentingan sendiri. Apabila kondisi umat Islam seperti ini, maka tamatlah riwayat mereka.
Di tengah-tengah umat Islam dalam keadaan yang memprihatinkan tersebut, buku ini diluncurkan oleh seorang ulama besar Mesir, yaitu Syekh Musthafa AI-Ghalayain untuk menyelamatkan mereka dari jurang kebinasaan. Isinya bukan saja menawarkan sederetan teori ilmiah, melainkan juga arahan operasional yang lebih praktis.
Karena demikian pentingnya buku ini, para ulama Indonesia sejak satu abad lebih yang lalu mengajarkan kitab ini kepada para santrinya, sehingga pemerintah kolonial merasa gusar, merasa terganggu kepentingannya dan akhirnya mereka melarang pembacaan kitab ini di seluruh pesantren di Indonesia, tidak hanya instruksi pelarangan saja mereka keluarkan, tetapi mereka melakukan operasional langsung penangkapan para kiai yang mengajarkan kitab tersebut.
Mengingat kondisi bangsa kita pada akhir-akhir ini menampakkan gejala-gejala yang mengarah pada kehancuran, maka kami merasa berkewajiban turut berusaha membentenginya dengan cara menerjemahkan kitab Izhatun Nasyi'in ke bahasa Indonesia dengan menyertakan teks aslinya yang berbahasa Arab, tanpa menambah dan mengurangi isi aslinya, dengan maksud agar pembaca mengetahui isi pokok pikiran pengarang yang asli dan dapat mengembangkan sendiri, sesuai dengan keperluan situasi dan kondisi yang ada.
Semoga usaha ini ada guna dan manfaatnya, khususnya bagi generasi muda muslim Indonesia yang memiliki wawasan keagamaan dan kebangsaan.
Baca Selengkapnya...
Labels:
Al-Hidayah Surabaya,
Harga 20 rb ke bawah
24 April 2013
Menjawab Dakwah Kaum Salafi
Menjawab Dakwah Kaum SalafiJawaban Ilmiah terhadap Pemahaman dan Cara Dakwah Kaum 'Salafi-Wahabi'
Oleh: Prof. Dr. Ali Jum'ah (Mufti Agung Mesir)
Penerbit: Khatulistiwa Press
Harga: Rp. 49.000,-
Umat Islam di seantero dunia beberapa dekade belakangan ini begitu gencar digelinding oleh gerakan dakwah yang cenderung bersifat ekstrem bahkan sangat meresahkan, tidak terkecuali di Indonesia.
'Aksi' takfir (pengafiran), tasyriik (pemusyrikan) maupun tabdii' (pembid'ahan) boleh dikatakan paham yang lagi 'ngentren' dewasa ini.
Fenomena ini nyatanya tidak hanya mengeroposi bingkai-bingkai ukhuwwah Islamiyah, namun telah sampai pada tataran merusak pondasi-pondasi agama yang telah menjadi konsensus bersama. Dan, kemajuan teknologi informasi makin mendorong meluasnya 'fatwa-fatwa' mereka laksana air terlepas dari salurannya. Kekacauan fatwa {faudha al-fataawa) pun tidak bisa terelakkan. Umat Islam pun kebingungan.
Buku "Menjawab Dakwah Kaum Salafi" ini merupakan salah satu buku intelektual yang representatif menjawab berbagai permasalahan terkait dengan pemahaman kaum yang menamakan diri "Salafi" itu. Mulai dari soal sunnah dan bid'ah, taklid, maulid Nabi, ziarah ke makam Rasulullah, tawasul, tabarruk hingga mengklaim kedua orangtua Rasulullah saw. sebagai ahli neraka.
Buku yang memuat berbagai bantahan ilmiah dan rasional ini, ditulis langsung oleh Mufti Agung Mesir, Prof. DR. Ali Jum'ah. Dengan demikian, buku ini sangat pantas untuk dibaca dalam rangka menjawab kegelisahan yang meruyak di tengah umat Islam dewasa ini.
Baca Selengkapnya...
The Power of NIAT
The Power of NIATMengungkap Kedahsyatan Niat
Oleh: Muhammad Yusuf Alkaf
Penerbit: Khazanah Pesantren & Bina Aswaja
Harga: Rp. 17.000,-
Sesungguhnya amal-amal hanya (tergantung) kepada niatnya dan (pahala) bagi setiap orang hanya {tergantung) pada sesuatu yang ia niatkan.
- HR al-Bukhari dan Muslim -
Dalam mendidik keluarga dan keturunannya, salafuna as-Sadah al-Asyraf al-'Alawiyyin sangat disiplin dan berhati-hati. Selain mengajarkan ilmu agama yang berhubungan dengan 'amaliyah badaniyah, mereka juga membekali keluarga dan keturunannya dengan ilmu 'amaliyah bathiniyah yang menjelaskan penyakit-penyakit hati dan cara menanganinya.
Salah satu poin penting dari ilmu 'amaliyah bathiniyah yang diajarkan oleh mereka, as-Sadah al-Asyraf al-'Alawiyyin adalah ikhlasan hati yang juga merupakan pilar dari Thariqah Sadah Ali Ba-alawi -sebagaimana dikemukakan oleh Habib Ahmad bin Zain al-Habsyi- yaitu: ilmu, amal, wara', khauf pada Allah dan ikhlas hanya kepada-Nya.
Habib Ali Zainal Abidin bin Hasan Baharun Pengasuh PP DALWA Raci Bangil Pasuruan
DAFTAR ISI
Pedoman Transliterasi — v
Pengantar — vi
Isi — ix
PENDAHULUAN - 1
Tentang Buku Ini — 4
BAGIAN I: MENGENAL NIAT
Ia Sangat Spesial — 6
Pedang Bermata Dua — 9
Gaji Cuma-Cuma — 12
Bunga Rentenir yang Melilit — 15
Apresiasi Mereka Yang Mengerti — 20
BAGIAN II: MANAGEMENT NIAT
Hilir Mudik Lintasan Hati — 22
Jangan Padamkan Api dengan Bensin — 27
Menyelam Sambil Minum Air — 28
Menyulap Hal Biasa Jadi Istimewa — 30
BAGIAN III: TUNTUNAN NIAT SHALIHAH
Sejenak - 32
Niat Memasuki Toilet - 33
Niat Mandi-34
Niat Berwudhu — 35
Niat Memakai Pakaian Baru — 36
Niat Memakai Parfum — 36
Niat Memakai Selendang (Rida') — 37
Niat Membawa Tasbih — 37
Niat Bersiwak - 38
Niat Qiyamul-Lail (Shalat Malam) - 38
Niat Membaca Al-Quran dan Bertadarrus — 40
Niat Menghapalkan al-Quran — 44
Niat Membaca Al-Quran / Doa dengan Keras — 46
Niat Membaca Surah YSsin - 46
Niat Membaca Shalawat — 47
Niat Keluar dari Rumah — 50
Niat Berangkat ke Masjid — 52
Niat Duduk & Diam di Masjid — 54
Niat Membersihkan Masjid — 58
Niat Adzan - 59
Niat Shalat Jumat dan Jamaah — 60
Niat Berdakwah - 60
Niat Menghadiri Pelajaran — 63
Niat Belajar dan Mengajar — 63
Niat Mengunjungi Guru — 66
Niat Membaca — 66
Niat Memasuki Perpustakaan — 68
Niat Membeli Kitab - 69
Niat Mencatat Permasalahan — 70
Niat Menulis (Buku, Makalah, dan Sejenisnya) — 70
Niat Menghadiri Majlis Maulid Nabi — 72
Niat Menghadiri Majlis Kebaikan — 73
Niat Menghadiri Haul - 73
Niat Berziarah Kubur — 74
Niat Menziarahi Nabi — 75
Niat Mengunjungi Keluarga — 76
Niat Mengunjungi Saudara Seiman — 77
Niat Berjabat Tangan - 80
Niat Memberi Nasehat Kepada Teman — 81
Niat Menjenguk Orang Sakit — 81
Niat Masuk dan Membesuk di Rumah Sakit - 82
Niat Menolong Orang Lain — 83
Niat Makan dan Minum — 83
Niat Minum Teh atau Kopi — 84
Niat Minum Jus — 84
Niat Menahan Lapar — 86
Niat Menikah - 87
Niat Bepergian - 90
Niat Bekerja dan Berwirausaha — 90
Niat Memasuki Pasar — 92
Niat Berdagang -93
Niat Bersedekah - 94
Niat Memberi Hadiah — 96
Niat Membeli dan Memakai Jam — 96
Niat Membeli Hewan Peliharaan — 97
Niat Menyetir Kendaraan — 97
Niat Membeli Kendaraan — 98
Niat Menghadiri Undangan Pesta — 98
Niat Berolahraga - 99
Niat Bertamasya — 100
Niat Mendatangi Kolam Renang — 100
Niat Ketika Berdiam Diri di Rumah — 100
Niat Berkhalwah - 102
Niat Tidur - 104
PENUTUP - 105
Bacaan Lebih Lanjut — 107
Tentang Penulis - 111
Baca Selengkapnya...
Dari IMAMAH Sampai MUT'AH
Dari IMAMAH Sampai MUT'AHEpistemologi Antagonisme Syiah
Oleh: Prof. Dr. Muhammad Baharun
Penerbit: Bina Aswaja & Pustaka Bayan
Harga: Rp. 35.000,-
MELALUI buku pembahasan epistemologis soal Syi'ah, penulis buku ini mengantarkan pembaca dapat memahami sekte dan aliran pemikiran muslim secara seksama melalui prosedur keilmuan, bukan lantaran faktor fanatisme, maupun karena kekaguman euphoria dan retorika politik yang diperankan.
(Harian REPUBLOCA, 7 Mei 2004)
SYI'AH ternyata memahami teks-teks Al-Quran dan Hadits, dengan standar ganda. Misalnya (dalam Hadith), perawi yang menjelaskan keutamaan Ali, mereka terima. Namun, ditolaknya bila perawi yang sama memberitakan kelebihan sahabat yang lain. Perbedaan dasar epistemologis ini menciptakan dikotomi Sunni-Syi'i sejak berabad-abad silam yang tidak mudah dikompromikan. Karena buku ini ditulis oleh ahlinya dalam bidang itu, maka karya ini memperkaya wawasan kita tentang transformasi perjalanan sejarah pemikiran ideologi muslim (Syi'ah) yang stigmatik ini.
(Harian SURYA,30 Mei 2004)
BUKU karya Mohammad Baharun ini membahas asal-usul Syi'ah sampai perkembangannya di era modern ini. Teks-teks Syi'ah dan Sunni digunakan sebagai bahan baku, dan kasus per kasus dikupas secara detil. Karena itu, buku ini tidak hanya bermanfaat bagi mereka yang awam, melainkan juga cukup berguna bagi mereka yang ingin mendalami studi tentang Syi'ah.
(Majalah Berita Mingguan GATRA, 17 Juli 2004)
BUKU ini mengupas banyak hal soal keganjilan sejarah, ritual Syi'ah, sumber-sumber Hadith dan ayat-ayat al-Quran yang tentu saja sangat berbeda dengan muslim ahlussunnah wal Jama'ah.
(Harian DUTA MASYARARAT, 26 Juli 2004)
INILAH epistemologi yang antagonistis, hingga filsafat menarik bantuannya: memperkenalkan Syi'ah yang penuh dengan masalah-masalah polemis. Keremang-remangan Syi'ah itulah yang coba dijelaskan oleh buku ini sehingga diharapkan menjadi pemicu bagi karya elaborasi pengkaji selanjutnya.
(Majalah Bulanan HIDAYATULLAH, September 2004)
Baca Selengkapnya...
Menolak Pendapat Para Pelaku Bid'ah
Menolak Pendapat Para Pelaku Bid'ah (Jilid 1 & 2)Ad-Difa' Fii Ar-Roddi 'Ala Ahli Al-lbtida
Oleh: Forum Santri Sunniyah Salafiyah Pasuruan
Penerbit: Yayasan Sunniyah Salafiyah
Harga: Rp. 110.000,-
Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan hidayah dan rahmat-Nya sehingga dapat membimbing anak didik kami dalam menyusun sebuah karya tulis ilmiah. Shalawat dan salam semoga selalu tercurahkan kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW.
Melihat hasil karya anak didik kami dari Pesantren Sunniyah Salafiyah Pasuruan, yang berjudul Menolak Pendapat Para Pelaku Bid'ah(Ad-Difa' Fii Ar- Roddi 'Ala Ahli Al-lbtida). Kami merasa sangat bahagia dan sangat mendukung dengan diterbitkannya buku ini.
Buku ini merupakan bacaan yang sangat bagus dan cocok bagi umat muslim yang mencari kebenaran hakiki dari isu-isu atau pendapat-pendapat yang sengaja dipelintir oleh para pelaku bid'ah baik yang bersumber dari Al-Qur'an maupun hadits. Buku ini merupakan salah satu karya tulis tim pesantren dalam upaya untuk mempertahankan kebenaran dan membentengi kebathilan sebagai wujud amar ma'ruf nahi mungkar.
Kami berikan apresiasi yang mendalam kepada tim penyusun buku ini karena selain penting untuk dibaca dan diketahui umat Islam, buku ini dalam pembahasannya sangat lugas, jelas dan ilmiah.
Kami berharap kepada Allah SWT, semoga dari awal karya tulis mereka ini akan memberikan manfaat kepada umat Islam akan kebenaran akidah Ahlus Sunnah Wal Jamaah sesuai yang diibaratkan oleh Nabi Muhammad SAW tentang kelompok yang selamat, yaitu mereka yang mengikuti ajaran nabi dan para sahabatnya.
Semoga buku ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas dan menjadi sumbangan pemikiran kepada pembaca khususnya para pelaku bid'ah dan masyarakat muslim umumnya.
USTAD TAUFIQ BIN ABDUL QODIR ASSEGAF
Baca Selengkapnya...
Atlas Wali Songo
Atlas Wali SongoBuku Pertama yang mengungkap Wali Songo sebagai fakta sejarah
Oleh: Agus Sunyoto
Penerbit: Pustaka IIMaN
Harga: Rp. 269.000,-
Jika anda membaca ensiklopedia islam yang tujuh jilid dan mencari informasi tentang Wali Songo, dijamin tidak akan menemukannya. Itu artinya, pada masa depan -kira-kira 20 tahun ke depan- Wali Songo akan tersingkir dari percaturan akademis karena keberadaan mereka tidak legitimate dalam Ensiklopedia Islam.
Wali Songo ke depan akan tersingkir dari ranah sejarah dan tinggal mengisi ruang folklore sebagai cerita mitos dan legenda. Anehnya, di dalam Ensiklopedia Islam itu tercantum kisah tiga serangkai haji: Haji Miskin, Haji Sumanik, Haji Piabang sebagai pembawa ajaran Islam (Wahabi) ke Sumatra Barat. Itu berarti, anak cucu Anda kelak akan memiliki pemahaman bahwa Islam baru masuk ke Nusantara pada tahun 1803 Masehi, yaitu sewaktu tiga serangkai haji itu menyebarkan ajaran Wahabi ke Sumatra Barat.
Dalam keserbaterbatasan segala hal, alhamdulillah buku ATLAS WALI SONGO dengan pendekatan multidisiplin: historis; arkeologi; aetiologis; etno-historis; dan kajian budaya dapat terselesaikan.
Isi buku ini sangat membumi dengan proses sinkretisasi-asimilatif dan bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Dengan prinsip 'bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa menghargai jasa-jasa para pahlawannya', begitulah penulis berharap anak-anak bangsa di negeri tercinta ini dapat menghargai, menghormati, memuliakan, dan bahkan meneladani keluhuran budi dan kebijaksanaan yang telah diwariskan para ulama penyebar Islam tersebut.
Baca Selengkapnya...
Labels:
Harga di atas 50 rb,
Pustaka IIMaN
Etika Kaum Sufi
Etika Kaum SufiTerjemah Kitab Adab Suluk wal Murid
Karya: asy-Syeikh Abdullah bin Alawi al-Haddad
Penerbit: Mutiara Ilmu
Harga: Rp. 15.000,-
asy-Syeikh Abdullah bin Alawi al-Haddad ra adalah seorang tokoh sufi abad 17 yang merupakan kebanggaan serta panutan umat dizamannya.
Tidak sedikit dari karya-karya beliau yang menjadi pedoman serta pegangan bagi segenap kaum muslimin untuk menjadi hamba Allah swt yang baik dan dibanggakan oleh Baginda Nabi Muhammad saw.
Buku yang ada di tangan Anda sekalian ini adalah sebuah terjemahan dari karya beliau yang berjudul Adab Sulukil Murid. Didalamnya berisi tata krama serta etika adab sopan santun seorang murid terhadap gurunya.
Dengan membacanya, maka akan memberikan pencerahan serta menambah khazanah perbendaharaan pengetahuan bagi kaum muslimin serta sebagai pegangan dalam segala lini kehidupan.
Baca Selengkapnya...
Risalah Bilal
Risalah BilalOleh: Ibnu Tholhah Mansyur
Penerbit: Ponpes Al-Kautsar, Kediri
Harga: Rp. 10.000,-
Buku kecil ini berisi mengenai bacaan-bacaan yang dilakukan oleh seorang bilal.
seperti: bilal tarawih, bilal khutbah jum'at, bilal khutbah Idul Fitri, Bilal Khutbah Idul Adha, Ijab Qabul Nikah, Surat Yasin beserta doa, manaqib, tahlil, Tajhizul mayit, talqin dan doa-doa untuk berbagai acara: Istighotshah, dll.
Baca Selengkapnya...
Subscribe to:
Posts (Atom)










