Yuk, berbisnis dg 0 Rupiah!
silakan klik link berikut:


Pesan Buku/Kitab?
SMS & WhatsApp : 0812 8625 1777
e-mail: r.rusmanto@gmail.com https://www.tokopedia.com/tb-albarokah ___________________________
Showing posts with label Katalog Menara Publisher. Show all posts
Showing posts with label Katalog Menara Publisher. Show all posts

SEJARAH MAULID NABI

SEJARAH MAULID NABI

Meneguhkan Semangat Keislaman dan Kebangsaan

Sejak Khaizuran (173 H) Hingga Habib Luthfi Bin Yahya (1947 - Sekarang)

Oleh: Ahmad Tsauri

Penerbit: Menara Publisher

Harga: Rp. 60.000,- (KOSONG)

Peringatan dan perayaan terkadang menjadi dua hal tak terpisahkan.
Setiap perayaan adalah upaya untuk mengingat masa lalu yang berharga. Masa lalu diperlukan untuk merumuskan jati diri. Menyatukan unsur-unsur diri yang tercecer. Menyusun bagian-bagian yang berserakan dan terpisah-pisah. Upaya menembus masa lalu menjadi upaya rekonstruktif atas citra diri kita secara utuh.
Dalam bahasa Arab, Maulid berarti kelahiran. Terkadang Maulid berarti waktu kelahiran atau tempat lahir. Sama seperti kata masjid yang bisa berarti perbuatan bersujud, tempat sujud atau waktu sujud. Namun dalam konteks Maulid Nabi, Maulid berarti kelahiran itu sendiri. Perayaan Maulid Nabi, dengan demikian berarti, perayaan atas kelahiran Nabi.
Mengapa kelahiran Nabi perlu dirayakan? Apakah penting merayakan kelahiran beliau? Bolehkan Muslim merayakan kelahiran Nabinya?

Untuk pertanyaan terakhir, sepertinya akan ada perdebatan di lingkungan umat Islam. Namun faktanya, perayaan Maulid Nabi memiliki sejarah panjang. Perayaan Maulid Nabi adalah salah satu perayaan kuno dalam tradisi Islam. Maulid Nabi sudah dilakukan pada abad pertama hijriah. Oleh siapa? Oleh orang yang dilahirkan saat itu yang kelahirannya diperingatinya sendiri. Dan kemudian secara tersirat, beliau saw telah menganjurkan agar dilakukan pula oleh pengikutnya.

Nabi Muhammad saw. pada abad awal pertama hijriah memiliki kebiasaan unik. Beliau menahan diri mengonsumsi makanan selama sehari penuh. Beliau saw melakukannya setiap hari Senin. Ketika ditanya, mengapa melakukan hal itu, Beliau menjawab, "Pada hari itulah aku dilahirkan..." (HR. Muslim, Ahmad, Nasa'i dan Hakim). Rupanya, beliau saw melakukannya untuk mengenang hari kelahirannya. Hari itu menjadi hari yang istimewa baginya. Saya tidak tahu, apakah pembaca berfikir seperti saya dalam memahami kisah ini.

Perayaan kelahiran Nabi semakin lama mengalami evolusi bentuk. Terdapat berbagai macam model perayaan. Evolusi itu mulai membesar pada abad kedua hijriah pada era pemerintahan Daulah Abbasiyah. Perayaan ini menjadi tradisi tahunan dan menyebar ke seluruh penjuru dunia Muslim saat itu. Kini, Maulid Nabi menjadi fenomena global. Dirayakan oleh umat Islam di seluruh dunia. Baik dalam skala kecil maupun besar yang melibatkan negara.

Guna memberikan perspektif yang luas tentang Maulid Nabi, sungguh menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kami dapat berbagi dengan pembaca sekalian. Jika biasanya Maulid Nabi dibincang dalam aspek teologisnya, halal-haram atau sunnah-bid'ah, maka melalui buku Sejarah Maulid Nabi: Meneguhkan SemangatKeisIaman dan Kebangsaan Sejak Khaizuran (173 H.) Hingga Habib Luthfi bin Yahya (1947 M.- Sekarang), Maulid Nabi dibincang dari aspek kesejarahannya yang panjang. Maulid Nabi bukan fenomena kemarin sore. Tapi sudah lebih dari seribu tahun yang lalu. Perdebatannya bukan dimulai sejak tiga ratus tahun yang lalu ketika kaum Wahabi tampil ke panggung dunia dengan pedang bid'ahnya. Para sarjana Muslim klasik sudah mendiskusikannya dan umumnya mendukung praktik serta perayaan Maulid Nabi.

Untuk menjelajahi sejarah panjang perayaan Maulid Nabi, kami sajikan buku ini kepada pembaca. Selamat membaca.

KOMENTAR

"Buku ini memperkaya khazanah literatur tentang praktik perayaan maulid Nabi. Sang penulis menyuguhkan telaah historis tentang ritual fundamental yang telah menyertai perjalanan sejarah kaum Muslimin. Buku ini sangat penting untuk dibaca karena sang penulis telah berhasil memaparkan fungsi ritual sosial dan kultural perayaan maulid Nabi. Buku ini mengajak kita untuk mempelajari posisi maulid dalam sejarah dakwah Islam serta fungsinya dalam mengukuhkan identitas sosial dan relijius. Perayaan maulid mempersatukan ummat Islam tanpa menyeragamkan perbedaan.
Inilah mengapa buku ini sangat penting untuk dibaca dengan seksama. Selamat kepada Ahmad Tsauri yang telah membuka mata kita terhadap sentralitas maulid Nabi dalam sejarah sosial dan kebudayaan Islam."
Ismail Fajrie Alatas
(University Of Michigan AS, Intelektual Muda, dan Pembicara di berbagai Forum Internasional)

"Selain nilai-nilai spiritual religius, perayaan maulid juga memiliki makna historis dan sosiologis yang sarat dengan nilai patriotik dan edukatif. Melalui buku ini penulis berhasil menyingkap akar-akar historis-sosiologis yang selama ini tersembunyi. Buku ini berhasil memperluas cakrawala pikiran dan mendudukkan ritual maulid pada spektrum yang lebih luas dan komprehensif sehingga pembaca bisa keluar dari perdebatan klasik yang tak pernah selesai karena hanya melihat ritual maulid dari sisi ritual formal."
Dr. Al-Zastrouw
(Budayawan, Dosen Pasca Sarjana STAINU Jakarta dan Kebumen. Ketua LESBUMI PBNU)

"Buku ini penting dibaca publik. la bicara tentang sejarah "kulturisasi kolosal" atas pesan-pesan kemanusiaan profetik par excellent yang dibawakan sang Nabi yang mulia itu. Keteladanan memiliki pengaruh lebih kuat bagi manusia untuk mengarungi proses menjadi. Meski lebih pada bicara soal sejarah tradisi Maulid, tapi buku ini sarat dengan nuansa keindahan."
KH. Husein Muhammad
(Penulis, penerima Award dari Pemerintah USA untuk "Heroes To End Modern-Day Slavery" tahun 2006)

DAFTAR ISI

BAB I Perayaan : Sebuah Gejala Universial -1
BAB II Maulid Nabi, Lokalitas, dan Semangat Kebangsaan -11
BAB III Perayaan Maulid Nabi di Era Klasik - 35
BAB IV Perayaan Maulid di Berbagai Negara - 95
BAB V Sejarah Maulid Nabi di Indonesia -133
BAB VI Maulid Akbar Kanzus Shalawat -175
BAB VII Spiritualitas dan Nasionaiisme dalam Perayaan Maulid Kanzus Shalawat - 213

Baca Selengkapnya...

SECERCAH TINTA

SECERCAH TINTA

Jalinan Cinta Seorang Hamba Dengan Sang Pencipta

Oleh: Habib Muhammad Luthfi Bin Yahya

Penerbit: Menara Publisher

Harga: Rp. 60.000,-

Tebal: xlvii + 361 hal.

"...Habib Luthfi memang merupakan pembicara yang tausiah dan nasihat-nasihatnya banyak dinantikan oleh masyarakat muslim, terutama di tanah Jawa. Tema apa pun yang disampaikannya disampaikan secara santai, dengan bahasa yang komunikatif, dan kaya referensi. Buku yang kini di tangan Anda merupakan teks penting yang dapat menutup kelemahan pengajian dan sekaligus dapat dijadikan 'pengajian harian'... "
KH. A. Mustofa Bisri
(Wakil Rais 'Am Syuriah PBNU dan Budayawan)

"...Hadirnya buku ini, merupakan sebuah bentuk aplikasi ke-Aswaja-an (Ahlu Sunah wal-Jama'ah) dalam konteks ruhaniyah dengan menghadirkan tasawuf sebagai media menyelami kehidupan melalui Aswaja. Semoga dengan torehan-torehan tinta Habib M. Luthfi bin Ali bin Yahya ini dapat tercipta semangat religiusitas, nasionalisme, pluralitas, serta humanitas..."
Prof. Dr. KH. Said Agil Siradj, MA
(Ketua Umum PBNU)

"Saya merasa terhormat dengan berkesempatan membaca buku Sayid al-Habib Luthfi tersebut... Saya membaca judul-judul tulisan yang merupakan hasil dari pemikiran, bersumber dari kedalaman hati, dan memancarkan cahaya (karena memuat riwayat hidup Nabi Saw. Sahabat, Tabi'in dan para Ulama)... Saya sangat berharap (agar murid al-Habib Luthfi) memikirkan penerjemahannya kedalam bahasa-bahasa lain selain bahasa Indonesia. Agar buku yang sarat dengan penalaran, spiritual dan istimewa ini bermanfaat lebih lebih luas lagi"
Al-Habib Zaid bin Abdurahman bin Yahya, MA
(Ulama dan Intelektual Muda, Tarim, Yaman)

"Maulana al-Habib Luthfi tak henti-hentinya menekankan betapa pentingnya sejarah dan pemahaman terhadapnya dalam proses pendakian jenjang spiritual. Beliau tampak jelas sekali mengafirmasi pencarian dan penggalian ilmu justru sebagai ibadah itu sendiri, dan bukan hanya sebatas persiapan untuk ibadah..."
Ismail Fajrie Alatas
(Intelektual Muda, Ph.D Candidate University of Michigan AS)

DAFTAR ISI

Pengantar penerbit
Prakata Editor
Ucapan Terima Kasih
Salam Takzim al-Habib M. Luthfi bin Ali bin Yahya

PENGANTAR
'Mozaik-Mozaik' Habib Luthfi oleh KH. Mustofa Bisri
Spirit Aswaja Bagi Kehidupan oleh Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj MA
Pengantar Habib Zaid Bin Yahya MA

Daftar Isi

MOZAIK SATU
1. Kesaksian Allah Swt. atas Risalah dan Keistimewaan Nabi Muhammad Saw.
2. Kesaksian Allah Swt. atas keutamaan para Sahabat Nabi Ra.
3. Kesaksian dan Pengakuan Rasulullah Saw. atas Para Ulama
4. Kedudukan Sahabat Nabi
5. Ulama Shadiqun dan Ulama Sholihun
6. Berguru Kepada Rasulullah Saw.
7. Etika Kita pada Sahabat Nabi
8. Keteladanan dalam Totalitas Sahabat Abu Bakar Ra.
9. Imam Ali Ra.
10. Fattabiuni: Ikutlah Aku
11. Nabi Selalu Menjaga Perkataan
12. Nabi Manusia Sempurna
13. Tafdhil (Mengutamakan) Sahabat
14. Maulid: Aktivitas Umat Membaca Nabinya
15. 'Ibrah dalam Isra' dan Mi'raj

MOZAIK DUA
1. Sayyidah Fathimah: Wasilah Dzuriyyah Nabi Saw.
2. Imam Ali bin Abi Thalib dan Imam-Imam dari Ahli Bait
3. Safinah Nuh: Sebuah Bahtera Akidah
4. Tujuh Abdullah: Maha Guru Hadhramaut
5. Prinsip Dasar Bagi Ahli Tafsir dan Sejarawan
6. Koreksi atas Gharaniq (Ayat-Ayat Setan)
7. Hijrah Imam Ahmad al-Muhajir: Cikal Bakal Ahl al-Sunnah dan Dinamisasi Ilmu di Hadhramaut

MOZAIK TIGA
1. Asal Mula Istilah Ahl al-Sunnah
2. Sekilas Tentang Independensi dan Genealogi Ahl al-Sunnah
3. Fiqih Ahl al-Sunnah
4. Konsistensi Sadah Alawiyah dalam Memperjuangkan Ahl al-Sunnah
5. Ijtihad Mutlak
6. Kebijaksanaan Sahabat dalam Melakukan Amar Ma'ruf
7. Memaknai al-Hamdulillah
8. Akal dan Keimanan

MOZAIK EMPAT
1. Pengantar Memahami Thariqah
2. Peran Thariqah dalam Membersihkan Hati
3. Tiga Sudut Pandang Tasawuf
4. Tahapan Mengenal Allah Swt.
5. Mengamalkan Ajaran Tasawuf
6. Al-Fana dan Tahapan dalam Maqam Fana
7. Karakter Mukmin dalam Maqam Fana
8. Pengaruh Tingkatan Batiniyah dalam Memahami Makna al-Quran
9. Mengenal Sifat Para Kekasih Allah
10. Dua Maqam Syari'ah
11. Metode mencapai Ma'rifat: Satu Medium Memahami Tauhid

MOZAIK LIMA
1. Pengorbanan Abdul Muthalib dan Penggalian Sumur Zamzam
2. Nadzar Abdul Muthalib
3. Abdul Muthalib Pengikut Agama Hanif
4. Pernikahan Abdullah bin Abdul Muthalib
5. Kelahiran Nabi Saw.
6. Abu Thalib bin Abdul Muthalib
7. Awal Turun Wahyu
8. Nabi Menyalati Pamannya Hamzah
9. Pemboikotan Quraisy
10. Keimanan Kedua Orang Tua Nabi
11. Islamnya Kaum Anshar di Madinah
12. Hijrah Ke Madinah
13. Pembangunan Masjid dan Pemakaman Sahabat Nabi Saw.
14. Peperangan

EPILOG
Tinta, Pena, Waktu: Sebuah Epilogue oleh Ismail Fajrie Alatas

Catatan-Catatan
Appendix
Index
Pustaka Acuan
Profil Singkat al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya
Baca Selengkapnya...