Pesan Buku/Kitab?
SMS : 0812 8625 1777
Pin BB : 73E49DB5
e-mail: r.rusmanto@gmail.com ___________________________

30 July 2011

Ulama Sejagad Menggugat Salafi Wahabi


Ulama Sejagad Menggugat Salafi Wahabi

Oleh: Syaikh Idahram

Penerbit: Pustaka Pesantren

Harga: Rp. 65.000,-

Tebal: 340 Hal.


"Buku ini merupakan sumbangsih tak terhingga dalam memperkaya peta dialektika pemikiran bagi umat Islam Indonesia". (KH. Munzir Tamam, M.A., Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Prov. DKI Jakarta)

"Saya rasa, rumah-rumah setiap muslim perlu dihiasi dengan buku penting seperti ini, agar anak-anak mereka juga turut membacanya, untuk membentengi mereka dengan pemahaman yang lurus." (Ust. H. Muhammad Arifin llham, Pimpinan Majelis Zikir az-Zikra)

"Mereka mengubah nama Wahabi menjadi Salafi untuk mengelabui umat Islam... juga, agar mereka merasa aman dan nyaman dari sorotan masyarakat dalam menyebarkan dakwahnya..."(Prof. Dr. Ali Gomaa, ulama besar Al-Azhar sekaligus mufti Mesir)

"Al-Albani tidak dapat dipertanggungjawabkan dalam menetapkan nilai suatu hadis, baik shahih ataupun dhaif. la telah mengubah hadis-hadis dengan sesuatu yang tidak boleh menurut ulama hadis..." (Al-Muhaddits Prof. Dr. Abdullah al-Ghimari, Guru Besar llmu Hadis di universitas-univesitas Maroko)

"Maaf, mereka hanya menjadi bencana bagi sunnah dan fitnah bagi Islam secara keseluruhan. Pada kenyataannya, sesungguhnya penyakit-penyakit jiwa ada pada mereka yang sangat fanatik itu..." (Prof. Dr. Muhammad al-Ghazali, dai internasional terkemuka di Timur Tengah asal Mesir)

Di antara ciri sekte Salafi Wahabi yang paling menonjol adalah klaim kebenaran yang mereka sematkan kepada Salafi Wahabi golongan mereka sendiri. Demi menjaga klaim tersebut, apa pun mereka lakukan, termasuk menyerang segala
pemahaman yang tidak sejalan. Tak aneh jika kemudian dakwah Salafi Wahabi
ditentang di mana-mana, digugat oleh para ulama di setiap masa.

Buku ini memaparkan, secara ringkas dan cerdas berbagai ketancuan dan penyimpangan tokoh-tokoh utama sekte Salafi Wahabi, berikut gugatan para ulama terkemuka Ahlussunnah wal Jama'ah dari berbagai mazhab, dari berbagai generasi, berbagai belahan dunia, dan berbagai bidang keilmuan yang berbeda.

Biodata Penulis

Syaikh Idahram adalah pemerhati gerakan-gerakan Islam, lahir di Tanah Jawa, pada tahun I970an. Ketertarikannya terhadap fenomena Salafi Wahabi terpupuk sejak ia melanglang buana dan belajar ke Timur Tengah, bertalaqqi kepada para masyayikh di sana dan berdiskusi dengan para ustadz.

Dalam upaya pencariannya itu, penulis pernah menjadi anggota organisasi Muhammadiyah beberapa tahun, aktif dalam liqa' PKS (Partai Keadilan Sejahtera) selama 4 tahun, pengurus kajian Hizbut Tahrir selama 2 tahun, pejabat teras ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia), hingga akhirnya berlabuh dan basah kuyup dalam tasawuf dengan berbai'at kepada seorang syaikh.

Maraknya gerakan Islam garis keras di Indonesia, serta dorongan dari berbagai pihak, membuat dirinya memutuskan untuk menuliskan apa yang diamatinya selama ini tentang Salafi Wahabi. Ia sempat ragu ketika beberapa kawan mengingatkannya tentang teror yang kerap kali terjadi terhadap para pengkritik faham ini. Akan tetapi, atas rekomendasi dari para masyayikh, penulis akhirnya memutuskan untuk tetap menuliskan penelitiannya dengan menyiasati penggunaan nama pena, yaitu Syaikh Idahram.

Buku Trilogi Data dan Fakta Penyimpangan sekte Salafl Wahabi ini hadir sebagai titik kulminasi dari rasa prihatin penulis terhadap persatuan dan ukhuwah umat Islam yang saat ini sangat meradang dan hanya tinggal wacana. Dia mencoba berpikir keras, dari mana persatuan umat ini harus dimulai. Hingga akhirnya, pencarian dan penelitian yang dilakukannya selama 9 tahun, mulai 2001 s.d. 2010, membuahkan buku sederhana di tangan pembaca ini.

Untuk sementara waktu, penulis hanya membuka ruang dialog melalui media email. Terimakasih banyak.

Artikel Terkait:

21 comments:

  1. Assalamu'alaykum Pak Roes,

    Alhamdulillah buku ini sudah saya baca sebagian isinya dan cukup kaget juga karena di dalamnya diungkap fakta-fakta yg terus terang selama ini tidak saya jumpai dan diangkat oleh penulis-penulis lain, khususnya tentan sepak terjang ulama2 yg menjadi rujukan dari paham Salafi-Wahabi ini.

    Jika memang benar adanya fakta tersebut, sungguh sebuah kekeliruan besar bagi para pengikut ulama-ulama tersebut yg jelas-jelas banyaknya pendapat mereka yg sangat bertentangan dengan pendapat jumhur ulama dari mazhab yg empat..

    Dan bagaimana pula pendapat Pak Roes setelah membaca / tentang isi buku ini?

    Saya nanti penjelasannya.

    Wassalam,
    Rozy - BTH

    ReplyDelete
  2. bener dari mana pak???
    klo emamng syaih idahram atau si marhadi ini yang bisa nya bersembunyi alias tak dikenal klo memang antum mau menegakkan kebenaran kenapa harus takut coba bercontoh kepada saudara mahrus ali yang tidak taukut menyebunyikan identitas beliau karna beliu berhujjah dengan alqur'an dan sunnah sohiha

    klo si marhadi ini kan lulusan dari amerika ya pantas memutar balikan sejarah dan klo orang yang baca akan menjadi bumerang bagi dia karna munusia pasti membaca buku bantahan nya dan disitu kita bisa menilai siapa yang ilmiah dan bertanggung jawab atas tulisan nya,,,wassalam

    ReplyDelete
  3. pak tulisan bapak sudah ada beberapa yang di bahas di

    http://www.gensyiah.com/waspada-buku-sejarah-berdarah-sekte-salafi-wahabi-mengusung-faham-rafidhah-syiah-iran.html

    ReplyDelete
  4. buku yg sangat bagus. semoga dngan buku2 semacam ini umat Islam bisa terhindar dari tipudaya sempalan islam yaitu sekte wahabi. Amin

    ReplyDelete
  5. Ternyata ini orangnya... lulusan amerika bicara tentang islam.. org seperti ini dan sejenisnya yg justru merusak islam dari dalam dan memecah belah persatuan umat islam.

    Kalau antum para pembaca cerdas akan berfikir islam berasal darimana dan disitulah ilmu bisa diambil. Madinah... Jadi kita perlu merujuk kepada ahlu ilmu dari madinah dan mereka istiqomah dgn islam nya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. pak abu2. jgn dikira yg dari mekah madinah selalu benar. Islam mmg dari sana. wahabi pun ada disana. Apakah anda wahabi???? kalo anda wahabi PASTI anda benci buku ini, sekalipun buku menyodorkan KEBENARAN

      Delete
    2. @Abu khair: mas abu, kalo mas abu merujuk pada madinah... kenapa mas abu tarawihnya gak mengikuti madinah, di madinah tarawihnya 23rakaat... kenapa mas abu gak mau ikut 23 rokaat juga...?? (wahabi itu kan ga mau tarawih 23 rokaat) Jadi mas abu ini ikut madinah apa ikut ego/nafsu ? Ibadah kok pikir2 hitang-hitung, jangan pelit beribadah mas... Allah memberi nikmat tak terhingga pada kita, lha whabi ibadah kok pake perhitungan, jangan pelit beribadah... ibadah kok maunya yg sedikit...

      Delete
  6. Kapan wahhabi bisa sadar bahwa mereka lah otak kerusuhan dan perpecahan... dalil telah ditampakkan tapi masih aja bebal otaknya

    ReplyDelete
  7. Kenapa begitu antipati dengan isu "perpecahan", kabar ttg perpecahan telah disampaikan sendiri oleh Rasululloh Shallallohu alaihiwassalam, bahwa umat islam akan berpecah belah menjadi 73 golongan, 72 masuk neraka, yang satu masuk surga.

    oh ternyata ini syaikh gadungan toh...

    ReplyDelete
    Replies
    1. @abu najwa: wahabi itu sukanya menghina personal, tidak bisa dan tidak mampu menampik secara ilmiah, tampikannya pasti personal.. caci maki pada seseorang...

      Orang wahabi itu tidak tahu sejarah, dan tidak tau silsilah ilmu yg sebenarnya...

      Delete
  8. bagi yang masih terkagum kagum dengan tulisan karangan syekh marhadi, silahkan baca bantahanya yang lebih ilmiah di gensyiah.com serial aurat buku syekh marhadi(bagian 1)semoga kita tidak mudah tertipu oleh si marhadi ini...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Buku bantahan dari wahabi sdh banyak mas.Orang berilmu takm akan terkecoh dgn pemikiran sempit sekte wahabi

      Delete
  9. maaf penulisnya bukan lulusan amerika tapi lulusan timur tengah, saya menntut ilmu bersamanya di timur tengah. sungguh buku yang patut jadi pegangan umat muslim sedunia, untuk mengetahui kesetan salafi wahabi. memang madinah sumber munculnya kejayaan islam, tapi itu pd masa Rosululloh sallahu 'alaihi wassalam sampai sebelum abdul wahab, tapi setelah munculnya abdul wahab berubah lah aqidah umat muslim di Madinah menjadi aqidah yg keras dan bengis.....Allahummarhamna jamii'an ya Robb. Amiin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mas. WAHABI SUMBER KEHANCURAN ISLAM. Kok ya msh ada yg terkecoh dgn wahabi. Kebanyakan malah anak2 terpelajar yg ga pernah baca kitab2 salaf yg asli. Bisanya baca buku terjemahan. EEEEEH sdh vonis ini vonis itu. Ya ampuuuuun wahabi2

      Delete
  10. entahlah yaa .... salafi/wahhabi di tempat2 kampung kalian begitu dicemaskan/di perhitungkan kuarasa yaaa ... sbb kalo dikampung saya, salafi2/wahhabi itu bersembunyi2 loo, setiap kali pengajian dimasjid langsung org2 tua ahli tarekat (kaum tua/alwasliyah) mengusir mereka. yaa.. jadi mmg tdk ada martabatnya sama sekali/ tdk dianggap aliran, hanya sebatas perkumpulan org2 yg belum mengerti/bodoh/buta. mrk pun tdk ada berani melawan ketika di usir prnh mereka membuat pengaduan ke polisi,,,, eee besoknya malah pak camat sendiri yg memanggil dedengkot2 salafi supaya di beri nasehat oleh org2 tua, tuan2 guru tarekat. yaa ... masyarakat kampung sy melihatnya sebelah mata gitu .... akhirnya pengikutnya habiss jg kok

    ReplyDelete
  11. Siapa Shayikh Idahram, coba lihat buku "Sekte Berdarah Kaum Syiah", karangan Ust. Firanda. Sungguh lucu Shayikh Idahram banyak mengarang dan membolak balikan fakta alias dongeng, dan lucunya lagi teringat orang yahudi Abdullah bin Saba yang pura pura masuk islam dan memecah belah umat islam di jaman sahabat, seperti itulah Syaikh Idahram ; Kalau memang apa yang di tulisnya kenapa yang bersangkutan memakai nama samaran, tidak berani mengenalkan diri atau istilahnya chiken berani berkoar tapi pengecut. Berilmulah dengan cara ilmiah sesuai dengan tuntunan Alqur'an dan Sunnah jangan bertakliq buta seperti ilmu dunia kau bersungguh sungguh tapi ilmu akhirat hanya berdasarkan taklik buta dan menghindar dari aturan yang sudah ada dari ketentuan Alquran dan Sunnah. Benar Islam terpecah menjadi 73 golongan seperti juga kaum Yahudi dan Nasrani terpecah dalam beberapa golongan tapi hanya 1 yang masuk surga ; jangan mentafsirkan hadits secara membabi buta belajar belajarlah .

    ReplyDelete
  12. ulama aceh telah menceritakan kejadian kebiadaban wahabi dan muhammad bin abdul wahab, dan syeik zaini dahlanpun sebagai saksi hidup telah menguraikan dg komplek, ulama aceh juga ulama yg belajar langsung ke kota mekka turun temurun. abu panton, abu mudi, tumin balng blahdeh, dan abuya Mudawaly rahima hullah, abuya prof dr muhabuddin telah kami dengar riwayat melalui guru-guru kami dan ada yg langsung, wahabi memang seperti yg dimuat di 3 buku syeik idahram, soal dia ngak sembunyi tak masalah, yg penting buku yg di tulis syekh idahrah, sangat Ilmiyah, ngak ada unsur dusta apalagi disebut abd bin saba', hanya yg sebut itu abd bin saba', wahabi sebenarnya golongan setan, seperti hadis masyhur yamanina....wahabi setan berwujut manusia.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha Ngaworr, salahnya kalian itu menutup mata kalo menasehati kalian.. syaikh idahram itu siapa, pendusta dan puluhan kedustaan dari buku itu,

      bukunya biar laku ya ditulis syaikh..

      Delete
  13. kunjungi http://tbonline-zahidapustaka.blogspot.com/

    ReplyDelete

silakan isi komen atau pesan saran di bawah ini...