Yuk, berbisnis dg 0 Rupiah!
silakan klik link berikut:


Pesan Buku/Kitab?
SMS & WhatsApp : 0812 8625 1777
Pin BB : 73E49DB5
e-mail: r.rusmanto@gmail.com https://www.tokopedia.com/tb-albarokah ___________________________

Mustika Pencerah Qalbu

Mustika Pencerah Qalbu

Terjemah Kitab At Tanwir Fii Isqaati at Tadbir Karya Syeikh Ibnu Athaillah as Sukandariy

Penterjemah: Misbah el-Majid,Lc.

Penerbit: Pustaka Hikmah Perdana

Harga: Rp. 59.500,-

Ajaran Islam menganjurkan setiap ummatnya untuk mendidik nafsu, mengatur jiwa dan qalbu melalui jalan olah rohani, yang demikian itu untuk mewujudkan kesucian lahir batin, sebab hanya suci lahir batinlah pengabdian seorang hamba bisa bermakna dihadapan Allah SWT- Ajaran Qur'ani dan Sunnah nabi-Nya telah menyerukan masalah ini. Karenanya, belajar tasawuf adalah sebuah kemestian bagi mereka yang ingin mbersihkan Qalbu dan mensucikan jiwa.

Dengan mendalami ilmu tasawuf kita bisa mempelajari kiat mendidik nafsu, mengelola diri, menjernihkan jiwa dan mendiqdayakan hati guna menuju paripurna ibadah dan ubudiyah kepada Allah SWT. Dan diantara khazanah ilmu tasawuf itu ialah kitab at Tanwir fi Isqaat at Tadbir (Mustika Pencerah Qalbu, meruntuhkan Rancang Bangun Pengaturan Diri) Karya Syeikh Ibnu Athaillah as Sakandari. Inilah karya yang mendapat apresiasi tinggi dari para alim karena berisi mustika pencerah qalbu dan jiwa yang mengurai kiat mensinergikan kerja lahir batin demi menggapai kesempurnaan ibadah dan keutuhan ubudiyah kepada Allah SWT.

Karya at Tanwir fii Isqaati at Tadbir oleh Syeikh Ibnu Athaillah ini adalah mustika pemikiran brilian dari pelaku ilmu ketuhanan agung. Karya ini menjelaskan secara komprehensif perihal esensi kediqdayaan jiwa, substansi ibadah ragawi dan ibadah materi atau amal spiritual dan amal sosial. Ibnu Athaillah lebih lanjut mengatakan bahwasannya ada 2 (dua) macam pengaturan yaitu pengaturan yang terpuji dan pengaturan yang tercela.

Karya ini juga mengajarkan kepada kita dalam menerima ketetapan taqdir Allah sepenuh jiwa, "Demi tuhanmu, mereka tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan dan mereka menerima dengan sepenuhnya." (QS.anNisa', 4:65)

Semoga karya ini memberikan motivasi dan melahirkan dayaguna bagi para pembaca.

Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment

silakan isi komen atau pesan saran di bawah ini...